Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ECONOMIC VALUATION STUDY OF GEMBIRA LOKA YOGYAKARTA ZOO Fallo, Trisno; Nugroho, Andri Prasetyo; Setyowati, P. Ratna; Edi Laksono, Gangsar; Doni, Doni; Farras, Farras
Quantitative Economics Journal Vol. 13 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/qej.v13i1.61030

Abstract

The aim of this study is to analyze the potential total economic value of the Gembira Loka Zoo tourist area and also as input and consideration in making policies regarding the management of the Gembira Local Zoo tourist area, both for the management and the government. Primary data collection techniques were carried out through survey and interview methods in the form of onsite using questionnaires. This research uses a direct approach with market value, surrogate market costs through the travel cost method and contingent valuation method (CYM) as well as to assess the benefits produced (products and services) by the Gembira Loka Zoo. Based on the results of the analysis, a study of the total economic value of the Gembira Loka Zoo zoo area, it can be concluded that the direct use value of the Gembira Loka Zoo zoo in 2023 is IDR. 333,585,267,958.80, and was obtained from calculating travel costs incurred by respondents with total ticket income. The indirect use value of the Gembira Loka Zoo zoo in 2023 was IDR 1,419,904,680.12, and was obtained from an economic assessment of the ecological benefits of forest areas in zoos, namely as a carbon absorber and water catchment, while the economic value of preservation aims to calculate respondents' willingness to participate in preserving animals at Gembira Loka Zoo. The total preservation value is IDR 39,264,801,732 and the total economic valuation of Gembira Loka Zoo is IDR. 374,269,974,370.92.
Pelatihan Budidaya Maggot sebagai Solusi Inovatif Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan Masyarakat Edi Laksono, Gangsar; Saputra, Wisnu; Ratna Setyowati, Putri
GIAT Teknologi untuk Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v4i2.13163

Abstract

Permasalahan sampah organik di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, masih menjadi tantangan serius akibat rendahnya kapasitas pengelolaan dan meningkatnya volume limbah rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ABCD diterapkan melalui tahapan penemuan aset, perumusan impian, perancangan fasilitas, sosialisasi dan pelatihan, serta pendampingan terstruktur berbasis aset lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Implementasi biokonversi maggot mampu menurunkan volume sampah organik dari rata-rata 2,5 kg – 3 kg /rumah tangga dalam 14 – 30 hari. Dari aspek sosial, terjadi peningkatan kapasitas dan partisipasi warga, ditandai mayoritas peserta yang mampu menerapkan teknik budidaya secara mandiri dan konsisten melakukan pemilahan sampah organik. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa pendekatan ABCD efektif meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah dan mampu menciptakan model pengolahan lingkungan berbasis aset lokal yang berkelanjutan. Temuan ini membuka peluang replikasi di desa lain serta pengembangan ekonomi sirkuler berbasis maggot pada skala komunitas.
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEREMPUAN BERDAYA LINGKUNGAN DAN EKONOMI DI BANK SAMPAH GONDANGAN SEJAHTERA Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febriyanti Angelia; Fallo, Trisno; Aridito, Muhammad Noviansyah; Laksono, Gangsar Edi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36622

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Di tingkat provinsi, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tantangan operasional dan kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat. Pemerintah Daerah DIY telah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap persoalan sampah, dengan menekankan pada prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). Hal tersebut juga berperan sebagai strategi utama untuk menurunkan beban TPA dan meningkatkan praktik pengelolaan berbasis masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan program lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Perempuan Berdaya Lingkungan dan Ekonomi di Bank Sampah Gondangan Sejahtera” hadir sebagai bentuk nyata dari sinergi antara kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini bertujuan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan daur ulang, serta penguatan nilai ekonomi melalui sistem tabungan dan produksi berbasis limbah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan berbasis edukasi dan sosialiasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan hasil pretest-post-test, serta kuisoner. Jenis sampah yang terbanyak yaitu plastik sejumlah 87,30% dan kertas 92,70%. Sedangkan sampah organik paling sedikit dikumpulkan ke Bank Sampah dikarenkan nasabah dihimbau untuk mengolah secara mandiri sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dikaryakan menjadi sirkular ekonomi sehingga perempuan dapat berdaya ekonomi dan lingkungan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan antusias. Para peserta memberikan tiga pertanyaan mengenai tips pengolahan sampah organik di rumah terutama nasi basah. Kemudian narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Rata-rata hasil pretest yaitu 54,53% dan hasil post-test 86,67%, dengan peningkatan 32,13%. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi dan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengurus Bank Sampah Gondangan Sejahtera.Kata kunci: Bank Sampah, Peran Perempuan, Ekonomi, Lingkungan. ABSTRACTAt the provincial level, waste management in the Special Region of Yogyakarta (DIY) shows operational challenges and the need to increase community participation. The Yogyakarta Regional Government has encouraged the implementation of the circular economy as a solution to the waste problem, by emphasizing the 5R principle (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). It also serves as a key strategy to reduce the burden on landfills and improve community-based management practices. This condition confirms the importance of sustainable local educational interventions and programs. In this context, the activity "Education and Socialization of Women with Environmental and Economic Empowered at the Gondangan Sejahtera Waste Bank" is present as a tangible form of synergy between environmental awareness and women's economic empowerment. This program aims to increase women's capacity in household waste management, recycling training, and strengthen economic value through a waste-based savings and production system. This activity was carried out with an education-based and socialization-based counseling method. Primary data were obtained through direct observation, in-depth interviews, and pretest-post-test results, as well as questionnaires. The most types of waste are plastic at 87.30% and paper at 92.70%. Meanwhile, the least organic waste is collected at the Waste Bank, and customers are encouraged to process organic waste independently. This shows that inorganic waste can be made into a circular economy so that women can be economically and environmentally empowered. This community service activity ran smoothly and enthusiastically. The participants gave three questions regarding tips for processing organic waste at home, especially wet rice. Then the resource person can answer the question well. The average pretest result was 54.53% and post-test result was 86.67%, with an increase of 32.13%. This proves that this education and socialization can increase the knowledge of the management of the Gondangan Sejahtera Waste Bank.Keywords: Waste Banks, Women's Role, Economy, Environment.
Implementasi Program Anak Cinta Lingkungan Melalui Kegiatan Pemilahan Sampah Sejak Dini di SD Madani Islami School Purbalingga Nur Fajriyah, Afrilia; Alfaruq, M Akbar; Edi Laksono, Gangsar; Azizah Sulaeman, Yulia; Firda Alfiana, Aulia; Bintang R, Fredi; Nur Setyawan, Sofyan; Eko Ahmad Riyanto
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.292

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia masih didominasi oleh rendahnya praktik pemilahan sampah dari sumber, termasuk di lingkungan sekolah. SD Madani Islami School Purbalingga menghadapi sejumlah tantangan seperti sistem pemilahan sampah yang terstruktur, fasilitas yang terbatas, serta minimnya edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk kebiasaan pemilahan sampah sejak dini, dan menciptakan budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui implementasi Program Anak Cinta Lingkungan (PACL). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) yang mengintegrasikan edukasi interaktif berbasis cerita bergambar, praktik langsung pemilahan, lomba kreatif membuat tempat sampah dari bahan bekas, serta pelatihan singkat mengenai daur ulang dan kebersihan lingkungan. Program melibatkan 30 siswa kelas 1–6 dan dilaksanakan melalui tiga tahap: pra-kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari skor rata-rata 80% menjadi 100%, disertai perubahan perilaku yang signifikan dalam ketepatan memilah dan membuang sampah. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi berbasis praktik dengan dukungan guru serta fasilitas pendukung, efektif dalam membangun perilaku sadar lingkungan. Program PACL berpotensi direplikasi pada sekolah dasar lainnya sebagai model edukasi pemilahan sampah yang sistematis dan berkelanjutan.
Perspektif Perspektif Jasa Lingkungan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota Wasesa, Purbalingga, Jawa Tengah Prasetyo Rini, Ofi Diah; Kharisma Nur Kumala; Berliana Okta Ramadhani; Agni Lili Ariyanti; Gangsar Edi Laksono; Isrofah; Rafiif Zainu Labiib; Arif Nur Surdianto
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4. No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan kota di Kabupaten Purbalingga telah mengurangi tutupan vegetasi dan meningkatkan tekanan lingkungan, menyoroti pentingnya ruang terbuka hijau sebagai penyangga ekologis perkotaan. Studi ini bertujuan untuk meneliti persepsi pengunjung terhadap jasa lingkungan yang diberikan oleh Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota Wasesa, Purbalingga, Jawa Tengah. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan menggunakan observasi lapangan, kuesioner skala Guttman yang diberikan kepada pengunjung, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa pengunjung sangat merasakan jasa pengaturan dan pendukung hutan kota, khususnya terkait dengan pengaturan iklim mikro, peningkatan kualitas udara, penyediaan oksigen, dan dukungan ekologis. Jasa penyediaan terutama diakui melalui keberadaan spesies tumbuhan penghasil pangan dan bermanfaat, sedangkan jasa budaya dikaitkan dengan rekreasi, pendidikan lingkungan, dan interaksi sosial. Hutan Wasesa dianggap sebagai aset ekologis perkotaan penting yang berkontribusi terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, menggarisbawahi perlunya pengelolaan ruang hijau yang terpadu dan berkelanjutan.
Circular economy opportunities for inorganic waste management: An applied analysis based on recycling center data Agni Lili Ariyanti; Aisyah Fakhirah; Akbar Putra Alfareza; Arif Nur Surdianto; Feivie Wihdya Solikhah; Yulia Azizah Suleman; Gangsar Edi Laksono; Purwono
Applied Environmental Science Vol. 3 No. 2: (January) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v3i2.2026.2193

Abstract

Background: Waste is no longer regarded solely as refuse but also as a potential resource in the circular economy, particularly through recycling center (hereinafter referred to as pusat daur ulang-PDU) mechanisms. This study aims to analyze the circular economic potential of inorganic solid waste based on actual selling price data from PDUs in Purbalingga, Central Java, Indonesia. Previous studies have highlighted the importance of waste separation and local PDUs in promoting community-based waste management, yet few have quantified the circular economic value of specific inorganic waste types. Methods: This research employs a descriptive quantitative approach using secondary data collected from government institutions and local PDUs. Analytical methods include compositional waste analysis and basic statistical comparisons (T-Test) across years and waste types (polyethylene terephthalate-PET, scrap papers, and cans). Findings: PET accounted for an average of 18.53% of total waste between 2021 and 2024, far higher than paper (8.96%) and cans (0.66%). Statistical analysis confirmed significant differences between PET and the other two types (p < 0.05, Cohen’s d > 3). Scenario modeling showed that if 14.8% of the population participated by contributing 3 kg of PET per household, approximately 460 tons/day could be recovered, generating meaningful household income and reducing landfill burden. Conclusion: The study concludes that supporting PDUs and encouraging less than 20% household participation in PET separation could substantially reduce waste volumes while strengthening household income streams. Novelty/Originality of this article: The integration of compositional waste data and local price structures provides a data-driven valuation of inorganic household waste, offering practical guidance for policy and local planning in sustainable circular economy strategies.