Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Keragaman Genetik dan Hubungan Kekerabatan 12 Aksesi Kina (Cinchona ledgeriana) Asal Biji Berdasarkan Karakter Morfologi Dinda Rachmatis Sa'adah; Yudithia Maxiselly; Muhamad Khais Prayoga; Heri Syahrian; Vitria Puspitasari Rahadi
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v4i1.202

Abstract

Quinine (Cinchona ledgeriana) is a plantation plant with potential alkaloid content. The potential of quinine plants in the industrial sector is quite large, especially the beverage industry. This condition needs to be accompanied by an increase in quinine productivity, one of which is the maintenance of germplasm collections. Efforts to assemble superior clones from genetic material of seed origin require information on genetic diversity and the level of kinship. The purpose of this study was to determine the genetic diversity and kinship of accessions of seed-derived quinine germplasm based on morphological characters. This research was conducted in November 2023 - January 2024 at the Gambung Tea and Kina Research Center, Pasir Jambu District, Bandung Regency, West Java. A total of 12 accessions selected in the population were identified morphological appearance of 6 characters. The level of kinship of the 4 clone elders of the quinine germplasm collection was determined by Principal Component Analysis (PCA) and Cluster Analysis using XlStat software. The results obtained are 12 collections of quinine germplasm of seed origin that have been studied have diversity in morphological characters of plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, and stem bark thickness. The seed-origin quinine plant population has a wide genetic diversity based on its morphological characters. This is shown by the total PC value in PC 1 and PC 2 of 70.59%. Through cluster analysis, 12 accessions of quinine seed origin from 4 elders were divided into 2 large groups. Group 1 dominates the population group, which is 66.7% of the 12 accessions.
Kekerabatan Genetik 41 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Asal Biji Berdasarkan Karakter Morfologi: Genetic Relationship of 41 Cinchona (Cinchona ledgeriana) Clones of Seed Origin Based on Morphological Characters Iftita Fitri; Prayoga, M.Khais; Vitria P. Rahadi; Heri Syahrian
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v4i2.216

Abstract

Kina (Cinchona ledgeriana) merupakan tanaman pohon yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, sehingga produktivitas kina di Indonesia yang semakin menurun harus ditingkatkan lagi. Produktivitas kina dapat ditingkatkan dengan penggunaan klon unggul melalui pemuliaan tanaman. Pemuliaan tanaman kina umumnya melibatkan dua tetua berbeda (penyerbukan silang), tetapi kegiatan tersebut berisiko menimbulkan depresi silang yang disebabkan oleh kedekatan hubungan kekerabatan. Penelitian kekerabatan genetik penting dilakukan untuk mencegah depresi silang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan 41 genotipe C. ledgeriana asal biji di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022 di PPTK, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Terdapat delapan karakter morfologi yang diamati, antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, panjang daun, lebar daun, bentuk daun, dan jumlah tulang daun. Data dianalisis menggunakan PAST 3 dengan analisis klaster metode algoritma UPGMA, sehingga diperoleh hasil matriks jarak kemiripan Euclidean dan analisis PCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41 genotipe kina terbagi menjadi dua klaster utama. Genotipe dengan kekerabatan terdekat ditunjukkan oleh QRC 219-15 dan QRC 259-10. Karakter yang berkontribusi terhadap keragaman yaitu tinggi tanaman dengan nilai loadings sebesar 0,872 pada PC2.