Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Penjepitan Tali Pusat Tertunda Terhadap Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Bayi Baru Lahir Fariyasni, Fariyasni; Darnifayanti, Darnifayanti; Anidar, Anidar; Andid, Rusdi; Sovira, Nora; Herdata, Heru Noviat
Sari Pediatri Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.3.2025.153-8

Abstract

Latar belakang. Anemia pada anak dengan penyebab utama kekurangan zat besi. Salah satu faktor yang memengaruhi jumlah total besi dalam sirkulasi sebagai hemoglobin saat lahir adalah waktu penjepitan tali pusat. Delayed cord clamping (DCC) meningkatkan simpanan zat besi. Penjepitan dan pemotongan tali pusat saat lahir merupakan intervensi paling lama, tetapi tidak ada definisi pasti mengenai waktu optimal untuk penjepitan tali pusat.Tujuan. Mengetahui pengaruh waktu DCC terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) pada bayi baru lahir.Metode. Penelitian kuasi eksperimen ini dengan rancangan nonequivalent control group posttest-only pada kelahiran pervaginam di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Juli 2023 hingga September 2023 yang memenuhi kriteria penelitian. Sampel kelompok I DCC ?30- – 60 detik dan kelompok II DCC >1-3 menit. Nilai Hb dan Ht bayi diukur maksimal 2 jam setelah lahir. Analisis data menggunakan independent t-test.Hasil. Empat puluh bayi baru lahir dilibatkan dalam penelitian ini, 20 kelompok I dan 20 kelompok II. Karakteristik dasar kedua kelompok sebanding. Rerata kadar Hb pada kelompok I 16,41±1,16 g/dL dan kelompok II 19,79±1,51 g/dL (p=0,001; IK95%: 2,5-4,2). Rerata kadar Ht pada kelompok I 50,07±4,57% dan kelompok II 61,06±4,53% (p=0,001; IK95%: 8,06-13,9). Menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok.Kesimpulan. Penundaan penjepitan tali pusat >1-3 menit memiliki rerata kadar Hb dan Ht yang lebih tinggi
Pengaruh Diare dan Konstipasi Kronis Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Anak di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Muslim, Muslim; Yusuf, Sulaiman; Haris, Syafruddin; Anidar, Anidar; Sovira, Nora; Thaib, Teuku Muhammad
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.277-83

Abstract

Latar belakang. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada anak. Diare dan konstipasi merupakan faktor risiko terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK).Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara konstipasi kronis dan diare dengan kejadian Infeksi Saluran Kemih pada anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel adalah pasien anak usia satu sampai lima tahun di tempat perawatan anak Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang mengalami diare atau kontipasi. Sampel dipilih dengan menggunakan metode consecutive sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil. Lima puluh enam total sampel dikumpulkan. Sebagian besar anak (12 subjek, 66,7%) pada kelompok diare berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 1 sampai 5 tahun (6 subjek, 33,3%), dan memiliki status gizi normal (11 subjek, 61,1%). Anak pada kelompok diare terbanyak berjenis kelamin laki-laki (13 subjek, 72,2%), usia 1 sampai 5 tahun (8 subjek, 44,4%), dan dalam rentang gizi normal (subjek 11; 61,1%). Rentang usia 1 sampai 5 tahun memiliki angka kejadian ISK tertinggi, sebanyak 13 orang (39,4%), dan mayoritas subjek berjenis kelamin laki-laki 20 subjek (60,6%), 21 subjek (63,6%) berstatus gizi normal. Sebagian besar bakteri pada ISK (7 pasien, 12,1%) adalah Gram negatif. Pada penelitian ini, konstipasi dan diare tidak berhubungan dengan prevalensi ISK (masing-masing p=0,114 dan 0,065).Kesimpulan. Pada penelitian ini menemukan bahwa diare dan konstipasi tidak berhubungan signifikan secara statistik terhadap kejadian ISK. Etiologi ISK tersering pada penelitian ini adalah Gram negatif.