Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Diare dan Konstipasi Kronis Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Anak di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Muslim, Muslim; Yusuf, Sulaiman; Haris, Syafruddin; Anidar, Anidar; Sovira, Nora; Thaib, Teuku Muhammad
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.277-83

Abstract

Latar belakang. Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada anak. Diare dan konstipasi merupakan faktor risiko terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK).Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara konstipasi kronis dan diare dengan kejadian Infeksi Saluran Kemih pada anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel adalah pasien anak usia satu sampai lima tahun di tempat perawatan anak Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang mengalami diare atau kontipasi. Sampel dipilih dengan menggunakan metode consecutive sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil. Lima puluh enam total sampel dikumpulkan. Sebagian besar anak (12 subjek, 66,7%) pada kelompok diare berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 1 sampai 5 tahun (6 subjek, 33,3%), dan memiliki status gizi normal (11 subjek, 61,1%). Anak pada kelompok diare terbanyak berjenis kelamin laki-laki (13 subjek, 72,2%), usia 1 sampai 5 tahun (8 subjek, 44,4%), dan dalam rentang gizi normal (subjek 11; 61,1%). Rentang usia 1 sampai 5 tahun memiliki angka kejadian ISK tertinggi, sebanyak 13 orang (39,4%), dan mayoritas subjek berjenis kelamin laki-laki 20 subjek (60,6%), 21 subjek (63,6%) berstatus gizi normal. Sebagian besar bakteri pada ISK (7 pasien, 12,1%) adalah Gram negatif. Pada penelitian ini, konstipasi dan diare tidak berhubungan dengan prevalensi ISK (masing-masing p=0,114 dan 0,065).Kesimpulan. Pada penelitian ini menemukan bahwa diare dan konstipasi tidak berhubungan signifikan secara statistik terhadap kejadian ISK. Etiologi ISK tersering pada penelitian ini adalah Gram negatif.
Risk factors for increased transaminase enzymes in children with epilepsy using valproic acid Sari, Ina Julia; Anidar, Anidar; Akbar, Zaki; Yusuf, Sulaiman; Bakhtiar, Bakhtiar; Ismy, Jufitriani
Paediatrica Indonesiana Vol. 66 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Valproic acid (VPA) is a commonly used first-line medication for generalized epilepsy. Hepatotoxicity, manifested by elevations in transaminase enzymes, is a serious, life-threatening adverse effect of VPA use. Objective To determine the prevalence and risk factors for elevated transaminase enzymes in children with epilepsy receiving VPA. Methods A cross-sectional study was conducted at Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh, Indonesia on 50 children with epilepsy aged 1 month to 18 years who received VPA and experienced elevations in serum aspartate aminotransferase (AST) and/or alanine aminotransferase (ALT). We compared clinical characteristics Results  Of 294 children with epilepsy, 50 children (17%) met the study criteria. Elevated AST was found in 31 (62%) subjects and elevated ALT in 35 (70%) subjects. Bivariate analysis revealed a significant negative association between elevated AST and duration of treatment (OR=0.925; P=0.044) and a positive association between elevated ALT and number of antiepileptic drugs (AEDs) received (OR=7.691; P=0.022). Nutritional status was significantly associated with elevated ALT (OR=0.412; P=0.041). Multivariate analysis showed that the number of AEDs was he only significant risk factor for elevated AST (OR=4.663; P=0.040), and VPA dose was the most significant only significant factor for elevated ALT (OR=1.183; P=0.029). Conclusion In children receiving VPA for the treatment of epilepsy, the number of AEDs received is a risk factor for elevated ALT, while VPA dose is a risk factor for elevated AST.