Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Memperoleh Edukasi Tentang Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) Ghofar Abdulloh, Ahmad Abdul; Tsamara Ifada Damayanti
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian henti jantung di luar rumah sakit telah banyak menimbulkan kematian dan kecacatan, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat awam dalam memberikan bantuan yang tepat kepada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang CPR antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian pre-eksperimental one group pre-post test design ini melibatkan 30 responden yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian data penelitian menggunakan uji Marginal Homogeneity. Pelaksanaan penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik No.484/KEPK/UDS/IX/2023. 19 (63,3%) responden yang memiliki pengetahuan kurang sebelum perlakuan, sesudah perlakuan tingkatan pengetahuan meraka berubah menjadi baik, 11 responden (57,9%) dan cukup, 8 responden (42,1%). 11 responden (36,7%) lainnya memiliki tingakatan pengetahuan dalam kategori cukup sebelum perlakuan, sedangkan sesudah perlakuan tingkatan pengetahuan mereka berubah menjadi baik 9 responden (81,8%), dan 2 responden sisanya berkategori cukup (18,2%). Hasil uji statistik menunjukan p-value < 0,05 (p-value= 0,001). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan tentang CPR antara sebelum dan sesudah perlakuan. Pemberian edukasi dipandang sebagai salah satu cara terbaik dalam memberikan informasi yang pada akhirnya dapat membentuk pengalaman belajar, yang mana dari pengelaman belajar tersebut seseorang dapat memiliki pengetahuan yang lebih baik lagi.
Peningkatan Kemampuan Menerapkan Senam Kaki Diabetes dan Manajemen Stres pada Lansia di Kelurahan Sanga Sanga Dalam Kabupaten Kutai Kartanegara Bahtiar, Bahtiar; Samsugito, Iwan; Nopriyanto, Dwi; Ghofar Abdulloh, Ahmad Abdul; Cahya, Wahyuni Dwi; Kusumawati, Hanis
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kasus diabetes melitus (DM) pada lansia semakin meningkat sehingga membutuhkan usaha pendampingan dan pendidikan kesehatan khususnya Upaya dalam mencegah terjadinya luka kaki diabetes dan stress yang berhubungan dengan penyakit DM. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menerapkan senam kaki diabetes dan manajemen stres di Kelurahan Sanga Sanga Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Metode:            Pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data primer yang nantinya datanya diperoleh melalui pre dan post-test tentang senam kaki diabetik dan manajemen stres. Hasil: Hasil pre test  didapatkan hasil bahwa rata-rata pada kategori kurang, sedang dan baik sedangkan hasil pretest manajemen stress didapatkan hasil bahwa rata-rata pada kategori sedang. Adapun hasil setelah dilakukan penerapan berupa Pendidikan Kesehatan didapatkan hasil post test senam kaki diabetik didominasi pada kategori baik dan  hasil post test manajemen stress didominasi pada kategori baik. Kesimpulan: Kegiatan Pendidikan Kesehatan mengenai senam kaki diabetes dan manajemen stres terbukti mampu meningkatan pengetahuan lansia.
The Effectiveness of Warm Compresses for Back Pain in Pregnant Women in the Third Trimester Wahyuni, Linda Putri; Devi, Tria Eni Rafika; Kurniawati, Septi; Abdulloh, Ahmad Abdul Ghofar
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.23141

Abstract

Nyeri punggung salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil trimester III. Hal ini akibat perubahan anatomi dan fisiologi selama kehamilan, seperti pertambahan BB, pergeseran pusat gravitasi, serta kelemahan otot perut dan punggung. Penanganan nyeri secara non-farmakologis, pemberian kompres hangat, menjadi alternatif yang aman, efektif, dan mudah diterapkan untuk mengurangi intensitas nyeri tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Dengan Metode one group pre-test dan post-test, sampel 39 orang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung melalui teknik purposive sampling. Tingkat nyeri menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian terdapat penurunan skor nyeri dari sebelum diberikan kompres hangat yaitu 5 (nyeri sedang), setelah intervensi menjadi 2 (nyeri ringan). Hasil uji statistik Wilcoxon nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi kompres hangat. Kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Kompres hangat dapat dijadikan sebagai salah satu upaya penanganan nyeri yang aman, murah, dan mudah dilakukan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun secara mandiri di rumah.
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM PEMERIKSAAN TINGKAT KEMANDIRIAN, PENILAIAN RESIKO JATUH DAN PEMERIKSAAN STATUS KOGNITIF Bahtiar, Bahtiar; Nopriyanto, Dwi; Khumaidi, Khumaidi; Abdulloh, Ahmad Abdul Ghofar; Ahmad, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengawasan dan pengelolaan posyandu lansia harus ditingkatkan khususnya di wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa banyak kader posyandu lansia yang belum memahami standar kementerian kesehatan untuk mengelola posyandu lansia. Akibatnya, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada lansia belum optimal. Oleh karena itu,  tujuan dari kegiatan pengabdian masyarat ini adalah meningkatkan kapabilitas kader posyandu lansia di wilayah binaan Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda dalam melakukan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh yang selama ini belum mereka ketahui. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dalam waktu dua hari dengan memberikan materi dalam bentuk ceramah, simulasi dan praktik. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 orang dan kegiatan ini dilakukan evaluasi pre dan post test menggunakan instrumen pengetahuan dan keterampilan. Hasil pengabdian masyarakat didapatka peningkatan pengetahuan dari rata-rata  3 (kurang) menjadi 6 (Baik) dan keterampilan dari rata-rata 2 (kurang) menjadi 5 (baik) terkait pemberian pelatihan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh pada kader posyandu lansia di Bengkuring, Kota Samarinda. Kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan kader terkait skrining khusus bagi lansia sehingga diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi di tempat lain. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan lansia berbasis komunitas.   ABSTRACT Supervision and management of the elderly posyandu must be improved, especially in the Bengkuring Health Center area of Samarinda City. The results of interviews and observations showed that many elderly posyandu cadres did not understand the health ministry standards for managing elderly posyandu. As a result, the health services provided to the elderly were not optimal and comprehensive. Therefore, the purpose of this community service activity is to increase the capability of elderly posyandu cadres in the area under the supervision of the Bengkuring Health Center, Samarinda City in conducting cognitive status checks, screening levels of independence, and assessing the risk of falls that they have not known so far. The results of community service found that there was an increase in knowledge and skills before and after the provision of training in checking cognitive status, screening the level of independence, and assessing the risk of falling on elderly posyandu cadres in Bengkuring, Samarinda City. This activity is able to improve the quality and ability of cadres related to special screening for the elderly who have rarely received attention so that it is hoped that this activity can be replicated in other places.