Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN ETIKA PROFESI GURU DALAM MEMBANGUN SUASANA PEMBELAJARAN YANG MENDUKUNG BAGI ANAK USIA DINI Dea Ayu Febriana; Kayla Maylisa Yusman; Nur Khasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48665

Abstract

Professional ethics of teachers is a crucial component in the implementation of early childhood education (ECE). The role of teachers is not limited to merely delivering learning materials, but also as primary role models in shaping children’s character. This study aims to analyze the role of teachers’ professional ethics in creating a conducive learning environment for early childhood. The method applied is a literature review with a qualitative approach, drawing on scientific journals and relevant books published between 2017 and 2025. The results of the analysis indicate that the implementation of professional ethical values—such as responsibility, empathy, honesty, and professionalism—makes a significant contribution to the creation of a safe, comfortable, and enjoyable learning environment. Such a conducive learning environment is able to optimally support children’s cognitive, socio-emotional, and moral development. Therefore, strengthening teachers’ professional ethics becomes an essential element in efforts to improve the quality of early childhood education.
Analisis Etika Profesi Guru Muda terhadap Pembentukan Sikap Hormat Peserta Didik Diani Nurul Khafidho; Isna Farahsya; Nafisah Rizqillah; Nur Khasanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.392

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berawal dari munculnya penurunan rasa hormat siswa terhadap guru di sekolah yang dipengaruhi oleh kemajuan sosial dan digital. Guru-guru muda, sebagai pendidik, memegang peran kunci dalam mengembangkan karakter dan rasa hormat siswa melalui penerapan etika profesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana etika profesi diterapkan oleh guru muda, mengenali faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi penerapan tersebut, serta menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan rasa hormat siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan meneliti berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan tema penelitian. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa penerapan etika profesi oleh guru muda terlihat dari sikap disiplin, tanggung jawab, keadilan, komunikasi yang efektif, serta keteladanan dalam berinteraksi dengan siswa. Beberapa faktor yang mendukung penerapan etika profesi termasuk pendidikan dan pelatihan terkait etika, kebijakan di sekolah yang mendukung, komunitas praktik, serta penilaian yang berbasis etika. Di sisi lain, faktor yang menjadi penghalang terdiri dari kurangnya kesadaran akan etika, keterbatasan dalam keterampilan, tekanan di tempat kerja, kebijakan pendidikan yang tidak memadai, dan dampak dari kemajuan teknologi. Penerapan etika profesi oleh guru muda berkontribusi positif terhadap penanaman perilaku disiplin, kesopanan, empati, serta rasa hormat siswa di lingkungan sekolah. Dengan demikian, etika profesi guru menjadi dasar yang penting dalam membangun hubungan pendidikan yang positif dan membentuk karakter siswa. ABSTRACT This research stems from the decline in students' respect for teachers in schools, influenced by social and digital advancements. Young teachers, as educators, play a key role in developing students' character and respect through the application of professional ethics. The purpose of this study is to describe how professional ethics is applied by young teachers, identify factors that support and hinder such application, and analyze its influence on the formation of students' respect. The method used in this research is a literature study, by examining various scientific sources such as journals, books, and articles relevant to the research theme. The results of the study revealed that the application of professional ethics by young teachers is evident in attitudes of discipline, responsibility, fairness, effective communication, and role models in interacting with students. Several factors that support the application of professional ethics include ethics education and training, supportive school policies, communities of practice, and ethics-based assessments. On the other hand, factors that act as barriers include a lack of awareness of ethics, limited skills, workplace pressure, inadequate educational policies, and the impact of technological advances. The application of professional ethics by young teachers contributes positively to instilling discipline, politeness, empathy, and respect in students in the school environment. Thus, the professional ethics of teachers become an important basis in building positive educational relationships and shaping students' character.
Implementation of Teacher Professional Ethics in Social Media Activities in the Digital Era Indah Ayu Febriana; Nur Khasanah; Nafila Mubarokah Mubarokah; zidan el zaldie
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 2 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/320kh996

Abstract

This study aims to examine the normative basis of teacher professional ethics based on Law Number 14 of 2005 and examine its implementation in the use of social media in the digital era. The study uses a qualitative descriptive approach through a literature review by examining various regulations and relevant scientific literature from the past ten years. The results of the study indicate that teacher professionalism is not only determined by mastery of pedagogical, professional, social, and personality competencies, but also by moral integrity and adherence to the professional code of ethics. Technological developments expand ethical practices into the digital realm, presenting both opportunities and challenges, particularly regarding behavior on social media and student data protection. The government has responded by developing digital ethics guidelines, strengthening literacy through professional development programs, and providing protection and law enforcement mechanisms. Although their implementation still faces obstacles such as the digital literacy gap, limited access to training, and less than optimal dissemination of regulations. Therefore, ongoing strengthening efforts are needed through improving digital ethics competencies, establishing a school culture based on moral values, and collaboration between the government, professional organizations, and educational units. This study confirms that teaching professional ethics in the digital era is an inseparable part of adaptive professionalism, while adhering to humanitarian values and moral responsibility. Keywords: teaching professional ethics, professionalism, social media, digital literacy, education policy.
Pengaruh Pendampingan Etis Guru PAUD terhadap Konstruksi Karakter Anak Usia Dini di Era Disrupsi Digital: Perspektif Pasal 8 Kode Etik PGRI Meta Amalia; Rifa'ud Taniya; Nur Khasanah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.8276

Abstract

Perkembangan AI chatbot menghadirkan tantangan baru dalam pendidikan anak usia dini, terutama ketika anak mulai meniru bahasa digital yang tidak selalu sesuai dengan norma kesantunan, empati, dan adab komunikasi. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh pendampingan etis guru PAUD terhadap konstruksi karakter anak usia dini di era AI chatbot dengan menggunakan perspektif Pasal 8 Kode Etik Guru sebagai kerangka normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis dokumen kebijakan, dengan fokus pada relasi antara guru, anak, teknologi digital, dan pembentukan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendampingan etis guru PAUD berpengaruh dalam tiga aspek utama, yaitu penyaringan bahasa digital, pembiasaan komunikasi santun, dan perlindungan anak dari dampak penggunaan teknologi yang tidak sesuai tahap perkembangan. Guru PAUD berperan bukan sebagai penghambat teknologi, melainkan sebagai mediator etis yang membantu anak memahami, mengoreksi, dan membiasakan respons bahasa yang berkarakter. Penelitian ini merekomendasikan model pendampingan A-D-A-B, yaitu amati, dialogkan, arahkan, dan biasakan, sebagai strategi praktis dalam membangun karakter anak di era AI chatbot.
Implementasi Pendidikan Nilai Solidaritas Sosial Melalui Kegiatan Edukasi Inklusi Rahma Aulia Irmiati; Nur Khasanah
Analysis Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v3i2.1695

Abstract

Pendidikan inklusif memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai sosial seperti empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan nilai solidaritas sosial melalui kegiatan Edukasi Inklusi dan Difabel (EKSKLUSIF) yang diselenggarakan oleh UKM F Literasi Pendidikan di SLB Negeri Pekalongan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter sosial peserta didik berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan EKSKLUSIF efektif menanamkan nilai-nilai solidaritas sosial melalui interaksi kolaboratif antara mahasiswa dan siswa, mencakup empati, kepedulian sosial, gotong royong, dan kesetaraan. Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari ice breaking, pengenalan materi, praktik menanam, hingga sesi refleksi, sehingga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif. Kegiatan ini mencerminkan prinsip solidaritas organik Émile Durkheim, di mana perbedaan peran dan kemampuan peserta saling melengkapi untuk membangun kohesi sosial. Dampak kegiatan dirasakan oleh siswa melalui peningkatan rasa percaya diri, penerimaan, dan kebersamaan, serta bagi mahasiswa melalui peningkatan kesadaran sosial, moral, dan kemampuan membangun lingkungan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pendidikan nilai solidaritas sosial berbasis praktik dan interaksi langsung sebagai model pendidikan karakter inklusif yang efektif.
IMPLEMENTASI KODE ETIK PROFESI GURU DI ERA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENDIDIK Ismu Fahsa Rohaliana; Maratus Shalihah; Muhammad Rizqiyanto; Nur Khasanah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.58913

Abstract

pembelajaran digital serta pengaruhnya terhadap peningkatan profesionalisme pendidik di era digital. Penelitian menggunakan metode kajian literatur (library Research) dengan memanfaatkan berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelaah berbagai referensi mengenai kode etik profesi guru, pembelajaran digital, dan profesionalisme guru. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami konsep, penerapan, dampak, serta upaya penegakan penerapan kode etik profesi guru di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik profesi guru memiliki peran penting dalam menjaga integritas, tanggung jawab, dan kualitas pembelajaran digital. Implementasi kode etik diwujudkan melalui penggunaan teknologi secara bijaksana, komunikasi profesional, perlindungan data pribadi peserta didik, serta penerapan prinsip keadilan dan keteladanan dalam pembelajaran. Selain itu, penguatan kode etik melalui pelatihan, supervisi, dan dukungan lembaga pendidikan dapat meningkatkan profesionalisme guru serta menciptakan pembelajaran yang lebih etis, aman, dan berkualitas.
ANALISIS KONSEPTUAL ETIKA PROFESI GURU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Pangesti Hidayah; Umi Rokhyatul Mualifah; Sabriani Zahwa Syafitri; Nur Khasanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14604

Abstract

ABSTRACT Teacher professional ethics in Islam play an important role in determining the quality of education that focuses on intellectual development as well as students' spirituality and character. In the contemporary era, the development of digital technology has brought various changes to the world of education which have influenced student behavior and demanded the strengthening of ethical values ​​in the teaching profession. This research uses a qualitative method with a library research approach through analysis of various relevant literature sources in the form of books, scientific journals and previous research. The research results show that teacher professional ethics from an Islamic education perspective can be understood as a set of values ​​that serve as guidelines for carrying out teaching duties. which emphasizes the values ​​of sincerity, example and honesty as the main basis for carrying out the teaching profession. Apart from that, this research also emphasizes the various challenges faced in implementing professional ethics for teachers in the digital era, such as changes in the character of students, generation gaps, and the complexity of teacher workload. Keywords: Ethics, Islamic Education, Professional Ethics of Teachers ABSTRAK Etika profesi guru dalam Islam memainkan peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan yang berfokus pada pembangunan intelektual serta spiritualitas dan karakter siswa. Dalam era kontemporer, perkembangan teknologi digital membawa berbagai perubahan dalam dunia pendidikan yang turut memengaruhi perilaku peserta didik dan menuntut penguatan nilai-nilai etika dalam profesi keguruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi guru dalam perspektif pendidikan islam dapat dipahami sebagai seperangkat nilai yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas keguruan. yang menekankan nilai keikhlasan, keteladanan, dan kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalankan profesi guru. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pada berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan etika profesi guru di era digital, seperti perubahan karakter peserta didik, kesenjangan generasi, serta kompleksitas beban kerja guru. Kata Kunci: Etika, Pendidikan Islam, Etika Profesi guru
INTERNALISASI KODE ETIK PROFESI GURU PADA ERA DIGITAL: IDENTIFIKASI TANTANGAN DAN REKOMENDASI STRATEGI PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL Mega Fadilah; Mohammad Ridho; Shyeftya Nurdyan; Nur Khasanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15284

Abstract

The use of digital technology in education has brought significant changes to how teachers carry out their professional duties. However, not all teachers are ready to face the ethical challenges that arise in digital spaces. This study aims to identify the challenges of internalizing the professional code of ethics for teachers in the digital age and to recommend strategies to strengthen teacher professional competence. The method used is a systematic literature review (SLR) based on the PRISMA 2020 guidelines, using sources from Google Scholar, Scopus, ERIC, DOAJ, and Garuda Kemdikbud published in 2015–2024. From 94 initial sources, 46 were selected through a three-stage screening process. The results show five main challenges: the digital divide, ambiguity of ethical norms in virtual spaces, weak oversight mechanisms, changes in teacher-student interaction patterns, and the erosion of professional identity through social media. Five strengthening strategies are recommended: revitalizing the teacher education curriculum, developing a culture of reflection through communities of practice, integrating digital ethics into continuous professional development, updating the code of ethics, and empowering transformational school leadership. This study contributes to discussions on teacher professional ethics in Indonesia, particularly in the context of digital education that is still relatively understudied.