Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Perlindungan Sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Armnu Distrik Andey Kabupaten Biak Numfor Sermumes, Novita; Nurlin, Nurlin; Sukriadi, Sukriadi; Tamher, Fatmah W.; Saiful, Nur Inayati
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 5 No 1 (2025): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah program bantuan tunai bersyarat di Indonesia, terhadap perlindungan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Armnu, Distrik Andey, Kabupaten Biak Numfor. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengambilan sampel purposif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa PKH memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, meningkatkan akses pendidikan anak, memperbaiki kondisi kesehatan keluarga, serta mendorong kemandirian perilaku penerima manfaat. Namun demikian, tantangan seperti ketergantungan terhadap bantuan dan kecemburuan sosial masih ditemukan. Temuan ini memperkuat peran PKH dalam penanggulangan kemiskinan sekaligus menekankan pentingnya penyempurnaan sistem penargetan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan efektivitas program.
Hubungan Hasrat Seksual dengan Kepuasan Seksual pada Pasangan Serodiscordant HIV Nurlin, Nurlin; Yusuf, Zuhriana K.; Rahim, Nirwanto K.
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5714

Abstract

Human Immunodeficiency Virus HIV yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia dan bekerja dengan cara merusak sel darah putih sehingga terjadinya penurunan fungsi pada sistem kekebalan tubuh seseorang.Hasrat seksual merupakan adanya stimulus erotic yang dapat menimbulkan rangsangan seksual melalui penglihatan, Pendengangaran, sentuhan dan imajinasi. Sedangkan kepuasan seksual merupakan kepuasan suami istri dalam melakukan hubungan seksual sebagai kesatuan fisik dari kedua belah pihak. Tujuan penelitian ini menganalisis Hubungan Hasrat Seksual dengan Kepuasan Seksual Pada Pasangan Serodiscordant Di RSUD Toto Kabila. Jenis penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampling total sampling dengan jumlah populasi 37 responden dan analisa data menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian didapatkan hasrat seksual pasangan Serodiscordant HIV baik sebanyak 25 responden (67.6%), kurang sebanyak 12 responden (32.4%). Responden yang memiliki kepuasan seksual pasangan Serodiscordant HIV puas sebanyak 27 responden (73%), sedangkan kepuasan seksual pasangan Serodiscordant HIV Kurang Puas Sebanyak 10 Responden (27%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada Hubungan Hasrat Seksual dengan Kepuasan Seksual Pada Pasangan Serodiscordant HIV di RSUD Toto Kabila dengan (P Value=0.000). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk meningkatkan pengembangan program edukasi dan konseling yang lebih spesifik pada pasangan Serodiscordant HIV.
Perancangan Prosedur Sistem Audit Internal di Puskesmas Korem Distrik Biak Utara Kabupaten Biak Numfor Rayar, Elda Yulsan; Dadang, A.M.; Nurlin, Nurlin; Irwan, Irwan
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 5 No 2 (2025): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil beban kerja dan sistem distribusi tugas tenaga kesehatan di Puskesmas Korem Biak Utara, serta merancang solusi low-cost berbasis bukti yang feasible diimplementasikan dalam keterbatasan infrastruktur digital dan akses pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian tugas dilakukan secara fleksibel melalui pengarahan lisan dan rapat staf mingguan, tanpa adanya panduan tertulis atau sistem rotasi yang terstruktur. Hal ini menyebabkan tumpang tindih fungsi, beban kerja ganda, dan ketimpangan antarunit pelayanan. Evaluasi beban kerja belum dilakukan secara berkala dan formal. Sebagai luaran, penelitian ini menghasilkan rancangan solusi berupa formulir pembagian tugas harian dan SOP evaluasi beban kerja triwulanan, serta model pelatihan mikro internal antartenaga kesehatan. Solusi ini dirancang agar dapat dilaksanakan secara manual dan mandiri oleh pihak Puskesmas, tanpa ketergantungan pada sistem digital. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih adil, efisien, dan akuntabel dalam konteks pelayanan kesehatan primer di wilayah terpencil.
DIGITAL LITERACY AND SDGs AWARENESS AMONG COMMUNICATION STUDIES STUDENTS AT IISIP YAPIS BIAK Irwan, Irwan; Amiruddin, Amiruddin; Nurlin, Nurlin
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 21 No 1 (2026): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v21i1.575

Abstract

Abstract This research investigates digital literacy and understanding of the Sustainable Development Goals (SDGs) among Communication Studies students at IISIP YAPIS Biak. The study seeks to examine the formation of students' digital literacy, their comprehension of issues pertaining to the Sustainable Development Goals (SDGs), and the correlation between their digital experiences and their knowledge of sustainable development. The research utilized a descriptive qualitative methodology. Data were gathered by semi-structured interviews, observation, and documentation, and were subsequently evaluated using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that students generally exhibit sufficient foundational skills in utilizing digital media for academic and communicative objectives. However, their digital literacy is still stronger in technical areas than in critical, ethical, and reflective ones. The research indicated that students' awareness of the SDGs is still evolving and is mostly characterized by a general understanding rather than a comprehensive grasp. Furthermore, students that actively seek information from diverse sources, participate in academic discourse, and monitor societal issues via digital media generally have a heightened understanding of sustainable development. These results show that being digitally literate is a key part of helping pupils understand the SDGs and how they affect society. So, colleges and universities need to improve their students' critical digital literacy and include SDG ideals in their lessons so that they can become responsible, socially aware, and adaptable to technology as future agents of change.
A Systematic Review of Mobile Learning-Based Research in Fostering Critical Thinking Skills Darlin, Darlin; Arianto, Fajar; Martadi, Martadi; Laha, M. Saleh; Nurlin, Nurlin; Nisa’, Khoirun
Studies in Learning and Teaching Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Sinergi Ilmu dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v7i1.762

Abstract

Critical thinking skills are essential competencies in the 21st century, so this study aims to present a systematic literature review on the role of mobile learning (m-learning) in fostering it at the higher education level by identifying trends, methodologies, effectiveness, and challenges. Following PRISMA guidelines, 20 articles from the Scopus database (2020-2025) were qualitatively analyzed. The results consistently show that m-learning interventions, especially when synergized with pedagogical models such as Problem-Based Learning (PBL), have proven significantly effective in improving students' critical thinking skills. Trend analysis reveals a geographic dominance of research from Indonesia (48.1%), with peak research productivity occurring in 2022 and dominated by R&D and quantitative approaches in the context of higher education in the fields of science and vocational studies. Despite this effectiveness, the main challenges identified are the low development of inference sub-skills and the risk of shallow learning. In conclusion, m-learning is a valid strategy; however, future research is recommended to move beyond proof-of-concept studies by focusing on increasing methodological rigor, investigating specific mechanisms between technology features and cognitive sub-skills, and expanding the research context to other disciplines to test the generalizability of the findings.