Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMANFAATAN PRODUK TURUNAN KOMPOS KOPI MENJADI MAINAN EDUKASI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN WANARAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYAKARAT Prayitno Harianto, Sugeng; Surnayanti, Surnayanti; Kartika Tsani, Machya; Arioen, Refi; Rufaidah, Erlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.517-525

Abstract

TAHURA Wan Abdul Rachman (WAR) merupakan salah satu kawasan hutan konservasi di Provinsi Lampung, namun sebagian besar kebun di dalamnya dimiliki masyarakat. Untuk memastikan kawasan hutan berfungsi sesuai tujuannya, yaitu sebagai hutan dengan skema Kehutanan Masyarakat (HKm), keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan lahan di TAHURA WAR sangat penting. Salah satu Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktan) di kawasan ini adalah Gapoktan Wanaraya, yang menerapkan skema HKm dalam mengelola lahan TAHURA WAR. Masyarakat setempat biasanya menerapkan pola tanam agroforestri di lahan HKm, menanam berbagai jenis tanaman yang menghasilkan panen melimpah, namun juga menghasilkan limbah, seperti limbah kulit kopi. Selama ini, limbah kulit kopi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, tanpa ada pengelolaan lebih lanjut untuk produk turunan lainnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan menciptakan mainan edukasi dari produk turunan kompos kulit kopi. Program ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Gapoktan Wanaraya, Desa Talang Mulya, Kabupaten Pesawaran, dengan peserta ibu-ibu kelompok Gapoktan Wanaraya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik bersama dalam membuat mainan edukasi dari kompos kulit kopi. Untuk menilai tingkat pemahaman peserta, dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Program ini melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dan hasilnya menunjukkan kemajuan signifikan, dengan peningkatan pemahaman peserta antara 10% hingga 60%.
Persepsi daya tarik wisatawan di kawasan Pulau Teluk Lampung (study kasus: Pulau Mahitam) Harianto, Sugeng P; Tsani, Machya Kartika; Arioen, Refi; Zulhelmi, Tomy Pratama; Surnayanti, Surnayanti
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12195

Abstract

Wisata adalah kegiatan yang banyak diminati oleh masyarakat, setiap daerah memiliki wisata andalan. Provinsi Lampung merupakan daerah yang memiliki potensi wisata bahari. Teluk Lampung memiliki 32 pulau. Salah satu pulau yang ada di teluk lampung  pulau Mahitam. Pulau yang terkenal dengan pasir timbulnya, selain itu pulau ini memiliki air lautnya yang jernih dan biru. Telah banyak upaya yang dilakukan pengurus pulau mahitam dan pemerintah setempat agar dapat menarik wisatawan sehingga tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui persepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata terhadap kepuasan pengunjung. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara langsung kepada wisatawan dengan cara random sampling, menggunakan rumus Slovin (level error 10%) dan indikator menggunakan acuan penilaian Skala Likert.  Berdasarkan hasil penelitian pulau Mahitam memiliki keindahan objek wisata dengan nilai yang tinggi (4,12), sedangkan fasilitas  yang paling tinggi yaitu Musholla (4,2) dan fasilitas yang paling tinggi yaitu jaringan komunikasi dan air bersih (3,65). Nilai ODTW pengunjung pulau Mahitam 3,47
Diversifikasi Produk Berbasis Limbah Kulit Kopi Melalui Pelatihan Pembuatan Pembenah Tanah Pada Pelaku Usaha Desa Simpang Luas, Lampung Barat: Diversification of Coffee Skin Waste-Based Products Through Training on Soil Amendment Production for Business Actor in Simpang Luas Village, West Lampung Tsani, Machya Kartika Tsani; Rufaidah, Erlina; Arioen, Refi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.855

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit kopi di Desa Luas, Lampung Barat belum optimal dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Padahal, kulit kopi memiliki kandungan bahan organik dan unsur hara yang berpotensi digunakan sebagai pembenah tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi bahan pembenah tanah yang bermanfaat bagi pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi awal, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan pembenah tanah, dan evaluasi pemahaman mitra. Mitra yang merupakan pelaku usaha mengikuti kegiatan yaitu pemilik usaha serta karyawannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra pada seluruh komponen, meliputi pemahaman konsep dasar pupuk organic (37,78%), pengetahuan bahan baku (62,16%), keterampilan menggunakan tong pengolah limbah (80,00%), proses fermentasi (67,65%), dan kemampuan mengenali kompos matang (43,18%). Rata-rata peningkatan mencapai 58,15%, menunjukkan bahwa program ini efektif dalam memperkuat kapasitas mitra baik secara konseptual maupun teknis.
PEMANFAATAN PRODUK TURUNAN KOMPOS KOPI MENJADI MAINAN EDUKASI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN WANARAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYAKARAT Prayitno Harianto, Sugeng; Surnayanti, Surnayanti; Tsani, Kartika; Arioen, Refi; Rufaidah, Erlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.517-525

Abstract

TAHURA Wan Abdul Rachman (WAR) merupakan salah satu kawasan hutan konservasi di Provinsi Lampung, namun sebagian besar kebun di dalamnya dimiliki masyarakat. Untuk memastikan kawasan hutan berfungsi sesuai tujuannya, yaitu sebagai hutan dengan skema Kehutanan Masyarakat (HKm), keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan lahan di TAHURA WAR sangat penting. Salah satu Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktan) di kawasan ini adalah Gapoktan Wanaraya, yang menerapkan skema HKm dalam mengelola lahan TAHURA WAR. Masyarakat setempat biasanya menerapkan pola tanam agroforestri di lahan HKm, menanam berbagai jenis tanaman yang menghasilkan panen melimpah, namun juga menghasilkan limbah, seperti limbah kulit kopi. Selama ini, limbah kulit kopi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, tanpa ada pengelolaan lebih lanjut untuk produk turunan lainnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan menciptakan mainan edukasi dari produk turunan kompos kulit kopi. Program ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Gapoktan Wanaraya, Desa Talang Mulya, Kabupaten Pesawaran, dengan peserta ibu-ibu kelompok Gapoktan Wanaraya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik bersama dalam membuat mainan edukasi dari kompos kulit kopi. Untuk menilai tingkat pemahaman peserta, dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Program ini melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dan hasilnya menunjukkan kemajuan signifikan, dengan peningkatan pemahaman peserta antara 10% hingga 60%.
SKRINING FITOKIMIA LIMBAH KULIT BUAH AREN (ARENGA PINNATA MERR.) SEBAGAI HASIL HUTAN BUKAN KAYU Arioen, Refi; Damsir, Damsir; Aziz, RZ Abdul; Ayunisa, Puan Mutia; Yuliawati, Dona; Rahma, Safaa Atiqa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17436

Abstract

Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun limbah biomassa dari pengolahan komoditas hutan, termasuk kulit buah aren (Arenga pinnata Merr.), masih jarang dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan melakukan skrining fitokimia terhadap kulit buah aren dari hutan rakyat di sekitar Jalan Wan Abdul Rahman Lampung, untuk mengungkap kandungan senyawa bioaktif di dalamnya sebagai dasar ilmiah pemanfaatannya sebagai bahan baku produk alami bernilai tambah. Kulit buah aren diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian ekstrak diuji secara kualitatif melalui skrining fitokimia menggunakan pereaksi standar untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder dan primer. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah aren mengandung flavonoid, senyawa fenolik (termasuk fenol hidrokuinon dan tanin), saponin, steroid/triterpenoid, dan alkaloid, serta metabolit primer berupa asam amino dan gula pereduksi. Keberadaan golongan senyawa tersebut mengindikasikan potensi aktivitas biologis, terutama sebagai antimikroba dan antioksidan alami, yang relevan untuk pengembangan produk berbasis bahan alam di bidang pangan, farmasi, dan kimia. Studi ini memberikan informasi awal mengenai potensi kimia kulit buah aren sebagai sumber senyawa bioaktif. Dengan demikian, kulit buah aren yang selama ini hanya menjadi limbah berpeluang dioptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber HHBK bernilai tambah sekaligus membantu menurunkan beban limbah biomassa di lingkungan sekitar lokasi pengolahan.
MODEL KOMUNIKASI DIGITAL POLDA LAMPUNG DALAM MENGELOLA INFORMASI PUBLIK MELALUI WEBSITE POLDALAMPUNG.COM Arioen, Refi; Suhaeri, Dade; Wijono, Allen Widyawati; Lutfi, Ahmad
Jurnal Bisnis Darmajaya Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis Darmajaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30873/jurnalbisnis.v11i2.1150

Abstract

  Public information disclosure requires the Lampung Regional Police to optimize its website as a digital communication channel; however, the communication pattern formed through poldalampung.com has not been clearly mapped. This study aims to describe Polda Lampung’s organizational communication model in managing public information via poldalampung.com. Using a qualitative case-study design, data were collected through in-depth interviews with officials and staff of the Public Relations Division, observation of the website’s interface and features, and content analysis of news, announcements, and service information. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with attention to the characteristics of linear, interactional, and transactional communication models. The findings indicate that website-based communication is still dominated by a one-way linear pattern, while interactional elements appear only to a limited extent through complaint and information-request channels that are asynchronous and largely administrative. Dialogic and simultaneous transactional communication is not yet evident. These results imply the need to strengthen the website’s function as a space for dialogue by adding interactive features and improving responsiveness, so that Polda Lampung’s public communication becomes more participatory and aligned with the principles of information openness in the digital era.
The Role of Instagram @humas_poldalampung in Disseminating Public Service Announcements Arioen, Refi; Sukamso, Sukamso; Isabela, Marstella; Roby, M.
Reviu Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/rambis.v5i2.5905

Abstract

Purpose: This study analyzes the role of the Instagram account @humas_poldalampung in Publishing Public Service Announcements (PSAs) and delivering institutional information. It addresses the limited empirical evidence on regional police public relations accounts, particularly whether PSA dissemination is conducted as one-way communication or dialogic engagement. Methodology: A descriptive qualitative approach was used. Data were collected through in-depth interviews with administrators, direct observations, and analyses of archival materials (2022-2024), supported by a literature review. Analysis involved data reduction, coding, thematic categorization, and source triangulation. Results: The content was predominantly informative and educational, covering police activities and PSAs on security, public order, traffic safety, drug prevention, hoax prevention, and public services. Messages were delivered visually through photos, infographics, and short videos. Communication remained largely one-way, with limited sustained interaction. Conclusions: The account functions as a digital public communication channel combining institutional dissemination and persuasive PSAs, but has not fully optimized Instagram for dialogue and participation. This reflects the tension between broadcast-oriented messaging and social media’s dialogic expectations. Limitations: This study focused on one account (2022–2024) without assessing audience perceptions, engagement quality, behavioral impact, or comparing other platforms. Contributions: This study highlights a regional police account and examines PSA dissemination through one-way versus dialogic communication patterns. It offers practical recommendations to improve interaction management, response standards, and structured engagement to enhance trust and PSA effectiveness.