Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Waste to Value : Potensi Limbah Dry Abrasive Blasting sebagai Agregat Halus Alternatif pada Pembuatan Paving Block Kiki Dwi Wulandari; Muhammad Zainal Abidin; Muhammad Nur Fajar; Wahyuniarsih Sutrisno
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.163-176

Abstract

Limbah Dry Abrasive Blasting (DAB) berupa pasir silika pada industri perkapalan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah DAB sebagai subtitusi agregat halus alternatif pada pembuatan paving block, dengan meninjau pengaruh konsentrasi limbah DAB terhadap kelayakan teknis dan lingkungan dari spesimen. Variasi konsentrasi limbah DAB yang digunakan sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari total volume campuran dengan dimensi spesimen sebesar 20 cm x 10 cm x 6 cm. Berdasarkan SNI 03-0691-1991, variasi PDAB20 dengan 20% limbah DAB menghasilkan performa terbaik dengan kuat tekan sebesar 28.1 MPa, daya serap air sebesar 4.46%, dan ketahanan aus sebesar 0.18 mm/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah DAB dengan proporsi optimum mampu meningkatkan kepadatan matriks paving block, sehingga meningkatkan kuat tekan dan menurunkan daya serap air material. Berdasarkan parameter kuat tekan dan daya serap air, PDAB20 masuk kategori mutu B, sedangkan berdasarkan ketahanan aus memenuhi persyaratan mutu C. Kandungan Cr⁶⁺ PDAB20 sebesar 0.102 mg/L, di bawah baku mutu PP RI Nomor 22 Tahun 2021. Dengan demikian, limbah DAB berpotensi dimanfaatkan sebagai material substitusi agregat halus pada paving block dengan performa unggul, mendukung pengelolaan limbah industri, dan konstruksi berkelanjutan. Kata kunci: paving, limbah, industri, blasting, silika, berkelanjutan
Technical Evaluation of Bridge Pier Structural Strengthening to Meet Bridge Class Standards Due to Changes in Structural and Traffic Loads Didik Setyo Purwantoro; Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.9.1.55-69

Abstract

Upgrading bridge specifications from Class B to Class A necessitates a significant increase in structural load capacity. This study evaluates pier P-2, which exhibited capacity discrepancies under new loading standards. The analysis focuses on the stability of existing pile foundations and reinforcement design through modifications to pile-cap dimensions and the addition of piles. The methodology integrates AllPile software with analytical validation via the Chin and Mazurkiewicz methods, alongside axial load tests following ASTM D1143. Structural verification was conducted using the AASHTO LRFD approach to ensure precise load and resistance factors. Static load test results showed a single pile axial capacity of 1,814.23 kN (SF=2). Analysis of the initial 7x3 pile group configuration (21 piles) yielded a total group bearing capacity (Qtg) of 11,995.64 kN. This value is lower than the design axial load (V = 21,228.88 kN), rendering the foundation "unsafe." To achieve stability, reinforcement piles were designed. Utilizing a new static capacity (Qstatic) of 2,875.85 kN (SF=2), the group capacity increased to 12,012.24 kN. With additional reinforcement valued at 16,040.40 kN, the final total capacity (Qtg) reached 28,052.60 kN. This result satisfies safety requirements (Qtg > Vtotal = 23,152.90 kN), confirming the system as "safe." Reinforcement pile depth is set between 38 m to 42 m based on N-SPT values, referencing the calendering results at 34 m.
Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Porous Dengan Superplasticizer Terhadap Nilai Prositas, InFiltrasi Dan Permeabilitas Christovel V. Hendriks; Muhammad Nur Fajar; A. Didik Setyo Purwantoro; Iqbal; Faried Desembardi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v4i02.5481

Abstract

Bahu jalan belum dapat berperan secara signifikan dalam pengelolaan air di sekitar jalan, sehingga terjadi genangan air pada bahu jalan karena kurangnya daerah resapan air pada bahu jalan. Oleh karena itu, bahu jalan harus terbuat dari beton yang mampu mengalirkan air ke tanah agar tidak terjadi genangan air. Beton porous kurang cocok digunakan pada perkerasan yang membutuhkan kuat tekan tinggi. Hal ini disebabkan karena bentuk beton prous mempunyai rongga-rongga sehingga menyebabkan kuat tekan beton prous relatif rendah. Untuk menghindari hal ini, superplasticizer dapat digunakan untuk menaikan kuat tekannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi superplasticizer terhadap permeabilitas, porositas dan infiltrasi beton porous serta hubungan kuat tekan terhadap permeabilitas, infiltrasi dan porositas berdasarkan variasi superplasticizer. Variasi Superplasticizer yang digunakan sebesar 0%,1%,1.5%, dan 2 % dengan komposisi 5:1. Dari penelitian ini, hubungan kuat tekan dengan permeabilitas, hubungan kuat tekan maka semakin tinggi juga nilai infiltrasi, permeabilitas dan porositas. Penyebab dari hasil analisa tersebut adalah karena adanya penambahan superplasticizer yang membuat nilai kuat tekan beton porous menjadi rendah tetaoi meningkatkan nilai porositas yang mengakibatkan nilai permeabilitas dan infiltrasi juga tinggi.
STUDI PEMANFAATAN KAYU PALAKA SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI DENGAN METODE LAMINASI Hermawan Suprianto; Muhammad Nur Fajar; Alfina Maysyurah; Didik Setyo Purwantoro; Herlina Arifin
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu laminasi atau dikenal sebagai glulam (Glued-laminated timber) pertama kali digunakan di Eropa pada konstruksi auditorium di Basel, Switzerland tahun 1893. Balok laminasi terbuatdari dua atau lebih kayu gergajian yang direkat dengan arah serat sejajar satu dengan yang lain, berbentuk lurus atau lengkung tergantung peruntukannya (Moody et al. 1999). Serrano (2003) menyatakan bahwa pada dasarnya balok laminasi adalah produk yang dihasilkan dengan menyusun sejumlah papan ataulamina diatas satu dengan yang lainnya dan merekatnya sehigga membentuk penampang balok yang diinginkan. Sifat fisik dan mekanik kayu menjadi faktor kunci dalam desain konstruksi kayu. Fokus Penelitian ini pada pengujian kuat lentur kayu dan klasifikasi berdasarkan SNI 7973: 2013 Hasilnya menunjukkan bahwa kuat lentur baik asli maupun laminasi. Setelah melakukan penelitian diperoleh kuat lentur balok kayu asli sebesar 14.758 MPa, balok laminasi silang sebesar 16,06 MPa dan balok laminasi lurus sebesar 16,61 Mpa, penurunan rata-rata sebesar 28,6 Mpa Studi ini memberikan wawasan tentang karakteristik mekanik kayu palaka, mendukung penggunaannya sebagai bahan konstruksi di Papua.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Sungai (Lokan) Sebagai Bahan Campuran Pada Beton Dengan Penambahan Superplasticizer Chandra Margareta; Herlina Arifin; Muhammad Nur Fajar; Mohammad Aris; Marina Abriani Butudoka
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen memiliki peranan yang sangat penting pada beton karena sebagai bahan pengikat yang mengeras dan menyatukan agregat. Maka, untuk mengurangi penggunaan semen secara berlebihan, diperlukan suatu inovasi beton terbaru, agar konstruksi beton dimasa yang akan datang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan. Dengan memanfaatkan cangkang kerang sebagai bahan campuran semen pada beton, diharapkan dapat menjadi alternatif dan dapat meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kuat tekan beton menggunakan cangkang kerang Lokan sebagai bahan campuran semen serta dengan penambahan superplasticizer. Metode penelitian ini yaitu uji eksperimental.Variasi cangkang kerang yang digunakan sebesar 2% dan 5% serta pada masing-masing variasi dilakukan penambahan 2% dan 3% superplasticizer pada umur beton 14 dan 28 hari.. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar presentase cangkang kerang yang digunakan, nilai kuat tekan akan semakin menurun dan pada beton cangkang kerang penambahan superplasticizer kekuatan beton maksimal pada penambahan 2% superplasticizer serta beton mengalami penurunan kuat tekan pada penambahan sebesar 3% superplasticizer.
Analisis Pengaruh Konfigurasi Soft Story Terhadap Kinerja Seismik Bangunan Di Kota Sorong Menggunakan Metode Pushover Nurul Hidayah Karrang; Herlina Arifin; Muhammad Nur Fajar; Alfina Maysyurah; Didik Setyo Purwantoro
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong yang terletak pada zona seismik aktif mengalami perkembangan pesat dalam pembangunan infrastruktur, khususnya hotel dan pusat perbelanjaan. Namun, konfigurasi soft story yang sering dijumpai pada bangunan modern berpotensi menurunkan kinerja seismik dan meningkatkan risiko keruntuhan saat terjadi gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku seismik struktur bangunan dengan konfigurasi soft story di Kota Sorong serta mengkaji pengaruh variasi ketinggian kolom pada lantai dasar terhadap kinerja struktur. Metode yang digunakan adalah analisis pushover, yaitu pendekatan statik nonlinier dengan pembebanan lateral bertahap untuk mengevaluasi respons inelastik struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur tanpa soft story mampu mempertahankan perilaku daktail dengan distribusi sendi plastis yang merata pada displacement 0,34 m dan berada pada tingkat performa Immediate Occupancy hingga Life Safety. Sebaliknya, struktur dengan soft story mengalami konsentrasi plastisitas pada kolom lantai dasar yang cepat mencapai kondisi Collapse Prevention, sehingga deformasi tidak terdistribusi ke lantai atas. Variasi ketinggian kolom dari 5 m hingga 8 m memperlihatkan peningkatan signifikan pada drift ratio dan koreksi gaya geser dasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kolom pada lantai dasar, semakin besar kerentanan struktur terhadap beban gempa lateral.
Analisis Kuat Tekan Beton Pasir Pantai Menggunakan Bahan Tambah Superplasticizer Teguh Eka S. Apriliyanto; Muhammad Nur Fajar; Iqbal; Marina Butudoka; Mohammad Aris
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Maladumes merupakan salah satu wilayah pesisir di Kota Sorong yang memiliki potensi sumber daya alam berupa pasir pantai dengan butiran halus dan gradasi relatif seragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan superplasticizer jenis Polycarboxylate Ether (PCE) terhadap sifat workability dan kuat tekan beton berbasis pasir pantai. Latar belakang penelitian didasari oleh menurunnya ketersediaan pasir sungai akibat eksploitasi berlebihan, sehingga diperlukan alternatif agregat halus, salah satunya pasir pantai dari Distrik Maladumes. Namun, karakteristik fisik dan kimia pasir pantai yang memiliki kadar garam tinggi berpotensi menurunkan mutu beton, sehingga digunakan bahan tambah superplasticizer untuk meningkatkan performa campuran. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental di laboratorium dengan variasi dosis superplasticizer 0,5%, 1%, dan 1,5% dari berat semen. Benda uji berbentuk kubus 15×15×15 cm diuji nilai slump dan kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari, mengacu pada SNI 03-1974-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan superplasticizer berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai slump dan kuat tekan beton. Dosis optimal terdapat pada penggunaan 1% superplasticizer, dengan kuat tekan rata-rata 276 Kg/cm2 (7 hari), 321 Kg/cm2 (14 hari), dan 355 Kg/cm2 (28 hari), lebih tinggi dibandingkan variasi 0,5% dan 1,5%.
Pengaruh Kadar Lumpur Terhadap Nilai Kuat Tekan Paving Block Dengan Bahan Dasar Sedimentasi Limbah Galian C di Sungai Klagison, Kota Sorong. Muhammad Nur Fajar; Asrul Saputra; Didik Setya Purwantoro; Iqbal Iqbal; Herlina Arifin
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8773

Abstract

Sedimentasi menjadi salah satu permasalahan pada Sungai Klagison, pencucian pasir menghasilkan limbah air yang mengandung padatan terlarut dan padatan yang tidak terlarut. etika endapan lumpur terakumulasi dan berlebihan maka dapat mengakibatkan pendangkalan pada sungai dan menyebabkan terjadinya luapan air sungai, terutama ketika musim hujan. Namun selain dampak negatif akibat sedimentasi di DAS Klagison, Yang mana matereial ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya adalah paving block. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan menguji 2 jenis material  sedimentasi, yang mana material tersebut merupakan sedimentasi tanpa di oleh dan sedimen yang telah di olah, dengan melakukan 2 pengujian yaitu pengujian kadar lumpur dan uji kuat tekan terhadap paving block yang telah di buat dengan 1 komposisi perbandingan yaitu 1:3. Untuk selanjutnya dibandingkan hasil kuat tekan dari kedua sampel yang di uji. Dari hasil pengujian didapatkan karakteristik penggunaan sedimen yang sudah diolah lebih baik dibandingkan dengan sedimen yang belum diolah. yang mana nilai kuat tekan mengalami peningkatan dari 9,59 Mpa ke 14,96 Mpa. Dan untuk klasifikasi mutu paving yang diperoleh setelah diolah adalah mutu C dan B yang digunakan untuk perlatan parkir dan pejalan kaki.
Pengaruh Media Penyimpanan Tulangan Baja Terhadap laju korosi menggunakan metode Weight Loss Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Didik Setyo Purwantoro; Alfina Maysyurah
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10356

Abstract

Lingkungan pelaksanaan proyek konstruksi yang berada di sekitar laut ataupun pembangunan yang dilaksanakan saat waktu musim hujan akan menyebabkan korosi pada tulangan jika didiamkan tanpa perlindungan di tempat terbuka. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis laju korosi pada tulangan dengan media korosi yang berbeda-beda. Peneliti menggunakan benda uji besi tulangan dengan diameter 10mm yang akan didiamkan pada media air laut, air hujan, ruang tertutup dan ruang terbuka lalu melewati proses korosi selama 7, 20, 40, dan 65 hari. Tulangan kemudian dianalisis menggunakan metode uii laju korosi weight-loss untuk mengetahui laju korosi tulangan pada media yang digunakan. Media yang menghasilkan nilai laju korosi tertinggi pada tulangan adalah media air laut, kemudian media air hujan, media ruang terbuka, dan yang terendah nilai laju korosinya adalah media ruang tertutup. Hal ini disebabkan oleh kandungan NaCl yang terdapat dalam media air laut akan mempercepat dan meningkatkan laju korosi pada tulangan.