Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Laminasi Silang Dengan Perekat Epoxy Pada Kayu Palaka Terhadap Nilai Kuat Lentur Kayu: Effect of Cross Lamination with Epoxy Adhesive on Palaka Wood on the Flexural Strength of Wood Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setya; Arifin, Herlina; Maysyurah, Alfina; Aris, Mohammad
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n2.p203-207

Abstract

Indonesia is one of the countries with abundant timber resources The huge demand for timber has an impact on the availability of timber which is decreasing every year due to large-scale exploitation. So it is necessary to carry out innovations or wood management technology to overcome these problems, one of the technologies that can be used is laminated wood. In this study, a test of bending strength will be carried out on wood without lamination process and wood with a cross-lamination process using epoxy. This test was carried out to see the effect of the use of cross lamination on wood, and the type of wood used was Palaka wood. From the results of this study, it can be seen that the bending strength value of palaka wood without lamination is 28.60 MPa, while palaka wood cross-laminated with epoxy adhesive has a bending strength value of 16.06 MPa. The amount of decrease in bending strength that occurs after cross-laminating with epoxy is 43.84% for palaka wood without lamination process.
Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Porous Dengan Perbandingan Komposisi Terhadap Nilai Permeabilitas Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setyo; Saputra, Asrul; Iqbal, Iqbal; Makaliwe, Gabby K. K.
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.75-82

Abstract

Permasalahan genangan air akibat intensitas curah hujan yang tinggi pada jalan dapat menyebabkan kerusakan terkhusus pada bahu jalan yang secara geometri lebih rendah sehingga potensi terjadi genangan akan lebih tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan konstruksi beton berongga atau kita sebut dengan beton porous. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan beton porous adalah perbandingan rasio antara semen dan aggregat kasar yang digunakan. Dalam penelitian ini merencanakan campuran beton menggunakan 5 variasi yaitu variasi 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, 1:6. Yang selanjutnya akan dilakukan pengujian kuat tekan dan pengujian permeabilitas untuk dilihat hubungan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan dan permeabilitas diperoleh komposisi yang ideal digunakan adalah komposisi 1:2 dikarenakan nilai kuat tekan dan permeabilitas memenuhi syarat. Selain itu dari hasil analisis nilai R² hubungan nilai kuat tekan dan permeabilitas memenuhi syarat 0,8 ≤ R² ≤ 1 artinya memiliki hubungan yang sangat kuat.
Perbandingan Metode Percepatan Pekerjaan Terhadap Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung. Desembardi, Faried; Nur Fajar, Muhammad; Widodo, Slamet; Asriadi, Asriadi; Yon Saputri, Lintang Tiara
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.58-66

Abstract

Pada pelaksanaan proyek kontruksi seringkali terjadi keterlambatan penyelesaian kegiatan proyek dari waktu yang telah ditetapkan, maka untuk itu diperlukan penerapan manajemen proyek pada sebuah proyek konstruksi agar proyek dapat selesai tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu dan mengendalikan biaya proyek konstruksi. Dalam penelitian ini menggunakan software Primavera p6 dengan memasukkan RAB (Rencana Anggaran Biaya), durasi pekerjaan dan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan). Metode yang digunakan yaitu TCTO (Time Cost Trade Off) dengan penambahan jam kerja 3 dan 5 jam serta penambahan sumber daya (tenaga kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Primavera p6 berhasil meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian proyek sebesar 34,65% dan mengurangi biaya tidak terduga sebesar 1,40%. Dimana penyelesaian proyek konstruksi yang berdurasi 228 hari, setelah dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam dan 5 jam kerja menjadi 168 hari, dan dengan percepatan penambahan tenaga kerja menjadi 149. Dengan biaya proyek awal sebesar Rp. 7.201.201.201,21 dengan alternatif percepatan 3 jam kerja menjadi Rp. 7.170.712.385,64 , dengan alternatif penambahan 5 jam kerja menjadi Rp. 7.263.851.179,14 dan dengan alternatif penambahan tenaga kerja menjadi Rp. 7.100.525.428,99.
Optimasi Pemanfaatan Air Laut Pada Konstruksi Beton Sebagai Efisiensi Penggunaan Air Tawar Arifin, Herlina; Muhammad Nur Fajar; Syafilla Aning Saba
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24254

Abstract

Berbagai infrastruktur kini dalam lingkungan masyarakat luas sebagian besar berasal dari konstruksi beton. Tidak dapat dipungkiri bahwa konstruksi beton merupakan pilihan yang paling laris dalam banyak pembangunan, disebabkan oleh kemampuan dalam bertahan lama dan tingkat efisien dari berbagai faktor. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tawar bersih pada setiap kontruksi beton serta kemudahan akses untuk wilayah pesisir yang sulit akan air tawar bersih maka perlu dipertimbangkan penggunaan air laut sebagai campuran konstruksi beton dengan melihat kualifikasi kuat teken beton. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu bahwa penggunaan air laut mengakibatkan penurunan kuat tekan pada beton sehingga ditambahkan bahan tambah berupa superplasticizer sebagai upaya peningkatan kuat tekan beton. Metode pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental pada laboratorium dengan melakukan uji kuat tekan beton variasi beton normal (control), beton air laut, beton air laut + SP 0,5%, baton air laut + SP 0,75%, beton air laut + SP 1%, dan beton air laut + SP 1,25% dengan perendaman selama 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa untuk perbandingan dengan beton normal maka beton variasi beton air laut + SP 1,25% merupakan beton dengan variasi yang paling terbaik berdasarkan hasil uji kuat tekan beton.
Analisis Perbandingan Penulangan Dinding Geser Berdasarkan Tata Cara Sni 2847:2013 Dengan Sni 2847:2019, Studi Kasus: Hotel Vega Kota Sorong Vinsen Hukom; Wilis Sutiono; A. Didik S. Purwantoro; Muhammad Nur Fajar
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v2i01.2213

Abstract

Penggunaan dinding geser merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekakuan struktur dalam arah horizontal untuk menahan gaya-gaya lateral. Maka dari itu para insinyur dan ahli bangunan menggunakan berbagai cara untuk mengurangi gaya-gaya lateral tersebut. Salah satunya menggunakan perlakuan dinding geser pada konstruksi gedung. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan seberapa besar simpangan yang terjadi pada struktur saat terjadinya beban gempa. Dan selanjutnya mendapatkan perbandingan simpangan yang terjadi berdasarkan SNI 2847:2013 dengan SNI 2847:2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan pada lokasi penelitian, pengumpulan data-data terkait penelitian, studi literatur yang sesuai dengan penelitian dan pemodelan struktur dengan bantuan SAP 2000 sebagai program analisis simpangan. Hasil yang didapat pada penelitian adalah lebih besar simpangan yang terjadi sebelum menggunakan dinding geser dibandingkan setelah menggunakan dinding geser. Persentasenya adalah kisaran 1 sampai 4 persen. Dan berdasarkan perbandingan SNI 2847:2013 dengan SNI 2847:2019 untuk penulangan dinding geser bahwa simpangan yang terjadi pada struktur lebih besar nilainya berdasarkan analisis SNI 2847:2019 yang disesuaikan dengan model dan penempatannya.
TINJAUAN PERENCANAAN JEMBATAN SUNGAI MEGA I KILOMETER 130+000 DISTRIK YEMBUN KABUPATEN TAMBRAUW M Yunus Nasrullah Mernawati; Muhammad Nur Fajar; Achmad Rusdi; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v2i02.2387

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini dapat berupa jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pada pembangunan jembatan jalan raya dengan bentang panjang, sebaiknya digunakan konstruksi rangka baja sebagai konstruksi atas. Mengingat dalam tahun 2020 mendatang pemerintah Kabupaten Tambrauw masih membangun jembatan-jembatan jalan raya dengan bentang yang panjang untuk menghubungkan distrik satu dengan distrik yang lain. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk meninjau atau menguji kembali hasil perencanaan struktur jembatan sungai Mega. I yang meliputi perhitungan yang ekonomis dan mempunyai kekuatan yang memadai sesuai dengan peraturan yang berlaku di indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengumpulan data yang berupa gambar desain awal perencanaan, peta topografi dan hidrologi, dan data sondir untuk kedalaman tanahnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hasil analisis tinjauan tinggi banjir untuk periode 50 tahun adalah 2,408 m, dan tinggi jagaan jembatan dari elevasi banjir sebesar 3,092 m, kedalaman penggerusan 3,081 m. Dari hasil perhitungan untuk desain profil gelagar memanjang tengah, desain profil memanjang tepi, desain profil gelagar melintang, desain profil rangka utama batang bawah dan batang diagonal terluar dan perhitungan untuk pile cap mendapatkan hasil yang lebih efisien
EVALUASI TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN (STUDI KASUS: PADA JALAN TEMINABUAN – AYAMARU KM 6+510 – KM 7+240) Sigarlaki, Ester; Sukowati, Dwi Guntoro; Saputra, Asrul; Fajar, Muhammad Nur
Eternitas: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): ETERNITAS: Jurnal Teknik Sipil, Vol 3, No 2 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/eternitas.v3i2.4223

Abstract

Roads are one of the most important infrastructures in carrying out economic activities, both accessibility and mobility of goods and services. As one of the connecting sections between districts which is also the main alternative section to go to the South Sorong Regent Office and Scholoo Keyen Hospital, the condition of the Teminabuan - Ayamaru Km 6 + 510 - Km 7 + 240 road has suffered severe damage such as cracks, bumpy roads, potholes and subsidence in the foundation layer. For this reason, it is necessary to repair roads. The method used in evaluating the thickness of bending pavement on the road is the Component Analysis method. This research method starts by collecting primary data and secondary data, namely CBR, LHR and rainfall data obtained directly from BMKG. Based on the results of analysis and calculations that have been carried out using the Component Analysis method on the Teminabuan - Ayamaru Km 6 + 510 - Km 7 + 240 road section, the thickness of each layer is obtained including the surface layer using Asphal Macadam with a thickness of 5 cm, the top foundation layer using 100% CBR Class A Crushed Stone with a thickness of 20 cm and the bottom foundation layer using 70% CBR Class A Sirtu with a thickness of 10 cm
Analisis Kuat Tekan dan Pola Retak Mortar dengan Penggunaan Terak Nikel sebagai Material Pengganti Pasir Maysyurah, Alfina; Arifin, Herlina; Fajar, Muhammad Nur
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah industri sebagai material alternatif dalam konstruksi merupakan salah satu solusi mendukung pembangunan berkelanjutan. Terak nikel merupakan hasil samping dari industri peleburan nikel yang memiliki potensi sebagai pengganti pasir dalam mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bentuk partikel terak nikel terhadap sifat mekanik mortar, khususnya kuat tekan dan pola retak. Rancangan campuran dilakukan dengan mengombinasikan dua jenis bentuk terak nikel, yaitu angular slag (AS) dan spherical slag (SS), dalam tujuh variasi proporsi: 100%Pasir, 70%AS:30%SS, 50%AS:50%SS, 30%AS:70%SS, 100%AS dan 100%SS. Uji kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari, sementara pola retak dilakukan secara visual pascapengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk partikel slag memengaruhi kuat tekan dan pola retak secara signifikan. Kombinasi optimum diperoleh pada perbandingan 70AS:30SS, yang memberikan nilai kuat tekan tertinggi dan pola retak yang terkonsentrasi. Dengan demikian, kombinasi bentuk terak nikel berperan penting dalam mempengaruhi performa mortar dan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kekuatan dan kestabilan struktur.
Utilization Of River Shell Waste (Lokan) As A mixture In Concrete: Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Sungai (Lokan) Sebagai Bahan Campuran Pada Beton Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Mohammad Aris; Alfina Maysyurah; Chandra Margareta
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p95-99

Abstract

The increasing need for concrete materials results in the availability of limestone as a non-renewable raw material for portland cement makers to be limited and will run out if its extraction is carried out continuously, so it is necessary to find replacement materials for cement as a constituent material for concrete. In this study, mussels shell waste was tested as a substitute for cement with a percentage of 2% and 5%. Furthermore, the parameters tested are compressive strength tests. Based on the test results, it was obtained that the compressive strength value decreased with the increase in the percentage of use of mashed shells.
Effect of Using Superplasticizer on Concrete Exposed to Sea Water: Pengaruh Penggunaan Supperplaticizer Pada Beton Terekspos Paparan Air Laut Purwantoro, Didik Setyo; Muhammad Nur Fajar
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p100-105

Abstract

Development in coastal areas has a problem, namely concrete construction will come into direct contact with seawater. Seawater is one of the causes of failure in building structures. Innovations in the field of concrete material technology, one of which is to improve the properties of concrete, including the addition of certain materials, namely admixtures or additives to the concrete mixture, one of which is supperplaticizer. In this study, the compressive strength value of concrete immersed in 3 curing media will be compared, namely normal water, seawater in laboratory conditions and seawater directly. Based on the results of compressive strength, it shows that concrete that is directly exposed to seawater will experience a decrease in compressive strength. And after added the concrete supperplaticizer experiences an increase in the compressive strength value, this is in accordance with the supperplacizier properties which accelerate the hardening of the concrete and increase the sealability or density of the concrete. However, at compositions above 1% concrete, the compressive strength value has decreased.