Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Pencucian Pasir Laut Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Kerusakan Beton Akibat Garam pada Beton Pasir Laut Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setyo; Arifin, Herlina; Maysyurah, Alfina; Gibran, Muhammad Yusuf
Konstruksia Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.2.118-124

Abstract

Potensi pemanfaatan pasir pantai di kawasan Kota Sorong sangat besar Pemanfaatan pasir Pantai sebagai bahan campuran beton menarik untuk diteliti karena karakteristiknya berbeda dengan pasir Sungai atau pasir gunung yang lebih umum digunakan. Pada Penelitian ini digunakan metode eksperimental Laboratorium, yaitu dengan melakukan dua macam Variasi perlakuan terhadap pasir Pantai yaitu dengan cara dicuci dan tanpa dicuci. Curing dilakukan dalam waktu 7 Hari, 28 Hari, 60 Hari dan 90 Hari. Output dari penelitian ini berupa perbandingan nilai kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Pasir laut dengan perlakuan dicuci untuk menghilangkan kadar garam lebih optimal dan lebih aman digunakan dibandingkan dengan pasir laut tanpa dicuci. Dengan menghilangkan kadar garam pada pasir laut membuat potensi terjadinya salt damage berkurang.
Comparative Study of the Potential of Sorong City Sand and Tobelo Sand as Concrete Material Fajar, Muhammad Nur; Arifin, Herlina; Purwantoro, Didik Setya; Rusdi, Achmad
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.11

Abstract

The quality of the sand used for the concrete mixture can affect the compressive strength produced by the concrete. This study aims to determine the amount of compressive strength and modulus of elasticity of concrete with quarry sand material Km.14 Sorong City and sand quarry from other regions, namely Tobelo North Halmahera quarry sand. This study used an experimental method with a total of 18 selinder-shaped test objects consisting of 3 samples aged 7 days, 3 samples aged 14 days and 3 samples aged 28 days for each quarry Modulus of elasticity testing was only carried out on concrete aged 28 days. All material testing until the manufacture and tests of compressive strength and modulus of elasticity of cylindrical samples are carried out at the Civil Engineering Concrete Laboratory of the University of Muhammadiyah Sorong. From the results showed the average compressive strength produced between sand Km.14 of Sorong city and Tobelo sand was 8.78 Mpa: 11.13 Mpa for 7 days old, 10.66 Mpa: 12.83 Mpa for 14 days old and 11.23 Mpa: 13.78 Mpa for 28 days old. In addition, based on concrete strain testing, it can be seen that the higher the compressive strength or stress of the concrete, the higher the strain value.
Studi Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Tidak Beraturan terhadap Soft Storey Akibat Beban Gempa Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, A Didik Setyo; Mangandar, Ertson Steven
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangannya banyak owner hotel yang ingin menambahkan unsur arsitektural pada gedung hotel yang akan dibangun, seperti tidak beraturan geometri yang dapat membuat penampilan bangunan hotel dapat menjadi lebih menarik, tetapi di sisi lain juga dapat menyebabkan gedung berperilaku buruk. Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar efek soft storey pada struktur gedung tidak beraturan.Pemodelan struktur yang ditinjau pada penelitian kali ini adalah struktur tidak beraturan, kemudian di bandingkan jika terdapat efek soft storey dan tanpa soft storey. Kemudian beban gempa dihitung dengan metode Respon Spektrume Analisis berdasarkan SNI 1726-2012. Selanjutanya dikontrol analisis kinerja batas layan, kinerja batas ultimit, dan ATC 40. Perbandingan hasil displacement dari kedua struktur untuk arah X sebesar 52,86%, dan untuk arah Y sebesar 51,89%. Selanjutnya untuk hasil drift ratio maksimal struktur tidak beraturan tanpa soft storey terlelak pada lantai 2 menuju lantai 3 sedangkan untuk struktur tidak beraturan dengan soft storey nilai drift ratio maksimal terletak pada lantai dasar. Kontrol kinerja struktur tidak beraturan dengan soft storey untuk kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit masih termasuk dalam kategori aman atau memenuhi syarat.
Perencanaan Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kampung Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong Sambo, Aldi Satria; sutiono, wilis; Fajar, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v3i02.3865

Abstract

Kampung Malaumkarta adalah salah satu kampung yang berada dipesisir pantai wilayah pemerintahan Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. keberadaan wilayah pesisir sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat yang berada di wilayah pesisir, namun wilayah pesisir merupakan wilayah yang dinamis dan strategis sehingga banyak faktor yang dapat mengganggu atau bahkan merusak wilayah pesisir pantai tersebut seperti bencana alam. Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami merupakan peristiwa alam yang tidak bisa dicegah, tetapi dapat di kurangi dampak kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jalur evakuasi dan menganalisis durasi waktu tempuh menuju shelter area di Kampung Malaumkarta guna mendukung kesiapsiagaan bencana tsunami. Metode penggunaan data spasial yang terdapat di Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat di manfaatkan untuk menentukan daerah yang rawan, jalur-jalur pengungsian yang terdekat serta daerah-daerah tempat evakuasi dalam perencanaan mitigasi. Hasil penelitian ini berhasil menentukan satu jalur evakuasi yang optimal dari titik awal menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES). Jalur tersebut melewati Jl. Lokal Sekunder dengan lebar jalan 5 meter (beraspal) dan Jl. Ideal dengan lebar jalan 3,5 meter (tanah padat), yang memadai untuk mengarahkan masyarakat menuju tempat aman di ketinggian antara 50-100 meter di atas permukaan laut.
Mitigasi Bencana Kebakaran Pada Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sorong Malawat, Titi; widodo, slamet; muhammad nur fajar
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v3i02.3916

Abstract

Kesiapan bangunan gedung terhadap bencana kebakaran merupakan ragam hal yang wajib diperhatikan saat menghadapi bencana kebakaran. Sarana penyelamatan yang ada pada bangunan gedung menjadi standar kesiapan pada bangunan gedung terhadap bencana kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat pemenuhan sistem proteksi kebakaran dan kondisi sistem keamanan Gedung terhadap bahaya kebakaran di Gedung Rektorat Kampus 1 UNAMIN Sorong. Data primer dikumpulkan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui artikel,otoritas terkait, termasuk Gedung Rektorat UNAMIN Sorong. Hasil penelitian menunjukan sistem pengamanan Gedung di Rektorat UNAMIN Sorong mengalam tantangan sebesar 58,03%, dengan Tingkat kendala Kelengkapan Tapak sebesar 18,18% dari 25%, Tingkat kendala Sistem Penyelamatan sebesar 21,35% dari 25%, Tingkat kendala sistem proteksi aktif sebesar 2,3% dari 24% , dan Tingkat kendala sistem proteksi pasif sebesar 16,2% dari 26%. Hal ini menunjukan bahwa nilai keandalan bangunan tersebut cukup dan tidak semua sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terdapat kekurangan pada komponen sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif yang jumlahnya masih kurang.
Perencanaan Mitigasi Bencana Kebakaran (Studi Kasus : Pembangunan Rusun Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sorong) Salihin, Sakina Marwa; widodo, slamet; Muhammad Nur Fajar
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v3i02.3966

Abstract

Kebakaran gedung dapat terjadi disetiap jenis peruntukan bangunan baik hunian-pemukimanan maupun fasilitas pendididikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menaggulangi resiko kebakaran dengan merencanakan mitigasi kebakaran serta menerapkan kelengkapan infrastruktur bangunan. Data primer dikumpulkan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui artikel otoritas terkait, termasuk rusun kampus 2 UNAMIN sorong. Hasil penelitian Rusun Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sorong memerlukan instalasi sistem proteksi kebakaran yang mencakup detektor asap, sprinkler, dan sistem hidrant. Total 51 detektor asap diperlukan untuk ketiga lantai, serta 96 unit sprinkler yang terdistribusi dengan jumlah yang sama di setiap lantai. Sistem hidrant terdiri dari 2 box hydrant dan 2 pillar hydrant yang dirancang untuk menyuplai air dalam jumlah total 245 m³, dengan bak penampungan air yang dirancang berkapasitas 256 m³ untuk mendukung operasi pemadam kebakaran secara efektif. 2. Untuk memastikan keselamatan penghuni selama keadaan darurat, telah disiapkan tiga jalur evakuasi utama yang mengarah ke titik kumpul yang terletak di halaman depan rusun. Jalur-jalur evakuasi tersebut meliputi pintu lobby, pintu sebelah kiri, dan pintu sebelah kanan yang semuanya mengarah ke titik kumpul dengan aman. Berdasarkan simulasi, jarak evakuasi terpanjang dari titik-titik di lantai 1, 2, dan 3 telah dihitung beserta waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi. Di lantai 1, jarak evakuasi adalah 45,85 meter dengan waktu 18,79 detik; di lantai 2, jarak mencapai 68,7 meter dengan waktu 28,15 detik; dan di lantai 3, jarak 70,25 meter dengan waktu 28,79 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa evakuasi dapat dilakukan dengan efisien dan aman. 
Utilization of Local Sago Fiber as a Sustainable Additive in Cement Mortar Maysyurah, Alfina; Purwantoro, Didik S; Arifin, Herlina; Fajar, Muhammad Nur; Aris, Muhammad
Jurnal Penelitian Teknik Sipil Konsolidasi Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik Sipil Konsolidasi, Januari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jptsk.v4i1.8364

Abstract

This study aims to evaluate the effect of adding sago fiber as an environmentally friendly additive on the physical properties of mortar, namely density, porosity, water absorption, and compressive strength. The study was conducted experimentally in the laboratory with variations of normal mortar and the addition of sago fiber of 2%, 4%, and 10%. Cubic test specimens measuring 5 × 5 × 5 cm were tested at the age of 28 days for density, porosity, water absorption, humidity and temperature, and compressive strength. The test results showed that the addition of sago fiber caused a decrease in the value of the density and compressive strength of the mortar, while the porosity and water absorption values increased. The highest density value was obtained in normal mortar at 2.09 gr/cm³ and a compressive strength of 21.33 MPa. Meanwhile, with a variation of 10% sago fiber, the density decreased to 1.53 gr/cm³ and the compressive strength only reached 3.22 MPa. Environmental conditions such as temperature and humidity also affect the compressive strength of mortar. This study concluded that sago fiber can be used as an environmentally friendly additive in mortar, but its use should be limited to maintain the material's structural performance.
Concrete Resistance in the Marine Environment: The Effect of Seawater Immersion (Curing) on Compressive Strength Didik Setya Purwantoro; Muhammad Nur Fajar; Hasriadi Muchtar; Mohammad Aris; Wilis Sutiono
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 7, No 2 (2024): October
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.7.2.178-183

Abstract

Concrete is the most commonly used type of construction material but is affected by premature damage when exposed to the marine environment. The most common cause of damage is corrosion in the reinforcing steel. The problem that arises during the planning and construction stage of the beach safety building is the impact of seawater on the quality of the concrete we design. The research conducted is an experimental test with research in the laboratory by comparing the compressive strength value of normal concrete soaked in freshwater, saltwater in the laboratory and seawater in situ and the age of the used concrete is only 28 days. concrete that is immersed in seawater will experience a significant decrease in compressive strength value compared to normal concrete immersed in fresh water. For normal concrete soaked with seawater in the laboratory, the compressive strength value decreased from 29.96 MPa to 28.06 MPa. Meanwhile, concrete soaked in situ in seawater experienced a decrease in compressive strength value from 29.96 MPa to 25.55 MPa.
Pengaruh Set Back Terhadap Kinerja Batas Layan Struktur Dengan Soft Storey Akibat Beban Gempa: The Effect of Set Back on The Performance of Structural Service Limits with Soft Stores Due to Earthquake Loads Muhammad Nur Fajar; Mizwan Purnama; Albertus Didik Setyo Purwantoro; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 2 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2023)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v11i2.6976

Abstract

The development times have been accompanied by an extremely quick development, which brought architectural features like geometric imperfections and soft store buildings. Buildings having high earthquake risk in Sorong have challenges due to an active fault.. This study's goal was to identify the relationship between displacement and drift ratio and structural performance in high-rise structures with and without set backs. Using structural analysis software, the building was modeled in this study with a maximum of 7 stories and a total height of 37 m. Seismic forces were also analyzed using reflection spectroscopy of various responses. Buildings with soft storey effects without set backs and buildings with soft storey effects with set backs are the two types under study. According to the research, soft store buildings with set backs produce the highest displacement and drift ratio outcomes when compared to soft store buildings without set backs. Based on the service limits' performance under earthquake loads, it is still within safe bounds.
Effect of Blended Cement Containing Fly Ash on the Elastic Modulus and Poisson's Ratio of Mortar Alfina Maysyurah; Mohammad Aris; Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Didik Setya
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 13 No 2 (2025): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2025)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v13i2.11001

Abstract

The demand for eco-friendly, economical, and high-performance building materials continues to grow, encouraging innovation in the use of blended cement. Fly ash, a by-product of coal combustion, offers a sustainable alternative as a supplementary cementitious material. This study evaluates the mechanical performance of mortar containing fly ash in blended cement, with compressive strength tested at 7, 28, and 90 days. Fly ash proportions of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% by cement weight were examined. Results showed that mortar with fly ash (FA-10%) achieved the highest compressive strength at 90 days. Although the elastic modulus decreased with higher fly ash content, both compressive strength and elastic modulus increased over the curing period. The Poisson’s ratio values ranged from 0.1 to 0.3, indicating the material remains within the classification of normal solid materials. These findings suggest that incorporating fly ash can improve the sustainability of construction materials without significantly compromising long-term mechanical performance. Fly ash can therefore be considered an effective partial replacement for cement in efforts to develop more environmentally responsible and sustainable building solutions.