Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TINJAUAN PERENCANAAN JEMBATAN SUNGAI MEGA I KILOMETER 130+000 DISTRIK YEMBUN KABUPATEN TAMBRAUW M Yunus Nasrullah Mernawati; Muhammad Nur Fajar; Achmad Rusdi; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v2i02.2387

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini dapat berupa jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pada pembangunan jembatan jalan raya dengan bentang panjang, sebaiknya digunakan konstruksi rangka baja sebagai konstruksi atas. Mengingat dalam tahun 2020 mendatang pemerintah Kabupaten Tambrauw masih membangun jembatan-jembatan jalan raya dengan bentang yang panjang untuk menghubungkan distrik satu dengan distrik yang lain. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk meninjau atau menguji kembali hasil perencanaan struktur jembatan sungai Mega. I yang meliputi perhitungan yang ekonomis dan mempunyai kekuatan yang memadai sesuai dengan peraturan yang berlaku di indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengumpulan data yang berupa gambar desain awal perencanaan, peta topografi dan hidrologi, dan data sondir untuk kedalaman tanahnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hasil analisis tinjauan tinggi banjir untuk periode 50 tahun adalah 2,408 m, dan tinggi jagaan jembatan dari elevasi banjir sebesar 3,092 m, kedalaman penggerusan 3,081 m. Dari hasil perhitungan untuk desain profil gelagar memanjang tengah, desain profil memanjang tepi, desain profil gelagar melintang, desain profil rangka utama batang bawah dan batang diagonal terluar dan perhitungan untuk pile cap mendapatkan hasil yang lebih efisien
PENGARUH TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 17 KOTA SORONG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CALCULATION OF ROAD TRAFFIC NOISE (CoRTN) Claudia, Desty; Dwangga, Mierta; Rusmin, Muhammad; Arifin, Herlina; Maysyurah, Alfina
Eternitas: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2024): ETERNITAS: Jurnal Teknik Sipil, Vol 4, No 1 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/eternitas.v4i1.4231

Abstract

The higher the number of users of transportation services in urban areas, the more traffic jams in these areas will increase. Sorong City 17 Public Elementary School, is located right on the side of the road where the road is categorized as a Primary Collector road group. The location with the many vehicles that pass through the road, makes the intensity of the noise generated even higher. In educational institutions, what is needed is a calm and comfortable environment. The environment is also a factor that influences the learning concentration of students in receiving lessons. high traffic noise for a long time will cause discomfort. The purpose of this study was to find out the results of noise level analysis and to find out whether students' learning concentration was affected by the noise generated by vehicle traffic. The calculation method uses CoRTN which is reviewed from the characteristics of land use for the School Area. The results of this study show the time range and location points with the highest noise level of 69.8 dBA at point 1 and the lowest noise value of 61.1 dBA at point 2 which is located on the 2nd floor while based on the noise level questionnaire analysis there are 52% of respondents agree that the noise The high school level interferes with students' concentration in class.
Analisis Kuat Tekan dan Pola Retak Mortar dengan Penggunaan Terak Nikel sebagai Material Pengganti Pasir Maysyurah, Alfina; Arifin, Herlina; Fajar, Muhammad Nur
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah industri sebagai material alternatif dalam konstruksi merupakan salah satu solusi mendukung pembangunan berkelanjutan. Terak nikel merupakan hasil samping dari industri peleburan nikel yang memiliki potensi sebagai pengganti pasir dalam mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bentuk partikel terak nikel terhadap sifat mekanik mortar, khususnya kuat tekan dan pola retak. Rancangan campuran dilakukan dengan mengombinasikan dua jenis bentuk terak nikel, yaitu angular slag (AS) dan spherical slag (SS), dalam tujuh variasi proporsi: 100%Pasir, 70%AS:30%SS, 50%AS:50%SS, 30%AS:70%SS, 100%AS dan 100%SS. Uji kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari, sementara pola retak dilakukan secara visual pascapengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk partikel slag memengaruhi kuat tekan dan pola retak secara signifikan. Kombinasi optimum diperoleh pada perbandingan 70AS:30SS, yang memberikan nilai kuat tekan tertinggi dan pola retak yang terkonsentrasi. Dengan demikian, kombinasi bentuk terak nikel berperan penting dalam mempengaruhi performa mortar dan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kekuatan dan kestabilan struktur.
Utilization Of River Shell Waste (Lokan) As A mixture In Concrete: Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Sungai (Lokan) Sebagai Bahan Campuran Pada Beton Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Mohammad Aris; Alfina Maysyurah; Chandra Margareta
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p95-99

Abstract

The increasing need for concrete materials results in the availability of limestone as a non-renewable raw material for portland cement makers to be limited and will run out if its extraction is carried out continuously, so it is necessary to find replacement materials for cement as a constituent material for concrete. In this study, mussels shell waste was tested as a substitute for cement with a percentage of 2% and 5%. Furthermore, the parameters tested are compressive strength tests. Based on the test results, it was obtained that the compressive strength value decreased with the increase in the percentage of use of mashed shells.
Pengaruh Pencucian Pasir Laut Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Kerusakan Beton Akibat Garam pada Beton Pasir Laut Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setyo; Arifin, Herlina; Maysyurah, Alfina; Gibran, Muhammad Yusuf
Konstruksia Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.2.118-124

Abstract

Potensi pemanfaatan pasir pantai di kawasan Kota Sorong sangat besar Pemanfaatan pasir Pantai sebagai bahan campuran beton menarik untuk diteliti karena karakteristiknya berbeda dengan pasir Sungai atau pasir gunung yang lebih umum digunakan. Pada Penelitian ini digunakan metode eksperimental Laboratorium, yaitu dengan melakukan dua macam Variasi perlakuan terhadap pasir Pantai yaitu dengan cara dicuci dan tanpa dicuci. Curing dilakukan dalam waktu 7 Hari, 28 Hari, 60 Hari dan 90 Hari. Output dari penelitian ini berupa perbandingan nilai kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Pasir laut dengan perlakuan dicuci untuk menghilangkan kadar garam lebih optimal dan lebih aman digunakan dibandingkan dengan pasir laut tanpa dicuci. Dengan menghilangkan kadar garam pada pasir laut membuat potensi terjadinya salt damage berkurang.
Effect of Blended Cement Containing Fly Ash on the Elastic Modulus and Poisson's Ratio of Mortar Maysyurah, Alfina; Aris, Mohammad; Fajar, Muhammad Nur; Arifin, Herlina; Setya, Didik
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 13 No 2 (2025): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2025)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v13i2.11001

Abstract

The demand for eco-friendly, economical, and high-performance building materials continues to grow, encouraging innovation in the use of blended cement. Fly ash, a by-product of coal combustion, offers a sustainable alternative as a supplementary cementitious material. This study evaluates the mechanical performance of mortar containing fly ash in blended cement, with compressive strength tested at 7, 28, and 90 days. Fly ash proportions of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% by cement weight were examined. Results showed that mortar with fly ash (FA-10%) achieved the highest compressive strength at 90 days. Although the elastic modulus decreased with higher fly ash content, both compressive strength and elastic modulus increased over the curing period. The Poisson’s ratio values ranged from 0.1 to 0.3, indicating the material remains within the classification of normal solid materials. These findings suggest that incorporating fly ash can improve the sustainability of construction materials without significantly compromising long-term mechanical performance. Fly ash can therefore be considered an effective partial replacement for cement in efforts to develop more environmentally responsible and sustainable building solutions.
Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan Teknologi yang Tepat untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kampung Arar Kabupaten Sorong Rahmatullah, Azwar; Ibal, La; Maysyurah, Alfina; Murni; Nurbia; Yasin, Azalia Fajri; Marasabessy, Umar R.; Madaul, Rahful A.; Abubakar, Endang
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v3i2.227

Abstract

Household waste management in Sorong Regency, especially in Arar Village, faces major challenges in reducing negative impacts on the environment. One effective solution is processing organic waste into liquid organic fertilizer (POC). This fertilizer not only reduces the amount of waste but can also increase soil fertility and support more sustainable agriculture. The Community Service Program (PKM) implemented in Arar Village aims to provide training to the community, farmer groups, and PKK mothers on how to make POC from household waste. The methods used in this program include socialization, training, and direct practice of making liquid organic fertilizer using natural ingredients and bioactivators such as EM4. After the training, 80 percent of participants successfully applied the knowledge gained to produce liquid organic fertilizer, which has been proven to increase agricultural yields and support environmental sustainability. The evaluation results show that this program provides significant benefits in reducing dependence on chemical fertilizers and increasing public awareness of the importance of environmentally friendly waste management.
KLASIFIKASI KODE MUTU KAYU BERDASARKAN PKKI NI-5 2002 Awal, Muhammad Awal Al Ghazali; Didik Setyo Purwantoro; Herlina Arifin; Alfina Maysyurah; Mohammad Aris
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 3 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v3i01.3143

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam berupa kayu yang melimpah, Salah satu sumberdaya alam yang melimpah adalah kayu. Tahapan pengambilan data serta pengujian di laboratorium yaitu untuk mengetahui kadar air, dan berat jenis pada kayu yang diolah menjadi benda uji dengan dimensi ±125 cm3 dengan jumlah benda uji untuk setiap jenis kayu sebanyak 3 sampel kayu dalam kondisi kering udara selama 2-3 hari, dan dioven pada suhu 110 oC selama ±24 jam.dapat dilihat bahwa dari 3 jenis kayu yang diuji pada Tempat Penjualan Kayu (TPK), diperoleh bahwa tiga jenis kayu memiliki kode mutu yang berbeda-beda untuk setiap TPK nya. Kayu dengan hasil rata-rata modulus elastisitas lentur dengan kode mutu terendah yaitu kayu Matoa (Pometia spp.) dengan rata-rata 11243,63 Mpa memiliki kode mutu E12, kemudian dengan kode mutu tengah-tengah yaitu Damar (Araucaria spp.) dengan rata-rata 11770,36 Mpa memiliki kode mutu E12, dan dengan kode mutu tertinggi yaitu kayu Besi (Eusideroxylon zwageri.) dengan rata-rata 14264,81 Mpa memiliki kode mutu E14.Jenis kayu yang beragam pada Tempat Penjualan Kayu (TPK), penguji hanya mengklasifikasikan 3 jenis dari kayu-kayu yang ada, dan sering digunakan dalam bahan konstruksi bangunan. Dengan klasifikasi kode mutu kayu ini, memberi fleksibilitas dalam menyesuaikan kualitas kayu.