Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah Difa Hartati; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra; Lili Tansliova; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan komunikasi sebagai aspek utama dalam perkembangan akademik dan sosial ABK di lingkungan sekolah inklusi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai hambatan, seperti keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya media yang sesuai, serta perbedaan karakteristik peserta didik yang memengaruhi proses komunikasi di kelas. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran Bahasa Indonesia yang adaptif dan komunikatif agar ABK mampu berinteraksi secara optimal dalam kegiatan belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik di SD Negeri 106812 Bandar Khalipah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas pembelajaran yang diterapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah inklusi cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi ABK. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya keberanian siswa dalam berbicara, kemampuan memahami instruksi, serta interaksi sosial antarsiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penggunaan media visual, pendekatan multisensori, dan komunikasi interpersonal guru menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendampingan khusus bagi ABK. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih inklusif dan efektif di sekolah dasar inklusi.
Peran Guru sebagai Pembimbing dan Fasilitator dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Melati Medan Siti Azura; Nurul Aisyah Syahkila; Puja Astrid Sirait; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SLB Melati Medan. Guru memiliki peranan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan emosional kepada siswa. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan media, metode, dan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan akademik maupun keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SLB Melati Medan telah menjalankan perannya secara optimal melalui pendekatan pembelajaran individual, penggunaan media pembelajaran yang variatif, serta komunikasi yang intensif dengan siswa dan orang tua. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, kemandirian, dan perkembangan sosial siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, guru sebagai pembimbing dan fasilitator memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah luar biasa.
Peran Bahasa Indonesia Dalam Menginterpretasikan Makna Gerak Tari Tradisional Sama Etika Berutu; Yuni Saputri; Helena Petronella Sirait; Anisa Kirani Putri; Habibi; Zuhrini Adawiyah Hasibuan; Tri Lande
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8517

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam menginterpretasikan makna gerak tari tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Gerak dalam tari tradisional tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga mengandung simbol, nilai budaya, serta pesan kehidupan masyarakat pendukungnya. Perbedaan bahasa daerah dan pemahaman budaya sering menyebabkan masyarakat sulit memahami makna gerak tari secara langsung. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana untuk menjelaskan filosofi, simbol, dan nilai yang terkandung dalam gerak tari agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas. Selain dalam proses interpretasi, Bahasa Indonesia juga berperan dalam pendidikan seni tari melalui pembelajaran, penulisan, dokumentasi, serta penyebaran informasi budaya. Dengan adanya penggunaan Bahasa Indonesia, masyarakat tidak hanya mampu menikmati keindahan tari tradisional, tetapi juga memahami pesan budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui peran tersebut, Bahasa Indonesia turut mendukung pelestarian seni tari tradisional sebagai identitas budaya bangsa Indonesia.
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) pada Makalah Mahasiswa Siti Hawa Hasibuan; Agnes Olivia Nababan; Astuti Telaumbanua; Miriam Cahaya Zebua; Mawar Chaisiye Meliala; Tri Lande
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8557

Abstract

Penelitian ini membahas kesalahan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) pada makalah mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan EBI yang sering ditemukan dalam penulisan makalah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengidentifikasi kesalahan ejaan dalam makalah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi penggunaan huruf kapital, tanda baca, penulisan kata depan, dan penggunaan kata baku. Kesalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap kaidah EBI, kurangnya ketelitian dalam menulis, serta pengaruh penggunaan bahasa sehari-hari. Kesalahan penggunaan EBI dapat memengaruhi kualitas karya ilmiah karena menyebabkan tulisan menjadi kurang efektif dan kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu meningkatkan pemahaman mengenai EBI dan membiasakan diri melakukan penyuntingan terhadap makalah sebelum dikumpulkan.
Tantangan Pengajaran Bahasa Indonesia pada Anak Tunagrahita Kelas V SLB ABC Melati Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Kezia Erica Agave; Septi Permai Natasya Tambunan; Tri Lande
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.307

Abstract

Studi ini mengkaji permasalahan dalam pengajaran Bahasa Indonesia kepada anak tunagrahita di kelas V SLB ABC Melati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada pengajar di kelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam proses belajar mencakup masalah komunikasi, kesulitan dalam membaca dan menulis, rendahnya tingkat konsentrasi, serta ketidakstabilan emosi siswa. Para guru mengatasi masalah ini dengan menerapkan bahasa yang lebih mudah dipahami, memberikan dukungan langsung, dan mengembangkan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan dan aktivitas pemecah kebekuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia untuk anak tunagrahita memerlukan ketekunan, pendekatan yang lebih personal, dan metode pengajaran yang selaras dengan karakteristik siswa.
Tantangan Pengajaran Bahasa Indonesia pada Anak Tunagrahita Kelas V SLB ABC Melati Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Kezia Erica Agave; Septi Permai Natasya Tambunan; Tri Lande
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.307

Abstract

Studi ini mengkaji permasalahan dalam pengajaran Bahasa Indonesia kepada anak tunagrahita di kelas V SLB ABC Melati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada pengajar di kelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam proses belajar mencakup masalah komunikasi, kesulitan dalam membaca dan menulis, rendahnya tingkat konsentrasi, serta ketidakstabilan emosi siswa. Para guru mengatasi masalah ini dengan menerapkan bahasa yang lebih mudah dipahami, memberikan dukungan langsung, dan mengembangkan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan dan aktivitas pemecah kebekuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia untuk anak tunagrahita memerlukan ketekunan, pendekatan yang lebih personal, dan metode pengajaran yang selaras dengan karakteristik siswa.
MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SD MELALUI KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Roniah Ritonga; Wesly Ifania Silalahi; Oxana Karanina; Merry Pretty; Serly; Cristin Indah Rani Sihombing; Tri Lande
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11336

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Menumbuhkan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan berbicara menjadi tujuan sentral yang mendasari keseluruhan kurikulum Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa SD menggunakan metode tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal akademik, buku teks, dan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan berbicara seperti bercerita, bermain peran, diskusi kelompok, presentasi sederhana, dan show and tell yang semuanya merupakan bagian dari kurikulum Bahasa Indonesia terbukti efektif membangun kepercayaan diri siswa. Lingkungan kelas yang suportif, umpan balik konstruktif dari guru, serta Program Berbicara Terstruktur (PBT) berbasis scaffolding Vygotsky diusulkan sebagai strategi kunci. Artikel ini diharapkan menjadi referensi bagi guru Bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, bermakna, dan mendukung perkembangan linguistik sekaligus afektif siswa.
Implementation of Innovative Strategies Using Special Teaching Materials in Learning Descriptive Text Reading Skills Yuni Hajar; Yolani Erawati; Sri Ulina Br Sembiring; Tri Lande
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i3.1224

Abstract

Innovative strategies are teaching methods that not only combine methods, techniques, and learning approaches but also integrate one learning objective with another. This study aims to describe: 1) This study uses a descriptive method through a quantitative-qualitative approach. The study took place at SD Negeri 104607 Sei Rotan in the odd semester of 2025/2026. The subjects were fifth-grade students of SD Negeri 104607 Sei Rotan. Data on descriptive text reading skills were collected using multiple-choice test instruments; compiled using objective procedures so that valid test requirements were met. Data on descriptive text reading skills learning procedures that apply innovative strategies; were collected using non-test instruments, namely closed observation guidelines. Data on descriptive text reading skills learning procedures that apply innovative strategies were analyzed by determining the suitability between the learning procedures in the lesson plan and the learning procedures that took place in the classroom. Pre-test and post-test data on descriptive text reading skills were analyzed using descriptive statistics, namely mean, percentage, standard deviation, mode, minimum score, and maximum score using the SPSS application. Research results: 1) the results of the pre-test on descriptive text reading skills were in the low category; 2) the learning procedure for descriptive text reading skills that applies innovative strategies is carried out in accordance with the learning procedures contained in the lesson plan; 3) the results of the post-test for descriptive text reading skills are in the high category.
Laut sebagai Sarana Pembebasan Diri: Kajian Ekofeminisme dalam Cerpen Sampan Zulaiha Karya Hasan Al Banna Tri Lande; Bhramastya Sandy Hargita
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/6kwx6589

Abstract

  Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi ekofeminisme dalam cerpen Sampan Zulaiha karya Hasan Al Banna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menafsirkan simbol, relasi tokoh, dan makna ekologis dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan tiga representasi utama ekofeminisme, yaitu: laut sebagai ruang spiritual, tempat perlindungan, dan media pembebasan diri bagi perempuan; kekerasan patriarki terhadap tubuh perempuan dan alam; serta perlawanan perempuan melalui relasi ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam memiliki akar ideologis yang sama, yakni patriarki. Melalui tokoh Zulaiha, laut dimaknai sebagai medium resistensi, pembebasan diri, dan kemandirian perempuan. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian ekofeminisme sastra Indonesia, khususnya dalam konteks sastra maritim, serta menegaskan sastra sebagai medium kritik sosial dan kesadaran ekologis berperspektif gender. Kata kunci: ekofeminisme; cerpen; pembebasan; perempuan; laut
Potret Literasi Digital Mahasiswa dalam Pembelajaran Sastra Sri Ulina Br Sembiring; Tri Lande; Yolani Erawati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33144

Abstract

This study aims to describe the level of digital literacy among students in literary studies in the technological era. The method used is descriptive qualitative with 145 students of Indonesian Language and Literature Education Programme at Universitas Negeri Medan as subjects. Data were obtained through questionnaires and analysed descriptively. The results of the study show that the aspects of access and utilisation of digital technology obtained an average score of 3.87, the ability to search for and evaluate digital literary information 3.47, creativity in the production of digital literary content 3.56, and critical attitude and digital ethics 3.73, all of which are in the high category. Meanwhile, the aspect of collaboration in the digital space scored 3.39 (medium category). Overall, the students' digital literacy level was in the high category with an average score of 3.60. These findings indicate that students have been able to access, utilise, and behave ethically in the digital space, but still need to improve in collaboration. A learning strategy is needed to foster cooperation and critical digital literacy through creative projects and a practice-based digital curriculum so that students can become critical, creative, ethical, and collaborative users and creators of digital literature.