Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Tipografi pada Logotype Band Forgotten Isnandar, Atang Riyan; wantoro, wantoro
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 2 No. 02 (2016): August 2016
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v2i02.1180

Abstract

Abstrak Forgotten merupakan band asal kota Bandung yang beraliran death metal. Band ini telah memiliki beberapa album yang cukup sukses. Salah satu faktor yang turut berperan penting dalam album-album Forgotten adalah desain sampul album. Sampul album merupakan identitas dan pesan dari musik yang dibawakan oleh Forgotten. Dalam sampul album, terdapat salah satu elemen visual yaitu Tipografi. Salah satu peran tipografi dalam sampul album Forgotten adalah sebagai logotype dari band. Yang menarik, dari lima album yang telah dirilis Forgotten yaitu “Future Syndrome” (1997), “Obsesi Mati” (2000), “Tuhan Telah Mati” (2001), “Tiga Angka Enam” (2003) dan “Laras Perlaya” (2011) adalah tampilan logotype band yang selalu berbeda. Perubahan logotype Forgotten disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya perubahan selera, transformasi musik dan pergantian personil yang dialami oleh band Forgotten. Perubahan ini berakibat pada munculnya kesan visual yang berbeda-beda dari masing-masing logotype di setiap sampul albumnya. Apalagi logotype band dengan genre death metal memiliki kecendrungan yang unik, dekoratif, bahkan sulit untuk dibaca. Oleh karena itu untuk mengetahui kesan visual yang dimunculkan oleh setiap logotype akan dilakukan penelitian dengan pendekatan tipografi. Tujuan dari penelitian ini adalah selain untuk mengetahui perubahan logotype dari kelima sampul album yang telah dirilis oleh Forgotten juga ingin mengetahui kesan visual terhadap tipografi terkait dengan prinsip kejelasan (legibility), keterbacaan (readability) dan kemampuannya untuk dilihat pada jarak tertentu (visibility).  Kata Kunci: Sampul Album, Tipografi, Logotype, Forgotten  Abstract Forgotten is a band from Bandung, the death metal genre. The band has had some fairly successful album. One of important factor in albums Forgotten is the album cover design. The album cover are the identity and the message of the music performed by the Forgotten. In the cover of the album, there is one visual element called Typography. One role of typography in Forgotten album cover is a logotype of the band. Interestingly, there is change of logotype in five albums that have been released Forgotten namely "Future Syndrome" (1997), "Obsession Dead" (2000), "God is Dead" (2001), "Three Figures Six" (2003) and "Laras Perlaya" ( 2011). Forgotten logotype changes caused by several factors such as the changing tastes, music and transformation experienced by the personnel changes the band Forgotten. These changes resulted in the emergence of the visual impression different from each logotype in all the album artwork. Moreover logotype band with death metal genre has a tendency of unique, decorative, even difficult to read. Therefore, to determine the visual impression that is raised by each logotype will do research with the approach of typography. The purpose of this study was to assess changes in addition to the logotype of the fifth album cover that has been released by Forgotten also want to know the visual impression of the typography related to the principle of clarity (legibility), legibility (readability) and its ability to be seen at a certain distance (visibility).Keywords: Album Cover, Tipography, Logotype, Forgotten
Perancangan Font Tapych Berbasis Karakter Visual Motif Tapis Lampung Wantoro, Wantoro; Kasmana, Kankan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 3 No. 01 (2017): February 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i01.1260

Abstract

Abstrak Tapis merupakan kain khas asal Lampung yang terbuat dari tenunan benang kapas berwarna emas dan perak. Sebagai produk budaya, tapis memiliki visualisasi yang khas. Berdasarkan observasi, pemanfaatan tapis yang memiliki representasi nilai dan nilai estetika tinggi masih terbatas pada media dan waktu tertentu. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran tentang pelestarian dan pengembangan tapis karena keterbatasan pemanfaatannya. Contoh pemanfaatan tapis yang dapat dilakukan adalah upaya eksplorasi visual kedalam bentuk produk budaya lain yang lekat dengan keseharian masyarakat. Salah satu produk budaya yang dapat dirancang adalah huruf. Huruf merupakan media komunikasi tulisan yang sebenarnya telah lama ada dan berkembang. Di Indonesia, komunikasi tulisan mayoritas  menggunakan huruf latin. Penggunaan huruf latin di Indonesia dapat dilihat mulai dari cara manual hingga sudah dilakukan secara digital. Huruf digital atau disebut dengan font saat ini banyak digunakan pada perangkat-perangkat digital/elektronik. Perkembangan desain font juga terus berkembang karena kebutuhan akan penyampaian pesan maupun kesan estetis pada suatu karya juga berkembang. Hal inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya kemungkinan-kemungkinan bentuk visual baru font khususnya yang berbasis huruf Latin. Tapis, dengan kekayaan estetik pada visualnya dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam menciptakan kemungkinan bentuk baru dari sebuah font yang berbasis pada bentuk huruf latin. Perpaduan visual antara tapis dan karakter huruf latin dapat menghasilkan karakteristik yang khas.  Kata Kunci: Adaptasi, Font, Perancangan, Tapis, Visual  Abstract Tapis from Lampung is a unique fabric made from cotton yarn woven gold and silver. As cultural products, Tapis have a typical visualization. Based on observations, the use of Tapis which has a value of representation and a high aesthetic value is still limited to the media and a certain time. This raises concerns about the preservation and development of the Tapis due to the limited utilization. Examples of the use of Tapis that can be done is a visual exploration efforts into other forms of cultural products attached to everyday people. A cultural product that can be designed is the letter. Letter is a medium of communication that has long been there and growing. In Indonesia, the majority of written communications using Latin letters. The use of the Latin alphabet in Indonesia can be seen from how the user until it is done digitally. Digital letter or called by the current font is widely used in digital devices / electronic. Font design development is also growing because of the need for the delivery of messages as well as the growth of aesthetic impression. This inspired the birth of the possibilities of new visual font forms especially based Latin letters. Tapis, with the wealth of the visual aesthetic can be used as inspiration in creating the possibility of a new font form based. Visual fusion between Tapi and the Latin alphabet characters can produce distinct characteristics.  Keywords: Adaptation, Fonts, Design, Tapis, Visual
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH Wantoro, Wantoro; salamah, salamah
Jurnal Sosialita Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Sosialita
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat, motivasi, dan prestasi belajar PPKn siswa kelas VIII D SMP 3 Imogiri Bantul tahun pelajaran 2017/2018 melalui pendekatan contextual teaching and learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Imogiri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peningkatan Minat Belajar PPKn melalui pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), hal ini dapat dilihat pada pra siklus, minat siswa yang berkategori minimal tinggi sebesar 48,28%, meningkat pada siklus I 72,41% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,10%. 2) Peningkatan motivasi Belajar PPKn melalui pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), hal ini dapat dilihat pada pra siklus, motivasi siswa yang berkategori minimal tinggi sebesar 58,63%, meningkat pada siklus I 89,66% dan pada siklus II meningkat menjadi 96,56%. 3) Peningkatan Prestasi Belajar PPKn melalui pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), hal ini dapat dilihat pada pra siklus, siswa yang mencapai nilai KKM adalah 5 siswa (17,24%), meningkat pada siklus I 18 siswa (62,07%), dan pada siklus II 25 siswa (86,21%). Kata Kunci: minat belajar, motivasi belajar, prestasi belajar, pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
OPTIMALISASI PRODUK INTAN COFFEE DARI KELOMPOK TANI MANDALAWANGI KECAMATAN PACET MELALUI DESAIN KEMASAN Wantoro, Wantoro
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v4i1.7840

Abstract

Kelompok tani Mandalawangi pimpinan H. Bustomi yang terletak di kecamatan Pacet, kabupaten Bandung merupakan salah satu pengelola hasil kopi yang dihasilkan dari pegunungan Mandalawangi sejak tahun 2007. Selama ini, kopi yang dihasilkan dijual kepada penampung besar dalam skala besar yang kemudian dieksport ke Amerika dan Belanda guna memenuhi kebutuhan pasar dunia. Selaku pimpinan, H. Bustomi ingin memulai langkah baru dalam bisnisnya dengan mengedarkan kopinya langsung kepada masyarakat lokal/Indonesia dalam bentuk eceran. Kopi yang nantinya dijual kepada masyarakat lokal/Indonesia tersebut akan diberi nama In-Co yang merupakan singkatan dari Intan Coffeee. Beberapa varian yang akan dijual antara lain Robusta, Arabica dan Riberica. Untuk itu, diperlukan sebuah media kemas yang dapat membungkus, melindungi produk sekaligus dapat mengenalkan kopi tersebut kepada masyarakat. Kemasan diharapkan juga dapat menambah value product dari kopi In-Co agar dapat bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada di pasaran. Desain grafis, memiliki peran untuk membantu terwujudnya kemasan yang baik bagi kopi In-Co. Diperlukan sebuah upaya kolaborasi antara kopi In-Co sebagai mitra dengan dunia desain grafis yang merupakan salah satu cabang keilmuan di Universitas Komputer Indonesia dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Jenis pengabdian yang disasar adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Kelompok tani Mandalawangi sebagai sasaran (mitra) masyarakat yang produktif secara ekonomi. Kata kunci: desain grafis, kemasan, kopi, produk.
PROGRAM PENGENALAN DAN PELATIHAN TIPOGRAFI DASAR BAGI GURU DAN SISWA TINGKAT SLTA DI BAWAH NAUNGAN MGMP (MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN) BAHASA JEPANG PROVINSI JAWA BARAT: PROGRAM PENGENALAN DAN PELATIHAN TIPOGRAFI DASAR BAGI GURU DAN SISWA TINGKAT SLTA DI BAWAH NAUNGAN MGMP (MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN) BAHASA JEPANG PROVINSI JAWA BARAT Wantoro, Wantoro
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 5 No. 1 (2024): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v5i1.11461

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang provinsi Jawa Barat merupakan forum bagi guru khusus Bahasa Jepang untuk mendapatkan dan berbagi informasi terkait perkembangan IPTEK, kurikulum, metodologi, dan sebagainya yang beralamat di Cibolerang, Kopo, Bandung. Forum ini memiliki potensi untuk memperluas pengetahuan guru dalam hal penguasaan materi pembelajaran, penyusunan silabus, pengembangan RPP, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, metode & tata cara pembelajaran, dan lainnya. Sayangnya, karena kurangnay pengetahuan, potensi-potensi tersebut menghadapi permasalahan untuk diwujudkan Melalui FUDADEMESHI 2023, pelaksana membuat pelatihan mengenai Tipografi Dasar sebagai bekal dalam perancangan poster atau materi pembelajaran Bahasa Jepang bagi guru dan siswa Tingkat SLTA di bawah naungan MGMP Bahasa Jepang Provinsi Jawa Barat. Kegiatan pelatihan Tipografi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Peserta yang mengikuti sebanyak 77 Partisipan yang terdiri dari Guru dan Siswa MGMP Bahasa Jepang Jawa Barat. Pengetahuan yang didapat peserta dari pelatihan khususnya siswa kemudian diaplikasikan kedalam perancangan poster bertema “Aku dan Japan” yang akan disertakan dalam lomba. Dengan adanya pelatihan, kualitas visual para peserta dalam mendesain poster menjadi meningkat. Lebih lanjut, diharapkan dengan pelatihan ini para peserta menjadi lebih mahir dalam memilih huruf yang tepat untuk hal lainnya khususnya kegiatan belajar mengajar.
Perancangan Video Dokumenter Nilai-Nilai Pencak Silat Bima Suci Fadilah, Fadel Arthagena; Wantoro, Wantoro
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 1 No 2 (2021): DIVAGATRA #02
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.188 KB) | DOI: 10.34010/divagatra.v1i2.5643

Abstract

Bima Suci is a college of pencak silat located in Kuningan, West Java, which in every exercise instills spiritual and moral values for its pesilat. Communities in Kuningan regency lack information about this, hence the need for information facilities provided by the community so that information about the values in Bima Suci can be conveyed properly. Audio and visual information media in the form of documentary videos are media used to convey things in Bima Suci colleges because documentary videos can convey information and messages needed to the public more clearly.
Perancangan Video Informasi Griya Glass Suhudi, Kevin Dimas Achda; Wantoro, Wantoro
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 1 No 2 (2021): DIVAGATRA #02
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.656 KB) | DOI: 10.34010/divagatra.v1i2.5789

Abstract

Stained glass is stained glass, made into a window of pieces on glass arranged to be images or patterns. Griya glass is one of the stained glass producers located in Bandung. Griya glass is having some troubles on production as there is no consistency in documentation of stained glass products, sticking phone number as their watermark and logo on photos puts the their reputation at risk, lack of detail on the product design style and the documentation quality of the products and the making process. Griya glass has social medias such as instagram and facebook, but the information about their products posted on same page as owner's personal life posts. Fluctuation of content consistency social media design sustain consumer’s confuse. In conclusion, update and post Griya Glass content, informations and products on social medias is necessary to decrease some of their problems. An information video is a fresh approach to inform everything happen and made by Griya Glass to their consumers. A video-based platform of information is mean spreading information about something important, to the audience, that intend to try to convince people about the products and Griya Glass itself so well.
Edukasi Deteksi Dini Stunting Bagi Bunda PAUD Di Gugus Durian Kota Semarang Sumanto, Reni Pawestuti Ambari; Astuti, Henny Puji; Wantoro, Wantoro
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.676 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i1.14303

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis, anak stunting akan mengalami dampak yang mengkhawatirkan antara lain penurunan kualitas sumber daya manusia hingga dampak kesehatan di masa dewasa. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan edukasi deteksi dini stunting pada bunda Pos PAUD Gugus Durian dalam rangka menurunkan angka stunting di Kota Semarang. Kegiatan pengabdian telah berlangsung pada Bulan Agustus Tahun 2020 dengan melibatkan bunda Pos PAUD Gugus Durian sebanyak 13 orang, pelaksanaan edukasi melalui metode ceramah dan diskusi. Adapun pelaksanaan berlangsung secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Hasil kegiatan telah memenuhi target yaitu target jumlah peserta sebanyak 88%, ketercapaian tujuan pengabdian yang ditunjukkan dengan respon positif peserta saat berdiskusi, ketercapaian target materi dengan pemberian materi melalui media powerpoint dan modul serta kemampuan peserta dalam penguasaan materi ditandai dengan kemampuan analisis kasus perawakan pendek yang ditemukan di lingkungan sekitar. Adapun rekomendasi dari hasil pengabdian ini adalah perlu adanya workshop lanjutan guna peningkatan keterampilan bunda PAUD dalam melakukan deteksi dini stunting pada balita.
STRUKTUR KOMUNITAS JENIS MANGROVE DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Wantoro, Wantoro; Syahdan, Muhammad; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i1.3303

Abstract

Kabupaten Tanah Laut adalah kabupaten yang memiliki ekosistem mangrove, dimana ekosistem mangrove tersebar sepanjamg pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui komposisi dan struktur tegakan; (2) Mengetahui pengelompokan jenis mangrove. Pengumpulan  data  dilakukan  melalui  pengamatan langsung (observasi)  dengan menggunakan metode Transek Garis dan Plot (line transect plot) dan analisis pengelompokan menggunakan Cluster Analysis dan Geographic Information System  (GIS).  Hasil penelitian menemukan komposisi jenis mangrove sejati di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Laut terdiri  dari  dua puluh tiga  jenis  yaitu Api-api (Avicennia spp.), jenis Rambai atau Pedada (Sonneratia spp.), jenis Bakau (Rhizophora spp.), jenis Dolichandrone spathacea (Buta-buta), Ceriops tagal, Tancang (Bruguiera spp.), Xylocarpus granatum (Apel laut), Lumnitzera littorea, Nypah fruticans, Intsia bijuga, Cerbara manghas , Heritiera littoralis, Jeruju., Ketapang, Pandan , Cemara, Waru. Jenis-jenis tersebut ditemukan di sepanjang pantai Kabupaten Tanah Laut dan berada pada muara sungai.
Penguatan Interelasi Guru dan Kurikulum Menuju PAUD Berkualitas Edi Waluyo; Amirul Mukminin; Bagus Kisworo; Wantoro, Wantoro; Nabila Zakiyyatul Af'idah
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i1.3224

Abstract

Teachers and curriculum are components that greatly influence the implementation and achievement of quality education. The role of teachers as implementers of learning in the classroom, greatly requires the role of the curriculum used as a guideline in learning, and vice versa, the curriculum requires the role of professional teachers as implementers of the curriculum in the classroom. The purpose of the community service activities that have been carried out is to strengthen the interrelationship between teachers and the curriculum, so that a strong relationship occurs as an effort towards the implementation of quality ECE. The method of community service activities uses participatory action research (PAR), with the aim of learning in overcoming problems and fulfilling needs in the community. In detail, the implementation of this community service activity is to meet the needs of ECE educators, by providing training through workshops and mentoring activities that are implemented in ECE institutions. Based on the objectives and methods used, this community service activity is to lead teachers and the curriculum in implementing quality ECE learning and development institutions. The implementation of the curriculum supported by professional teachers is capital for institutions in providing quality stimulation and learning services for early childhood. So the stronger the interrelationship between teachers and the curriculum, the easier it will be for ECE institutions to provide quality education services.