Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Market Proximity, Income, and Home Gardening: Investigating Determinants of Household Food Security for Young Children in Samarinda City Ginting, Riska Mayang Saputri; Reski, Sepsina; Megasari, Anitatia Ratna; Fikri, Mohammad
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2025): VOLUME 16 NO.1 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i1.2045

Abstract

Food insecurity remains a significant public health issue, especially among infants and young children. This study aimed to identify the determinants of food security among 6-23-month-old infants in Mangkupalas, Samarinda, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 137 households with infants aged 6-23 months in Puskesmas Mangkupalas area. The study used consecutive sampling in 3 villages namely tenun, mesjid and mangkupalas. Quantitative data were collected using a structured questionnaire and analyzed using spearman rank correlation test.A total of 73.7% of households locatednear markets were food secure compared to 52.5% of those far from markets, and this distance was statistically associated with household food security(p = 0.019, r = -0.201). Household income showed a significant positive association with food security (p = 0.008, r = 0.226), where 76.7% of households earning ≥3,500,000 IDR/month were food secure compared to only 52.2% among those earning ≤1,500,000 IDR/month. Interestingly, home gardening, which theoretically influences food security, was not found to have a significant association(p = 0.884, r = 0.017).The findings indicate that in urban areas, where food access heavily depends on purchasing power and proximity to food sources, household food security is shaped more by economic stability and market access than by subsistence practices like home gardening. Limited land availability and a narrow variety of cultivated crops may constrain the effectiveness of home gardening in contributing to nutritional adequacy.
Beyond Dietary Diversity: Household and Dietary Determinants of Wasting in Indonesian Children Ginting, Riska Mayang Saputri; Reski, Sepsina
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Indonesia is experiencing a triple burden of malnutrition—undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Wasting reflects acute nutritional imbalance caused by inadequate dietary intake and infection. Evidence linking dietary diversity, household food security, and wasting remains limited, particularly in the Puskesmas Mangkupalas area. Objective : To assess the associations between dietary diversity, household food security, and other related factors with wasting among children aged 6–23 months in Puskesmas Mangkupalas. Research Methods : A cross-sectional study was conducted among 137 children aged 6–23 months from Puskesmas Mangkupalas, selected through purposive sampling. Data collected included sociodemographic characteristics, dietary diversity, 24-hour dietary recall, anthropometric measurements, macronutrient intake, and household food security. Spearman correlation tests were used to examine associations between variables. Results : The triple burden was evident, with 40.1% of children wasted and 11.7% overweight or obese. Nearly half (48.9%) consumed non-diverse diets. Dietary diversity (p = 0.100) and household food security (p = 0.379) were not significantly associated with wasting. Significant correlates included the presence of smokers in the household, recent child illness, market proximity, household income, and macronutrient intake—energy (p = 0.001, r = 0.354), fat (p = 0.048), and carbohydrates (p < 0.001). Conclusion/Lesson Learned : The coexistence of wasting and overweight reflects the ongoing nutrition transition. Addressing this issue requires multi-sectoral actions prioritizing modifiable household and dietary factors—such as smoking exposure, market access, and energy adequacy— beyond dietary diversity and food security measures to effectively reduce acute malnutrition.
Pengaruh Pemberian Yoghurt Tempe Kedelai Dan Nanas (Ananas Comosus L) Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pekerja Di Kantor Dpmk Kutai Barat Dhea Ameliani Agnesia; Sepsina Reski; Emelia Tonapa; Farida Nailufar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3118

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi pada kelompok usia produktif. Intervensi non-farmakologis berbasis pangan fungsional dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yoghurt tempe kedelai dan nanas terhadap kadar kolesterol total pada pekerja di Kantor DPMK Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (One Group Pretest-Posttest). Sampel berjumlah 20 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa pemberian yoghurt tempe kedelai dan nanas sebanyak 200 ml per hari selama 7 hari. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar kolesterol total setelah intervensi dengan nilai p = 0,008 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik. Rata-rata skor pre-test sebesar 53,73 meningkat menjadi 85,64 pada post-test, dengan nilai p-value 0,000 (< 0,05), menandakan peningkatan yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa pemberian yoghurt tempe kedelai dan nanas efektif menurunkan kadar kolesterol total dan berpotensi sebagai strategi intervensi non-farmakologis dalam pengendalian hiperkolesterolemia pada kelompok pekerja.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Balita Bermasalah Gizi Ratnawati, Ratnawati; Reski, Sepsina; Wahyutri, Endah; Supriadi, Supriadi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.36257

Abstract

Abstract:  The issue of toddlers experiencing stagnant weight gain at posyandu continues to pose a challenge in preventing malnutrition. One promising intervention is the provision of supplementary feeding made from locally available foods that align with community dietary patterns and nutritional requirements. This community service aims to improve the mother nutrition knowledge and weight gain among toddlers with growth faltering at community health centers. The community engagement activity involved administering supplementary food for 14 consecutive days to eight toddlers with no weight gain, consisting of 12 days of nutrient-dense snacks and 2 days of complete main meals. The supplementary food was distributed by posyandu cadres directly to the children’s homes, accompanied by educational sessions on infant and young child feeding practices. Findings revealed an improvement in mothers’ nutritional knowledge from 88% categorized as good to 100% good, alongside an average increase in toddlers’ body weight from 11.68 kg to 11.91 kg. The implementation of locally based supplementary food demonstrates potential in promoting weight gain among toddlers with stagnant growth and serves as a viable model for sustainable nutrition interventions at the posyandu level.Abstrak: Masalah balita dengan berat badan tidak naik (T) di posyandu masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan gizi kurang. Salah satu intervensi yang efektif adalah pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebiasaan makan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan berat badan balita dengan status tidak naik (T) di posyandu melalui pemberian PMT berbasis pangan lokal. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan selama 14 hari kepada 8 balita yang tidak naik berat badannya (T), terdiri dari 12 hari pemberian kudapan bergizi dan 2 hari pemberian menu makan utama lengkap. Pemberian PMT dilakukan oleh kader posyandu dan diantarkan ke rumah balita disertai dengan edukasi terkait pemberian makan bayi dan anak. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi ibu balita dari 88% baik menjadi 100% baik, peningkatan berat badan balita dari rata-rata 11.68 kg menjadi 11.91 kg. Pemberian PMT berbasis pangan lokal berpotensi meningkatkan berat badan balita dengan status tidak naik (T) dan dapat menjadi model intervensi gizi yang berkelanjutan di tingkat posyandu