Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Idle Talk dalam Penyampaian Berita di Media Sosial: Analisis Perspektif Martin Heidegger Trifena Feisa Samola; Fitzerald Kennedy Sitorus
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep idle talk (Gerede) dalam pemikiran filsuf Martin Heidegger serta mengkaji relevansinya dalam praktik penyampaian berita di media sosial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana fenomena komunikasi dangkal yang dijelaskan Heidegger tercermin dalam pola penyebaran informasi digital, serta bagaimana hal ini berdampak pada keautentikan eksistensial individu dalam menerima dan merespons informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan filosofis eksistensial dengan analisis kualitatif terhadap konten media sosial seperti Twitter, Facebook, dan YouTube. Penelitian ini menelaah bagaimana informasi yang beredar di platform tersebut sering kali disebarluaskan tanpa penyingkapan kebenaran yang sejati, dan lebih merupakan pengulangan tanpa refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep idle talk Heidegger sangat relevan dalam menggambarkan penyebaran berita palsu dan viral, di mana individu cenderung terjebak dalam arus informasi massal tanpa pemahaman pribadi yang mendalam. Hal ini menciptakan ilusi pemahaman yang menjauhkan individu dari realitas dan keautentikan eksistensial. Studi ini menyimpulkan bahwa budaya komunikasi digital saat ini memperkuat pola komunikasi yang dangkal dan tidak otentik, yang pada gilirannya mengaburkan batas antara informasi, kebenaran, dan pemahaman eksistensial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi refleksi kritis terhadap etika bermedia sosial dan pentingnya kesadaran dalam menyerap informasi.
Dampak Positif dan Negatif Media Digital dalam Pendekatan Filsafat Lisa Indriani; Fitzerald Kennedy Sitorus
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif dan negatif media digital dalam kehidupan manusia modern melalui pendekatan filsafat. Perkembangan media digital telah mengubah secara fundamental cara manusia memperoleh informasi, berkomunikasi, dan menjalin relasi sosial. Namun, kemajuan ini juga menimbulkan persoalan mendalam terkait aspek eksistensial, realitas, dan etika. Dengan merujuk pada pemikiran para filsuf seperti René Descartes, Immanuel Kant, Martin Heidegger, dan Jean Baudrillard, penelitian ini mengkaji pengaruh media digital terhadap epistemologi, aksiologi, serta memunculkan kritik terhadap fenomena alienasi dan realitas semu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh dari literatur filsafat, teori media, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memberikan kontribusi positif dalam memperluas akses terhadap pengetahuan, membentuk interaksi sosial yang lebih inklusif, serta mendorong terbentuknya nilai-nilai baru yang lebih terbuka dan toleran. Di sisi lain, media digital juga berpotensi menimbulkan alienasi eksistensial serta menciptakan realitas palsu yang menyulitkan individu membedakan antara fakta dan ilusi. Dari perspektif etika, media digital dapat menjadi sarana penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang mengancam tatanan sosial dan moralitas bersama. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kritis dan pengelolaan yang bijak agar media digital dapat berfungsi secara konstruktif dalam pembangunan peradaban manusia.
PENDIDIKAN NILAI DAN KARAKTER UNTUK KOMUNITAS GURU BELAJAR NUSANTARA KABUPATEN BANYUMAS DI PURWOKERTO, JAWA TENGAH Aripin Tambunan; Alexander Aur; Fitzerald Kennedy Sitorus; Ferdinandus Butar-butar; Enggar Pribadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2719

Abstract

The goal of this study is to reveal the importance of comprehensive values and character education by teachers. Education plays a significant role in shaping students as whole human beings, which is why values and character education is not merely about making students behave well or obey existing moral values. Rather, it is about enabling students to express their character, which develops through the integration of their thoughts, feelings, desires, and actions. This process is achieved through the internalization of values and character, so that all dimensions of humanity can grow and be shaped into well-rounded individuals. Meanwhile, the context (needs) of this study is to answer the problems caused by the crisis of values as expressed by Wawan Wardiana from the Integrity Assessment Survey. To achieve the objectives in this context, teachers in the Nusantara Learning Community (KGBN) in Banyumas Regency need to receive values education training through a process of internalization using the value transmission method. To achieve the desired results, a qualitative case study research method was used. The results of this study can improve the understanding and competence of KGBN teachers in conducting values and character education through the internalization of values and character by means of value transmission.