Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Asi Eksklusif sebagai Determinan Stunting pada Balita Usia 13- 24 Bulan di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Bandar Lampung Astuti, Dewi Woro; Hervidea, Radella; Erwin, Tubagus
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11078

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan, kecerdasan, lebih rentan penyakit, dan di masa depan dapat menurunnya produktifitas. Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yakni 27,67%. Studi pendahuluan di Kelurahan Keteguhan tahun 2022 tercatat 28,82% balita stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan factor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 13-24 bulan di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian observasional  analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita usia 13-24 bulan sejumlah 318 dan sampel 195 balita. Analisis yang digunakan menggunakan SPSS versi 16.0 meliputi univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik ganda.Penelitian dilakukan pada bulan April 2021. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi stunting sebanyak 29,7%, Ibu hamil KEK 30,8%, BBLR 17,4%, status ASI Eksklusif sebanyak 40%, Pendidikan orang tua tinggi 55,4%, dan pendapatan keluarga tinggi sebanyak 54,9%.  Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan status gizi ibu hamil (OR=4,276), BBLR (OR=3,962), ASI Ekslusif (OR=4,608), dan pendapatan keluarga (OR=3,306) dengan stunting. Namun tidak ada hubungan antara pendidikan orang tua dengan stunting (p value=0,145). Hasil analisis multivariat didapatkan determinan stunting terdiri dari Status Gizi Ibu Hamil, ASI Ekslusif dan Pendapatan keluarga. Adapun faktor yang paling dominan adalah ASI Esklusif (OR=4,192).   Rekomendasi penelitian ini adalah perlu revitalisasi peran petugas kesehatan khususnya  bidan di berbagai tingkatan untuk meningkatkan cakupan ASI Ekslusif dan status gizi (KEK) ibu hamil dalam penurunan prevalensi stunting. Kata Kunci : BBLR, ASI Eksklusif, KEK, Pendidikan, Pendapatan, Stunting  ABSTRACT The incidence of stunting is a nutritional problem that has an impact on growth and development, intelligence, is more susceptible to disease, and in the future can decrease productivity. The prevalence of stunting in Indonesia is still high, namely 27.67%. A preliminary study in Kelurahan Keteguhanin 2022 recorded that 13.84% of children under five were stunted. The research objective was to determine factors the incidence of stunting in toddlers 13-24 months in Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung in 2021.This type of research is analytic observational with a cross sectional design. The population in this study were all aged 13-24 months, namely 318 and a sample of 195 toddlers. The analysis used using SPSS version 16.0 includes univariate with frequency distribution, bivariate using chi square test, and multivariate with multiple logistic regression. The study was conducted in April 2021. The results of stunting was 29.7%, pregnant women with KEK 30.8%, LBW 17.4%, exclusive breastfeeding status was 40%, high parental education was 55.4%, and high parental income was 54, 9%. The results of the bivariate analysis showed that there was a correlation between the nutritional status of pregnant women (OR = 4.276), LBW (OR = 3,962), exclusive breastfeeding (OR = 4.608), and parental income (OR = 3.306) with stunting. However, there is no correlation between parental education and stunting (p value = 0.145). The results of the multivariate analysis showed the determinants of stunting consisted of the nutritional status of pregnant women, exclusive breastfeeding and parents' income. The most dominant factor is exclusive breastfeeding (OR = 4.192). The recommendation of this study isneed to revitalize the role of health workers, especially midwives at various levels, to increase the coverage of exclusive breastfeeding and nutritional status (KEK) of pregnant women in reducing the prevalence of stunting, besides that there is a need for a greater role in cross-sectoral involvement in preventing the incidence of stunting. Keywords: LBW, Exclusive Breastfeeding, KEK, Education, Income, Stunting
Efektivitas Pemberian Brownis Ketan Hitam dan Buah Naga Merah Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Negeri Baru Waykanan Ansiskah, Relly; Hervidea, Radella; Astuti, Dewi Woro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7294

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan peningkatan kadar glukosa darah. Prevalensi DM terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Pengendalian DM memerlukan pendekatan non-farmakologis, seperti pola makan sehat. Tujuan: untuk mengevaluasi efektivitas brownis ketan hitam dan buah naga merah dalam menurunkan kadar gula darah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Negri Baru Waykanan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 pasien DM tipe 2 yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pemberian brownis ketan hitam dan buah naga merah. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glucometer. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Pemberian brownis ketan hitam dan buah naga merah efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Karna ketan hitam mengandung antosianin yang tinggi, kaya akan serat dan merupakan pangan fungsional lokal yang berpotensi sebagai alternatif pendamping pengobatan DM.
Penerapan dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan hipertensi dan stroke pada lansia Astuti, Dewi Woro; Puteri, Hidayatusy Syukrina; Hervidea, Radella; Jayadi, Ajib; Saleh, Asep Jalaludin
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2480

Abstract

Background: Hypertension is a major health problem among the elderly and a key risk factor for stroke and cardiovascular disease. Its prevalence increases with age, with high sodium intake, low fiber diet, and lack of physical activity as modifiable risk factors. Educational interventions through Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet and regular physical activity have been proven effective in reducing blood pressure, improving healthy behaviors, and enhancing quality of life. Elderly populations in rural areas face limited access to health information, making community-based approaches essential for improving knowledge, attitudes, and behaviors in preventing hypertension and stroke. Purpose: Improving the knowledge, attitudes, and behavior of the elderly in implementing a healthy lifestyle through education on dietary approaches to stop hypertension (DASH) and physical activity. Method: The study was conducted on November 2, 2025, at Tanjung Rejo Village Hall, Pesawaran District, Lampung, involving 60 elderly participants aged ≥60 years selected using purposive sampling. A quasi-experimental pretest–posttest one group design was applied, with interventions including health education, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet menu demonstrations, simple physical activities, and two weeks of mentoring. Data were collected using questionnaires to assess knowledge and behavior, while blood pressure was measured with a digital sphygmomanometer. Analysis was performed using descriptive and inferential statistics. Results: Significant improvements were observed in knowledge, healthy eating behavior, and physical activity after the intervention. Knowledge increased from 40% (fair) at pre-test to 70% (good) at post-test, healthy eating behavior from 45% (fair) to 60% (good), and physical activity from 70% (inactive) to 65% (active). Mean systolic blood pressure decreased from 152 ± 12 mmHg to 138 ± 10 mmHg, and diastolic from 94 ± 8 mmHg to 86 ± 6 mmHg, with paired t-test results showing significant differences (p < 0.05). Conclusion: DASH diet education and physical activity proved effective in improving knowledge, healthy behaviors, and reducing blood pressure among the elderly. This intervention can serve as a relevant preventive strategy against hypertension and stroke, focusing on lifestyle modification through healthy diet and regular physical activity. The significant reduction in blood pressure highlights meaningful clinical impact, supporting the recommendation of community-based educational programs to enhance elderly quality of life. Suggestion: Sustainable DASH diet and physical activity programs should be integrated into elderly health services at the community level. Strengthening the role of families and health cadres, supported by culturally adapted modules and innovative educational media, is essential. Future research should employ more comprehensive designs, larger samples, and longer evaluation periods to provide stronger scientific evidence, while community-based programs are recommended to maintain healthy lifestyle changes among the elderly. Keywords: DASH; Diet; Elderly; Hypertension and stroke; Physical activity; Prevention Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang menjadi faktor risiko penting terhadap stroke dan penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat serta kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Intervensi berbasis edukasi melalui pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dan aktivitas fisik teratur terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, memperbaiki perilaku hidup sehat, serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Lansia di pedesaan menghadapi keterbatasan akses informasi kesehatan sehingga pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pencegahan hipertensi dan stroke. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku lansia dalam menerapkan gaya hidup sehat melalui edukasi dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 2 November 2025 di Balai Desa Tanjung Rejo Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan melibatkan 60 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest one group design, dengan intervensi berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi menu diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), praktik aktivitas fisik sederhana, serta pendampingan selama dua minggu. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan dan perilaku, sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial uji paired t-test. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, perilaku pola makan sehat, dan aktivitas fisik lansia setelah intervensi edukasi diet DASH dan aktivitas fisik sederhana. Mayoritas tingkat pengetahuan meningkat dari kategori cukup (40%) pada pre-test menjadi baik (70%) pada post-test, perilaku pola makan sehat dari cukup (45%) menjadi baik (60%), serta aktivitas fisik dari kurang aktif (70%) menjadi aktif (65%). Selain itu, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 152 ± 12 mmHg menjadi 138 ± 10 mmHg dan diastolik dari 94 ± 8 mmHg menjadi 86 ± 6 mmHg, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p-value<0.05). Simpulan: Edukasi diet DASH dan aktivitas fisik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, serta menurunkan tekanan darah pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan strategi preventif yang relevan dalam pencegahan hipertensi dan stroke, dengan fokus pada perubahan gaya hidup melalui penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Penurunan tekanan darah yang signifikan menunjukkan adanya dampak klinis yang bermakna, sehingga program edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Saran: Perlunya program edukasi diet DASH dan aktivitas fisik yang berkelanjutan melalui integrasi dengan layanan kesehatan lansia di masyarakat. Peran keluarga dan kader kesehatan perlu diperkuat, dengan dukungan modul berbasis budaya lokal dan media edukasi inovatif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain lebih komprehensif, sampel lebih besar, dan periode evaluasi lebih panjang agar bukti ilmiah lebih kuat, sementara program berbasis komunitas direkomendasikan untuk mempertahankan gaya hidup sehat lansia.
HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI KEKINIAN DAN SNACK PENDAMPING DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SMA AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Rahmawati, Frischa Adinda; Erwin , Tubagus; Hervidea, Radella
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.36176

Abstract

Permasalahan gizi banyak terjadi di kalangan remaja karena pilihan gaya hidup tidak sehat yang dipengaruhi oleh tren modern, termasuk pemilihan makanan yang buruk sehingga berdampak negatif pada status gizi. Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan sambil minum kopi seringkali menyebabkan asupan energi melebihi kebutuhan harian sehingga meningkatkan risiko kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan minum kopi masa kini dan konsumsi jajanan dengan status gizi siswa SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun 2024. Dengan menggunakan metode cross-sectional, penelitian ini melibatkan 84 siswa kelas 11 dan 12. , berusia 15-17 tahun, dipilih melalui rumus Slovin sampling dan simple random sampling. Analisis statistik (p = 0,015, p = 0,001) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi dan jajanan dengan status gizi. Temuan utamanya mencakup konsumsi kopi dalam kategori sedang oleh 45% (27 siswa) sedangkan konsumsi makanan ringan sebagian besar dalam kategori buruk oleh 96,7% (57 siswa). Studi tersebut menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi dan makanan ringan dengan status gizi, dengan korelasi positif sedang (r = 0,015, r = 0,001), yang menunjukkan bahwa konsumsi kopi dan makanan ringan yang lebih tinggi berdampak buruk terhadap status gizi. Oleh karena itu, baik sekolah maupun remaja disarankan untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan dan minum agar status gizinya tetap normal.