Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA MARGOMULYO Astuti, Cristi Galuh Tri; Yugistyowati, Anafrin; Dewi, Ika Mustika
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.11845

Abstract

Masalah kesehatan pada balita yang sedang menjadi perhatian dunia adalah stunting. Kabupaten Sleman menduduki urutan ketiga dengan kejadian stunting sebesar 15%; sedangkan pemerintah daerah menargetkan angka prevalensi stunting menurun hingga 14%. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk terus menurunkan angka kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Margomulyo Seyegan Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksprimental dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional sampling dan purposive sampling, didapatkkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan ibu tentang gizi, dan kuesioner pola asuh pemberian makan. Analisa bivariat dalam penelitian ini adalah uji spearman rank. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibu tentang gizi terhadap kejadian stunting dengan p-value sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,692. Kemudian, pola asuh pemberian makan berhubungan terhadap kejadian stunting dengan p-value sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,425. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Margomulyo Seyegan Kabupaten Sleman.
Electronic-based Participatory Empowerment Module on the Knowledge and Attitudes of Pregnant Women in the Prevention of Low Birth Weight Fatimah, Tri Nur; Yugistyowati, Anafrin; Samutri, Erni; Dewi, Ika Mustika
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI), Vol 8 (1), 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i1.14042

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian BBLR masih tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas dan motalitas. Upaya preventif dan promotif dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan dengan pemberdayaan partisipatif kader dan ibu hamil menggunakan inovasi media edukasi e-modul untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Tujuan: Untuk mengetahui pemberdayaan partisipatif berbasis elektronik modul terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Metode: Penelitian ini merupakan pra-eksperimen one group pretest-posttest dilakukan di Wilayah Puskesmas Nanggulan dengan sampel 30 ibu hamil melalui teknik purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner sosio-demografi, pengetahuan, sikap, dan media edukasi berbasis e-modul tentang pencegahan BBLR. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji Wilcoxon dan uji N-Gain Score untuk analisa bivariat. Hasil: menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberdayaan partisipatif berbasis e-modul terhadap pengetahuan (p-value = 0,003) dan sikap (p-value = 0,001) ibu hamil. Melalui uji N-Gain tergolong rendah dengan rerata pengetahuan (0,235<0.3) dan sikap (0,154<0.3). Simpulan: Pemberdayaan partisipatif berbasis e-modul dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan BBLR secara statistik, namun efektivitas praktis tergolong rendah sehingga dibutuhkan optimalisasi media dan strategi pendampingan lanjutan. Kata Kunci: E-modul; Ibu Hamil; Pencegahan BBLR; Pengetahuan; Sikap
Dampak Penggunaan Media Berbasis Android terhadap Self-efficacy Ibu dalam Merawat Neonatus Sukoco, Bekti; Kartika, Esa; Yugistyowati, Anafrin
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1526

Abstract

Latar belakang: Bayi baru lahir (neonatus) sangat rentan terhadap penyakit. Kualitas perawatan yang baik, terutama dari ibu, sangat penting. Salah satu cara meningkatkan kualitas perawatan adalah dengan meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam merawat bayinya (self-efficacy). Pendidikan yang tepat, terutama melalui media yang mudah diakses seperti smartphone, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri ibu. Tujuan: untuk mengevaluasi dampak penggunaan media berbasis android terhadap self-efficacy ibu dalam merawat neonatus. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan non equivalent control group. Responden berjumlah 62 ibu hamil trimester III yang melakukan ANC di Puskesmas yang dibagi menjadi kelompok eksperimen menggunakan media android (n=31) dan kelompok kontrol menggunakan booklet (n=31). Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner Perceived Maternal Parenting Self-efficacy Scale (PMP-SE). Analisis yang digunakan adalah independent samples t-test dan paired t-test. Hasil: penggunaan media berbasis android dapat meningkatkan faktor prosedur perawatan pada self efficacy ibu dalam merawat neonatus (p=0,032) dan ditemukan adanya perbedaan faktor keyakinan situasional di antara kedua kelompok (p=0,002). Kesimpulan: Penggunaan media berbasis android dapat meningkatkan faktor prosedur perawatan pada self-efficacy ibu dalam merawat neonatus, sehingga berpotensi sebagai media edukasi untuk ibu yang berada jauh dari pusat layanan kesehatan agar memperoleh informasi secara rutin.
Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting): Pemberdayaan Kader dan Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting di Kalurahan Guwosari Yugistyowati, Anafrin; Fatimah, Fatma Siti; Ratnasari, Asti; Pasha, Al Fathur Gibran; Husna, Asmaul; Ramandha, Azmi Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20884

Abstract

Background: Stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Bantul, prevalensi stunting menunjukkan tren fluktuatif, termasuk di Kalurahan Guwosari sebagai lokus prioritas sejak 2020. Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting) bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dan ibu hamil melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dikombinasikan dengan inovasi lokal, yaitu aquaponik ember ”KITA PANEN” untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil sebagai alat bantu pemantauan gizi berbasis digital. Metode: Kegiatan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan dengan melibatkan 30 kader serta 15 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui pre–post test pengetahuan dan observasi keterampilan layanan posyandu ILP, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dengan skor rata-rata dari 76,9 ± 4,4 pada pre-test menjadi 98,8 ± 1,0 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,9 poin atau 28,5%. Observasi menunjukkan keterampilan kader dalam pelaksanaan layanan Posyandu ILP berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek sikap pelayanan (89,5% sangat baik) dan koordinasi tim (84,2% sangat baik), meski konseling masih relatif lebih rendah (68,4% sangat baik). Kesimpulan: Program EMAS ZEST efektif meningkatkan kapasitas kader dan ibu hamil dalam penerapan layanan posyandu ILP. Inovasi sederhana berbasis konteks lokal seperti aquaponik ember “KITA PANEN” dan Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil terbukti memperkuat promosi kesehatan partisipatif untuk pencegahan stunting.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TARIK NAFAS DALAM DAN AFIRMASI POSITIF MENGURANGI DEPRESI PADA PERAWAT DI PUSKESMAS BANTUL YOGYAKARTA Lovadira , Layla; Siti Fatimah, Fatma; Yugistyowati, Anafrin; Jaka Sarwadhamana, Raden
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 2 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i2.708

Abstract

​​Background: Depression is the most common mental health problem experienced by nurses, especially in stressful environments. It can affect performance, reduce effectiveness, and decrease work productivity. One effective method to reduce depression is deep breathing techniques, which help enhance comfort and increase the body’s resilience. Additionally, positive affirmations short, simple statements spoken aloud and repeated slowly also help build confidence and combat depression. Objective: To determine the effectiveness of combining deep breathing techniques and positive affirmations in reducing depression among nurses at Bantul Public Health Center, Yogyakarta. Method: This study used a quantitative approach with a pre-experimental design employing a one-group pretest-posttest design. The sampling technique was non-probability sampling, specifically purposive sampling. The sample consisted of 17 respondents. Data collection was conducted using pre-test and post-test questionnaires. The DASS-42 instrument was used to measure depression levels. Data analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test to compare depression scores before and after the intervention within the same respondents. Results: Among the 17 respondents, 15 showed a decrease in depression scores, 1 showed an increase, and 1 showed no change. The average depression score significantly decreased from 3.29 to 0.41 following the deep breathing and positive affirmation intervention, with a Wilcoxon test significance value of 0.002 (p < 0.05). Conclusion: This study demonstrated a significant reduction in depression scores following the intervention combining deep breathing and positive affirmations, indicating that the intervention is effective in reducing depression among nurses at Bantul Public Health Center. Therefore, it is recommended to implement this intervention routinely as an effort to improve the mental health of healthcare workers.
Vitamin B6 Supplementation and Premenstrual Syndrome In Adolescents Munawaroh, Siti Raudah; Nurunniyah, Siti; Nurinda, Eva; Paramita, Dyah Pradnya; Aji, Arif Sabta; Kurniawati, Putri; Yugistyowati, Anafrin; Wahyuningsih
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 5 No. 1 (2025): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v5i1.1703

Abstract

Background: Many women experience physical discomfort during menstrual periods with symptoms of menstrual disorders, such as abdominal pain and emotional instability, including mood swings and depression. PMS decreases adolescent creativity and productivity. Vitamin B6 induces the production of serotonin, which is assumed to reduce PMS symptoms. Objective: To find out the effectiveness of vitamin B6 supplementation in reducing PMS symptoms and which symptoms are most responsive to Vitamin B6. Methods: We conducted quasi-experimental, randomised, blinded, and controlled trials. The intervention and control groups each consisted of 20 adolescent girls aged 15-17 years. Adolescent girls who experienced PMS were randomly divided into two groups: group A was given vitamin B6 supplementation, and group B was given a placebo. where the respondent does not know which group he belongs to. The modified Premenstrual Syndrome Questionnaire and Premenstrual Symptom Questionnaire were used to determine the severity of PMS before and after the intervention. The data was analysed with a T-test. Initially, 154 girls were screened using an initial questionnaire, of which 142 were known to have PMS. 40 adolescent girls were randomly assigned to either a vitamin B6 group or a placebo. Results: There was a significant difference in the severity of PMS before and after in the group given vitamin B6 supplementation intervention with a P value of ≤ 0.05. The change in the severity score was the most in type D PMS. Conclusion: Vitamin B6 supplementation has an effect in reducing PMS. The largest score decline was in type D (depression), followed by type A (anxiety). Therefore, vitamin B6 may be recommended as a supplement for adolescent girls who experience PMS.
Penerapan Pemberdayaan Partisipatif Berbasis Elektronik Modul Terhadap Dorongan Bertindak Ibu Hamil Dalam Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah di Kabupaten Kulon Progo Iko Ramadhanu; Anafrin Yugistyowati; Ika Mustika Dewi; Erni Samutri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.150

Abstract

Latar Belakang : Bayi merupakan generasi penerus kehidupan, sehingga kualitas kesehatan bayi sangat penting untuk pembangunan. Angka kematian bayi (AKB) yang tinggi, terutama karena Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), menjadi masalah kesehatan serius. Di Indonesia, BBLR merupakan penyumbang utama kematian bayi, dengan prevalensi yang fluktuatif. Kabupaten Kulon Progo memiliki prevalensi BBLR tertinggi di DIY. Oleh karena itu, pencegahan BBLR melalui edukasi kesehtan dan pemberdayaan ibu hamil sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui penerapan pemberdayaan partisipatif berbasis elektronik modul terhadap dorongan bertindak ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one group pretest-posttest. Lokasi penelitian berada di wilayah Puskesmas Nanggulan. Sampel yang digunakan berjumlah 30 ibu hamil, yang dipilih melalui teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dorongan bertindak, serta media edukasi berupa modul elektronik (e-modul) tentang pencegahan BBLR. Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji wilcoxon dan perhitungan N-Gain Score. Hasil penelitian : Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dorongan bertindak dari 40,93 pada pretest menjadi 58,10 pada posttest, yang mencerminkan peningkatan dorongan bertindak responden setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan dorongan bertindak signifikan secara statistik setelah intervensi. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui modul elektronik terhadap peningkatan dorongan bertindak ibu hamil
PENERAPAN TERAPI INHALASI PADA ANAK PNEUMONIA TERHADAP KEEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS: Application of Inhalation Therapy on Airway Clearance Effectiveness in Children with Pneumonia Ufairoh Salma Pratiwi; Anafrin Yugistyowati; Ika Mustika Dewi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.1742

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah lima tahun. Masalah keperawatan yang sering muncul pada kondisi ini adalah bersihan jalan napas tidak efektif, sehingga diperlukan intervensi cepat dan tepat. Terapi inhalasi kombinasi bronkodilator dan kortikosteroid terbukti bermanfaat dalam mengatasi gangguan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak dengan diagnosis pneumonia dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif yang dirawat di Bangsal Anak Menoreh Kidul, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Intervensi berupa terapi inhalasi Ventolin (Salbutamol) dan Pulmicort (Budesonide) dengan tambahan NaCl 0,9% diberikan setiap 6 jam selama tiga hari. Parameter yang diamati meliputi pengeluaran sputum, suara napas, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Setelah tiga hari intervensi, terjadi perbaikan klinis yang signifikan. Bunyi napas tambahan (wheezing dan ronki) berkurang hingga menghilang, produksi sputum meningkat, frekuensi napas menurun dari 45 menjadi 33 kali/menit (An. A) dan dari 38 menjadi 26 kali/menit (An. R), serta saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 98% (An. A) dan 97% (An. R). Terapi inhalasi kombinasi Ventolin dan Pulmicort dengan tambahan NaCl 0,9% efektif memperbaiki bersihan jalan napas pada anak dengan pneumonia. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari penatalaksanaan keperawatan standar untuk meningkatkan kualitas perawatan anak dengan gangguan pernapasan.
Intervention of Health Promotion Model Through Participatory Empowerment of Digital-Based Cadres on The Prevention Behavior of Low Birth Weight Babies (LBWB) Anafrin Yugistyowati; Erni Samutri
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 2 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i2.817

Abstract

Introduction: WHO data shows that 15 million babies are born with low birth weight (LBW) each year, and this number continues to rise. The challenge faced is how to improve healthy living behaviors during pregnancy and early detection of pregnancy risks. The issue of low birth weight is very serious and requires handling through strengthening promotional and preventive measures provided to pregnant women. The role of health cadres is also very important as providers of information and community mobilizers. Therefore, there is a need for effective digital-based empowerment methods for health cadres to improve preventive health behaviors against the occurrence of LBW. This research aims to analyze the effectiveness of a health promotion intervention model through the participatory empowerment of digital-based health cadres in preventing LBW incidentsMethods: A Quasi-Experimental research design with a Non-Equivalent Control Group Design involving 70 health cadre respondents (n: 35 in each intervention and control group) using Purposive Sampling technique, with inclusion criteria for cadres who are active; aged between 25 to 49 years; have at least a junior high school education; and possess a smartphone with a strong internet connection. The research instrument consists of a sociodemographic questionnaire, knowledge, attitudes, and the roles of cadres that have been tested for validity and reliability. Educational media in the form of a website-based e-module on the prevention of LBW. Test the normality of the data using the Shapiro-Wilk test and analyze the data using the Wilcoxon test, Mann-Whitney test, Paired t-Test, and Independent t-Test.Results: The statistical test results indicate a significant effect with knowledge, attitudes, and the role of cadres showing a p-value of 0.000 (p-value<0.05); this means that the digital-based participatory empowerment model for cadres is more effective in improving the behavior of preventing LBW incidents. The Mann-Whitney test results show that the average knowledge in both groups indicates a significant difference, with a mean value of 44.21 in the intervention group being higher than the control group, which has a mean value of 26.79 (p-value=0.000). The Independent t-Test results show that there is no statistically significant difference in the average attitudes and roles of cadres between the intervention and control groups (p-value>0.05).Conclusion: The model of participatory empowerment of cadres through digital-based training activities and cadre mentoring, along with the use of educational media in the form of e-modules, represents an innovation that can be implemented by health workers and cadres in efforts to promote health regarding the prevention of LBW incidents among pregnant women. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA MARGOMULYO Cristi Galuh Tri Astuti; Anafrin Yugistyowati; Ika Mustika Dewi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.11845

Abstract

Masalah kesehatan pada balita yang sedang menjadi perhatian dunia adalah stunting. Kabupaten Sleman menduduki urutan ketiga dengan kejadian stunting sebesar 15%; sedangkan pemerintah daerah menargetkan angka prevalensi stunting menurun hingga 14%. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk terus menurunkan angka kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Margomulyo Seyegan Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksprimental dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional sampling dan purposive sampling, didapatkkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan ibu tentang gizi, dan kuesioner pola asuh pemberian makan. Analisa bivariat dalam penelitian ini adalah uji spearman rank. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibu tentang gizi terhadap kejadian stunting dengan p-value sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,692. Kemudian, pola asuh pemberian makan berhubungan terhadap kejadian stunting dengan p-value sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,425. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Margomulyo Seyegan Kabupaten Sleman.