Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI BATUBARA UNTUK PENGEMBANGAN GASIFIKASI BAWAH PERMUKAAN : STUDI KASUS DESA MACANG SAKTI, PROVINSI SUMATERA SELATAN Asep Bahtiar Purnama; Yudha S. Subarna; Yoga A. Sendjadja; Budi Muljana; Binarko Santoso
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2017
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5010.39 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol13.No1.2017.156

Abstract

Batubara yang cocok untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan harus memenuhi persyaratan, antara lain kondisi geologis, ketebalan, kedalaman, kadar air total dan kadar abu. Berdasarkan persyaratan ini, tidak semua batubara dalam bisa dimanfaatkan untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan. Kegiatan eksplorasi batubara perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko geologis dan untuk mengetahui kondisi batubaranya. Berdasarkan hasil permodelan, ditemukan lapisan batubara D dengan kriteria kedalaman 200-300 m, ketebalan >5 m, kadar total air lembab+kadar abu <60%, nilai kalor 4.912-6.275 kkal/kg, reflektansi vitrinit 0,23-0,44 (lignit-subbituminus). Perhitungan sumber daya batubara dengan menggunakan software yang ada dan mengacu pada aturan SNI 5015-2011, menghasilkan sumberdaya tereka 3.316.578 ton, tertunjuk 1.909.560 ton dan terukur 2.479.951 ton. 
Hidrogeologi Desa Perapat Tunggal dan Sekitarnya, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Shahnaz Noveta Bastira; Budi Muljana; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Dewandra Bagus Eka Putra
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.116-128

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan daerah yang memiliki kondisi air tanah yang tidak layak dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Tersusun oleh litologi lempung, pasir dan sebagian rawa gambut yang mempengaruhi kondisi air tanah. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi airtanah berdasarkan pengamatan pada sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan kadar Ph berkisar antara 7,13 sampai 5,37. Hasil pemetaan muka air tanah menunjukkan arah aliran airtanah pada barat daya sesuai dengan topografi pada daerah penelitian. Rata – rata curah hujan pada daerah penelitian sebesar 1873 mm/tahun dan evaporasi sebesar 2437,1 mm/tahun serta defisit air sebesar 575,22 mm/tahun. Perhitungan neraca air menghasilkan debit presipitasi efektif sebesar 968,27 m3/tahun, debit infiltrasi sebesar 387,31 m3/tahun, dan debit run-off sebesar 580,96 m3/tahun. Pengukuran geolistrik 2D sebanyak empat titik menggambarkan tiga bagian nilai resistivitas bawah permukaan yang menunjukkan kondisi geologi. Batuan terdiri dari lempung, lanau, lempung pasiran dan pasir kasar. Bagian pertama 0 – 56,3 Ωm pada kedalaman 0 – 15 meter merupakan lanau – lempung, bagian kedua 56,4 – 162 Ωm pada kedalaman 32 meter merupakan lempung pasiran serta bagian ketiga 163 – 500 Ωm pada kedalaman 48 meter merupakan pasir kasar yang diperkirakan menjadi potensi akuifer pada kedalaman 20 meter sampai dengan 50 meter.
The Influence of Open Selection and Official Competence in Filling Primary High Leadership Positions on the Organizational Performance of Regional Apparatus in East Belitung Regency Mudiarsono Mudiarsono; Nana Sulaksana; Budi Muljana
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1875

Abstract

The Merit System and the available options are applied in many Agencies, Institutions and Local Governments to get the best Human Resources. The objectives of this research was to ascertain the impact of open selection and competence on the performance of regional apparatus organizations in the East Belitung Regency. This study employs an explanatory approach with a quantitative approach, analyzing data using descriptive statistics and multiple linear regression. The findings indicated that open selection had a major impact on organizational performance in part. Meanwhile, integrity has a major effect on organizational success on a partial basis. Simultaneous effects of open selection and competence on organizational efficiency are also important.
DISTRIBUTION OF SUBSURFACE QUATERNARY SEDIMENT IN SOUTH BINTAN ISLAND WATERS AS A POTENTIAL HEAVY MINERAL PLACER OR RARE EARTH ELEMENT DEPOSIT BASED ON SEISMIC INTERPRETATION Muhammad Zulfikar; Nazar Nurdin; Noor Cahyo Dwi Aryanto; Ildrem Syafri; Budi Muljana; Andi Agus Nur
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/bomg.36.1.2021.705

Abstract

Bintan Island is one of the areas traversed by the Southeast Asian granitoid belt which is known to have the potential for heavy mineral placer deposits. Due to the dwindling presence of heavy mineral placer deposits in land areas, it is necessary to look for the potential presence of heavy mineral placer deposits in water areas. Searching for placer heavy mineral deposits accomodation in these waters requires subsurface mapping.The method used in this subsurface mapping is a single channel seismic method with a total of 179 lines in the direction of northeast – southwest and west – east. The results of this seismic recording are then interpreted the boundaries of the seismic facies unit and distributed using the kriging method. Furthermore, the thickness calculates by using the assumption velocity 1600 m/s.Based on the facies unit boundaries that have been interpreted, the quaternary sediments that formed in the study area are divided into 2 types of units, namely: Unit 2 which is estimated to be fluvial – transitional sediment, and Unit 1 which is estimated to be transitional sediment – shallow sea. There is also a difference in thickness patterns in these two units, where unit 2 shows a pattern of sediment thickening that resembles a paleochannel trending northeast – southwest, while unit 1 is relatively uniform.From the results of this study, it can be said that the area that has potential for heavy mineral placer  deposits is in the west - center of the southern waters of Bintan Island. Where the potential for heavy mineral placer deposits should be in the paleochannel deposits that are part of Unit 2.
QFL AND LITHO FACIES: PREDICTING RESERVOIR QUALITY OF THE MIDDLE MIOCENE DEEP-WATER FACIES AT KUTEI AND NORTH MAKASSAR BASINS Kuntadi Nugrahanto Nugrahanto; Ildem Syafri; Budi Muljana
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/bomg.36.1.2021.706

Abstract

As we may all be aware the oil and gas wellbores offshore Kutei and North Makassar have not optimally penetrated the objective strata, which is the Middle Miocene’s deep-water reservoirs.  Therefore, evaluating the quality of these reservoirs with onshore dataset then comparing them with the proven Late Miocene’s deep-water producing reservoirs had been very fundamental.  The study focuses on the assessment of QFL and sandstones litho-facies based on the rock samples from conventional-core and side-wall core, and well-logs data from forty wells onshore and offshore.  These rock samples are bounded by the key biostratigraphy intervals of M40M33, M45M40, M50M45 (Middle Miocene), and M65M50, M66M65, M70M66, M80M70 (Late Miocene).  Subdivisions of the reservoirs considered the sandstone litho facies, NTG ratio, sorting, and grain size, to come up with five groups in the Middle Miocene deltaic facies: FLU_SX, DC_SX, DC_SM, DC_SM, and DF_SC; and four groups in the Late Miocene deep-water facies: SSWS, MSWS, SSPS, and MSPS.  Core-based porosity and permeability further explain the relationship between the reservoir quality with the sandstones’ composition and litho facies, and concluded that high-energy depositional system is mainly associated with the FLU_SX, DC_SX, SSWS and MSWS being the reservoir with best quality.  Oppositely, the DF_SC, SSPS, and MSPS are classified the reservoir with worst to none quality.  A cross plot between core-based porosity and maximum burial depth is able to postulate the relational trend of decreasing reservoir quality with deeper depth.
STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN PETROGRAFI BATUBARA LAPANGAN X CEKUNGAN SUMATERA SELATAN DAN LAPANGAN Y CEKUNGAN SUMATERA TENGAH INDONESIA Azmi Baihaqi; Rita Susilawati; Lili Fauzielly; Budi Muljana
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4583.66 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v12i2.35

Abstract

Karakteristik batubara dari dua wilayah prospek batubara di Sumatera dievaluasi dengan menggunakan metode kimia dan petrografi batubara. Penelitian terfokus pada evaluasi peringkat (tingkat pembatubaraan di daerah penelitian), tipe (komposisi material organik dan lingkungan pengendapan batubara) serta grade (kandungan material inorganik yang bisa berpengaruh terhadap proses utilisasi) batubara. Lapangan X memiliki lapisan batubara yang merupakan bagian dari Formasi Muaraenim dan Kasai Cekungan Sumatera Selatan sedangkan batubara pada lapangan Y merupakan bagian dari Formasi Petani Cekungan Sumatera Tengah. Sebanyak enam conto batubara dari lapangan X dan 8 conto dari lapangan Y digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lapangan memiliki batubara dengan karakteristik yang berbeda. Walaupun batubara di kedua daerah termasuk dalam kategori lignit, nilai rata-rata reflektansi huminit batubara Lapangan Y sedikit lebih tinggi dari lapangan X. Hal ini mengindikasikan bahwa batubara lapangan Y mengalami pengaruh peningkatan termperatur dan pembebanan yang lebih tinggi dari lapangan X. Berdasarkan hasil analisis komposisi maseral, batubara lapangan X dapat dibedakan ke dalam 3 fasies: fasies 1 (huminit >90%, kandungan inertinit dan liptinit <10%), fasies II (huminit 80% s.d. 90%, inertinite 10% s.d. 15%, dan liptinit 10%) serta fasies III (huminit 75% s.d. 85%, inertinit 15% s.d. 20% dan liptinit <10%). Sementara batubara lapangan Y lebih homogen dan dapat digolongkan ke dalam satu fasies (huminit >90% dan liptinit serta inertinite <10%). Hasil plot Gelification index (GI) dan Tissue preservation index (TPI) menunjukkan bahwa batubara lapangan X diendapkan pada lingkungan limnic-marsh hingga limno telmatic sedangkan batubara lapangan Y pada lingkungan limnic hingga telmatic marsh. Banyaknya konkresi pirit pada batubara lapangan Y mengindikasikan bahwa batubara tersebut mendapat pengaruh laut yang lebih besar daripada batubara lapangan X Batubara di kedua lapangan dapat dianggap sebagai batubara grade tinggi atau batubara bersih karena memiliki kandungan sulfur (<10%) dan abu yang relatif rendah (<10%). Hanya satu conto (SJ2) yang memiliki kadar abu tinggi (>50%) menunjukkan bahwa conto tersebut bukan batubara. Sebagai kesimpulan, perbedaan karakteristik batubara lapangan X dan Y mendukung teori bahwa batubara dengan sejarah pengendapan yang berbeda akan menghasilkan karakteristik yang berbeda.
ANALISIS ANOMALI KANDUNGAN TOTAL SULFUR DALAM PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA SEAM X78 FORMASI BALIKPAPAN DI DAERAH SEPARI, KALIMANTAN TIMUR Teddy Tresnanto; Yoga Andriana S; Budi Muljana
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 9 No. 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.487 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v9i2.128

Abstract

Batubara seam X78 pada Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai, secara lateral memiliki anomali kandungan total sulfur, dimana di bagian utara dan selatan daerah penelitian kandungan sulfur cukup tinggi dibandingkan di bagian tengah daerah penelitian dengan kecenderungan meningkat ke bagian selatan daerah penelitian. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan pengendapan batubara dan pengaruh batuan pengapit terhadap anomali kandungan total sulfur seam X78. Metoda analisis yang digunakan adalahanalisis proksimat untuk mengetahui kandungan abu, analisis kimia abu untuk mengetahui kandungan Na O, analisis petrografi dilakukan sebagai validasi dalam penentuan lingkungan pengendapan batubara, analisis form of sulfur untuk mengetahui jenis sulfur dan analisis SEM untuk mengetahui jenis pirit. Untuk menguji pengaruh kandungan total sulfur batuan pengapit terhadap kandungan total sulfur batubara seam X78 maka dilakukan analisisstatistik. Dari hasil analisis petrografi diketahui komposisi maseral didominasi oleh maseral asal tumbuhan perdu yang cenderung meningkat dari arah utara ke selatan daerah penelitian namun berbanding terbalik dengan komposisi maseral asal tumbuhan kayu. Batubara seam X78 dapat diinterpretasikan sebagai endapan dalam lingkungan lower delta plain dengan sub lingkungan limnic – marsh. Berdasarkan analisis statistik pengaruh batuan pengapitterhadap anomali kandungan total sulfur pada seam X78 dapat disimpulkan bahwa khususnya pada blok 1, total sulfur batubara seam X78 dipengaruhi oleh kandungan total sulfur batuan pengapit bagian atas dan bagian bawah. Manfaat penelitian ini adalah untuk 2 arah pengembangan area eksplorasi, strategi rencana penjualan produk batubara yang tersedia pada area eksplorasi dan strategi perencanaan blending khususnya kandungan total sulfur batubara.
PERANAN KOMUNITAS LOKAL DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN GEOSITE DI KAWASAN GEOPARK BELITONG Yuspian Djapani; Nana Sulaksana; Budi Muljana
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.268

Abstract

This research is aimed to determine how the local community as geosite operator in making geosite development planning in Belitong Geopark. The research method is a descriptive study with a qualitative approach where the local community becomes the main source of research information. This research is not based on hypothetical but operational definition concepts analysis that have been formulated based on research questions. However, the mathematical analysis is used through the “Weight Scoring System” Technique or weighted assessment system to analyze the patterns and meaning of relationships between the categories. Meanwhile, a review of the literature is still undertaken to determine the theories that have been applied in related research. Data is collected by the observation techniques, documentation, and interviews. This research was conducted in 4 (four) Geosite locations: 1) Bukit Peramun Geosite in Sijuk Sub-District of Belitung Regency, 2) Juru Sebrang Geosite in Tanjungpandan Sub-District of Belitung Regency, 3) OpenPit Namsalu Geosite in Kelapa Kampit Sub-District of East Belitung Regency and 4) Tebat Rasau Geosite in Simpang Renggiang Sub-District of East Belitung Regency. With the purposive sampling technique, there are 16 respondents that are distributed in proportionately for every research location. The study have found that local communities generally have a good ability to structure and formulate Geosite development planning but still have to enhance in the future by optimizing knowledge, participation and development planning skill through human resource development (HRD) strategies in geosite management in accordance with the top 10 focus area of UNESCO Global Geopark.
A Combination of Embedded Markov Chain and Binomial Probability As A Tool in Sedimentary Facies Analysis Djadjang Jedi Setiadi; Iyan Haryanto; Budi Muljana; Syaiful Alam
Indonesian Journal on Geoscience Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.9.3.291-302

Abstract

DOI:10.17014/ijog.9.3.291-302The methodology of facies analysis may include statistical examination to establish a local facies model. Without such examination, it is very difficult to predict the facies succession and to interpret the changes in depositional conditions from thick or complex stratigraphic sections. Based on the survey of sedimentary geologic literature in Indonesia, it is suggested that the aforementioned statistical method has relatively seldom been used in Indonesia. Such a situation may reflect a gap in information on the methodology and, accordingly, it seems imperative that there should be a re-exposition of the method. This paper presents a concise exposition of the combination of the embedded Markov Chain and binomial probability as one of the most successful statistical methods which are used in facies analysis. The results of previous studies of The Citalang Formation are used as a case study to illustrate its applications to the real geologic world.
Sebaran Granit Klabat Berdasarkan Interpretasi Seismik Saluran Tunggal Di Perairan Utara Tanjung Berikat Muhammad Zulfikar; Budi Muljana; Ildrem Sjafri
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.20.1.2022.753

Abstract

Perairan Tanjung Berikat merupakan salah satu perairan di daerah Pulau Bangka yang dilalui oleh jalur granit Asia Tenggara. Keberadaan jalur granit ini berhubungan erat dengan keterdapatan batuan granit yang berperan sebagai batuan sumber pembawa timah baik di daratan dan perairan. Namun demikian, keterdapatan Granit Klabat yang diketahui pada daerah Tanjung Berikat hanya batuan granit yang terlihat di darat saja. Sementara itu, jika melihat keterdapatan granit dalam bentuk singkapan maupun bongkah-bongkah pada wilayah pantai Tanjung Berikat dan sekitarnya, maka diduga adanya sebaran Granit Klabat ini menerus hingga ke arah laut. Metode yang digunakan ialah seismik saluran tunggal (single channel) dengan sumber suara berupa Boomer Single Plate dengan energi sebesar 400 Joule dan frekuensi 300 – 600 Hz. Dari rekaman seismik diinterpretasikan menjadi 4 (empat) unit dimana Unit-1, Unit-2, dan Unit-3 yang berada di atas basement akustik diduga berumur Kuarter. Basement akustik yang berumur Trias Awal kemudian diterobos oleh batuan yang diduga sebagai Granit Klabat. Selanjutnya dilakukan konturing menggunakan metode convergence interpolation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran batuan Granit Klabat di daerah penelitian terlihat hingga area ±2,5 km dari garis pantai dengan kedalaman berkisar antara 20-80 milisecond pada bagian tengah-timur daerah penelitian dan 40-80 milisecond pada bagian barat daerah penelitian.
Co-Authors Abdurrokhim Abdurrokhim ⠀ Adi Hardiyono, Adi Adjat Sudradjat Adlan, Ryandi Agus Didit Haryanto -, Agus Didit Haryanto Al Suwaidi, Aisha Ali, Mohammed Andi Agus Nur Andi Agus Nur, Andi Agus Andriana S, Yoga Andriana S, Yoga Asep Bahtiar Purnama Asep Bahtiar Purnama Astriandhita, Karina Melias Azmi Baihaqi Baihaqi, Azmi Baihaqi, Azmi Bastira, Shahnaz Noveta Binarko Santoso Budiana, Rahmat Catur Purwanto Catur Purwanto, Catur Dadang Suganda Dadang Suganda Dewandra Bagus Eka Putra Dewandra Bagus Eka Putra, Dewandra Bagus Eka Djadjang Jedi Setiadi Emi Sukiyah Fauziah Hanum Fauziah Hanum Febriwan Mohammad, Febriwan Fercanza, Frisdio Fikri Muhammad Fiqih Hadian, M. Sapari Dwi Hadian, Mohammad Sapari Dwi Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Herman Darman Ildem Syafri Ildrem Sjafri Ildrem Syafri Ildrem Syafri Iyan Haryanto J. T. van Gorsel Karina Melias Astriandhita Kuntadi Nugrahanto Kuntadi Nugrahanto Nugrahanto kurnianto, brany Laranarko, Dwandari Lathifah, Lista Ummu Fadzilatul Lia Jurnaliah LILI FAUZIELLY Lili Fauzielly Luli Gustiantini M. Sapari Dwi Hadian Mohamad Sapari Hadian Morad, Sadoon Mudiarsono Mudiarsono Muhammad Kurniawan Alfadli Muhammad Zulfikar Muslin, Dicky Nana Sulaksana Naufal, Muhammad Audy Nazar Nurdin Noor Cahyo Dwi Aryanto Nuraini , Siti Nurdradjat, . Nurdrajat Nurdrajat Osvaldus, Rodrigo Prahastomi, Mochammad Praptisih Praptisih Praptisih, . Prasetya, Muhammad Nurul Huda Purna Sulastya Putra Purna Sulastya Putra, Purna Sulastya Rahmat Fakhrudin -, Rahmat Fakhrudin Ratih C. F. Ratumanan Reiza D. Dienaputra Reza Muhammad Ganjar Gani, Reza Muhammad Ganjar Rina Zuraida Rita Susilawati Rizki Satria Rachman Rizki Satria Rachman Rudy Suhendar Sangmin Hyun Santosa, Ardian Aby Sayaf, Ival Umar Setiawan, Taat Shahnaz Noveta Bastira Shaska R. Zulivandama Silti Salinita Siti Nuraini Sudirman Sudirman Sudradjat , Adjat Suganda, Wingky Suhendar, Rudy Susilawati, Rita Susilawati, Rita Swasty Aninda Piranti Syaiful Alam Syaiful Alam Taat Setiawan Teddy Tresnanto Tresnanto, Teddy Tresnanto, Teddy Undang Mardiana Vijaya Isnaniawardhani Wahyu Sugiarto Winantris Winantris Winantris Winantris Yan Rizal, Yan Yoga A. Sendjadja Yoga Andriana S Yoga Andriana Sendjaja Yudha S. Subarna Yuspian Djapani Yuyun Yuniardi Yuyun Yuniardi -, Yuyun Yuniardi