Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Problem-Based Learning to Support Creative Thinking Skills in Automotive Engineering Students: A Classroom Action Research Study ilham yuliady; Zulfadli Zulfadli; Erik Fernandez; Yogi Dian Alfana
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 7 No 1 (2026): Vol 7 No 1 (2026) : AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Educa
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v7i1.319

Abstract

Low creative thinking skills in automotive engineering learning can limit students’ ability to generate, adapt, and elaborate technical solutions. This study described the implementation of Problem-Based Learning (PBL) and examined changes in students’ creative thinking skills in the Fundamentals of Automotive Engineering course. A Classroom Action Research design was used with 21 Automotive Engineering students and conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets on creative thinking indicators and analyzed descriptively based on creativity categories. In the pre-cycle condition, most students were classified as fairly creative (52.38%), while only 4.76% were very creative. After PBL implementation in Cycle II, the creative category increased to 47.62% and the very creative category increased to 28.57%, while the least creative category decreased to 0%. These findings suggest that PBL can support the development of students’ creative thinking in automotive engineering learning.
Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Mahasiswa Teknik Otomotif Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Zulfadli Zulfadli; Rahmadani Rahmadani; Ilham Yuliady; Iffarial Nanda; Erik Fernandes; Yogi Dian Alfana
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 11, No 1 (2025): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtev.v11i1.137465

Abstract

Capaian pembelajaran merupakan output dari kegiatan pembelajaran yang ditentukan melalui kegiatan pengukuran atau evaluasi, yang bertujuan mengukur tingkat pencapaian yang telah diraih. Sementara itu, keaktifan peserta didik merujuk pada keterlibatan atau kesibukan mereka dalam proses pembelajaran. Keaktifan ini muncul dalam berbagai bentuk kebutuhan belajar, namun tingkatnya dapat berbeda-beda bergantung pada bentuk kegiatan yang dilakukan, isi pelajaran yang sedang dikaji, dan sasaran yang hendak diraih. Rendahnya keaktifan peserta didik juga akan berdampak kepada hasil belajarnya itulah yang melatarbelakangi penelitian ini yang telihat pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tujuan penelitian adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk Persentase keaktifan belajar terjadi peningkatan yaitu siklus 1 pertemuan I (45 %), siklus 1 Pertemuan II (51,33%), Siklus 2 Pertemuan I (61,66%), Siklus 2 pertemuan II (73,33%). Begitu juga dengan persentase hasil belajar yaitu pratindakan (64,08%), siklus 1 (70,04%), dan siklus 2 (77,36%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan yang dapat dilihat pada siklus 2
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH TEKNIK PENGELASAN UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA Yogi Dian Alfana; Erik Fernandes; Ilham Yuliady; Zulfadli Zulfadli
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i3.564

Abstract

Mekanisme pembelajaran dalam unsur pendidikan seharusnya terselenggara secara terstruktur baik itu menarik, merangsang, menyenangkan, dan menantang yang mendorong partisipasi aktif dari peserta didik dan memfasilitasi untuk berani berinisiatif, berkreativitas, serta kemandirian yang cocok dengan minat, bakat, pertumbuhan raga serta psikologis dari peserta didik. Berkenaan membangun keterampilan berpikir kreatif diperlukan adanya ke inovatifan model pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan berpikir kreatif salah satu adalah pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran dalam mata kuliah Teknik Pengelasan seharusnya dapat memenuhi dan menerapkan pendekatan saintifik dalam proses pelaksanaan perkuliahan. Namun, yang terjadi di lapangan adalah belum terlaksana secara maksimal penerapan pendekatan saintifik dalam pelaksanaan kegiatan perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa berpikir kreatif mahasiswa melalui penerapan Project Based Learning pada mata kuliah Teknik Pengelasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Data penelitian diperoleh dari analisis lembar observasi produk dengan skala berpikir kreatif (Creative Thinking Scale/CTS). Analisis data dilakukan dengan teknik persentase dan diolah secara deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengukur peningkatan berpikir kreatif mahasiswa dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil angket yang ditujukan kepada peserta didik. Prasiklus didapat kreativitas peserta didik berada dikelompok cukup kreatif, kemudian pada siklus I dan II kreativitas peserta didik berada dikelompok kreatif. Maka dari itu, kreativitas peserta didik mengalami peningkatan dengan diterapkannya pembelajaran berbasis proyek.
VALIDITAS BAHAN AJAR CAD BERBASIS MODEL EXPLICIT INSTRUCTION Erik Fernandes; Yogi Dian Alfana; Zulfadli Zulfadli; Rahmadhani Rahmadhani
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i4.623

Abstract

Bahan ajar ialah salah satu media yang digunakan oleh pengajar/pendidik dalam mendidik/mengajar. Bahan ajar juga berfungsi memudahkan Aktivitas pendidikan dan penerapan pelaksanaan pendidikan supaya jadi lebih efisien serta efektif. Mutu pendidikan CAD bisa ditingkatkan dengan merancang bahan ajar yang valid, yang pada akhirnya bisa memfasilitasi mahasiswa dalam tingkatkan keahlian berfikir kritis serta literasi CAD. Terdapat kasus Pada mata kuliah CAD yaitu rendahnya hasil belajar mahasiswa yaitu dengan nilai <70 (40.83%). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar yang menunjang kegiatan belajar mata kuliah CAD berbasis Model Explicit Instruction. Bahan ajar didesain supaya terjadi peningkatan terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini dikategorikan dalam riset pengembangan. Mengadopsi model pengembangan 4D (Four-D) Thaigarajan. Pada riset ini dicoba 4 tahapan pengembangan, yakni: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), serta disseminate (penyebaran). Instrumen yang dipakai adalah angket, yang berfungsi untuk mengevaluasi kelayakan bahan ajar supaya dapat diterapkan untuk bahan ajar pada mata kuliah CAD. Produk pengembangan bahan ajar membutuhkan validasi dalam rangka penilaian inovatif. Validasi bahan ajar didapatkan dari para subjek yang terdiri dari pakar modul, pakar media dan pakar Bahasa. Diperoleh hasil dari riset ini yakni 1) Validitas bahan ajar yang valid pada isi/konten dengan skor 0.8333 setelah itu aspek media dengan skor 0.81 serta pada aspek bahasa dengan skor 0.782, 2) Bersumber pada hasil riset ini, kita bisa simpulkan bahan ajar CAD berbasis model Explicit Instruction ini valid
The Influence of Problem Base Learning Model on Improving Psychomotor Abilities of Automotive Engineering Ilham Yuliady; Zulfadli Fadli; Rahmadani; Yogi Dian Alfana; Erik Fernandes
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/29ry5075

Abstract

Automotive education as a field of vocational education emphasizes the development of psychomotor skills through authentic and industry oriented practical learning. However, practical instruction in automotive workshops is often dominated by conventional teacher centered approaches, resulting in limited student engagement and suboptimal skill development. This study aims to analyze the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on improving the psychomotor skills of automotive engineering students in practical learning. A quasi experimental method with a pretest–posttest control group design was employed. The research sample consisted of two classes of automotive engineering students from the 2025 cohort, selected using purposive sampling as the experimental and control groups. Psychomotor skill data were collected using a performance-based assessment instrument covering work procedure accuracy, tool operation skills, occupational safety, and the quality of practical outcomes. Data analysis was conducted using descriptive statistics and an independent t-test with a significance level of a = 0.05. The results indicate that students who participated in Problem Based Learning achieved higher average psychomotor skill scores than those who received conventional instruction. Hypothesis testing confirmed a statistically significant difference between the two groups (t_calculated > t_table). These findings demonstrate that Problem-Based Learning is effective in enhancing students’ psychomotor skills through contextual problem-solving activities, active learning engagement, and meaningful hands-on practice. This study provides empirical evidence supporting the implementation of problem-based instructional models in automotive vocational education and offers practical implications for improving the quality of practice-based learning aligned with industry competency demands.