Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MENGGUNAKAN SERUM DAN PLASMA NATRIUM FLUORIDA Asrori, Asrori; Fandianta, Fandianta; Edyansyah, Erwin; Permata, Resti Dora; Handayani, Handayani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 1 (2023): Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i1.1600

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaaan glukosa darah merupakan pemeriksaan yang sering dilakukan di laboratorium dengan parameter pemeriksaan glukosa darah sewaktu, glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam PP. WHO telah merekomendasikan untuk menggunakan sampel plasma pada pemeriksaan glukosa darah, antikoagulan yang telah direkomendasikan pada pemeriksaan glukosa darah ini adalah Natrium Fluorida (NaF). Namun, saat ini pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan serum juga masih banyak dipakai dalam pemeriksaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa menggunakan serum dan plasma Natrium Fluorida (NaF). Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional, dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 dan dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Palembang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 36 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Hasil: Pada penelitian ini rata-rata kadar glukosa darah puasa pada serum adalah 73,31 mg/dL, sedangkan rata-rata glukosa darah pada plasma NaF adalah 76,03 mg/dL. Dari uji statistic t-dependent didapatkan p < α (0,05) yaitu value = 0,000, yang berarti ada perbedaan. Kesimpulan: Adanya perbedaan rata-rata kadar glukosa darah puasa menggunakan serum dan plasma NaF.
Determination of Caesarean Section (SC) Delivery Sumastri, Heni; Edyansyah, Erwin; Pastari, Marta
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i4.8948

Abstract

There is a trend of increasing SC procedures in a number of hospitals, both in private hospitals and goverment hospitals, even though the clinical risk to mothers who give birth through SC surgery is greater than the risk of normal (vaginal) birth. Psychological risks cannot be avoided because the pain after SC surgery is longer and there are risks to the baby. The risk of adverse post-SC consequences needs to be studied further from a health ethics perspective, starting from the doctor's decision-making process in carrying out SC surgery. This research method is analytical using a cross-sectional approach (V. Wiratna Sujarweni, 2020). Time and Place of Research: Research was conducted from June-August 2023. This research was conducted at the Palembang Muhammadiyah Hospital in 2023. The number of types of birth with SC was 70 respondents and normal delivery was 26 respondents. The results of statistical tests showed that there was a significant relationship between maternal age, PEB/eclampsia, premature rupture of membranes (KPD), and gravida status, with SC delivery. From the research results it can be concluded that the type of delivery, maternal age, PEB/eclampsia, premature rupture of membranes (KPD), and gravida status, are factors that cause respondents to undergo SC delivery