Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Quo Vadis: Pancasila Industrial Relations in Modern Slavery (A Case Study of the Oriental Circus Indonesia) Seruni, Puti Mayang; Febrianti, Lidia; Putri Amri, Halillah Zauza
LEGAL BRIEF Vol. 15 No. 1 (2026): April: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v15i1.1635

Abstract

The alleged slavery case involving the Oriental Circus Indonesia reveals long-standing exploitation and human rights violations, including violence, forced labor, and the deprivation of victims' identities from childhood. Although the OCI denies the allegations, this case demonstrates that modern slavery persists and contradicts the principles of Pancasila industrial relations, which uphold human dignity. This study aims to examine the gap between legal norms and practice, while also opening up new research opportunities related to modern slavery from an industrial relations perspective in Indonesia. This research method is normative-empirical and descriptive-analytical. This study found that modern slavery in Indonesia is a growing phenomenon due to unequal relations between workers and employers and weak protection and supervision. Although Pancasila Industrial Relations emphasizes human dignity and justice in employment relations, without effective implementation, exploitative practices leading to slavery still have the potential to occur. Modern slavery in Indonesia still occurs despite being contrary to Pancasila Industrial Relations, as reflected in the Oriental Circus Indonesia case, which demonstrates the unequal relations, a la Karl Marx. Its persistence is fueled by poverty, low education, weak supervision, and the difficulty of proving, thus reflecting normative, structural, and cultural failures
Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanisa Usia Subur (WUS) Di Wilayah Sono Febrianti, Lidia; Purnamasari, Indah; Kristiarini, Juda Julia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.623

Abstract

  Latar belakang: Pemilihan MKJP di Indonesia pengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi individu, sosial dan layanan kesehatan. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi diantaranya adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di Dusun Sono. Metode penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional dilakukan di Wilayah Sono dengan melibatkan 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner yang telah dilakukan expert judgment. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil: Mayoritas responden memilih MKJP karena ketersediaan kontrasepsi (35;87,5%), adanya dukungan suami (38;95%), adanya dukungan baik dari petugas kesehatan (35;87.5%), tidak ada efek samping (25;62,5%), umur kisaran 20-35 tahun (32;80%) dan rata-rata bekerja (27;67,5%). Faktor dukungan suami (p value: 0.001), efek samping (p value: 0.002) dan umur (p value: 0.001) dinilai sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan MKJP. Sedangkan faktor lain tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Simpulan: Pemilihan MKJP dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi dukungan suami, adanya efek samping serta umur. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan faktor tersebut dalam melaksanakan konseling dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan minat WUS dalam menggunakan MKJP.