Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Pola Penyebaran Node Pada Jaringan Sensor Nirkabel Ari Satrio; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan infrastruktur jaringan nirkabel yang menggunakan node sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan sekitar dimana salah satu karakteristik WSN yaitu daya power yang terbatas. Salah satu usaha untuk menghemat konsumsi energi adalah dengan menghindari collision (tabrakan data). Salah satu metode untuk menghindari collision yaitu dengan metode control pada node. Control pada node adalah metode penempatan dan pengaturan jarak antar node dengan memperhatikan posisi node tetangganya. Dengan memperhatikan penempatan pada node maka akan menghindari kemungkinan terjadinya collision dimana salah satu penyebab konsumsi energi yang besar adalah adanya collision. Pada penelitian kali ini penulis akan membandingkan persebaran random, persebaran grid dan persebaran regular hexagonal. Dari hasil yang dilakukan pada jaringan dengan traffic padat untuk packet delivery ratio regular hexagonal menghasilkan 36.10% dan 15.82% lebih baik dari random dan gri d. Untuk throughput, regular hexagonal menghasilkan 37.74% dan 18.37% lebih baik dari random dan grid. Untu k energy consumption, regular hexagonal mengkonsumsi energi 6.42% dan 11.05% lebih kecil dari random dan grid. Pada kondisi traffic normal, untuk packet delivery ratio grid menghasilkan 12.92% dan 26.51% lebih besar dari regular hexagonal dan random. Untuk throughput, grid menghasilkan 12.16% dan 28.21% lebih baik dari regular hexagonal dan random. Kata kunci : WSN, Persebaran Random, Persebaran Grid, Persebaran Regular Hexagonal.
Analisis Dan Implementasi Qos Dengan Kombinasi Mpls-Intserv Dan Mpls-Diffserv Di Ip Multimedia Subsystem Tuntun Aditara Maharta; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan jaminan QoS, ada beberapa metode yang dapat dilakukan yaitu best effort, integrated service (Intserv) dan differentiated service (Diffserv). Best effort adalah metode dimana paket yang datang pertama ke node akan dilanjutkan ke node lainnya. Intserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan sebelumnya diberi jaminan bandwidth di jaringan, protocol yang berperan adalah Resource Reservation Protocol (RSVP). Sedangkan Diffserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan diberikan prioritas di jaringan. Untuk menambah performansi forwarding data maka digunakan Multi-Protocol Label Switching (MPLS). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, diperoleh hasil bahwa MPLS-intserv-diffserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan VoIP. Dan MPLS-intserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan video conference. Kemudian untuk nilai jitter yang paling kecil ada pada metode MPLS-intserv-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS- diffserv pada layanan video conference. Untuk nilai throughput tertinggi ada pada metode MPLS-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS-intserv-diffserv pada layanan video converence. Berdasarkan perhitungan MOS dengan pendekatan E-model, ketiga mekanisme tersebut masuk ke dalam kategori “sangat baik”. Tapi dari ketiga mekanisme tersebut, MPLS-diffserv memliki nilai MOS yang paling tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa MPLS-diffserv memiliki kinerja yang paling bagus. Kata kunci : QoS, MPLS, Intserv, Diffserv, IMS
Implementasi Dan Analisis Soft Qos (diffserv) Pada Jaringan Mpls – Te Untuk Layanan Triple Play Alifiyah Pratiwi P.Wedda; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Performansi dan utilitas jaringan menjadi salah satu fokus utama pada pembangunan infrastruktur jaringan packet based. Hal ini menjadi alasan semakin berkembangnya metode forwarding paket seperti MPLS. MPLS diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan performansi jaringan dari sisi kecepatan transfer paket pada jaringan. Namun, selain kecepatan transfer data aspek keandalan dan jaminan kualitas layanan juga menjadi penting untuk menjaga kenyamanan user dalam berkomunikasi. Beberapa metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan kinerja atau keandalan dari suatu jaringan seperti Resource Reservation Protocol (RSVP), Multi Protocol Label Switching (MPLS), dan penggunaan manajemen routing. Multi-Protocol Label Switching (MPLS) merupakan suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi dalam label yang dilekatkan pada paket IP. Seiring dengan perkembangannya, MPLS menawarkan fungsi traffic-engineering yang efisien, dengan memanfaatkan fungsi tunnelling berdasar LSP yang dapat membuat forwarding paket menjadi lebih efisien dan dilengkapi dengan fitur fast reroute yang dapat menjadikan jaringan lebih reliable. Sedangkan untuk menjamin kualitas suatu layanan biasanya digunakan metode Differentiated Service (DiffServ) atau Integrated Service (IntServ). Dalam penelitian ini diimplementasikan teknologi MPLS-TE dan menerapkan metode differentiated service pada jaringan dengan menggunakan router mikrotik sebagai MPLS Router untuk layanan Triple Play. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE, dengan penambahan metode diffserv didapatkan hasil perbaikan delay sebesar 26% untuk layanan VoIP, 51,57% untuk layanan Video streaming, dan 11,14% untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 26,30% untuk layanan voip, 50,51% untuk layanann video streaming. Untuk parameter throughput didapatkan perbaikan sebesar 0,026% untuk layanan voip, dan sebesar 1,22% untuk layanan video streaming, serta sebesar 4,46% untuk layanan FTP. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, DiffServ, Layanan Triple Play
Implementasi Dan Analisis Jaringan Sensor Nirkabel Sebagai Alat Pendeteksi Kebocoran Tabung Gas Elpiji Menggunakan Topologi Cluster-tree Dengan 7 Titik Aditya Bram Wiratma; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini gas Elpiji telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk memasak. Bahan bakar dengan wujud gas ini mempunyai efek negatif, yaitu apabila menguap di udara bebas akan membentuk lapisan dikarenakan kondensasi. Lapisan yang terbentuk ini bersifat mudah terbakar, sehingga sangat berbahaya apabila terjadi penumpukan di dalam ruangan tertutup dan berpotensi menimbulkan kebakaran. Kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah kebocoran tabung gas Elpiji. Kelalaian pemasangan dan lambatnya penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji dapat pula memicu terjadinya kebakaran. Kebakaran biasanya diawali dengan percikan api kecil yang menimbulkan asap. Percikan api kecil tersebut jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan kebakaran yang besar. Seringnya terjadi kebakaran dirumah-rumah maupun tempat industri yang menggunakan gas Elpiji tidak jarang menimbulkan kerugian yang besar, baik kerugian materi maupun korban jiwa. Oleh karena itu, dirancang sebuah alat untuk memudahkan medeteksi kebocoran tabung gas Elpiji dan mempercepat penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji. Dalam Tugas Akhir ini dibuat suatu implementasi prototype sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji menggunakan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji ini menggunakan mikrokontroller Arduino Uno sebagai pengolah data dari sensor. Sensor yang digunakan adalah sensor MQ-6 yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kandungan gas metana dalam udara. Dari data sensor yang didapat akan dikirim ke node koordinator untuk ditampilkan dalam bentuk GUI dan menampilkan warning yang berada di dalamnya. Setiap sensor akan saling terhubung dan membentuk topologi cluster-tree. Sistem komunikasi pada Zigbee-nya sendiri menggunakan modul transceiver RF Xbee Series 2. Sistem dibagi menjadi dua cluster untuk membagi beban router node. Diharapkan dengan adanya sistem deteksi ini dapat terekam data secara akurat dan real time. Kata kunci Jaringan Sensor Nirkabel, Elpiji, Mikrokontroller, MQ-6, GUI, Cluster-Tree, Xbee Series 2
Analisis Dan Simulasi Wireless Sensor Network (Wsn) Untuk Komunikasi Data Menggunakan Protokol Zigbee Dwima Anggraini; Indrarini Irawati; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan teknologi wireless atau nirkabel memberikan pengaruh yang besar dalam banyak hal, khususnya dalam dunia telekomunikasi. Sejak pertama kali dimunculkan, teknologi wireless terus berkembang pesat hingga memunculkan teknologi – teknologi baru. Salah satunya adalah munculnya teknologi Wireless Sensor Network. Dalam aplikasinya, teknologi WSN ini memerlukan perangkat yang sesuai dengan standar IEEE 802.15.4. Salah satunya adalah perangkat protokol zigbee yang dikembangkan oleh Zigbee Alliance. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis dan simulasi komunikasi data antar node pada WSN menggunakan protokol zigbee. Node zigbee pada simulasi ini merepresentasikan node sensor dalam jaringan WSN. Simulasi dilakukan menggunakan software OPNET Modeler 14.5. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap parameter QoS meliputi Data Dropped, Packet Loss, Delay dan Throughput. Dari simulasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu nilai data dropped terkecil adalah topologi mesh dengan 3,67 bit/sec. Nilai packet loss terkecil adalah topologi cluster tree sebesar 0,089%. Nilai delay terkecil adalah topologi cluster tree dengan 12,68 ms. Dan nilai throughput terbesar ada pada topologi cluster tree dengan 30,64 kbit/sec. Diantara ketiga topologi, topologi cluster tree memiliki nilai performansi yang lebih baik. Sementara itu topologi star memiliki nilai performansi terkecil diantara ketiga topologi yang digunakan. Jumlah node yang digunakan dalam simulasi ini juga mempengaruhi hasil performansi QoS. Kata Kunci: WSN, OPNET Modeler 14.5, QOS, zigbee
Implementasi Dan Analisis Performansi Qos Pada Video Conference Menggunakan Server Openimscore Dengan Backbone Mpls - Te Riany Erdiyanti; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi mengalami kemajuan dengan mengarahkan semua teknologi agar berbasis IP (Internet Protocol). Teknologi ini akan membuat pengguna bisa berhubungan jarak jauh dengan kualitas yang sesuai standard dan harga yang relatif murah. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, packet loss, dan parameter lainnya. Di sisi lain komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable. Disini akan diuji kelayakan dari layanan suara dan video yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Multi-Protocol label Switching (MPLS) adalah suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi label yang dilekatkan pada paket IP. Dengan jenis routing yang diterapkan pada jaringan MPLS, diharapkan mampu untuk memberikan peningkatan nilai QoS pada jaringan tersebut. Multi-Protocol Label Switching-Traffic Engineering (MPLS-TE) merupakan sebuah teknologi MPLS yang menawarkan kemampuan Traffic Engineering di dalamnya. Hal tersebut sangat efisien untuk memanfaatkan utilitas jaringan secara optimal. Hal ini dilakukan dengan cara memanfaatkan jalur yang utilitasnya rendah sebagai jalur pengiriman paket sehingga bisa meminimalisir terjadinya antrian pada router. Dalam tugas akhir ini dilakukan implementasi MPLS-TE menggunakan router Mikrotik RB750 dengan layanan video conference. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran parameter QoS antara lain delay, packet loss, jitter, throughput di sisi client. Dari pengujian dan analisis diperoleh hasil bahwa penggunaan MPLS-TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik. Dilihat dari perbaikan delay dengan menggunakan jaringan MPLS-TE untuk layanan video conference sebesar rata – rata 2,86 ms. Untuk throughput penggunaan MPLS-TE memiliki throughput lebih besar sebanyak 0,616 Mbps. Packet loss mengalami perbaikan sebesar 84 % dan jitter lebih rendah 4,76 %.
Implementasi Dan Analisis Performansi Glbp ( Gateway Load Balancing Protocol ) Pada Jaringan Vlan Untuk Layanan VOIP Rizal Erwin Irwansyah; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kontribusi teknologi untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan kemampuan untuk membagi sebuah broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil dengan menggunakan VLAN (Virtual Local Area Network). Teknologi VLAN bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda jaringan menggunakan interVLAN, interVLAN routing adalah proses untuk meneruskan trafik jaringan VLAN satu ke jaringan VLAN yang lainnya menggunakan router. Layanan komunikasi suara saat ini mulai bergerak ke jaringan berbasis paket. Layanan komunikasi yang sedang popular adalah VoIP. VoIP menawarkan sebuah servis yang cukup handal bagi penggunanya untuk saling berhubungan dengan pengguna yang lain secara real-time dan memiliki tingkat kestabilan yang terjaga. Agar mewujudkan jaringan VLAN yang high availabity maka dalam tugas akhir ini diimplementasikan GLBP (Gateway Load Balancing Protocol) yang berfungsi sebagai load balancing dan backup router. Jadi, dengan GLBP router masih bisa melakukan load balancing membagi trafik walaupun router menjadi router forwarding/active ataupun router standby/backup. Dari hasil pengukuran tanpa menggunakan background traffic dan menggunakan background traffic sebesar 20 Mb/s, delay yang didapat dari hasil pengukuran telah memenuhi standar ITU-T G.1010 untuk semua skenario. Jitter yang didapat adalah dibawah 1 ms untuk semua skenario. Hasil throughput yang didapat dapat tetap terjaga karena adanya protokol GLBP sebagai gateway-redundancy. Protokol GLBP mengakibatkan ketika router mati atau terjadi link-failure akan terjadi perpindahan active-gateway, sehingga layanan tetap tersedia. Nilai downtime ketika interface fastethernet 0/0 router 1 down sebesar 9.302 s dan sebesar 12.5 s ketika interface fastethernet 0/0 router 2 down. Kata kunci :Gateway Load Balancing Protocol ( GLBP ), VLAN, VoIP,QoS , Downtime
Analisa Perancangan Dan Implementasi Cctv Over Ip Pada Jaringan Broadband Powerline Communication Septhian Dwi Putra Prabowo; Basuki Rahmat; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam perkembangan teknologi dan informasi peran video menjadi hal yang sangat penting. Tidak hanya untuk berkomunikasi saja, pemanfaatan layanan video sekarang ini juga merambah ke dunia layanan keamanan, salah satunya adalah CCTV over IP. Aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun jaringan CCTV over IP adalah Zoneminder. Broadband Powerline Communication (BPLC) adalah jenis baru dari powerline communication (PLC) yang dapat menyediakan laju data yang lebih tinggi dari sistem PLC sebelumnya. Penggunaan jaringan listrik yang telah tersedia dapat menghemat biaya dan menyediakan interkoneksi broadband access antar perangkat. Pada tugas akhir ini dilakukan analisa hasil implementasi CCTV over IP yang ditransmisikan melalui jaringan BPLC pada gedung O Universitas Telkom. Hasil analisa dari implementasi CCTV over IP pada jaringan BPLC mendapati bahwa perbedaan fasa listrik, besar jarak transmisi kabel listrik, pembebanan perangkat listrik, pembebanan trafik dan percabangan jarngan listrik memberikan pengaruh pada QoS dan QoE dari jaringan CCTV over IP. Bandwidth jaringan terendah yang didapat adalah 14,57 Mbps, yang dapat dikatakan Broadband. Throughput terendah pada percobaan adalah 338,4318406 kbps. Nilai delay tertinggi dalam percobaan 0,859581267 s nilai tersebut tidak memenuhi standar ITU-T G114 yaitu < 150ms tetapi masih dalam standart ITU-T G.1010 yaitu < 10 s. terdapat packetloss dalam pengukuran QoE yaitu sebesar 0,814 %. nilai tersebut masih memenuhi standar QoS dari ITU-T G114 dan ITU-T G.1010. pada sisi client Nilai RTT tertinggi 0,003722201 s, dan juga didapati nilai throughput terendah adalah 1,0235 Mbps Kata kunci : CCTV over IP, Zoneminder BPLC, PLC, QoS
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Multicast Vpls (Virtual Private Lan Service) Untuk Layanan Video Streaming Devi Fitriani; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming merupakan suatu layanan yang memungkinkan sebuah server untuk mengirimkan video ke beberapa user yang berada pada suatu jaringan. Sebagai contoh layanan video streaming dapat dimanfaatkan untuk long distance learning. Untuk menyediakan layanan long distance learning dibutuhkan suatu jaringan yang dapat menjaga privasi client dan menyediakan jaminan QoS. Hal ini dapat diatasi dengan teknologi tunneling pada jaringan Virtual Private Network (VPN). Tetapi tunneling ini memiliki kelemahan karena kompleksitas jaringan dan mahalnya perangkat yang digunakan. Sehingga lahirlah teknologi Virtual Private LAN Service (VPLS) yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan penambahan teknologi multicast pada VPLS diharapkan dapat meningkatkan QoS layanan yang bersifat point-to-multipointseperti video streaming. Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian jaringan Multicast VPLS untuk layanan video streaming. Skenario pengujian yang dilakukan antara lain untuk melihat perbandingan performansi dari jaringan OSPF dan VPLS, dan pengaruh implementasi multicast pada VPLS, pengaruh variasi bandwidth, variasi bitrate, dan variasi jumlah client yang mengakses layanan video streaming. Dari hasil pengujian dan analisis implementasi sistem Multicast VPLS didapatkan hasil yaitu jaringan VPLS memiliki QoS yang lebih baik daripada jaringan OSPF karena dapat mengurangi delay sampai 20.03%, meningkatkan throughput sampai 23.13%, dan mengurangi packet loss sampai 79.91%. Penambahan teknologi multicast terbukti dapat meningkatkan performansi jaringan VPLS yaitu dapat mengurangi delay sampai 25.66%, meningkatkan throughput 34.27%, tetapi packet loss yang dihasilkan oleh multicast lebih besar yaitu memiliki selisih sampai 3.54% dibandingkan unicast. Kemudian bandwidth, bitrate, dan juga jumlah client yang mengkases layanan video streaming terbukti mempengaruhi performansi dari jaringan multicast VPLS untuk layanan video streaming.
Monitoring dan Kendali Perangkat pada Ruang Kelas Berbasis Internet Of Things (IOT) Ahmad Fauzan Jaya; Muhammad Ary Murti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Monitoring ruang perkuliahan dan pemberian laporan dalam rentang waktu terntu merupakan salah satu hal yang cukup penting. Dengan pengontrolan alat-alat yang diruangan kelas seperti; kipas angin, proyektor, dan lampu. Butuh pengawasan dan pengontrolan lebih lanjut dikarenakan penggunaan alat selalu digunakan saat keadaan ruangan kosong. Sistem terdiri dari 3 (Tiga) bagian yaitu sensor, processor dan aktuator. Bagian sensor terdiri sensor Light Dependent Resistor (LDR), Suhu LM35, dan Passive Infra Red (PIR). Processor yang digunakan adalah NodeMCU untuk mengolah hasil data sensor. Aktuator digunakan relay sebagai switch sebagai tindakan untuk normally closed atau normally open. Sistem monitoring dan kendali perangkat mempunyai dua sistem kontrol, kontrol otomatis dan kontrol manual. Ketika kontrol otomatis aktif akan memutuskan kontrol manual dan akan berjalan sesuai sistem yang dibuat. Hasil data-data tersebut akan ditampilkan di ThingSpeak. ketika kontrol manual aktif, sistem akan mematikan kontrol otomatis dan semua kendali berada pada aplikasi BLYNK. Kata kunci : NodeMCU, Monitoring dan Kendali, Data Abstract Monitoring the lecture hall and giving the report within the time frame is one of the most important things. By controlling the tools in the classroom such as; fans, projectors, and lights. Need supervision and further control because the use of the tool is always used when the room is empty. The system consists of 3 (Three) parts ie sensors, processors and actuators. The sensor section consists of sensor Light Dependent Resistor (LDR), Temperature LM35, and Passive Infra Red (PIR). Processor used is NodeMCU to process the results of sensor data. Actuators are used relays as switches as actions for normally closed or normally open . The device's monitoring and control system has two control systems, automatic control and manual control. When automatic control is active will decide manual control and will run according to the system created. The results of these data will be shown in Thingspeak. when manual control is on, the system will turn off automatic control and all controls are in BLYNK application.. Keywords: NodeMCU, Monitoring and Control, Data
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI