Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Analisis Load Balancing As A Service Menggunakan Openstack Untuk Database Gunung Api Reza Nuryati; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jaringan pada sistem database untuk hasil pengamatan gunung api diperlukan karena Indonesia termasuk negara ring of fire yang memiliki 127 gunung api aktif maupun tidak. Pengamatan gunung api terbagi menjadi dua metode secara visual dan instrumentasi menggunakan sensor analog dan digital. Data hasil metode visual dan instrumentasi menggunakan sensor analog di input melalui web aplikasi. Data hasil metode intrumentasi sensor digital masuk secara otomatis kedalam server database. Semua data hasil pengamatan menggunakan dua metode tersebut masuk ke server database secara bersamaan sehingga menyebabkan down (tidak aktif) pada web aplikasi input data. Hal ini dapat menyebabkan kinerja server database kurang maksimal. Mekanisme sistem antrian dengan menditribusikan beban trafik data ke server dengan teknologi Load Balancing dapat menjadi solusi. Pada penelitian ini dilakukan implementasi Load Balancing pada web server guna mendistribusikan trafik data hasil pengamatan yang masuk kedalam server database. Infrastruktur jaringan sistem database menggunakan platform cloud computing yaitu OpenStack dengan implementasi Load Balancing as a Service. Penelitian ini membandingkan dua algoritma Load Balancing yaitu Round Robin dan Least Connection. Least Connection memiliki performansi yang lebih baik dari Round Robin untuk segi uji parameter Respon Time, Throughput, Transaction Rate dan Failed Transaction pada web server. Hasil pengujian algoritma Least Connection jika dibandingkan dengan algoritma Round Robin dan Single Web Server berdasarkan skenario pengujian memiliki nilai rata-rata Respon Time lebih kecil 8,49% dan 71,37%, Throughput lebih besar 5,07% dan 93,72%, Transaction Rate lebih besar 5,26% dan 50,16% serta untuk Failed Transaction 0%. Algoritma Least Connection yang diimplementasikan pada web server aplikasi input data hasil pengamatan gunung api dapat mendukung kinerja server database yang kurang maksimal. Kinerja server database yang maksimal dapat mempercepat proses keputusan status level gunung api sebelum terjadi bencana. Kata kunci : Gunung Api, Cloud Computing, OpenStack, Load Balancing as a Service
Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam Pada Open Library Telkom University Yang Berbasis Rfid Muhammad Rizky Ramzani; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak RFID (Radio Frequency Indentification) adalah teknologi wireless yang digunakan untuk mentransformasi dunia komersial. Sebagai teknologi pengganti barcode, RFID dapat melakukan banyak hal. Diantaranya sistem RFID menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian diantaranya inventaris, dan logistik. Pada kasus ini penggunaan RFID digunakan untuk meningkatkan efisiensi peminjaman dan pengembalian buku khususnya layanan mandiri yang akan dimplementasikan pada Open Library Telkom University. Dimana saat ini Open Library Telkom University masih menggunakan sistem tradisional dan Beroperasi pada jam oprasional. Dengan timbulnya permasalahan yang di hadapi mahasiswa Telkom University tersebut penulis ingin merancang Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam agar memudahkan mahasiswa untuk mengembalikan buku pinjamannya dengan tepat waktu, fleksibel dalam waktu pengembalian, dan minim tenaga kerja yang dibutuhkan. Dengan adanya layanan ini mahasiswa dapat mengembalikan buku pinjamannya kapan saja dan tanpa khawatir untuk membayar denda akibat keterlambatan pengembalian buku. Oleh sebab itu dibuat lah sebuah perancangan Box Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam. Dimana dalam perancangan Box Layanan Pengembalian Buku Mandiri 24 Jam ini terdapat beberapa perangkat didalamnya seperti RFID reader, Arduino Uno, Database localhost, dan PC Desktop. Kata Kunci : Perpustakaan, RFID reader, Arduino Uno, Database Localhost, PC Desktop. Abstract RFID (Radio Frequency Identification) is a wireless technology used to transform the commercial world. As a barcode replacement technology, RFID can do many things. Among the RFID systems offer increased efficiency in control of the inventory, and logistics .In this case the use of RFID is used to improve the efficiency of borrowing and return of books, especially self-service that will be implemented in Open Library Telkom University. Where now Open Library Telkom University still use a traditional system and Operated on operational hour.With the emergence of problems faced by Telkom University students as an authors want to design 24 Hours Self Service Book Return to facilitate students to return the book loan on time, flexible in the time of return, and minimal labour required. With this service the student can return the loan book anytime and without worry about the compensation to return the book if it is late. Therefore it is a must to make a design of 24 hours Self Service Book Return Service.Where in the design of 24 hours Self Service Book Return Box there are several devices in it such as RFID reader, Arduino Uno, Database localHost, and PC Desktop. Keywords : Library, RFID reader, Arduino Uno, Database Localhost, PC Desktop.
Implementasi Web Server Cluster Menggunakan Metode Load Balancing Pada Container Docker, Lxc, Dan Lxd Rivaldy Arif Pratama; Ratna Mayasari; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Load balancing merupakan salah satu metode pada cluster computing yang dapat digunakan untuk meningkatkan skalabilitas serta mengurangi beban kerja sebuah server dengan cara mendistribusikan beban trafik ke beberapa server cluster secara seimbang agar trafik dapat berjalan dengan optimal, sehingga tidak menyebabkan server tersebut kelebihan beban (overload) atau bahkan down. Dalam penerapannya, teknologi virtualisasi berbasis container dapat digunakan untuk mengimplementasikan load balancing dengan memanfaatkan HAProxy sebagai load balancer. Container merupakan sebuah teknologi virtualisasi yang dapat memungkinkan program yang berjalan didalamnya berhubungan langsung dengan linux kernel pada host operating system. Tidak seperti Virtual Machine, container tidak menggunakan hardware untuk virtualisasi. Pada beberapa penelitian, container dipercaya sebagai platform yang ringan dibanding hypervisor, sehingga menjadi alasan yang tepat dan memungkinkan untuk melakukan proses load balancing pada container dalam tugas akhir ini. Tugas akhir ini akan diimplementasikan sistem load balancing yang dijalankan diatas tiga container yaitu Docker, LXC, dan LXD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga container tersebut dari sisi layanan web server dan resource utilization pada saat server menggunakan load balancing dan tidak menggunakan load balancing (single server). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server yang menggunakan load balancing memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan single server. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa Docker menunjukkan hasil performansi yang lebih baik pada parameter throughput, response time, dan request per second. Sedangkan LXC menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter request loss dan CPU utilization. Dari segi fairness, algoritma Round Robin lebih fair dibanding Least Connection dengan nilai fairness index mencapai 1. Kata kunci : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD Abstract Load balancing is a method in cluster computing that can be used to increase the scalability and decrease the server workloads by distributing traffic load to several clusters of server in equals, in order that the traffic can run optimally, so that it doesn't cause the server becomes overload or down. In it's implementation, the container-based virtualization can be used to implement the load balancing by using HAProxy image as the load balancer. Container is the virtualization technology that allows the program run directly connects with linux kernel in host operating system. Different from Virtual Machine, container doesn't use hardware to virtualize. In some researches, it's believed that container is more lightweight than hypervisor, so that it allowed to process load balancing on the container in this final project. This final project will implement load balancing system that are run on three containers, those are Docker, LXC, and LXD. This research is to know the performance from those three containers from web server services side and resource utilization when server are using load balancing and not (single server). From the research, we know that the performance of server using load balancing had better result than the single server. In this final project we also got that Docker showed better performance on throughput, response time, and request per second. While LXC showed better result on request loss and CPU utilization parameters. In terms of fairness, Round Robin algorithm is more fair than Least Connection with the fairness index is 1. Keywords : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD
Analisis Quality Of Service (qos) Algoritma Antrian Cbwfq Dan Llq Pada Jaringan Mpls-te Dini Adlina Salman; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan komunikasi yang berbasis packet switch, mengutamakan performansi dan utilitas jaringan packet switch. Jaringan packet switch mengembangkan metode forwarding paket seperti MPLS. Kualitas komunikasi yang berbasis packet switch sangat dipengaruhi oleh  delay, packet loss, throughput dan parameter lainnya. Komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable, karena hal itu dapat menunjang kenyamanan user dalam berkomunikasi. Metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan performansi dan kinerja dari suatu jaringan seperti Multi Protocol Label Switching (MPLS), Resource Reservation Protocol, dan penggunaan metoda routing. Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah sebuah metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informansi dalam label yang diletakkan pada paket IP.Dengan metode routing yang diterapkan dalam MPLS, diharapkan mampu meningkatkan performansi dan meningkatkan nilai QoS pada jaringan tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, MPLS menawarkan fungsi traffic engineering yang effisien. Pada tugas akhir ini, penulis membandingkan algoritma antrian yang ada pada jaringan MPLS yaitu Class-Based Weighted Fair Queueing (CBWFQ) dan Low Latency Queueing (LLQ) untuk mendapatkan QoS terbaik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian LLQ mendapatkan hasil perbaikan delay sebesar 91.99 % pada layanan VoIP, 53.02% pada layanan Video Streaming, dan 84.95 % untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 83.53 % untuk layanan VoIP dan untuk layanan Video Streaming 49.67 %. Hasil pengujian pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian CBWFQ mendapatkan perbaikan delay sebesar 72.64 % pada layanan VoIP, 47.22 % pada layanan Video Streaming, dan 91.44 % untuk layanan FTP. Dan untuk parameter jitter  didapatkan perbaikan sebesar 19.59 %  dan  untuk layanan Video Streaming 48.11 %. Penggunaan MPLS TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik ketika menggunakan algoritma antrian LLQ, dapat dilihat dari throughtput, delay, packet loss dan jitter. Dengan menggunakan jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian mempunyai nilai lebih bagus dibandingkan dengan jaringan MPLS-TE tanpa algoritma antrian. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, CBWFQ, LLQ
Analisis Dan Implementasi Metode Offline Charging Berbasis Sesi Untuk Layanan Video Call Dan Voip Pada Jaringan Ims Di Komputasi Awan Amelia Putri Anggadhini; Danu Dwi Sanjoyo; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Arsitektur IP Multimedia Subsystem yang menjamin konvergensi jaringan serta kualitas sesi sangat mendukung berbagai jenis konsep layanan real-time. Namun keunggulan IMS tersebut tidak dapat terlepas dari beberapa faktor penunjang lain, termasuk mekanisme charging yang handal, fleksibel dan efisien. Salah satu mekanisme charging yang ada di dalam arsitektur IMS adalah mekanisme offlline charging. Dalam penelitian ini, telah diujikan implementasi offline charging berbasis sesi pada jaringan IMS untuk layanan Video Call dan VoIP yang melibatkan Clearwater sebagai server IMS, RestComm jDiameter sebagai Charging Data Function, AWS sebagai penyedia komputasi awan, dan X-Lite untuk softphone pengguna. Setelah dilakukan pengujian, didapatkan bahwa jaringan yang tidak mengimplementasi charging memiliki nilai session setup delay lebih rendah daripada jaringan yang mengimplementasi, dengan selisih 0,34 detik untuk layanan VoIP dan 0,25 detik untuk layanan Video Call. Persentase error keakuratan tarif untuk kedua layanan berada pada kisaran 1,83% hingga 3,13% atau tercatat lebih besar daripada durasi aktual. Sementara pengujian charging dengan parameter volume melalui pendekatan berbasis sesi telah dibuktikan tidak efektif karena pada layanan VoIP and Video Call secara berturut-turut terdapat Rp 0,53 dan Rp 2,80 yang hilang setiap detiknya. Kata kunci: IMS, Video Call, VoIP, session based, offline charging Abstract IP Multimedia Subsystem framework that ensures network convergence as well as session quality strongly supports various types of real-time service concepts. But the benefits of IMS can not be separated from several other supporting factors, including a reliable, flexible and efficient charging mechanism. One of the charging mechanisms in IMS is the offline charging. In this research, the implementation of offline session-based charging is tested over IMS network in Video Call and VoIP using Clearwater as the IMS server, RestComm jDiameter as the Charging Data Function, AWS as the cloud provider, and X-Lite as user softphone. After being tested, the network that doesn’t implement charging has the lower session setup delay value than the network that does, with a difference of 0.34 seconds for VoIP service and 0,25 seconds for Video Call service. The error percentage of rate accuracy itself is within range of 1,83% to 3,13% or greater than the actual duration. While the volume parameter with session-based approaching is proven not effective because the VoIP and Video Call service consecutively lost Rp 0,53 and Rp 2,80 every second the services occur. Keywords: IMS, Video Call, VoIP, Session Based, Offline Charging
Analisis Packet Loss Pada Wlan 802.11n Qos Mode Basic Service Set Berbasis Adith Priyo Pratama; Erna Sri Sugesti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WLAN merupakan sebuah perangkat pengiriman data pada jaringan komputer tanpa menggunakan media transmisi kabel (wireless) dimana mobilitas dan fleksibilitas dari perangkat ini sangat baik. WLAN telah distandarisasi oleh IEEE 802.11 dan sudah terdapat beberapa perubahan. Eksperimen ini QoS dari perangkat WLAN 802.11n dengan parameter packet loss yang ingin diketahui menggunakan aplikasi Wireshark. Eksperimen ini ingin membuktikan kinerja perangkat access point Cisco WAP321 Wireless-N. Pengerjaan dilakukan pada daerah tertutup (indoor). Metode yang dilakukan berupa jumlah user yang disebar dengan jarak antara access point kepada user yang berbeda serta pengaturan konfigurasi pada access point tersebut. Parameter uji yang akan dikonfigurasi meliputi transmit power, beacon interval, fragmentation threshold, RTS threshold, AIFS, contention window, dan TXOP limit. Hasil eksperimen ini menunjukan jangkauan AP terbaik berada pada konfigurasi transmit power 100%. Untuk nilai packet loss, konfigurasi beacon interval 100 ms, fragmentation threshold 728 bytes, dan RTS threshold 1024 bytes memeperoleh nilai packet loss yang lebih baik. Sementara pengaruh QoS terhadap performansi, parameter AIFS skema AIFS3, contention window skema CW1, dan TXOP limit skema TL3, memberikan nilai rata-rata terbaik untuk packet loss, throughput, dan RTT delay.Kata Kunci : WLAN, IEEE 802.11n, QoS, Packet Loss, Cisco WAP321 Wireless-N Access Point.
Perancangan Dan Implementasi Sistem Indoor Localization Berbasis Wireless Sensor Network - Zigbee Wildan Yoga Swara; Basuki Rahmat; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam realita implementasi Wireless Sensor Network, mengetahui lokasi sensor menjadi penting untuk mengelola dan menganalisis data-data sensor dalam konteks spasial dan temporal. Penggunaan WSN sudah semakin meningkat diberbagai sektor seperti militer, kesehatan, penanggulangan bencana maupun pemetaan lingkungan[3]. Keterbatasan cakupan area menjadi pertimbangan dalam perancangan dan pengintegrasian WSN untuk cakupan area yang cukup luas dan detil serta tuntutan hasil yang presisi dan tepat. Integrasi antara WSN dengan sistem lokalisasi bisa menjadi solusi berkenaan dengan keterbatasan internet dalam menjangkau suatu area. Pemetaan lokasi seperti pada ruang-ruang bawah tanah, gedung bertingkat dan wilayah yang luas dapat diatasi dengan sistem Indoor Localization. Hasil percobaan Indoor Localization dalam penelitian ini, nilai error lokalisasi paling besar yang didapat yaitu 0,0966 pada pengujian 7 meter sedangkan nilai error paling kecil yang didapat adalah 0,0929 pada pengujian 10 meter. Error koordinat lokalisasi paling besar bernilai 1,3144 meter. Nilai error lokalisasi terbesar terhadap kondisi ruangan yang berbeda-beda sebesar 0,1078 sedangkan yang terkecil 0,0708. Kata kunci : RSSI, WSN, indoor localization dan Xbee.
Aplikasi Untuk Akses Pintu Kamar Apartemen Menggunakan Qr Code Berbasis Android Azella Nanda Yudri; Iwan Iwut Tritoasmoro; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perangkat keamanan berbasis teknologi sudah banyak diciptakan oleh banyak perusahaan, namun harga perangkatnya masih terbilang mahal. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi QR Code. Dengan keunggulan yang dimiliki QR Code saat ini dapat dimanfaatkan sebagai media akses pembuka pintu di apartemen. Disisi lain untuk menurunkan biaya peningkatan sistem keamanan menjadi lebih murah dapat memanfaatkan platform berbarsis Android sebagai QR Code reader. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat aplikasi untuk akses pintu kamar apartemen menggunakan QR Code berbasis Android dengan nama My Door. Pada penelitian ini terdapat tiga metode pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian fungsionalitas (sub-sistem), pengujian performansi QR di lapangan dan pengujian Mean Opinion Scores (MOS). Aplikasi ini memiliki delay dari QR Code ke servo rata-rata 3,68 detik dan delay sebesar 1,35 detik dari push button ke servo. Secara keseluruhan aplikasi sudah layak digunakan pada apartemen dan sesuai tujuan yaitu dapat membuat aplikasi Android untuk membuka akses pintu kamar apartemen dengan memanfaatkan QR Code sebagai media untuk membuka akses pintu tiap kamar apartemen melalui Android. Kata kunci : Keamanan, QR Code, Android Abstract Technology-based security tools have been created by many companies, however the price of the device is still relatively expensive. These problems can be overcome with QR Code technology. With the advantages of current QR Code has can be used as a medium for accessing door openers in apartments. On the other hand, to reduce the cost of increasing security systems to be cheaper, can use the Android-based platform as a QR Code reader. Therefore, in this study an application was made to access the door of apartment room using the Android-based QR Code, the application name is My Door. In this study there are three testing methods that are conducted including functionality test (sub-system), QR performance test on the field and testing the Mean Opinion Scores (MOS). This application has a delay from the QR Code to the servo on average 3,68 seconds and a 1,35 seconds delay from the push button to the servo. Overall, the application is suitable for use in the apartment and according to the purpose of being able to create an Android application to open the access apartment room door by utilizing the QR Code as a media to open the door access for each apartment room through Android.Key : Security, QR Code, Android. Keywords: Security, QR Code, Android.
Aplikasi Pembelian Produk Menggunakan Qr Code Berbasis Android Ahmad Mudhoffar Rabbani; Iwan Iwut Tritoasmoro; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di indonesia, e-commerce sudah mulai tren digunakan semenjak tahun 2014. Beberapa pionir dalam teknologi e-commerce di indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak, dll telah mempermudah masyarakat dalam membeli kebutuhan apapun. Namun saat ini e-commerce belum stabil di mata masyarakat karena memerlukan prosedur yang panjang bagi user untuk melakukan transaksi. Dari sisi penjual juga mengharapkan e-commerce memiliki pemasaran yang baik untuk produknya. Oleh sebab itu teknologi QR-Code berbasis Android dapat dimanfaatkan melalui aplikasi SnapPay sebagai metode pemesanan online yang mempercepat user dalam membeli produk dan pemasaran yang tepat dengan menggabungkan antara pemasaran konvensional dan ¬e-commerce. Aplikasi SnapPay dirancang menggunakan Android Studio berbasis QR-Code. Pada aplikasi SnapPay, QR Code unik pada produk tersebut menyimpan informasi berupa nama, harga, dan detail produk. User dapat menggunakan QR-Code melalui fungsi scan pada aplikasi sebagai akses untuk membeli produk. User dapat melakukan transaksi dengan saldo pada aplikasi, dapat melakukan top-up, dan melihat riwayat pemesanan. Aplikasi SnapPay dapat berjalan dengan lancar pada platform Android. Aplikasi memiliki delay waktu untuk mengakses produk sebesar 1,6 detik dan secara pengukuran subjektif terhadap parameter performance, antarmuka, dan kesediaan konsumen dalam menggunakan aplikasi sudah siap untuk digunakan sebagai fitur tambahan pada QR Code, aplikasi sudah sangat mudah untuk digunakan user dan aplikasi sudah menarik dan user-friendly. Kata kunci : QR Code, Android, E-Commerce ______________________________________________________________________________________ Abstract In Indonesia, e-commerce has begun to trend in 2014. Some of the pioneers in e-commerce technology in Indonesia are Tokopedia, Bukalapak, etc. It has made it easier for people to buy any need online. But now e-commerce is not stable in the eyes of the public because it requires a long procedure for users to make transactions. In terms of sellers also expect e-commerce to have some marketing way for their products. Therefore, Android-based QR-Code technology can be used. Through the SnapPay application, user could easily manage ordering product and also seller could get marketing promotions between conventional marketing to the e-commerce. The SnapPay application is designed using Android Studio. In SnapPay application, the unique QR Code on the product stores information of names, prices, and product details. Users can use the QR-Code through the scan function on the application as access to buy products. Users can make transactions with balances on the application, top-up, and also view the order list. The SnapPay application can run functionally on the Android platform. The application has a delay time to access the product of 1.6 seconds. The application has a good score within the assestment for the parameters of performance, interfaces, and user interest in using the application. Thus, the SnapPay application ready to deploy as additional feature for e-commerce.Keywords: QR Code, Android, ECommerce
Analisis Performansi Teknologi Tv White Space Untuk Layanan Video Surveillance Pada Kebutuhan Public Protection And Disaster Relief (ppdr) Masriza Kurniawan; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari hari banyak kejadian terjadi, termasuk kejadian yang sebenarnya tidak diharapkan terjadi, seperti bencana maupun kecelakaan. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) adalah sistem yang dirancang untuk dapat mengurangi, menanggapi, maupun mengatasi dampak kejadian tersebut. Pada area publik yang mengalami suatu kejadian haruslah sangat cepat direspon dan diatasi, oleh karena itu sistem PPDR di beberapa lokasi dibutuhkan kamera pengawasan untuk layanan video surveillance agar kejadian yang terpantau dapat ditanggapi secara cepat maupun untuk mengatasi beberapa kasus tertentu seperti identifikasi pelaku kejahatan di area public. Layanan video surveillance merupakan layanan yang termasuk dalam kategori prioritas tertinggi dalam aplikasi layanan PPDR, layanan video surveillance juga layanan yang membutuhkan konektivitas broadband dengan kebutuhan kecepatan transmisi minimum 384 Kbps. TVWS (TV White Space) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi TV Analog yang “kosong” dikarenakan migrasi dari penggunaan TV analog ke TV digital pada pita 470Mhz-740Mhz untuk digunakan sebagai media transmisi data dengan data rate hingga 13.5Mbps di bandwith kanal 5MHz dan bahkan hingga 54Mbps di bandwidth kanal 20MHz dan dapat digunakan sebagai alternatif infrastruktur untuk layanan video surveillance pada aplikasi PPDR. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan penggunaan kanal frekuensi 46 (674 MHz) dengan konfigurasi 5 MHz memberikan hasil perfomansi terbaik untuk layanan video surveillance pada PPDR dengan nilai interarrival delay 3,89 ms dan nilai PLR 0.41% serta throughput tertinggi hingga 6,33 Mbps dari beberapa skenario yang dilakukan dibanding penggunaan kanal frekuensi lain dimana beberapa hasil menunjukan tidak dapat digunakan sama sekali. Kata Kunci: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device Abstract In everyday life many events occur, including events that are actually not expected to occur, such as disasters or accidents. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) is a system designed to reduce, respond to, and overcome the impact of the incident. In a public area that experiences an event, it must be responded very quickly and overcome, therefore the PPDR system in several locations is required for surveillance cameras for video surveillance services so that the observed events can be responded to quickly and to address certain cases such as identification of criminals in the public area. Video surveillance services are services that are included in the highest priority category in PPDR service applications, video surveillance services are also services that require broadband connectivity with a minimum transmission speed of 384 Kbps. TVWS (TV White Space) is a wireless network technology that uses analog TV frequencies that are "empty" due to the migration from analog TV to digital TV in the 470Mhz-740Mhz band to be used as data transmission media with data rates up to 13.5Mbps in 5MHz channel bandwidth and even up to 54Mbps in 20MHz channel bandwidth and can be used as an alternative infrastructure for video surveillance services in PPDR applications. Based on the tests that have been carried out, the use of 46 frequency channels (674 MHz) with a 5 MHz configuration gives the best performance results for video surveillance services in PPDR with a delay interarrival value of 3.89 ms and PLR value of 0.41% and the highest throughput of 6.33 Mbps a number of scenarios are performed compared to the use of other frequency channels where some results show that they cannot be used at all. Keywords: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI