Claim Missing Document
Check
Articles

Model Tekno Ekonomi Pada Perencanaan Dan Rancang Bangun Teknologi Komunikasi Untuk Early Warning System (ews) Pada Sistem Public Protection And Disaster Relief (ppdr) Aidil Afdan Pananrang; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana. Kerugian akibat buruknya sistem Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di Indonesia mencapai $125,569 milyar atau sekitar 1.632 Triliun Rupiah [1]. Angka kerugian ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia. Sehingga harus dilakukan upaya untuk mereduksi kerugian bencana dengan sistem deteksi dini. Pada penelitian ini sistem deteksi dini dirancang menggunakan Wireless Sensor Network (WSN), lalu hubungan antara jumlah Sensor Node terhadap biaya akan dianalisa menggunakan Nett Present Value (NPV) untuk pengimplementasian di beberapa level wilayah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan kategori green alert level dan yellow alert level (dengan estimasi kerugian minimum) tidak layak untuk pengimplementasian sistem PPDR dikarenakan menghasilkan NPV yang negatif, sedangkan pada wilayah dengan yellow alert level (estimasi kerugian maksimum), orange alert level, dan red alert level layak untuk pengimplementasian sistem PPDR karena menghasilkan NPV yang positif 
mplementasi Dan Analisis Performansi Server Aplikasi Mobicents Dengan Webrtc Ahmad Abdillah Siddiq; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi semakin berkembang pesat. Perkembangan pesat ini ditandai dengan lahirnya layanan komunikasi yang semakin beragam. Layanan yang beragam ini sangat dibutuhkan oleh user. Layanan komunikasi yang dibutuhkan sudah sampai pada layanan suara dan video. Selain keberagaman, tentulah juga layanan diharapkan memiliki kualitas sesuai standar dan dengan biaya yang murah. Layanan komunikasi suara dan video juga harus bersifat realtime dan reliable. Untuk memenuhi layanan komunikasi yang diinginkan tersebut, maka dari itu layanan perlu dikembangkan pada jaringan berbasis IP (Internet Protocol), yang kemudian layanan ini akan dilihat kualitasnya terhadap beberapa parameter. Dalam penelitian ini, mengimplementasikan sever aplikasi Mobicents yang mendukung layanan WebRTC. Server Mobicents sebagai server aplikasi yang berdiri sendiri, mampu mendukung layanan WebRTC. Komunikasi yang dilakukan memanfaatkan browser sebagai medianya. Kemudian dalam implementasinya, akan dilakukan pengiriman suara dan video antar client. Dari hasil tersebut, akan dianalisis performansi dari layanan WebRTC tersebut. Pada penelitian ini dilihat performansinya meliputi parameter QoS yaitu delay, jitter, throughput, dan packet loss dan parameter uji server seperti CPU usage dan memory usage. Dari hasil pengukuran didapat bahwa dengan variasi background traffic dari 0 Mbps sampai 80 Mbps yang diberikan, nilai rata- rata delay sebesar 5,3753254 ms, jitter sebesar 0,4697894 ms, throughput sebesar 275.567,2277 Bps dan packet loss sebesar 0,020305 %. Hasil yang didapat masih memenuhi standar ITU-T. Kemudian, hasil CPU usage tertinggi adalah 30,7 % pada saat proses start server dan hasil memory usage meningkat dari 17,88 % ke 30,7 %. Pada penelitian ini, juga dilakukan implementasi pada jaringan berbeda. Nilai QoS pada jaringan wired dan jaringan wireless tetap memenuhi standar ITU-T. Kata Kunci: WebRTC, Internet Protocol, Mobicents, QoS
Implementasi Dan Analisis Metode Failoverpada Sistem Redundant Dedicated Server Dan Cloud Server Untuk Layanan Voip Devyta Asterina; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan VoIP (Voice Over IP) yang dapat melewatkan trafik suara, data, dan video dewasa ini semakin berkembang  di  masyarakat.  Kebutuhan  akan  layanan  yang  bersifat  realtime  berbasis  IP  ini  pun  menuntut performansi yang baik pula. Salah satu yang memegang peranan penting adalah server yang berperan sebagai penyedia   layanan. Untuk itu perlu memiliki suatu cara agar tetap menjaga performansi layanan VoIP yang memenuhi standar “baik” dari segi QoS adalah dengan menggunakan redundant server apabila master server (utama)  mengalami  down.  Saat  ini,  suatu  infrastruktur  belum  sepenuhnya  bermigrasi  menggunakan  cloud computing. Dedicated server masih digunakan mengingat akan performansi yang dihasilkan lebih baik dibanding dengan cloud server. Peranan backup server pun diperlukan apabila terjadi gangguan dan menggantikan kinerja master server. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan mengenai redundant server VoIP antara dedicated server dan cloud server. Dimana dedicated server berperan sebagai master server, dan cloud server berperan sebagai backup server yang menggantikan kinerja dedicated server saat mengalami down. Hal ini untuk mewujudkan kondisi high availability dengan menghasilkan downtime yang kecil baik saat kondisi yang terencana (planned) ataupun saat kondisi (unplanned) sehingga layanan VoIP akan tetap dapat digunakan oleh client. Dengan sistem yang diimplementasikan diatas, hasil untuk segi downtime yang ditangani oleh backup server pada cloud adalah 0.8537 detik/tahun untuk kondisi planned dan bernilai 1.1858 detik/tahun untuk kondisi unplanned,  nilai  ini    lebih  kecil  dibandingkan  dengan  tanpa  menggunakan  server  backup  yang  memiliki downtime  172.6  menit/tahun.  Untuk  nilai  availability  yang  dimiliki  berdasarkan  hasil  perhitungan  adalah 99.9999% baik untuk kondisi planned maupun unplanned  yang telah memenuhi rekomendasi “The-Six Nines”. Sedangkan untuk throughput yakni untuk mengetahui kondisi server sesaat sebelum failover adalah 10790.85367 Bps dan setelah failover yakni pada kondisi planned adalah 10720.54967 Bps serta kondisi unplanned adalah 10718.05172 Bps yang  berarti tidak  mengalami perubahan yang signifikan meskipun telah terjadi failover. Dengan ini implementasi ini layak untuk diimplementasikan. Kata kunci: Failover, Downtime, Master server dedicated, Backup server cloud, High availability, VoIP
Analisis Performansi Virtualisasi Container Menggunakan Docker Dengan Serangan Network Denial Of Service Chrisna Fiddin; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi virtualisasi dalam menyediakan infrastruktur komputasi meningkat cukup tinggi seiring berkembangnya dunia industri IT. Penerapan teknologi virtualisasi dan container merupakan bagian yang sangat penting dalam penerapan cloud computing, karena sangat berpengaruh pada efisiensi pengelolaan sumber daya infrastruktur cloud computing. Pada konsep virtualisasi, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyediakan teknik virtualisasi yang mampu menyediakan sebuah sistem dengan peformansi mendekati atau sama dengan native. salah satu faktor yang memperngaruhi performansi sebuah teknik virtualisasi yaitu dari sisi keamanannya. Terdapat banyak jenis serangan terhadap sistem computer, yaitu salah satunya Denial of service, jenis serangan ini senantiasa berkembang dalam berbagai bentuk. Pada tugas akhir ini akan dilakukan penelitian mengenai performansi container menggunakan platform Docker pada saat mengalami serangan DoS TCP SYN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja mesin dari sisi overall performance, dan layanan web server, yang dijalankan di atas container pada saat keadaan normal dan mendapatkan serangan. Hasil pengujian akan dianalisa performansinya dengan membandingkan mesin native. Dari hasil pengujian didapat bahwa serangan Denial of service memberikan dampak penurunan performansi dari sisi overall performance dan layanan web server, baik mesin native maupun menggunakan teknik virtualisasi container Docker. Pada serangan yang relatif ringan didapatkan hasil bahwa pada parameter request per second menyebabkan penurunan performansi sebesar 40,22% pada native dan 37,65% pada Docker, sedangkan pada parameter response time web server, serangan DoS menyebabkan peningkatan response time pada server native sebesar 40,80%, sedangkan pada Docker sebesar 38,38.
Analisis Perancangan Broadband Access Gpon Dan Ng-pon2 (studi Kasus : Apartemen Cinere Terrace Suite) Fransisca Elisa Rahardjo; Ratna Mayasari; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi saat ini dan kedepan, sudah menggunakan teknologi broadband access atau pita lebar yang berbasis teknologi IP (Internet Protocol), untuk mendukung teknologi ini maka diperlukan jaringan akses ke pelanggan full fiber optic, dimana teknologinya menggunakan arsitektur FTTH (Fiber To The Home). Oleh karena itu, penulis akan meneliti mengenai perancangan broadband access dengan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) dan NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). Dalam penelitian ini, penulis bekerja sama dengan PT. Telkom Akses. dimana lokasi yang akan diteliti di apartemen cinere terrace suites. Dalam teknologi GPON saat ini untuk sisi penerima dan sisi pengirim (bitrate 2.5 Gbps arah downstream dan 1.25 Gbps arah upstream) masih menggunakan dua core optic yang berbeda, sedangan dengan teknologi NG-PON2 untuk sisi penerima dan sisi pengirim menggunakan satu core optic (bitrate diberikan sebesar 40 Gbps arah downstream dan 10 Gbps arah upstream). Diharapkan dalam penelitian ini penulis mendapatkan perbedaan tentang kecepatan membawa data antara tenologi GPON dan NG-PON2 dan efisiensi menggunakan core optik dan penggunaan perangkat aktif maupun pasif yang diletakan di pelanggan dan menjadi rekomendasi untuk pihak PT.Telkom Akses. Kata kunci : FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2,TriplelPlay Abstract Current and future technologies, already using broadband or broadband access technology based on IP technology (Internet Protocol), to support this technology is required network access to full fiber-optic customers, where the technology uses the FTTH (Fiber To The Home) architecture. Therefore, the author will discuss broadband access with GPON technology (Gigabit Passive Optical Network) and NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). In this research, writer cooperate with PT. Telkom Access. Where the location to be researched in the apartment cinere terrace suites. In the current GPON technology for receiver side and delivery side (bitrate 2.5 Gbps downstream direction and 1.25 Gbps upstream direction) still use two different optical cores, in contrast with NG-PON2 technology for receiver side and side of road using single core optical (bitrate is given 40 Gbps downstream direction and 10 Gbps upstream direction). It is expected in this research that is making data about speed carrying data between GPON and NG-PON2 tenology and using core and device used also that can be used for customer and PT. Telkom. Access. keywords: FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2, TriplelPlay
Implementasi Dan Analisis Keamanan Jaringan Virtual Terhadap Serangan Dos Dan Ddos Dengan Menggunakan Hips Snort Riyo Surya Putra; Ratna Mayasari; Nyoman Bogi Aditya Karna
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Web server adalah perangkat yang memberikan layanan berbasis paket data kepada klien melalui protokol HyperText Transfer Protocol (HTTP). Protokol ini memberikan layanan berbagi informasi melalui World Wide Web (WWW) dimana klien akan meminta informasi dari suatu website dan web server akan memberikan informasi yang diminta. Berdasarkan data pengukuran yang dikeluarkan oleh McAfee Labs, selama tahun 2016 36% dari serangan di jaringan menyerang Web Server. Salah satu serangan yang digunakan adalah Denial of Service (DOS) yaitu serangan dengan satu Attacker dan Distributed Denial of Service (DDOS) yaitu serangan dengan lebih dari satu Attacker yang bertujuan untuk membuat layanan Server terganggu bahkan dapat merusak Hardware dari Server tersebut. Oleh karenanya banyak metode ditawarkan untuk menjaga layanan suatu web server agar tetap stabil, salah satunya adalah Host Intrusion Prevention System (HIPS). Kata kunci : Web Server, HIPS, DOS, DDOS, Snort dan TCP SYN Flood. Abstract Web server is a device that provides services based on packet data to the client via the HyperText Transfer Protocol (HTTP) protocol. This protocol provides information sharing services through the World Wide Web (WWW) where the client will request information from the website and the web server will provide the requested information. Based on measurement data released by McAfee Labs, during 2016 36% of attacks on the network invade Web Server. One of the attacks is a Denial of Service (DOS) attacking with one Attacker and Distributed Denial of Service (DDOS) attacking with more than one Attacker which aims to make Server services remain compromised and can even damage the Hardware from the Server. Because of the many ways offered to keep the web server stable, one of them is Host Intrusion Prevention System (HIPS). Keywords: Web Server, HIPS, DOS, DDOS, Snort and TCP SYN Flood
Analisis Throughput Layanan Streaming Pada Wireless Lan 802.11n Non-qos Mochamad Adhi Pratama; Erna Sri Sugesti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar yang digunakan untuk sistem komunikasi Wireless LAN adalah IEEE 802.11. Pada tahun 2009 dirilis standar IEEE 802.11n, standar yang diharapkan mampu memberikan nilai throughput lebih dari 100 Mbps. Permasalahan yang sering terjadi pada suatu jaringan WLAN adalah permasalahan kekuatan sinyal, kualitas sinyal serta jaminan user untuk mendapatkan layanan, sehingga jaminan Quality of Service merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perancangan sebuah jaringan WLAN. Pada tugas akhir ini diimplementasikan jaringan WLAN menggunakan standar IEEE 802.11n berbasis eksperimen implementatif dengan menggunakan metode non QoS untuk memberikan karakteristik dari jaringan WLAN standar IEEE 802.11n menggunakan access point Cisco WAP321. Analisis yang dilakukan fokus terhadap nilai hasil pengukuran throughput pada sisi user yang melakukan layanan streaming video.. Parameter uji yang dilakukan meliputi perubahan nilai Beacon Interval, Fragmentation Threshold, RTS Threshold, dan Transmitt Power. Dengan eksperimen yang telah dilakukan, diperoleh rata rata throughput tertinggi pada saat AP dikonfigurasi beacon interval 20 ms, RTS threshold 1024 Bytes, dan fragmentation threshold 728 Bytes. Throughput terendah didapat pada saat penggunaan mode non-QoS sedangkan cakupan terjauh yang dapat dijangkau oleh AP yaitu pada saat nilai transmit power 100%. Bagi user, rata-rata throughput tertinggi didapat pada kondisi user yang terdapat pada main lobe antena AP dengan keadaan LoS.Kata kunci : WLAN, Throughput, RTS Threshold, Fragmentation threshold, Transmitt Power, Beacon Interval.
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Virtual Private Lan Service-te Tunnel Dengan Openimscore As Multimedia Service Server Nabila Nabila; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya user menggunakan jaringan publik atau jaringan yang telah dibuat oleh Internet Service Provider (ISP) untuk saling berkomunikasi. Permasalahan yang terdapat pada jaringan ISP yakni, tidak adanya jaminan keamanan dan QOS yang terjaga. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat teknologi tunneling tetapi, pada teknologi ini terdapat kekurangan mengenai kompleksitas jaringan backbone yang digunakan serta didukung dengan alat yang memiliki harga tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut munculah teknologi untuk menutupi kekurangan teknologi tunneling yaitu, Virtual Private LAN Services (VPLS). VPLS adalah jaringan dimana beberapa ethernet LANs dari pelanggan yang berbeda lokasi untuk saling berkoneksi melalui jaringan penyedia layanan (service provider), dengan cara demikian mengemulasi segmen Ethernet LAN tunggal untuk pelanggan tersebut. Untuk mendukung kehandalan jaringannya ditambahkan pula fitur Traffic Engineering Tunnel pada jaringan VPLS yang menawarkan fungsi berdasarkan LSP yang menghasilkan forwarding paket menjadi lebih efisien serta untuk menyediakan availability services turut pula diintegrasikan server OpenIMSCore guna memperkaya ketersediaan layanan multimedia untuk melengkapi teknologi NGN. Pada tugas akhir ini, penulis mengimplementasikan VPLS-TE Tunneling pada Router Mikrotik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VPLS dengan adanya penambahan fitur TE Tunnel didapatkan perbaikan hasil delay sebesar 72.1% untuk layanan VoIP dan layanan Video Call 63.65%. Untuk parameter Throughput didapatkan perbaikan sebesar 1.83% untuk layanan VoIP dan 10.4% untuk layanan Video Call. Kata kunci : VPLS, VPLS-TE, LAN, OpenIMSCore, QoS
Implementasi High Availability Server Menggunakan Metode Load Balancing Dan Failover Pada Virtual Web Server Cluster Maya Rosalia; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Web menjadi media berorientasi bisnis dan antarmuka yang lebih disukai untuk sistem informasi terbaru . Semakin banyak yang mengakses melalui suatu situs web akan menyebabkan beban kerja suatu penyedia layanan yaitu web server menjadi lebih berat dan kurang optimal. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, besar kemungkinan akan terjadi overload dan server menjadi down sehingga request tidak dapat lagi dilayani. Server Clustering merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu suatu teknologi yang menggabungkan beberapa server yang bekerja bersama-sama yang seolah-olah merupakan satu sistem tunggal. Terdapat beberapa metode pada sistem clustering, yaitu load balancing dan failover. Dengan load balancing, sistem akan dapat melayani beban pengaksesan yang besar dan meminimalisir kegagalan dalam melayani request dari user karena load balancing bekerja dengan mendistribusikan secara merata beban trafik ke beberapa server lain yang terkluster. Failover berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan yang tinggi. Jika terjadi kegagalan sistem pada server utama, server cadangan akan langsung menggantikan server utama untuk tetap memberikan layanan. Pada tugas akhir ini telah diimplementasikan load balancing dan failover pada virtual server cluster. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server dengan menggunakan load balancing jauh lebih baik dibandingkan single server, dengan jumlah request per-detik maksimal yaitu sebesar 2352.937 request dan throughput sebesar 3.53 MB/s pada Haproxy penjadwalan least connection. Adanya pembagian beban ke tiga buah server memberikan penurunan terhadap nilai CPU utilization sebesar 21%. Untuk ketersediaan server pada skenario failover didapatkan nilai downtime rata-rata sebesar 1992.8 ms. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa load balancing dengan menggunakan Haproxy memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan dengan Nginx. Kata Kunci: Cluster, Load Balancing, Failover, Virtual, Haproxy, Nginx
Implementasi Sistem Pemantauan Dan Pengontrolan Perangkat Listrik Otomatis Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Internet Of Things Rizqi Surya Utama; Ratna Mayasari; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Internet of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas pada era kecerdasan komputasi dewasa ini. Pada tugas akhir ini, dibangun sebuah bentuk pengaplikasian IoT seperti smart home. Sistem yang dibangun dapat memantau keadaan rumah dan mengontrol perangkat listrik menggunakan aplikasi android. Sistem dibangun menggunakan NodeMCU dan beberapa sensor seperti sensor DHT11, sensor Light Dependent Resistor (LDR), dan sensor Passive Infrared (PIR), serta relay sebagai aktuator. Data yang diperoleh dari hasil pembacaan sensor-sensor dikirim melalui NodeMCU ke internet, kemudian akan ditampilkan pada aplikasi Android. Sistem kontrol akan dilakukan melalui aplikasi android dan akan dijalankan oleh relay yang telah dirangkai dengan lampu dan kipas angin. MQTT Broker diperlukan sebagai jembatan transfer data dari NodeMCU ke aplikasi Android yang dibangun. Setelah dilakukan pengujian, pada pengujian kualitas jaringan didapatkan bahwa nilai rata-rata delay yang didapatkan dari sistem pamantauan dan pengontrolan adalah sebesar 313,05 milisekon, nilai rata-rata throughput yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 8,992 Kbps, sedangkan pada 2 node aktif adalah 15,614 Kbps, nilai rata-rata packet loss yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 0,17%, sedangkan pada 2 node aktif adalah 0,25%, nilai rata-rata reliability dan availability pada server yang didapatkan adalah sebesar 99,99%. Kata Kunci : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Broker Abstract Nowadays, Internet of Things or known as IoT is growing up in the era of computing intelligence. In this final project built form IoT application such as smart house. The system built can monitor the state of the house and control electrical devices using the Android application. The system is built using NodeMCU and several sensors such as DHT11 sensors, Light Dependent Resistor (LDR) sensors, and Passive Infrared (PIR) sensors, as well as relays as actuators. The data obtained from the reading of sensors sent via NodeMCU to the internet, will then be displayed on the Android application. The control system will be done through Android applications and will be run by relays that have been connected with lamp and table fan. MQTT Brokers are required as bridge data transfers from NodeMCU to Android application. After several tests, the network quality testing found that the highest average delay in the monitoring system and control was 313,05 milliseconds, the average value of throughput obtained by compiling 1 active node was 8,992 Kbps on 2 active nodes is 15,614 Kbps, the average value of packet loss obtained by compiling 1 active node was 0,17% on 2 active nodes is 0,25%, the average value of reliability and availability is 99,99%. Keywords : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Brokers
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI