Articles
Prinsip Akuntabilitas Media (Studi Pada Media Online Mujahid Dakwah.com)
Ramdani, Fauziah;
Tajibu , Kamaluddin;
Zelfia, Zelfia
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.286
Penggunaan media online sebagai sarana dakwah dewasa ini mulai menjadi salah satu alternatif dalam berdakwah. Diantara etika bermedia yang menjadi perhatian baik bagi pemilik media tersebut maupun bagi khalayak atau masyarakat adalah prinsip akuntabilitas media. Media dakwah harus dapat menunjukkan prinsip-prinsip akuntabilitasnya dalam menyampaikan dan menyajikan informasi kepada khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam prinsip-prinsip akuntabilitas yang terkandung dalam kerja-kerja media. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan fokus kajian pada media dakwah Mujahid Dakwah.Com disertai dengan telaah sumber jurnal dari berbagai sudut pandang penting tentang akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jika dikaji secara perorangan dalam tim yang terlibat pada suatu media, maka pada hakekatrnya setiap orang berpotensi menunjukkan akuntabilitas secara personal yang didasari dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika yang khas dengan karakter kerja transparansi data dan fakta dilapangan , jujur dan objektif dalam menyampaikan berita. Sebagaimana yang disebutkan oleh Mc Quial dalam menganalisis akuntabilitas media menggunakan beberapa dimensi penting; seperti; The frame of law and regulation, The Market Frame, The frame of public responsibility serta The frame of professional responsibility. Dimensi lainnya yang dapat digunakan dalam menelaah akuntabilitas media adalah pada kondisi fisik dari keberadaan media itu sendiri meliputi; fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi, kehandalan dan kemampuan untuk memberikan pelayanan media kepada khalayak. Serta daya tanggap (Responsiveness) dalam rangka merespon fakta yang berkembang di masyarakat. Akuntabilitas secara filosofis menunjukkan sikap pertanggungjawaban baik yang bersifat moril dam materil. kepada masyarakat/ pemberi amanah secara khusus. Jika prinsip akuntabilitas ini dapat diterapkan dengan baik, maka akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat secara umum terhadap lembaga atau organisasi serta tidak menutup kemungkinan tingkat kepercayaan akan meningkat. Sedangkan dalam konsep Islam disebutkan bahwa ciri khas dari sikap akuntabel itu dapat ditunjukkan dengan pelaksanaan amanah dengan shiddiq atau jujur, amanah dan fatonah serta istiqomah.
Implementasi Cyber Public Relations Dalam Meningkatkan Citra DPRD Provinsi Sulawesi Selatan
M Nur , Nisa;
Zelfia, Zelfia;
Rayes Ibrahim, Muh
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.288
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui bagaimana manajemen informasi yang dilakukan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui media cyber 2) Untuk mengetahui implemetasi cyber public relations dalam meningkatkan citra positif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif (menggambarkan atau melukiskan) tentang keadaan objek secara sistematis dan akurat berdasarkan fakta , data, dan informasi yang dikumpulkan di lapangan secara terperinci mengenai implementasi cyber public relations yang dilaksanakan dan bagaimana manajemen informasi yang dilakukan oleh DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang dikumpulkan lalu diolah hingga menghasilkan data-data yang sistematis dan akurat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori uncertainty reduction yang mengemukakan cara menggunakan komunikasi untuk mengurangi keraguan, memahami orang lain dan individu serta membuat prediksi tentang perilaku orang lain saat berinteraksi dengan orang lain dan teori relationship management yang membahas proses manajemen relasi antara organisasi dan publiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan Implementasi cyber public relations Dalam Meningkatkan Citra Positif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya; Media yang digunakan ialah website, facebook dan instagram dengan memanfaatkan fitur didalamnya untuk menciptakan komunikasi interaktif antara instansi dan publiknya, Membentuk citra positif dengan memberikan klarifikasi dan informasi secara up to date. Manajemen informasi yang terdiri atas beberapa tahap yakni, pengumpulan data, pemilihan bnetuk informasi, pemilihan media, dan pempublikasian.
Pola Komunikasi Interaktif Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Bicaraanak Usia Dini Di Tkit Al- Hidayah Kota Makassar
Nur Azizah , Aqni;
Zelfia, Zelfia;
Mustamin, Mustamin
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.292
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan pola komunikasi interaktif guru dalam mengembangkan kemampuan bicara anak usia dini di TKIT Al-Hidayah Kota Makassar dan bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi yang berlangsung antara guru dan anak, serta bagaimana interaksi tersebut dapat mendorong perkembangan keterampilan pada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jenis data penelitian ini adalah kualitatif data yang berbentuk kata-kata diperoleh melalui berbagai macam teknik misalnya wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi multi arah terbukti lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan bicara anak usia dini. Terlihat dari peningkatan partisipasi aktif anak dalam berbagai kegiatan berbicara, seperti berdiskusi, bercerita, menyampaikan pendapat, serta merespon pertanyaan dan pernyatan dari guru maupun teman sebayanya. Hal ini terlihat pada saat guru berperan menjadi sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, model dan evaluator untuk membangun rasa percaya diri anak strategi ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara anak, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman dan mendukung. Respon anak didik terhadap pola komunikasi interaktif yang diterapkan oleh guru di TKIT Al –Hidayah sangat positif dimana anak-anak menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran baik secara verbal maupun nonverbal.
Strategi Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tpi Makassar Dalam Meningkatkan Layanan Pempuatan Paspor Melalui Aplikasi M-Paspor
Anugrah , Anugrah;
Zelfia, Zelfia;
Akidah, Ihramsari
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.293
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar dalam meningkatkan layanan pembuatan paspor melalui aplikasi M-Paspor dan bagaimana sistem komunikasi yang terjadi pada proses layanan M-paspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas menerapkan berbagai strategi, antara lain komunikasi informatif melalui media sosial, dan edukasi publik melalui sosialisasi langsung untuk memperluas jangkauan informasi. Strategi tersebut terbukti berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap penggunaan aplikasi M-Paspor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran humas sangat penting dalam inovasi teknologi dengan kebutuhan komunikasi publik demi terciptanya layanan keimigrasian yang lebih efisien, transparan, dan berkualitas.
Komunikasi Visual Pada Media Sosial X Dalam Membentuk Persepsi Gen Z Terhadap Konflik Palestina-Israel
Agustiawan, Agustiawan;
Zelfia, Zelfia
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.294
Media sosial X telah menjadi salah satu menjadi salah satu sumber informasi utama bagi Gen Z untuk memahami Konflik Palestina Israel. Konflik Palestina Isarel merupakan isu kompleks dan berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial X dalam membentuk persepsi Gen Z terhadap konflik Palestina – Israel dan untuk mengetahui Persepsi Gen Z terkait isu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi virtual, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial X memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk persepsi Gen Z terhadap konflik Palestina dan Israel, dimana X berperan sebagai wadah untuk mengekspresikan pandangan dan sebagai sumber Informasi Gen Z terhadap konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel, baik melalui penyebaran informasi, narasi visual maupun interaksi antara pengguna. Faktor algoritma, selektivitas sumber, serta keterlibatan emosional pengguna turut mempengaruhi cara pandang Gen Z terhadap konflik tersebut. Kesimpulan dari penelitian menegaskan bahwa media sosial X bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga arena pembentukan opini publik yang kuat dikalangan generasi Z dalam isu-isu global seperti konflik Palestina dan Israel.
Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Konten Dakwah Ustaz Abdullah Gymnastiar Di Media Sosial Instagram
Ramdani , Fauziah;
Tasruddin , Ramsiah;
Zelfia, Zelfia
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i2.295
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan di era digital. Media sosial dengan berbagai jenisnya menyajikan berbagai akses informasi berisi pesan atau teks-teks dengan maknanya yang plural. Akses kemudahan dalam berkomunikasi tanpa adanya sekat ruang dan waktu bagi para penggunanya juga menjadi bagian yang menarik bagi pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini membahas tentang konten dakwah ustaz Abdullah Gymanastiar dengan analisis pada teks-teks dakwah menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana isi konten dakwah Ustaz Abdullah Gymnastiar di Instagram. 2) Bagaimana analisis konten dakwah tersebut berdasarkan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi pengumpulan data studi pustaka ( library research) baik berupa jurnal online maupun buku yang berkaitan dengan masalah penelitian. Observasi secara online juga dilakukan dengan mengidentifikasi isi konten dakwah yang dishare di platform media instagram ustaz Abdullah Gymnastiar. Hasil penelitian menunjukkan meliputi: (1) media sosial instagram yang digunakan Abdullah Gymnastiar yang berisi 7.910 konten dakwah diantaranya memuat pesan-pesan dakwah yang sarat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Seperti tentang hakekat kehidupan dunia dan hal-hal yang berkaitannya dikemas dalam bentuk konten dakwah baik berupa ayat , hadis maupun quote dari ustaz Abdullah Gymnastiar. (2) Analisis konten dakwah mengggunakan teori tentang tanda De Saussure menunjukkan bahwa disebut penanda atau signifier dalam konten dakwah Abdullah Gymnastiar merujuk pada diksi yang ditulis, warna dan gambar yang digunakan. Adapun Petanda atau signified merupakan konsep/makna yang terkandung dalam penanda tersebut yang bebas makna atau multi tafsir. (3) Konten dakwah tersebut menunjukkan bahwa penanda dan petanda memiliki hubungan makna yang logis dan kesepakatan sebuah tanda pada konten dakwah Abdullah Gymnstiar menunjukkan adanya prinsip sinkronik , dimana ada penyesuian unsur ruang dan waktu untuk mendapatkan makna yang kuat dan konten dakwah tersebut.
Komunikasi Intrapersonal Melalui Musik Niki Zefanya “Backburner” Dalam Proses Replikasi Diri Dan Emosional Pada Pendengar Gen Z Di Kota Makassar
Hidayah.S, Nurul;
Zelfia, Zelfia;
Idris, Muhammad
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i3.300
unikasi intrapersonal yang mampu memengaruhi kondisi emosional dan proses refleksi diri pendengarnya. Dalam konteks generasi muda, khususnya Gen Z, musik sering kali menjadi medium yang digunakan untuk mengungkapkan dan memahami perasaan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lagu Backburner karya NIKI Zefanya berperan sebagai sarana komunikasi intrapersonal bagi pendengar Gen Z di Kota Makassar, khususnya dalam kaitannya dengan proses replikasi diri dan pengelolaan emosi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, yang berfokus pada pemahaman terhadap pengalaman subjektif para informan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam partisipan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik dan melodi lagu Backburner mampu membangkitkan kenangan emosional, memperkuat kesadaran diri, serta menciptakan ruang reflektif bagi pendengar untuk memproses pengalaman kehilangan, penyesalan, dan penerimaan. Lagu ini tidak hanya menjadi media pelarian, tetapi juga sebagai alat untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan secara pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa musik memiliki peran penting dalam membentuk komunikasi intrapersonal, meningkatkan pemahaman diri, dan mendukung regulasi emosi individu. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi intrapersonal dan membuka ruang eksplorasi lebih lanjut mengenai hubungan antara musik, psikologi, dan dinamika emosional generasi muda.
Strategi Komunikasi Duta Genre Indonesia Dalam Menyampaikan Pesan Edukatif Terkait Bahaya Stunting
Rusdi , Nur Halizah;
Zelfia, Zelfia;
Amir , Izki Fikriani
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v6i3.303
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Adanya penyakit stunting dan kurang gizi yang terjadi di Kabupaten Barru itu disebabkan dengan berbagai pokok permasalahan meliputi; Akses makanan bergizi yang sangat minim mengakibatkan stunting menjadi masalah yang meningkat. Duta Generasi Berencana (Duta Genre) Indonesia hadir sebagai agen perubahan. Duta Generasi Berencana (Duta Genre) Indonesia merupakan program yang dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mencetak remaja yang bertugas dalam menyebarkan edukasi terkait perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Duta Genre Kabupaten Barru dalam menyampaikan pesan tentang bahaya stunting kepada remaja di Kabupaten Barru berjalan secara terencana dan disesuaikan dengan karakteristik remaja sebagai target sasaran. Adapun Bentuk penyampaian pesan edukatif yang dilakukan oleh Duta Genre Kabupaten Barru dalam mengedukasi remaja tentang bahaya stunting sangat beragam. Metode yang digunakan meliputi seminar, diskusi kelompok, sosialisasi di sekolah dan desa, serta workshop yang melibatkan remaja secara aktif sebagai peserta.
Strategi Komunikasi Organisasi Sekolah dalam Menerapkan Program IMTAQ di SMPN 3 Pinrang
Naura Nadzifa Rahim;
Zelfia Zelfia;
Muhammad Ilham
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v7i1.336
Pendidikan keagamaan di sekolah sangat penting dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi, dimana pengaruh negatif dari luar dapat membahayakan generasi muda. Pembentukan sikap individu yang baik melalui program IMTAQ (Iman dan Taqwa) menjadi krusial untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter positif seperti kejujuran dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan program IMTAQ di SMPN 3 Pinrang guna meningkatkan kualitas spiritual dan moral siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif serta kolaborasi antara kepala sekolah, guru, staf, dan siswa dalam mendukung implementasi program IMTAQ. Program pendukung seperti Pesantren Ramadhan dan evaluasi perilaku siswa, bersama dengan pemanfaatan media digital, berhasil meningkatkan keterlibatan siswa. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan keagamaan mencerminkan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai IMTAQ. Meskipun tantangan kedisiplinan masih ada, upaya komunikasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa, serta memberikan wawasan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program serupa.
Persepsi Masyarakat Terhadap Fenomena Toxic Language Di Kalangan Remaja Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah
Reni Ayunita;
Zelfia Zelfia;
Ihramsari Akidah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/respon.v7i1.340
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fenomena Toxic language dikalangan remaja dan untuk menganalisis proses komunikasi masyarakat dalam berinteraksi dengan anak remaja di Desa Tumbu, Kec. Topoyo, Kab. Mamuju Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari wawancara dengan beberapa informan peneliti mengelompokkan persepsi Informan sebagai berikut: 1) Normalisasi Bahasa Kasar sebagai Bentuk Kebiasaan Baru, 2) Toxic language sebagai Cermin Identitas atau Pengungkapan Diri, 3) Toxic language dapat Merusak Hubungan antar Individu, 4) Toxic language diperoleh dari Media Sosial dan Teman Sebaya dan 5) Toxic language Menimbulkan Ambiguitas Nilai. Dari wawancara juga diperoleh informasi terkait proses komunikasi antara masyarakat dengan remaja yang dilakukan dengan dua cara yaitu komunikasi langsung dan tidak langsung. Berdasarkan observasi ditemukan tantangan yang signifikan terkait perbedaan bahasa dan istilah yang digunakan di Desa Tumbu. Orang tua dan guru lebih menekankan penggunaan bahasa yang santun, sementara remaja lebih fleksibel dalam menggunakan bahasa gaul, termasuk Toxic language. Hal ini menciptakan kesenjangan komunikasi yang dapat memperburuk hubungan antar generasi. Namun demikian, hasil wawancara juga menunjukkan adanya upaya dari beberapa informan untuk menjembatani perbedaan pandangan tersebut melalui pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan empatik.