Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DAMPAK DIABETES MELITUS PADA USIA PRODUKTIF Chudri, Juni; Sudarma, Verawati; Handayani, Astri; Chondro, Fransisca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is theĀ  most common metabolic diseases and can cause complication. This disease can cause complaints regarding microcirculation and macrocirculation as well as sarcopenia, which can interfere the capability in performing daily activities. This community service were carried out on 100 respondents using the counseling method and Body Mass Index (BMI) was measured for each participants. The results obtained were 12% of the respondent were underweight, 17% respondents have normal BMI, 19% were overweight, 31% have obesity type 1 and 21% respondents have type 2 obesity. As for the knowledge there was an increased in the average score of knowledge from 4.5 in the pretestĀ  to 6.3 for the average post test score
DEPRESI PADA PEKERJA: KENALI GEJALA DAN PENCEGAHANNYA Chudri, Juni; Nazma, Diani; Istriana, Erita; Kartini, Kartini; Junaidi, Junaidi; Hendrilie, Velycia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22007

Abstract

Faktor pekerjaan merupakan salah satu faktor sosial yang berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan mental. Tuntutan pekerjaan dengan tenggat waktu yang ketat serta kurangnya sumber daya pekerja dapat menimbulkan gejala depresi. Menurut WHO, depresi adalah gangguan mental yang umum dimana gangguan ini merupakan penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan menduduki peringkat pertama pada tahun 2030 pada kelompok gangguan mental dan perilaku. Depresi dapat memengaruhi kualitas hidup individu secara signifikan. Keluarga dan masyarakat secara luas juga dapat terkena dampak dari gangguan depresi. Pencegahan depresi melibatkan strategi yang komprehensif melalui pendekatan komunitas ataupun pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan terhadap 69 orang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, dengan metode penyuluhan dan dilakukan pengukuran pengetahuan dari masing-masing peserta menggunakan kuesioner. Hasil tingkat pengetahuan gejala depresi dan pencegahannya yang didapatkan sebelum penyuluhan berupa pengetahuan baik 0%, cukup 29%, dan kurang 71%. Setelah penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai gejala depresi dan pencegahannya yaitu pengetahuan baik 6%, cukup 48%, dan kurang 46%.
Kanker lambung: kenali penyebab sampai pencegahannya Juni Chudri
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.144-152

Abstract

Kanker lambung merupakan kelompok penyakit keganasan yang mempunyai penyebab multifaktorial yaitu dari faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan. Kelainan gen pada kromosom ke - 16 dapat menyebabkan Hereditary Difuse Gastric Cancer (HDGC). Selain faktor genetik, adanya pola diet yang tidak tepat, kebiasaan merokok dan alkohol juga dapat menjadi faktor risiko seseorang menderita kanker lambung. Pola diet yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya kolonisasi dari bakteri Helicobacter pylori di dalam lambung yang dalam perkembangannya, bakteri ini dapat menimbulkan keganasan. Selain infeksi bakteri H. pylori, terdapat juga infeksi Virus Epstein Barr (EBV) sebagai faktor risiko dari kanker lambung. Adanya infeksi EBV pada penderita kanker lambung memberikan gambaran sistem imun penderita di mana kondisi ini dapat mempengaruhi prognosis penderita. Angka kejadian kenker lambung meningkat pada Negara di Asia Timur, Eropa Tengah dan Timur serta Amerika Selatan. Kanker lambung lebih banyak dijumpai pada laki-laki dan diatas usia 50 tahun. Kanker lambung Gejala yang ditimbulkan oleh kanker lambung pada awalnya tidak khas seperti gejala pada keluhan pencernaan umumnya. Kanker lambung sering kali ditemukan pada stadium yang sudah lanjut dan mengakibatkan prognosis yang kurang baik. Oleh karena itu diperlukan adanya diagnosa dini pada penderita kanker lambung yaitu dengan tindakan endoskopi sebagai tindakan deteksi stadium dini. Tata laksanaanker lambung tergantung pada kondisi stadium yang ditemukan. Pada stadium awal, tata laksana yang diberikan hanya tindakan reseksi minimal sedangkan pada stadium lanjut dapat dilakukan tata laksana dengan prinsip multi modalitas yang melibatkan tindakan pembedahan dan tindakan kuratif.
PENYULUHAN PENCEGAHAN KELELAHAN KERJA PADAPETUGAS PENANGANAN PRASARANA DAN SARANA UMUM Nazma, Diani; Chudri, Juni; Wahab, Revalita; Widiastuti, Laura; Hendrilie, Velycia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22893

Abstract

Kelelahan kerja pada petugas PPSU merupakan kondisi fisik dan mental yang menurun akibat beban kerja yang berat dan kurangnya waktu istirahat yang cukup. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada produktivitas, kualitas kerja, serta kesehatan petugas itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mencegah kelelahankerja serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kelelahan kerja pada petugas PPSU. Metode yang digunakan yaitu penuluhan dengan presentasi, pengisian pre test dan post test serta tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, jam kerja yang panjang, dan kurangnya dukungan sosial menjadi faktor utama penyebab kelelahan. Oleh karena itu, disarankan perlunya penataan jadwal kerja yang lebih baik, peningkatan fasilitas pendukung, serta program kesejahteraan bagi petugas untuk meningkatkan kesehatan dan efektivitas kerja mereka.
Analisis Perencanaan Transformasi Manajemen Logistik Pada Radjak Hospital Salemba Junnata, Agung; Zerlinda, Davina Puspa; Pradewa, Firstandika Aria; Chudri, Juni; Suwignyo; Muhammad Jauharil Wafi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2598

Abstract

Instalansi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) berperan penting dalam pengelolaan obat di rumah sakit, yang mencakup berbagai proses seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan retur barang. Proses pengadaan logistik dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Saat ini, Radjak Hospital Salemba menerapkan sistem desentralisasi dalam perencanaan dan pengadaan obat, tetapi berencana untuk beralih ke sistem sentralisasi. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pembelian obat dan mengurangi biaya pengeluaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi antara sistem logistik sentralisasi dan desentralisasi dalam pengelolaan obat di Radjak Hospital Salemba. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFRS telah mencapai tahap pembentukan Perusahaan Besar Farmasi (PBF), di mana semua pembelian obat akan dilakukan melalui satu PBF. Saat ini, IFRS Radjak Hospital Salemba sudah menerapkan sistem manajemen logistik dengan cukup baik yang menggunakan sistem desentralisasi dengan banyak vendor untuk pengadaan obat.
Hubungan Kadar Magnesium dan Kebugaran dengan Tingkat Stress pada Pengemudi Ojek Online Chondro, Fransisca; Margo, Eveline; Handayani, Astri; Chudri, Juni
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.82-90

Abstract

Background Most countries around the world suffered from the high-level transmission COVID-19. Thus, the government enforced a policy for the citizens to work from home. These restrictions impact the mental health of the citizens, and the prevalence of stress increases. Some of the factors that affect stress are magnesium intake and physical fitness. The study found that magnesium levels and fitness are correlated with stress levels. But some studies got different results. Thus, learning more about the relationship between magnesium level, fitness, and stress level is necessary. Methods This is a cross-sectional design study with consecutive non-random sampling methods. This study involving online drivers was held in Kampus B, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, in September 2022. The inclusion criteria are aged 15-64 years, willing to sign the informed consent, can communicate well, while the exclusion criteria are in the therapy of anti-depressant or anti-anxiety drugs, and has a history of heart attack within one month. Results Based on the data, it can be concluded that most respondents are male, from the middle-aged group, and suffer from obesity, and about 50% of the respondents suffer from high blood pressure. Most respondents have normal blood-magnesium levels and medium levels of stress, while all the respondents have poor or very poor physical fitness. On the Chi-square test between age, sex, body mass index, blood pressure, physical fitness and stress level, the level of significance consecutively are 0.645; 0.208; 0.364; 0.451 and 1.000. While on the Fisher test, the significance level between blood magnesium level and stress level is 0.099. Conclusions Based on the bivariate test, it can be concluded that there is no significant relationship between age, sex, body mass index, blood pressure, physical fitness and blood magnesium level with the stress level.
Analisis Perencanaan Transformasi Manajemen Logistik Pada Radjak Hospital Salemba Junnata, Agung; Zerlinda, Davina Puspa; Pradewa, Firstandika Aria; Chudri, Juni; Suwignyo; Muhammad Jauharil Wafi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2598

Abstract

Instalansi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) berperan penting dalam pengelolaan obat di rumah sakit, yang mencakup berbagai proses seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan retur barang. Proses pengadaan logistik dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Saat ini, Radjak Hospital Salemba menerapkan sistem desentralisasi dalam perencanaan dan pengadaan obat, tetapi berencana untuk beralih ke sistem sentralisasi. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pembelian obat dan mengurangi biaya pengeluaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi antara sistem logistik sentralisasi dan desentralisasi dalam pengelolaan obat di Radjak Hospital Salemba. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFRS telah mencapai tahap pembentukan Perusahaan Besar Farmasi (PBF), di mana semua pembelian obat akan dilakukan melalui satu PBF. Saat ini, IFRS Radjak Hospital Salemba sudah menerapkan sistem manajemen logistik dengan cukup baik yang menggunakan sistem desentralisasi dengan banyak vendor untuk pengadaan obat.
Penyuluhan Penerapan Protokol Kesehatan bagi Karyawan di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Chondro, Fransisca; Juni Chudri; Lily Marliany Surjadi; Astri Handayani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus infection disease (COVID-19) is a disease caused by the Sars-Cov2 virus and the first case was found in the city of Wuhan, China and then rapidly transmitted to other countries all over the world. On March 2020, World Health Organization (WHO) declared this disease as a pandemic. Until now, there are 232.468.228 cases and 4.759.804 death worldwide. This virus had mutated and there are some variants of virus that found during this pandemic with variety of symptoms. Regardless the high morbidity rate of this virus, this pandemic also had effect on the economy sector. Hence, many countries started to give permission to companies to start their activity normally. The incremental activities of the workers with higher mobility rate can cause the higher transmission rate of this disease. Therefor, it is very important to educate the people, especially the workers, about the implementation of health protocol in order to prevent transmission of this disease between workers in the workplace or between worker and their family at home. health protocol, transmission, worker, mask