Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYIAPAN DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERMOHONAN BANTUAN DANA DAK FISIK PENUGASAN BIDANG PENDIDIKAN SMK BINTANG PERSADA DENPASAR I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gusti Made Sudika; Ni Kadek Astariani; Made Sudarma; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2748

Abstract

SMK Bintang Persada Denpasar dinaungi oleh Yayasan Bintang Persada (YBP) memanfaatkan Program DAK Fisik Penugasan Bidang Pendidikan SMK Kota Denpasar Tahun 2020, untuk melanjutkan pembangunan gedung sekolahnya memerlukan dokumen hasil kajian struktural untuk melengkapi proposalnya. YBP bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) dalam menyiapkan dokumen tersebut dalam suatu Surat Perjanjian Kerjasama dengan melibatkan 5 dosen dan 4 mahasiswa untuk membantu aktifitas kajian dan menggambar hasil kajian. Survei dilakukan untuk pengumpulan data terkait bangunan eksisting, penyelidikan tanah dan pengujian mutu beton. Data yang didapat merupakan data masukan dalam analisa struktur pembangunan lanjutan gedung menjadi 4 lantai. Hasil kajian mendapatkan mutu bahan dan struktur gedung eksisting dinyatakan layak untuk dilanjutkan menjadi 4 lantai dengan ketentuan yang disajikan dalam gambar rencana. Dokumen hasil penyelidiakn tanah, Hammer test, laporan analisa struktur, laporan hasil kajian dan gambar rencana selanjutnya diserahkan ke YBP dan SMK BPD.
Sinergitas Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Melalui Biopori Ardana, Putu Doddy Heka; Astariani, Ni Kadek; Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Pamungkas, Tri Hayatining
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 2 (2025): DEDIKASI PKM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i2.48261

Abstract

Wawasan pengelolaan air sangat mendesak dilakukan saat ini, terutama di lingkungan perkotaan. Air adalah kebutuhan pokok manusia, namun jika tidak dikendalikan juga kadang menimbulkan masalah, seperti banjir dan bencana lanjutannya di musim hujan. Di musim kemarau, air sulit ditemukan. Di perkotaan tidak mudah untuk menyisakan lahan sebagai penyerapan air dengan lingkungan binaan yang mendominiasi tutupan lahan. Dengan keterbatasan lahan terbuka, teknologi biopori sudah lama ditawarkan menjadi solusi. Namun, manfaat biopori belum cukup dipahami. Bersinergi dengan BWS Nusa Penida, Fakultas Sains dan Teknologi berupaya memperkenalkan pengetahuan biopori dan prakteknya melalui Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di bulan Desember 2023 lalu. Bersama mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Ngurah Rai, kegiatan ini berhasil menanam 100 titik lubang bipori yang diharapkan berkontribusi pada pengurangan genangan air pada saat musim hujan, peningkatan kualitas cadangan air bersih dalam tanah hingga peningkatan pengetahuan peserta mengenai teori dan praktik kegiatan. Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah bagaimana sinergitas antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan memperluas penggunaan biopori sebagai solusi dalam pengelolaan sumber daya air di lingkungan perkotaan? Sedangkan metodologi dalam karya ilmiah ini akan memanfaatkan metode kuantitatif untuk memahami persepsi, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait pengelolaan air dan penanaman biopori. Di akhir kegiatan dilakukan perbandingan wawasan peserta kegiatan yang menunjukkan tren peningkatan.
RUANG PUBLIK MENUJU KOTA DENPASAR YANG MANUSIAWI Parthami Lestari, Ayu Putu Utari
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Denpasar sebagai kota (berwawasan) budaya tidaklah cukup dengan menggelar pentas seni budaya atau festival serta membangun ikon fisik budaya saja tetapi perlu dibarengi usaha strategis dan rekayasa sosial untuk membangun budaya kota. Salah satu upaya untuk membangun budaya kota adalah menciptakan warga kota yang cinta pada kotanya. Kota Denpasar harus menjadi kota yang humanis dan manusiawi yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, bekerja dan menuntut ilmu, tetapi warga kotanya juga harus menjadi betah dan bangga menjadi bagian dari kota. Hal termudah yang bisa dilakukan salah satunya adalah memastikan kebutuhan akan rekreasi warga kota tercukupi, yang dapat diwujudkan dengan pemenuhan ruang publik kota yang adil. Adil artinya tidak hanya bisa diakses oleh golongan warga yang berduit, tetapi juga masyarakat yang tersisih dari pembangunan. Ruang publik ini kemudian diartikan sebagian dari ruang terbuka hijau kota. Walau tidak banyak data mengenai besar ruang publik di Kota Denpasar, ruang-ruang semi publik yang dimiliki sebagian kelompok masyarakat tradisional sebenarnya bisa dimanfaatkan secara maksimal, seperti wantilan, dan balai banjar di sudut-sudut kota atau bahkan jelinjingan dan telabah di ruang-ruang pribadi warga kota. Kegiatan seperti minum kopi, mejejahitan, gotong royong membuat ogoh-ogoh hingga kegiatan publik lain seperti tajen juga dilakukan di ruang publik tradisional kota. Sehingga tidak mengherankan bahwa setiap ada pemilihan umum seperti pilkada, pileg atau pilpres, Denpasar dan kota-kota lain di Bali tidak pernah kesulitan mencari lokasi tempat pemungutan suara. Kesulitan dari penyediaan ruang publik di Denpasar adalah jumlah dan kualitasnya yang harus meningkat. Padahal jumlahnya terancam terus berkurang berbanding dengan jumlah penduduk yang bertambah serta kualitasnya yang kadang kurang memperhatikan fasilitas pendukungnya, sehingga bisa ditinggalkan sewaktu-waktu. Perlu ada studi lebih rinci mengenai jenis-jenis kebutuhan ruang publik yang harus disediakan pemerintah kota, lengkap dengan fasilitas yang memadai.
PUSAT PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN TRADISIONAL LOMBOK DI PRAYA Ari Hidayat; Made Mariada Rijasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Anala Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1474.1-13

Abstract

Secara umum, kebudayaan NTB terdiri dari tiga suku asli utama, yakni suku sasak di Lombok, suku Mbojo di Bima dan Dompu, suku Samawa di Sumbawa. Kebudayaan suku sasak di Lombok mengalami penurunan minat generasi muda untuk menekuni kesenian tradisional. Untuk menyokong pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional maka dibutuhkan gedung Pusat Pelestarian dan Pengembangan Kesenian Tradisional Lombok di Praya, karena jarangnya pertunjukan menyebabkan tradisi Lombok ini berangsur-angsur dilupakan sehingga kepandaian-kepandaian teknik tradisionil yang merupakan salah satu ciri kepribadian setempat, juga terdampak. Agar bisa merangkum kebudayaan Lombok, dan dapat mempermudah akses wisatawan untuk melihat sekaligus mengenal kebudayaan Lombok. Fasilitas ini juga bertujuan untuk memberi informasi sekaligus pengembangan, pelestarian dan juga memperkenalkan kebudayaan Lombok sesuai dengan aspek kebudayaan Lombok meliputi keseniaan serta bangunan adat Lombok merupakan bagian dari wujud kebudayaan. Melalui metode desktiptif pada studi kasus di taman budaya NTB. Kata kunci: Pusat Kesenian, Kesenian tradisional Lombok, Neo Vernakular