Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN FILSAFAT PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA Rusani Jaelani; Raditya Hauzan; Muhammad Kemal; Bunga Diva Putri Wijaya; Hani Nurul Faridah; Najma Layalia Azzahra
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.7748

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) adalah bidang multidisiplin yang berfokus pada otomatisasi aktivitas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI telah menyebar luas dan semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh penerapan positif AI meliputi kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas repetitif dan menghabiskan waktu, serta aplikasinya di sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Namun, AI juga berpotensi untuk disalahgunakan, seperti penggunaan deepfake untuk pornografi dengan menempelkan wajah seseorang ke video atau gambar orang lain, serta penggunaan swap face untuk penipuan identitas. Oleh karena itu, penerapan AI harus didasari dengan landasan moral yang kuat. Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana filsafat Pancasila dapat menjadi landasan untuk menciptakan budaya AI yang berdaya guna dan sesuai dengan nilai-nilai nasional.
Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam Menentukan Pengrajin Tikar Terbaik di Kota Tasikmalaya Cahyadi, Cepi; Simarangkir, Manase Sahat H; Jaelani, Rusani
Journal of Information System & Business Management (ISBM) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/isbm.v2i1.40

Abstract

Untuk meningkatkan kompetensi para pengrajin di Kota Tasikmalaya, diperlukan sistem untuk pendukung keputusan dalam menentukan pengrajin unggul berdasarkan kriteria pembobotan. Saat ini, proses penilaian masih belum memiliki nilai yang jelas dan seringkali bersifat subyektif dari lembaga terkait. Metode SAW, yang juga dikenal sebagai metode dengan penjumlahan terbobot, memiliki konsep dasar yaitu mencari berapa penjumlahan terbobot dari rating kinerja setiap alternatif untuk semua atribut. Kriteria yang digunakan untuk menilai pengrajin di Tasikmalaya meliputi rata-rata nilai produk, harga, kualitas, kekuatan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran dengan nilai peringkat tertinggi pertama sebesar 0,980, peringkat tertinggi kedua sebesar 0,788, peringkat tertinggi ketiga sebesar 0,785 dan peringkat tertinggi keempat sebesar 0,768. Nilai lebih besar menunjukkan bahwa alternatif tersebut lebih terpilih. Dalam kasus penentuan pengrajin unggul di Tasikmalaya, hasil penilaian menggunakan Simple Additive Weighting menunjukkan perbedaan yang signifikan saat proses perangkingan dibandingkan dengan penilaian sebelumnya.
Management Improves Student Activities In The Digital Era To Achieve A Pancasila Student Profile Rusani Jaelani; Alwi Bangkis A.S; Sandy Sanjaya
Journal of Future Education Vol 1 No 1 (2023): Journal of Future Education
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67025/journaloffutureeducation.v1i1.5

Abstract

This study aims to increase student activity in achieving Pancasila student profiles in the digital era. In the digital era, learning can be carried out boldly, but this requires planning and organizing the right learning. One way to increase student activity is to choose learning materials that can be integrated with the Pancasila student profile. The selection of appropriate learning materials can help students understand the values of Pancasila and apply them in everyday life. In addition, educators also need to have competence in digital learning, such as planning and organizing learning, delivering skills, and mastering learning media. In this research, it is hoped that effective ways can be found to increase student activity in achieving a Pancasila student profile in the digital era.  
ANALISIS KESIAPAN SISWA KELAS V TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL REALITY (VR) BAHASA INGGRIS Salma Salsabila Azka; Erwin Rahayu Saputra; Rusani Jaelani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11168

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the readiness of grade V elementary school students in the use of English Virtual Reality (VR)-based learning media. The research focuses on three aspects of readiness, namely cognitive, affective, and psychomotor/technological readiness of students. This study uses a descriptive quantitative approach with a survey method of grade V students in one school in each sub-district in Tasikmalaya City. The data was analyzed using descriptive statistics in the form of mean, percentage, and categorization of readiness level. The results of the study showed that in general students had quite good readiness, based on the percentage gain, namely, the cognitive aspect obtained a percentage of 68.12%, the affective aspect of 69.02%, and the psychomotor/technological aspect of 70.30%, all of which were in the high category. These results indicate that they already have adequate basic skills to adapt to the use of immersive technology in learning. Thus, Virtual Reality (VR) has a great opportunity to be used as a medium for learning English in elementary schools, especially in Tasikmalaya City. The presentation of Virtual Reality (VR)-based English learning needs to be designed simply, directed, and in accordance with the characteristics of students so as not to cause excessive cognitive load during the learning process. Thus, this research has contributed to filling the gap in previous research by mapping the level of readiness of grade V students to the use of English Virtual Reality (VR) learning media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan siswa kelas V sekolah dasar dalam penggunaan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) Bahasa Inggris. Penelitian difokuskan pada tiga aspek kesiapan, yaitu kesiapan kognitif, afektif, dan psikomotorik/teknologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap siswa kelas V di satu sekolah pada masing-masing kecamatan di Kota Tasikmalaya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, persentase, dan kategorisasi tingkat kesiapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kesiapan yang cukup baik, berdasarkan perolehan persentase yakni, aspek kognitif memperoleh persentase sebesar 68,12%, aspek afektif sebesar 69,02%, dan aspek psikomotorik/teknologis sebesar 70,30%, yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mereka telah memiliki keterampilan dasar yang memadai untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi imersif dalam pembelajaran. Sehingga, Virtual Reality (VR) berpeluang besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar khususnya di Kota Tasikmalaya. Penyajian pembelajaran bahasa Inggris berbasis Virtual Reality (VR) perlu dirancang secara sederhana, terarah, dan sesuai dengan karakteristik siswa agar tidak menimbulkan beban kognitif yang berlebihan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian penelitian ini telah berkontribusi dalam mengisi kesenjangan penelitian terdahulu dengan memetakan tingkat kesiapan siswa kelas V terhadap penggunaan media pembelajaran Virtual Reality (VR) bahasa Inggris.
Analisis Kebiasaan Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Tingtin Sumartini; Deden Taopik; Windhi Widhiyanti; Heri Yusuf Muslihin; Rusani Jaelani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.82236

Abstract

This research is based on the fact that many teachers in learning activities still use lesson plans/teaching modules downloaded from the internet or purchased from third parties. This research aims to determine teachers' habits in making RPP/MA from 19 schools in the West Java region. This research uses descriptive qualitative methods. Data was generated from interviews and surveys with data analysis techniques using data reduction, data presentation, drawing conclusions. Based on research results, teachers' habits in compiling lesson plans are mostly downloaded from the internet. The notes resulting from data analysis are as follows: of the 19 samples of lesson plans resulting from making your own as many as 2 samples (10%) and lesson plans resulting from downloading from the internet as many as 17 samples (90%), with the reason that 35% do not have time, 6% have too many tasks. teachers and 59% downloaded the RPP which they felt was practical. The conclusion from the research is that most teachers download lesson plans from the internet for practical and time-effective reasons, then modify them according to school conditions.