Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Skrining Anemia pada Remaja Putri dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Majalaya Amaluddin, Iqbal; Kusdiantini, Andini
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): Jul-Agu
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i4.479

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang paling lumrah ditemukan bagi masyarakat di dunia saat ini adalah anemia, termasuk Indonesia. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, kasus anemia di kalangan remaja masih tergolong tinggi dimana pada usia 15 hingga 24 tahun sebanyak 32% dimana sebanyak 27,2% remaja perempuan teridentifikasi mengalami anemia, jumlah ini lebih besar dibandingkan pada kelompok laki-laki yang hanya 20,3%. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi jumlah remaja putri yang mengalami anemia di lingkungan sekolah serta mengevaluasi keterkaitan antara konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan sebanyak 45 siswi secara acak dengan jangkauan umur 15 – 17 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebagai pendukung diagnostik dan data primer dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dengan POCT. Dari hasil pemeriksaan menunjukan kejadian anemia pada remaja perempuan di institusi pendidikan sebesar 60 % dengan angka anemia tertingi pada umur 15 tahun. Jumlah kasus anemia di kalangan remaja yang tidak pernah meminum tablet tambah darah sebesar 71 %. Selain itu terlihat adanya korelasi antara ketaatan terhadap konsumsi tablet zat besi dengan jumlah kasus anemia pada remaja perempuan.
GAMBARAN HASIL CREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI LABKESDA KOTA BOGOR Irfiyani, Nurika; Kusdiantini, Andini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.33638

Abstract

Nefropatik diabetik merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus yang ditandai dengan kerusakan fungsi ginjal, yang umumnya ditunjukkan oleh peningkatan kadar kreatinin dalam darah. Kondisi ini dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan meningkatkan risiko gagal ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar kreatinin dengan kejadian diabetes melitus pada pasien yang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Bogor. Penelitian dilakukan terhadap 30 pasien dengan menggunakan metode spektrofotometri untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara peningkatan kadar kreatinin dengan kondisi diabetes melitus. Temuan ini paling menonjol pada kelompok pasien laki-laki dengan rentang usia 56–65 tahun, yang menunjukkan tingkat kreatinin lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pasien diabetes mellitus, terutama laki-laki usia lanjut, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan ginjal akibat nefropatik diabetik. Penelitian ini memperkuat pentingnya pemantauan rutin kadar kreatinin sebagai indikator dini kerusakan ginjal pada pasien diabetes. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor risiko lainnya seperti durasi diabetes, gaya hidup, dan kontrol glukosa darah untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan diabetes melitus dengan fungsi ginjal.
Gambaran hemoglobin pada pasien menometroragia menggunakan metode impedance di salah satu rumah sakit Cimahi Afrina, Sholu Widi; Kusdiantini, Andini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1151

Abstract

Background: Hemoglobin (Hb) is an important parameter in assessing the blood condition of patients with menometrorrhagia, a disorder characterized by excessive and prolonged menstrual bleeding. This condition can cause a significant decrease in Hb levels and lead to anemia if not monitored regularly. Anemia due to chronic bleeding can worsen the patient's health and increase the risk of complications. Purpose: To provide an overview of hemoglobin levels in patients with menometrorrhagia using the impedance method. Method: A descriptive analytical study using a cross-sectional approach was conducted on menometrorrhagia patients at Dustira Hospital, Cimahi. The study population included all female patients of reproductive age (20–45 years) undergoing hemoglobin examination in the hospital laboratory during the period of January–December 2024. The study sample was taken using purposive sampling with a total of 120 patients. Results: Most patients experienced a significant decrease in hemoglobin levels, indicating anemia due to excessive and prolonged menstrual bleeding. The impedance method demonstrated good ability to detect Hb levels quickly and accurately. Conclusion: Most patients with menometrorrhagia had anemia. The impedance method proved accurate and efficient in assessing hemoglobin levels and can be used as a reference in diagnosis and medical decision-making.   Keywords: Hemoglobin; Impedance Method; Menometrorrhagia.   Pendahuluan: Hemoglobin (Hb) merupakan parameter penting dalam menilai kondisi darah pasien dengan menometroragia, yaitu gangguan perdarahan menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kadar Hb yang signifikan dan berujung pada anemia, apabila tidak dilakukan pemantauan secara berkala. Anemia akibat perdarahan kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien dan meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: Untuk memberikan gambaran kadar hemoglobin pada pasien menometroragia menggunakan metode impedance. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan pada pasien menometroragia di Rumah Sakit Dustira, Cimahi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien wanita usia reproduksi (20 – 45 tahun) menjalani pemeriksaan hemoglobin di laboratorium rumah sakit selama periode Januari-Desember 2024. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah total 120 pasien. Hasil: Sebagian besar pasien mengalami penurunan kadar hemoglobin yang signifikan, yang mengindikasikan kondisi anemia akibat perdarahan menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan. Metode impedance menunjukkan kemampuan yang baik dalam mendeteksi kadar Hb secara cepat dan tepat. Simpulan: Sebagian besar pasien menometroragia mengalami anemia. Metode impedance terbukti akurat dan efisien dalam menilai kadar hemoglobin dan dapat dijadikan acuan dalam diagnosis serta pengambilan keputusan medis.   Kata Kunci: Hemoglobin; Menometroragia; Metode Impedance.
Gambaran Nilai Indeks Eritrosit pada Pasien Anemia di Rumah Sakit X Alfitrah, Satya; Kusdiantini, Andini
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 1 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i1.2470

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, ditandai dengan penurunan hemoglobin dan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) pada pasien anemia di Rumah Sakit X. Desain penelitian menggunakan metode observasional cross-sectional dengan 45 responden berusia 20–80 tahun. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden (88,9%) mengalami anemia dengan karakteristik dominan mikrositik-hipokromik. Nilai rata-rata MCV 74,55 fL, MCH 24,19 pg, dan MCHC 31,72 g/dL. Sebagian besar responden memiliki MCV <80 fL (88,9%), MCH <27 pg (88,9%), dan MCHC <32 g/dL (62,2%). Pola ini lebih banyak ditemukan pada perempuan dibanding laki-laki dan konsisten dengan anemia defisiensi besi. Kesimpulannya, indeks eritrosit dapat menjadi parameter penting dalam skrining awal dan penatalaksanaan anemia.
Sosialiasi Pola Hidup Sehat dan Senam Kebugaran Pada Warga di Lingkungan Gelora Bandung Lautan Api Sudradjat, Agus; Candra Fatihah, Dian; Kusdiantini, Andini; Fitriyani, Sani; Dwi Ariani, Nurul; Firmansyah Sumantri, Agung
PADMA Vol 3 No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v3i2.1158

Abstract

Kesehatan masyarakat memiliki peran sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik pola hidup sehat di kalangan warga Lingkungan Gelora Bandung Lautan Api. Melalui serangkaian sosialisasi, workshop, dan kegiatan senam kebugaran, peserta diajak untuk memahami pentingnya pola hidup sehat dan kebugaran dalam meningkatkan kualitas hidup. Sesi senam kebugaran menjadi elemen penting dalam program ini, dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dan merangsang partisipasi aktif warga dalam aktivitas fisik. Melalui pendekatan yang interaktif, kegiatan ini menciptakan lingkungan yang mendukung dan menginspirasi masyarakat untuk terlibat dalam perubahan positif dalam gaya hidup mereka. Evaluasi hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan warga mengenai pentingnya pola hidup sehat, dan sekaligus mencatat pertumbuhan dalam partisipasi kegiatan senam kebugaran. Dengan meresapnya kesadaran kesehatan dalam komunitas ini, diharapkan kegiatan ini akan menjadi landasan bagi adopsi gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Berfokus pada pendekatan interaktif, kegiatan ini mengintegrasikan informasi tentang nutrisi, olahraga, dan manajemen stres untuk membentuk pola hidup seimbang. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif dalam kegiatan senam kebugaran. Melalui abstrak ini, diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi model inspiratif untuk edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan komunitas.
Pengenalan Konsep Fisioterapi Wellness dan Pemeriksaan Kesehatan Dasar di SMAN 6 Cimahi Qudus, Abdul; Firmansyah Sumantri, Agung; Halomoan, Roni; Thesalonika, Lona; Sudrajat, Agus; Kusdiantini, Andini; Trimastuti, Wahyu; Gunawan, Ramdhan; Mecca Sufyana, Candra
PADMA Vol 2 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2245

Abstract

The student period is a critical time for forming lifestyle patterns. Wellness physiotherapy emphasizes prevention, health promotion, and the formation of safe physical activity habits.The purpose of introducing the concept of wellness physiotherapy and conducting basic health checks for students at SMAN 6 Cimahi is to increase health awareness and detect early risk factors.The PKM activity took the form of group education and basic health screening (pre-activity questionnaires such as PAR-Q+, blood pressure measurement, body mass index, resting heart rate, sit-and-reach flexibility, and screening for health problems). The PKM activity took the form of group education and health screening examinations (pre-activity questionnairessuch as PAR-Q+, blood pressure measurements, body mass index, resting heart rate, sit-and-reach flexibility, and simple functional fitness measurements). The results were reported descriptively, and clinical follow-up was recommendedwhen necessary. Results from 120 participating students showed that 18% exhibited signs of high blood pressure/other risk factors requiring follow-up, 32%did not meet physical activity recommendations, and >85% reported increasedknowledge after the session. This program is effective as an initial intervention toincrease student health awareness and detect health issues requiringreferral.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Cek dan Konseling Kesehatan di Lingkungan Lapangan Tegalega Bandung Andini Kusdiantini; Sri Setia Tjahjati; Agus Sudrajat; Nurul Dwi Ariani; Candra Mecca Sufyana
PADMA Vol 3 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v3i1.1023

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Cek dan Konseling Kesehatan merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan fokus pada cek kesehatan rutin dan konseling yang berkaitan dengan aspek kesehatan. Melalui kegiatan ini, tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara preventif dan memberikan informasi serta dukungan yang dibutuhkan untuk mewujudkan gaya hidup sehat. Metode yang digunakan dalam PKM Cek dan Konseling Kesehatan meliputi pemeriksaan fisik, pengukuran parameter kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan indeks massa tubuh, serta penyuluhan dan konseling individu atau kelompok mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, manajemen stres, dan upaya pencegahan penyakit tertentu. Tim yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari tenaga medis yang berkualifikasi dan berpengalaman dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Hasil dan pembahasan dari PKM Cek dan Konseling Kesehatan akan mencakup evaluasi kondisi kesehatan masyarakat, identifikasi risiko penyakit, serta rekomendasi tindakan preventif yang dapat diambil untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam pembahasan, akan ditekankan pentingnya adopsi gaya hidup sehat melalui pola makan yang seimbang, olahraga teratur, manajemen stres, dan pemantauan kesehatan secara rutin. Selain itu, akan dijelaskan pula manfaat konseling dalam memberikan dukungan psikologis dan edukasi kepada individu atau kelompok dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Diharapkan melalui PKM Cek dan Konseling Kesehatan, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengadopsi gaya hidup sehat. Tingkat Kepuasan Peserta menyatakan 60 % sangat puas, 30 % puas dan 10 % cukup puas.
Edukasi dan Interpretasi Hasil Pemeriksaan Kolesterol dan Trigliserida bagi Kader Posyandu di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung Andini Kusdiantini; Yayang Ayu Nuraeni; Ai Susi Susanti; Shinta Elvira; Seva Arodi Do Hina; Dinda Aulia
PADMA Vol 5 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2646

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti dislipidemia menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular di Indonesia. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan edukasi kesehatan masyarakat, namun masih terbatas dalam kemampuan interpretasi hasil pemeriksaan kolesterol dan trigliserida. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memahami serta menginterpretasikan hasil pemeriksaan lipid darah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan interpretasi hasil laboratorium, serta pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida menggunakan alat point of care testing (POCT). Peserta berjumlah 25 kader Posyandu di Kelurahan Maleer, Kota Bandung. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58,4 (pre-test) menjadi 84,6 (post-test). Sebanyak 36% peserta pemeriksaan memiliki kadar kolesterol total ≥200 mg/dL dan 28% memiliki kadar trigliserida ≥150 mg/dL. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader dalam edukasi dan deteksi dini faktor risiko PTM di masyarakat.
Pembuatan dan Diseminasi Konten Edukasi Digital tentang Pemeriksaan Kimia Klinik untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Klinik Prima Husada Bandung Edi Suharto; Andini Kusdiantini; Sali Setiatin; Rosita Rosita; Fadila Amanda; Siti Insani; Zulpa Lutfiyyah; Novita Krisnawati
PADMA Vol 5 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2647

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, dislipidemia, dan gangguan fungsi ginjal merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan kimia klinik menjadi langkah strategis dalam pencegahan komplikasi. Namun, literasi masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan laboratorium masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membuat dan mendiseminasikan konten edukasi digital mengenai pemeriksaan kimia klinik untuk deteksi dini PTM di Klinik Prima Husada Bandung. Metode yang digunakan meliputi tahap perencanaan, pembuatan konten (video edukasi, infografis, dan e-book digital), diseminasi melalui media sosial dan penyuluhan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 30 orang (usia 25–60 tahun). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,3 (pre-test) menjadi 82,7 (post-test), dengan peningkatan sebesar 46,9%. Sebanyak 78% peserta menyatakan lebih memahami pentingnya pemeriksaan glukosa darah, profil lipid, dan fungsi ginjal secara berkala. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan digital.
Gambaran Nilai HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tenjolaya Syafilla Rhamdini Vieranddhy; Andini Kusdiantini
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/45w8ww95

Abstract

Diabetes Melitus tipe II yaitu penyakit kronis yang ditunjukkan dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin. Pemeriksaan HbA1c menjadi indikator penting untuk menilai pengendalian glukosa darah dalam jangka panjang. Adapun tujuannya dari penelitian ini guna memberi gambaran terkait kadar HbA1c pada pasien DM II di Puskesmas Tenjolaya. Metode yang diterapkan yaitu deskriptif melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pengambilan sampel dilaksanakan secara langsung kepada 30 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus tipe II pada bulan Februari-Mei 2025 yang diperiksa menggunakan alat Hipro A1 Immunoassay Analyzer. Hasil menunjukkan bahwasanya kadar HbA1c umumnya bertambah seiring bertambahnya usia, serta lebih tinggi pada pasien yang tidak rutin berolahraga dan tidak patuh mengkonsumsi obat. Mayoritas pasien adalah perempuan, yang berkaitan dengan perubahan hormon pasca menopause. Hal ini menekankan pentingnya kontrol glikemik melalui gaya hidup sehat dan kepatuhan terapi guna mencegah komplikasi diabetes.