Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberdayaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dalam Pencegahan HIV/AIDS melalui Program EDU-RESIH (Edukasi Remaja Bersih Lelaki seks lelaki) di Kota Bukittinggi Husna, Elfira; Herawati, Mega; Hayati, Nandie; Fransiska, Mellia; Wenny, Dwi Mutia; Nadia, Nadia; Safitri, Aniza
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1210

Abstract

Data Kementerian Kesehatan (mencatat sekitar 35.000 kasus baru HIV dan 12.000 kasus baru AIDS. Faktor Risiko Tertinggi Kasus karena Hubungan seks, terutama pada kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki). Berdasarkan ODHIV yang ditemukan Januari-Juni 2024, sebanyak 30,5% dari kelompok LSL F aktor Risiko Tertinggi Kasus HIV AIDS karena Hubungan seks, terutama pada kelompok LSL. Bukittinggi menempati urutan kedua terbanyak kasus HIV/ AIDS di Sumatera Barat setelah Kota Padang. Lembaga kerapatan adat alam Minangkabau (LKAAM) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat memiliki otoritas secara resmi menerbitkan maklumat yang menegaskan adanya sanksi adat berupa pengusiran terhadap pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), namun hal ini belum berjalan efektif di karenakan belum terintgrasi nya aturan atau kebijakan LKAAM dengan unsur pemerintahan. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk inovasi melibatkan keaktifan kembali fungsi dari LKAAM Minangkabau untuk menjalankan program EDU-RESIH, berkolaborasi dengan dinas kesehatan kota bukittinggi, MUI, dan Psikolog. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi analisis situasi dan advokais mitra, Program EDU RESIH. evaluasi kegiatan ini menggunakan pengukuran pengetahuan, dan sikap siswa melalui kuosioner. Pelaksanaan EDU RESIH pada Rabu 3 September 2025, diikuti 48 siswa, kepala sekolah, guru BK, perwakilan Dinas Kesehatan, LKAAM, MUI, dan psikolog serta tim PkM UPN Bukittinggi. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, pemaparan materi, diskusi panel, post-test, serta pendokumentasian testimoni. Hasil Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap, siswa terkait HIV AIDS dan LSL. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan komunitas dari berbagai pihak secara kompreherensif dalam pencegahan HIV AIDS terutama akibat LSL
Perbandingan Pemberian Media Flip Chart dan Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan IbuTentang Pola Pemberian Makanan Pada Status Gizi Balita Husna, Elfira
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.753 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v10i1.1966

Abstract

Abstrak Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam optimalisasi derajat kesehatan dan pembanguan ekonomi negara. Pengetahuan ibu terkait pola pemberian makanan memegang peranan penting dalampertumbuhan fisik dan kecerdasan balita.Aspek kognitif ibu perlu ditingkatkan dengan cara media yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media flipchart dan audio visual terharap pengetahuan ibu terkait pola pemberian makanan pada balita . Penelitian ini mengunakanquesiexperimental dengan desain non equivalent control grup desiqn. Teknik pengambilan sampelmenggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 36orang. Data di analisamenggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon dan uji Mann Whitney U.Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata pengetahuan responden pretest-post media flipchart yaitu p value 0.000 dan rata rata pengetahuan responden pretest-postest media audiovisual p value 0.000. Sementara itu, rata-rata selisih pengetahuan responden posttest denganmedia flipchart adalah 10.69 sedangkan rata selisih media audio visual adalah 26.31. Hasilanalisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pemberian media flip chartdan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan ibu balita dengan p value 0.000.Dapat disimpulkanbahwa media audio visual lebih efektif daripada media flip chart. Diharapkan hasil penelitianini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi praktisi kesehatan untuk lebih interaktif menngunakan media audio visual dalam memberikan edukasi pada ibu yang mempunyai balita sehingga berkontribusi langsung dalam meningkatkan status gizi balita. Kata kunci : Pengetahuan, makanan balita, media flip chart, media audio visualDaftarpustaka:35(2010-2020)