Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kaesang's Coat-Tail Effect: Influence and Implications for PSI's Political Branding in the 2024 Election Siregar, Kristian Hamonangan; Rahmawati, Restu
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.43589

Abstract

Abstract. In the Indonesian political system, the coat-tail effect phenomenon is often utilized by political parties to increase electability through popular public figures. The coat-tail effect refers to a situation where the popularity of a figure can have a positive impact on vote support for other parties or candidates affiliated with them. One example of the implementation of this strategy is the appointment of Kaesang Pangarep, President Joko Widodo's youngest son, as Chairman of the Indonesian Solidarity Party (PSI) ahead of the 2024 elections. With his popularity as a young figure and his closeness to the president, Kaesang was expected to boost PSI's votes to reach the 4% parliamentary threshold. This study aims to analyze the influence and implications of Kaesang Pangarep's Coat-tail effect in increasing the votes of the Indonesian Solidarity Party (PSI) in the 2024 Election using a political branding approach. The research method used is qualitative and non-participant observation. The results showed that despite Kaesang's high popularity as a public figure, his involvement did not succeed in pushing PSI over the 4% parliamentary threshold, with votes only reaching 2.8%. Some of the main factors that led to this failure include the weak institutionalization of PSI's ideology, delays in campaign strategy, and the negative sentiment towards dynastic politics attached to Kaesang's figure. The research also found that Kaesang's presence managed to increase public attention, especially among young voters. This finding confirms that the popularity of public figures must be balanced with a structured political branding strategy and strong party ideological values to create a significant electoral impact. Keywords: Coat-tail effect, Political branding, Indonesian Solidarity Party (PSI), Election 2024. Abstrak. Dalam sistem politik Indonesia, fenomena coat-tail effect sering dimanfaatkan oleh partai-partai politik untuk meningkatkan elektabilitas melalui tokoh-tokoh publik yang populer. Coat-tail effect mengacu pada situasi di mana popularitas seorang figur dapat membawa dampak positif terhadap dukungan suara bagi partai atau kandidat lain yang berafiliasi dengannya. Salah satu contoh penerapan strategi ini adalah pengangkatan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2024. Dengan popularitasnya sebagai figur muda dan kedekatannya dengan presiden, Kaesang diharapkan dapat mendongkrak suara PSI agar mencapai ambang batas parlemen sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan implikasi Coat-tail effect Kaesang Pangarep dalam meningkatkan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024 dengan menggunakan pendekatan political branding. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kaesang memiliki popularitas tinggi sebagai figur publik, keterlibatannya tidak berhasil mendorong PSI melewati ambang batas parlemen sebesar 4%, dengan perolehan suara hanya mencapai 2,8%. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kegagalan ini meliputi lemahnya pelembagaan ideologi PSI, keterlambatan dalam strategi kampanye, dan sentimen negatif terhadap politik dinasti yang melekat pada sosok Kaesang. penelitian juga menemukan bahwa kehadiran Kaesang berhasil meningkatkan perhatian publik, terutama dari kalangan pemilih muda. Temuan ini menegaskan bahwa popularitas figur publik harus diimbangi dengan strategi branding politik yang terstruktur dan nilai ideologis partai yang kuat untuk menciptakan dampak elektoral yang signifikan. Kata Kunci: Coat-tail effect, Political Branding, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Pemilu 2024.
Urgensi Literasi Politik mengenai Hak Pilih bagi Pemilih Pemula Azmy, Ana Sabhana; Rahmawati, Restu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18672

Abstract

Background: Tulisan ini mengkaji tentang urgensi literasi politik mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Alasan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena berdasarkan data nasional bahwa tingkat golput pada pemilu 2024 meningkat yakni sebesar 18,22% dibandingkan pemilu 2019 sebesar 18,03%. Peningkatan angka golput tersebut dapat berdampak terhadap legitimasi dan mempengaruhi stabilitas pemerintahan ke depan. Oleh karena itu, penting kiranya untuk melakukan literasi politik kepada pemilih pemula guna meningkatkan partisipasi politik mereka pada pemilu.  Metode: Mitra kegiatan ini adalah Yayasan Al-Kamila di Serua Bojongsari, Depok Jawa Barat. Peserta kegiatan berjumlah 22 orang siswa dan kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti studi dokumentasi, melakukan pre-test pada siswa. Pre-test berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Di akhir tahapan, peneliti melakukan post-test yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda.  Hasil: Pemahaman siswa tentang hak politik hasil rata-rata pre-test dari 18,18% menjadi 54,54%. Pada peran generasi muda dalam politik hasil rata-rata pre-test dari 5,45% menjadi 54,54%. Pada pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda hasil rata-rata pre-test adalah 9,09% dan hasil rata-rata post-test menjadi 50%. Pada pemahaman literasi politik rata-rata hasil pre-test adalah 9,09% dan hasil rata-rata post-test menjadi 36.36%. Kesimpulan: Kegiatan ini telah memberikan manfaat yang baik sebagai bentuk sosialisasi dan pendidikan politik bagi generasi muda.
Politik Air Bersih di Desa Sukaringin Rahmawati, Restu; Firman, Firman
Journal of Political Issues Vol 4 No 1 (2022): Journal of Political Issues (February - July)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v4i1.80

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji tentang politik pengelolaan air bersih sebuah tinjauan atas langkanya kualitas air bersih di Kampung Kedungringin Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi. Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena terjadi persoalan di Kampung Kedungringin yakni tidak adanya akses terhadap air bersih baik secara kualitas maupun kuantitas. Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat Kampung Kedungringin seperti membangun sumur bor dengan bantuan dari para dermawan. Namun hal ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh warga. Peran PDAM Tirta Bhasasi pun dalam hal ini belum mampu menjangkau wilayah Kampung Kedungringin karena Saluran Pipa Air Bersih jauh dari lokasi Kampung Kedungringin. Dengan permasalahan tersebut, maka penelitian ini akan mengkaji terkait bagaimana upaya yang dilakukan PDAM Tirta Bhagasasi dan Pemerintah Desa Sukaringin dalam memenuhi akses kebutuhan air bersih di Kampung kedungringin. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan PDAM Tirta Bhagasasi dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kampung Kedungringin belum terealisasi. Hal ini dikarenakan PDAM Tirta Bhagasasi dalam pembangunan saluran pipa air bersih baru sampai ke wilayah perumahan/cluster di Desa Sukaringin. Air bersih belum bisa mengalir ke Kampung Kedungringin karena PDAM Tirta Bhagasasi lebih memprioritaskan Kawasan perumahan cluster bekerjasama dengan pengembang. Itu artinya kelompok masyarakat yang mempunyai uang akan lebih diprioritaskan daripada kelompok masyarakat yang tidak mempunyai uang.
Dinamika Relasi Aktor dalam Mendorong Pembangunan Desa Melalui Kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Kalila, Sabrina Nadya; Rahmawati, Restu
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39677

Abstract

Abstrak. The research discusses the SAMISADE Policy, which was first inaugurated in 2021 and aims to accelerate development in Bogor Regency. The purpose of this study is to explain the relationship between actors in achieving village development through the SAMISADE Policy in Tonjong Village, Bogor Regency. This study employs a qualitative method to directly explain the dynamics and situations of the SAMISADE policy and to gain an in-depth understanding of the topic being studied. The findings of this study indicate that the relationships between the key actors involved, namely the village head, the Bogor Regency Community and Village Empowerment Agency (DPMD), NGOs, and the community itself, play a significant role in the implementation of the SAMISADE policy in Tonjong Village. The primary objective of the SAMISADE policy is commendable, and it is hoped that it can be adopted in other regions throughout Indonesia. Overall, the infrastructure development and achievements under the SAMISADE policy are satisfactory. Nevertheless, it is regrettable that in certain areas, such as Tonjong Village, the implementation has not been as successful as it could have been.Keywords: ANT Theory, Bogor Regency, Community, DPMD, Head of Village, NGOs, Policy, SAMISADE.Abstrak. Penelitian ini membahas kebijakan SAMISADE yang pertama kali diresmikan pada 2021 dan diperuntukkan untuk akselerasi pembangunan di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan relasi aktor dalam mewujudkan pembangunan desa melalui kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan dinamika dan situasi kebijakan SAMISADE secara langsung dan mendapatkan pemahaman mendalam terkait topik yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah relasi antar aktor yang terkait, yaitu kepala desa, DPMD Kabupaten Bogor, LSM, dan masyarakat sangat mempengaruhi bagaimana jalannya kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong. Tujuan utama kebijakan SAMISADE ini sangat baik, sehingga diharapkan dapat diadopsi di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia. Secara garis besar pembangunan infrastruktur dan pencapaian dari kebijakan SAMISADE juga sudah mumpuni. Namun, sangat disayangkan untuk di daerah tertentu seperti Desa Tonjong pelaksanaannya belum memuaskan.Kata Kunci: DPMD, Kabupaten Bogor, Kebijakan, Kepala Desa, LSM, Masyarakat, SAMISADE, Teori ANT.
Kaesang's Coat-Tail Effect: Influence and Implications for PSI's Political Branding in the 2024 Election Siregar, Kristian Hamonangan; Rahmawati, Restu
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.43589

Abstract

Abstract. In the Indonesian political system, the coat-tail effect phenomenon is often utilized by political parties to increase electability through popular public figures. The coat-tail effect refers to a situation where the popularity of a figure can have a positive impact on vote support for other parties or candidates affiliated with them. One example of the implementation of this strategy is the appointment of Kaesang Pangarep, President Joko Widodo's youngest son, as Chairman of the Indonesian Solidarity Party (PSI) ahead of the 2024 elections. With his popularity as a young figure and his closeness to the president, Kaesang was expected to boost PSI's votes to reach the 4% parliamentary threshold. This study aims to analyze the influence and implications of Kaesang Pangarep's Coat-tail effect in increasing the votes of the Indonesian Solidarity Party (PSI) in the 2024 Election using a political branding approach. The research method used is qualitative and non-participant observation. The results showed that despite Kaesang's high popularity as a public figure, his involvement did not succeed in pushing PSI over the 4% parliamentary threshold, with votes only reaching 2.8%. Some of the main factors that led to this failure include the weak institutionalization of PSI's ideology, delays in campaign strategy, and the negative sentiment towards dynastic politics attached to Kaesang's figure. The research also found that Kaesang's presence managed to increase public attention, especially among young voters. This finding confirms that the popularity of public figures must be balanced with a structured political branding strategy and strong party ideological values to create a significant electoral impact. Keywords: Coat-tail effect, Political branding, Indonesian Solidarity Party (PSI), Election 2024. Abstrak. Dalam sistem politik Indonesia, fenomena coat-tail effect sering dimanfaatkan oleh partai-partai politik untuk meningkatkan elektabilitas melalui tokoh-tokoh publik yang populer. Coat-tail effect mengacu pada situasi di mana popularitas seorang figur dapat membawa dampak positif terhadap dukungan suara bagi partai atau kandidat lain yang berafiliasi dengannya. Salah satu contoh penerapan strategi ini adalah pengangkatan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2024. Dengan popularitasnya sebagai figur muda dan kedekatannya dengan presiden, Kaesang diharapkan dapat mendongkrak suara PSI agar mencapai ambang batas parlemen sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan implikasi Coat-tail effect Kaesang Pangarep dalam meningkatkan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024 dengan menggunakan pendekatan political branding. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kaesang memiliki popularitas tinggi sebagai figur publik, keterlibatannya tidak berhasil mendorong PSI melewati ambang batas parlemen sebesar 4%, dengan perolehan suara hanya mencapai 2,8%. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kegagalan ini meliputi lemahnya pelembagaan ideologi PSI, keterlambatan dalam strategi kampanye, dan sentimen negatif terhadap politik dinasti yang melekat pada sosok Kaesang. penelitian juga menemukan bahwa kehadiran Kaesang berhasil meningkatkan perhatian publik, terutama dari kalangan pemilih muda. Temuan ini menegaskan bahwa popularitas figur publik harus diimbangi dengan strategi branding politik yang terstruktur dan nilai ideologis partai yang kuat untuk menciptakan dampak elektoral yang signifikan. Kata Kunci: Coat-tail effect, Political Branding, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Pemilu 2024.
Hambatan Keterwakilan Politik Perempuan Di Indonesia Wulandari, Lia; Rahmawati, Restu; Rosdiana, Hesti
PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 4 No. 2 (2023): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Prodi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jpds.v4i2.6039

Abstract

This study identifies the factors that prevent women in Indonesia from achieving elected office in the provincial level in Indonesia. The results showed that lack of access to financial resources, internal party politics, and women's marital status can be barriers to women achieving elected office. However, access to social and political networks that provide women with key resources, belonging to the dominant religion in your region, and age lead women to greater political success. These findings are based on the interpretation of statistical correlations and content analysis results from in-depth interviews and focus group discussions. The aim of this research is to provide evidence-based findings and recommendations, which can be used to increase the electability of women political candidates in elections.
Peran Ormas Bang Japar dalam Meningkatkan Jumlah Suara Fahira Idris pada Pemilihan DPD Tahun 2024 Nur Syahbani, Alma; Rahmawati, Restu
PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 6 No. 1 (2025): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Prodi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jpds.v6i1.11990

Abstract

This study examines the role of the mass base in Fahira Idris' victory in the 2024 election. The rationale for this research stems from Fahira Idris's consistent victories in the three election periods she participated in. The theory used is the patron-client theory. The results show that the four indicators analyzed through the electoral and non-electoral participation approaches are proven to be interconnected and form a strong foundation for Fahira's relationship with Bang Japar. The imbalance of power is evident in Fahira's position as a provider of resources and political access. Personal ties are built through informal communication and symbolic attention that foster emotional loyalty. Dependence is evident in access to Fahira's programs and political support that Bang Japar utilizes. The reciprocal relationship is adaptive and pragmatic, but remains based on social loyalty norms that strengthen the stability of the relationship
Model Islam Inklusif Di Indonesia Sebagai Kajian Kritik Terhadap Teori “Clash Of Civilizations” Samuel P. Huntington Kusuma, Ardli Johan; Rahmawati, Restu; Fathun, La Ode Muhamad
Journal of Political Issues Vol 3 No 2 (2022): Journal of Political Issues (August - January)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v3i2.71

Abstract

Tulisan artikel ini mengeksplorasi tentang fenomena model Islam Nusantara yang ada di Indonesia, sebagai suatu kajian kritik terhadap pembahasan dimensi Islam dalam buku yang berjudul “The Clash of Civilization and the Remaking of World Order”, karya Samuel P. Huntington. Adapun hasil pembahasan dalam artikel ini telah menunjukkan tentang beberapa kelemahan dari teori “Clash of Civilization” yang dibangun oleh Samuel P. Huntingtong, terutama jika dilihat dari pendekatan teoritis maupun pendekatan sejarah. Misalnya saja adanya inkonsistensi dalam menggunakan paradigma realis dalam pembangunan teorinya. Selain itu Huntington juga mengalami kebingugan untuk memilih antara landasan geografis ataukah landasan agama dalam mengidentifikasi peradaban yang dimaksud. Serta fakta sejarah juga telah menunjukkan bahwa banyak konflik yang terjadi di dunia ini tidak didasari oleh adanya perbedaan peradaban. Terlebih lagi ditemukan fakta bahwa pembahasan tentang dimensi Islam dalam buku tersebut hanya mengambil referensi dari Islam Timur Tengah, yang sangat bertolak belakang dengan fenomena model Islam Nusantara yang ada di Indonesia. Inti dari artikel ini adalah ingin menunjukkan adanya fenomena yang bertolak belakang yang ditunjukkan peradaban Islam di Indonesia yang sama sekali tidak sesuai dengan pembahasan dimensi Islam dalam buku yang ditulis Huntington tersebut. Dimana di Indonesia yang merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, dengan model Islam Nusantara yang ada di dalamnya telah mampu menunjukkan dimensi Islam yang berbeda dengan apa yang digambarkan oleh Huntington dalam bukunya tersebut. Model Islam Nusantara yang dipelopori oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia yaitu NU (Nahdlatul Ulama) telah mampu menunjukkan model Islam yang bersifat moderat, anti radikal, inklusif, dan toleran.
Analisis Impelementasi Kebijakan Aplikasi Qlue Di Wilayah Jakarta Utara Rahmawati, Restu; Firman, Firman
ARISTO Vol 5 No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v5i2.542

Abstract

This writing going to talk about analysis the implementation of application qlue in region North Jakarta. Reason the study is done to see how the implementation of application qlue that is part of the program smart city in jakarta especially in tanjung priok. Research methodology used is the method the qualitative study descriptive to technique data collection of interview. The research results show that the implementation of the application of qlue have not been effective. It was because, the community tanjung priok many cannot discern between qlue application, is that supposed to mean lack of socialization for the public regarding the application of qlue. In addition, obliging heads of the neighborhood report three times a day also is not effective. Of the aspect of the achievement of the policy implications of the (output), application qlue policy it is implemented still not 100 percent, based on the data populi center of the community can only 35.8 % of being contented with the implementation of the application of qlue. This indicates that the target not maximum. Thus, the implementation of application qlue in North Jakarta rudimentary and consequently need to there had been improvements forward to create good governance.
The Politics of Clean Water Management: A Critical Review on the Scarcity of Clean Water in Kedungringin Village Rahmawati, Restu; Firman, Firman
ARISTO Vol 11 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v11i1.5247

Abstract

This paper will examine the politics of clean water management, a review on the scarcity of clean water quality in Kedungringin Village, Sukawangi District, Bekasi Regency. This study is conducted due to a problem occurred in Kedungringin Village regarding the lack of access to clean water both in quality and quantity. Various efforts have been taken by the villagers of Kedungringin, such as constructing boreholes with the help of benefactors. However, this is insufficient to meet the needs of clean water for all residents. In this case, the role of PDAM Tirta Bhagasasi is limited as not being able to reach the Kedungringin Village area due to the far distance of Clean Water Pipeline from the location of Kedungringin Village. By these problems, this study will examine the efforts taken by PDAM Tirta Bhagasasi and the authority of Sukaringin Village in fulfilling the need of clean water access in Kedungringin Village. The research method used in this study is a descriptive qualitative research method with a case study approach. The results of this study indicate that the efforts taken by PDAM Tirta Bhagasasi in fulfilling the need of clean water for the villagers in Kedungringin have not been realized yet. This is for the reason thatin constructing a new clean water pipeline, PDAM Tirta Bhagasasi only reaches the housing/cluster area in Sukaringin Village. Hence, the clean water isunable to flow to Kedungringin Village since PDAM Tirta Bhagasasi prioritizes the cluster housing areas by collaborating with developers. This means that the well-financed community will be prioritized over the low-financed community.