Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERAN SEKOLAH PARTAI PDI PERJUANGAN DALAM MEMBENTUK KADER POLITIK BERKUALITAS PADA PEMILU 2024 Adhwa Ramadhani, Najwa; Ola Shakira, Bella; Jasmine Kallista Remanu, Alifah; Luqmanul Aziz, Rafif; Rayyan Hylmi, Muhammad; Rahmawati, Restu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.3188-3205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Partai PDI Perjuangan dalam membentuk dan memaksimalkan kader politik yang berkualitas serta siap menjelang Pemilu 2024, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya. Dengan  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, berlokasi di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan. Data didapatkan  melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Partai memainkan peran strategis dalam mencetak kader yang kompeten, ideologis, dan profesional melalui sistem kaderisasi tiga tingkat: pratama, madya, dan utama. Kader utama yang disebut kader pelopor diposisikan sebagai simbol loyalitas dan kualitas partai. Badan Pendidikan dan Pelatihan Partai (Badiklat) memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pendidikan yang tidak hanya bersifat teknis dan kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerakyatan dan ideologi Bung Karno. Hambatan yang ditemukan mencakup keterbatasan sumber daya dan distribusi pelaksanaan yang belum merata di daerah. Namun, dengan model kaderisasi berbasis gerakan dan kelas, Sekolah Partai terbukti mampu menghasilkan kader yang siap menghadapi kontestasi politik dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Penguatan Literasi Politik bagi Santri melalui Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan Digital di Pesantren Musyidul Falah 2 Purwakarta Rahmawati, Restu; Azmy, Ana Sabhana; Aji, M. Prakoso; Wulandari, Lia; Nayiroh, Luluatu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20973

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang dihadapi mitra yakni rendahnya literasi politik bagi para Santri Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta sehingga kondisi ini rentan terhadap informasi yang tidak akurat atau bias di media digital, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap proses politik dan keputusan pemilihan. Metode: Mitra kegiatan ini adalah Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang santri dan kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti studi dokumentasi, melakukan pre-test pada siswa. Pre-test berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Di akhir tahapan, peneliti melakukan post-test yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda.  Hasil: Sebelum siswa mengikuti sosialisasi literasi politik dan pengembangan keterampilan digital, banyak siswa yang menjawab tidak mengetahui/memahami dan kurang mengetahui/memahami tentang hoaks, literasi politik, dan situs yang digunakan untuk mengecek berita hoaks. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait literasi digital serta penggunaan platform cek fakta, terjadi pergeseran signifikan pada hasil post-test, di mana mayoritas santri beralih ke kategori “mengetahui” dan “sangat mengetahui” serta menunjukkan perubahan perilaku lebih kritis dalam menyikapi informasi politik. Kesimpulan: Kegiatan ini telah memberikan manfaat yang baik sebagai bentuk sosialisasi dan pelatihan literasi digital bagi generasi muda.