Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN GURU MELALUI MAXIM OF TEACHING DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA PESERTA DIDIK Nursyita Laelatul Fitriyah; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5421

Abstract

Guru terampil memiliki kecakapan yang baik dalam mengolah pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih strategi dan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat. Tujuannya agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Dalam hal ini, salah satu konsep pendekatan pembelajaran, yakni yang dapat berpihak pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik melalui prinsip maxim of teaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh merupakan data dari berbagai literatur artikel, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik Interaktif Analysis Model, yaitu dengan mengumpulkan, mereduksi, mendisplay, dan memverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pengajar memiliki peran yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Prinisip maxim of teaching yang berisi prinsip-prinsip pedoman pengajaran dapat menjadi pedoman bagi guru agar pembelajaran lebih berpihak pada peserta didik, pembelajaran inklusif, bermakna, dan dapat menjadi wadah peserta didik untuk mengambangkan potensi, kemampuan yang dimiliki tiap peserta didik.
MAKNA AFIKSASI VERBA DALAM NOVEL DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR Nafiah, Maulin; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.27-39

Abstract

Saat ini penggunaan kosakata banyak ragamnya dan bermacam-macam, selain itu pengaruh dari berbagai macam bahasa tidak menutup kemungkinan menyebabkan terjadinya pembentukan kata. Proses pembentukan kata dapat dilakukan dengan menambahkan afiks pada kata dasar. Proses penambahan afiks pada kata dasar atau proses pembentukan kata melalui afiksasi dapat mengubah makna dan kelas kata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beragam bentuk kata berafiks dan maknanya dan proses morfologi dalam pembentukan afiks. Sumber penelitian data ini adalah novel Islammu Adalah Maharku karya Ario Muhammad, P. hD. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif kualitatif, yang di mana metode penelitian ini memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Jenis penelitian deskriptif kualitatif kerap digunakan untuk menganalisis kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial. Teknik pengumpulan data berupa teknik analisis data. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh beberapa bentuk kata berafiksasi yaitu seperti prefiks ber-, men, dan ter, lalu konfiks men-kan, di-kan, men-i, sufiks-i, sufiks-u, sufiks-kan dan hasil keseluruhannya yaitu 60 data afikasi verba. Hasil dari penelitian ini akan direlevansikan dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Karena relevansi penelitian ini dengan kurikulum merdeka terletak pada pengembangan keterampilan berfikir kritis dan kreativitas dalam menulis tek prosedur. Tujuan relevansi ini mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami struktur Bahasa saja, tetapi juga mampu mentranformasikan analisis bahasa menjadi teks prosedur yang efektif.
INTERFERENSI BAHASA PADA FILM SEKAWAN LIMO KARYA BAYU EKO MOEKTITO Chasanah, Oktasya Safiatun; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.50-58

Abstract

Penelitian berfokus pada fenomena perubahan suatu sistem bahasa karena adanya bahasa lain yang diujarkan oleh penutur. Dalam komunikasi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia masih sering mencampuraduk bahasa nasional dan bahasa daerah. Dalam pendidikan mereka telah diajarkan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, kerap kali pada kegiatan keseharian di rumah, tempat umum, atau masyarakat saat menggunakan Bahasa Indonesia yang di dalamnya masih terselip penggunaan bahasa daerah. Maka dari itu, timbul sebuah permasalahan baik sengaja atau tidak yaitu masalah interferensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada Film Sekawan Limo karya Bayu Eko Moektito. Film Sekawan Limo merupakan karya dari Bayu Eko Moektito dengan genre komedi horor yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa Timur dengan tema persahabatan dan dinamika sosial. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil keseluruhan diperoleh peneliti yaitu 51 data, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya sehingga menjadi 30 jenis interferensi fonologis, 17 jenis interferensi morfologis, dan 4 jenis interferensi sintaksis. Bagi masyarakat atau mahasiswa penutur bahasa Jawa yang juga menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi keseharian diharapkan lebih sadar akan pentingnya pemilihan ragam bahasa sesuai konteks.
VARIASI BAHASA CHANNEL YOUTUBE TIMOTHY RONALD ”KALIAN HARUS KAYA SEKARANG” (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Puspita, Saskia Della; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.60-70

Abstract

Remaja menciptakan “bahasa baru” di YouTube, seperti singkatan, slang, dan campur kode demi identitas dan kohesi kelompok di era digital. Mengintip dunia maya remaja: bagaimana mereka “berbahasa” di YouTube Timothy Ronald membentuk identitas dan komunitas unik mereka. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan adaptasi linguistik yang dinamis di era digital. Penelitian ini mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang diimplementasikan oleh kalangan remaja dalam kolom komentar video YouTube Timothy Ronald berjudul “Kalian Harus Kaya Sekarang”. Fenomena penggunaan bahasa di platform digital seperti YouTube mencerminkan dinamika sosiolinguistik dan kreativitas berbahasa remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data berupa transkripsi komentar remaja dianalisis berdasarkan teori variasi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam bentuk variasi bahasa, meliputi: (1) penggunaan akronim dan singkatan, (2) bahasa gaul atau slang, (3) pencampuran kode (code-mixing) antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, (4) alih kode (code-switching), dan (5) penggunaan diksi atau gaya bahasa yang sangat informal. Artikel ini ditulis dengan harapan memberikan wawasan kepada pembaca terkait  perkembangan bahasa Indonesia di era milenial dengan pengaruh platform media sosial.
ANALISIS KOMPARATIF UKURAN DAN INTENSITAS SERANGAN DDoS_ STUDI KASUS PADA UDPLag, LDAP, DAN PORTMAP MENGGUNAKAN CIC-DDoS2019 Pradana, Nabiel Ilyasa; Wicaksono, Aditya Nur; Feri, Fahrul Islami Arsya; Setiana, Leli Nisfi
Journal of Innovation And Future Technology (IFTECH) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 (Agustus 2025): Journal of Innovation and Future Technology (IFTECH)
Publisher : LPPM Unbaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/4gzjdm97

Abstract

Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) telah menjadi ancaman yang terus berlanjut terhadap infrastruktur digital, yang membutuhkan strategi deteksi dan mitigasi yang efisien. Studi ini menyajikan analisis komparatif dari tiga jenis serangan DDoS, yaitu UDPLag, LDAP, dan Portmap, menggunakan dataset CIC-DDoS2019 dari Canadian Institute for Cybersecurity. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pola dan dampak dari setiap serangan berdasarkan distribusi ukuran paket, karakteristik temporal, dan tingkat risiko industri berdasarkan klasifikasi CVE. Metodologi yang digunakan meliputi statistik deskriptif, visualisasi (histogram, boxplot, heatmap, pairplot), serta teknik reduksi dimensi t-SNE. Hasil menunjukkan bahwa serangan LDAP memiliki ukuran dan volume paket terbesar, sementara Portmap memiliki tingkat risiko teknis tertinggi berdasarkan pemetaan CVE. UDPLag menunjukkan intensitas sedang dengan frekuensi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mitigasi DDoS harus disesuaikan dengan karakteristik teknis dan risiko spesifik dari tiap jenis serangan. Pendekatan analitik visual yang dikombinasikan dengan referensi CVE memberikan wawasan penting dalam menetapkan prioritas mitigasi secara kontekstual.
The Use of Metaphor Function in The Song Lyrics in The Album “Time Machine” By Pusakata Nasruddin, Anis; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/d37h8955

Abstract

Difficulty understanding changes in meaning in the use of metaphorical language styles is often experienced, especially by lay people. This research aims to analyze the metaphors in the song lyrics on the album Machine Time by Pusakata using qualitative descriptive methods. The research process involves the steps of recording, grouping and understanding metaphors based on type and function, as well as their relevance to learning to write poetry in class X. Data was collected through text analysis and documentation. The lyrics of the song Pusakata in the album Machine Time are rich in metaphors which not only enrich the text, but also have great potential to be utilized in literature learning. The metaphors in the lyrics help create poetic images that deepen meaning and increase appreciation of the language. In the context of learning to write poetry, this exploration of language styles allows students to be more creative and expressive in their written work. In accordance with the problem formulation, researchers conducted research with the following objectives. a). Describe the types of metaphors in the heritage songs on the album "Time Machine". b). Describe the function of metaphor in the heritage songs on the album "Time Machine". c). Describe the relevance of the meaning of metaphor in the heritage song in the album "Time Machine" to learn to write poetry in class in the field of semantics and generally in the field of linguistics.The research stated by Moleong (2014: 206) is that qualitative research is an investigation of events experienced by research subjects, such as motivation, actions and deeds, through descriptions in the form of certain words or language. This research found 53 metaphor functions were also found, including the function of overcoming vocabulary limitations ( 24 data), expressive function ( 15 data), and the function of avoiding monotony ( 14 data).
Meningkatkan Literasi Melalui Bahan Ajar Tematik Saintifik Berbasis Kearifan Lokal Ulia, Nuhyal; Ismiyanti, Yulina; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v2i2.3402

Abstract

The literacy movement is being carried out by the government nationally in various circles ranging from families, schools and communities. It is also entitled to be felt by all people including street children. For street children literacy culture also needs to be grown because their literacy is still low. This effort was carried out by increasing literacy in "Lotus" street children in the Social Barracks of Demaan Village, Kudus Regency, Central Java. Lack of interest in learning because teaching materials in schools are not easy for them to digest, making them less desirable and a burden on them. Teaching materials that are made thematically presented in the form of reading about local wisdom around them are expected to improve their literacy culture. The PKM is carried out by mentoring educational programs in the form of tutoring and training in improving literacy. In mentoring using teaching materials that have been developed by applying several methods. Like learning methods based on study groups according to age with approaches such as scientific, thematic, tutorial, drill and lecture. while the implementation of literacy training delivered good reading and writing methods. From this PKM activity, it was found that the level of enthusiasm of attendance was very high %80%, literacy ability had experienced an increase of> 10% with a significant.
Menumbuhkan Budaya Literasi Anak Sejak Dini melalui Pelatihan Mendongeng Bagi Ibu-Ibu Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita; Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3659

Abstract

ABSTRACT Storytelling is a very beneficial activity for children because it can teach children about morals, like language, help achieve development in emotional learning, improve the learning atmosphere, and introduce new values and cultural values to children. Apart from that, storytelling can also foster an interest in reading in children from an early age so that it can foster a culture of literacy in Indonesia. Therefore, storytelling skills are very important for parents, especially mothers who have children under five. To foster a culture of literacy in children, it must be done from an early age and starting from the family environment. Therefore, this PKM was carried out to provide storytelling skills training to the women of the Dawis Kacang Tanah III group in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City. This training was attended by 13 members of the Dawis Kacang Tanah III group. The method used is training with four stages, namely 1) planning, 2) implementing actions, 3) observation and evaluation, and 4) reflection. The results obtained from the training include mothers who have 1) knowledge about the benefits of fairy tales for young children, 2) storytelling skills using storybooks and finger puppets, and 3) a growing love of storytelling in young children.  Keywords: storytelling, literacy culture, early childhood  ABSTRAK Mendongeng merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak karena dapat mengajarkan anak tentang moral, menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar, dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini sehingga mampu menumbuhkan budaya litersi di Indonesia. Oleh karenanya keterampilan mendongeng sangat penting dimiliki oleh orang tua khususnya ibu yang memiliki anak balita. Untuk menumbuhkan budaya literasi pada anak harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan mendongeng pada ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah III di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh anggota kelompok Dawis Kacang Tanah III sebanyak 13 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan empat tahapan, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil pelatihan tersebut antara lain ibu-ibu telah memiliki 1) pengetahuan tentang manfaat dongeng bagi anak usia dini, 2) keterampilan mendongeng dengan media buku cerita dan boneka jari, dan 3) tumbuhnya rasa suka terhadap mendongeng pada anak usia dini.      Kata Kunci: mendongeng, budaya literasi, anak usia dini
Literasi CERIA Pada Pembentukan Karakter Religius Pada Anak (Studi Pada TPQ At-Taubah Bangetayu Kulon, Kec. Genuk, Kab. Semarang) Setiana, Leli Nisfi; Warsiyah, Warsiyah; Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3664

Abstract

ABSTRACTProviding CERIA (Children's Islamic Stories) digital literacy assistance to children will create a generation with a religious character. Character education can be formed from an early age so that it can fortify children in facing various life challenges. The environment has the second biggest role after the family. When children leave the house to study at TPQ, the learning activities carried out are positive, such as reciting the Koran, praying, and other role models for children. In this way, children will get positive activities in every element of their daily life. The aim of this community service is to find out the religious character of children at TPQ At-Taubah through CERIA digital literacy learning. Basically, the golden age mindset is very good for learning, understanding, and accepting every positive thing that one gets inside and outside the classroom. The method applied is descriptive qualitative. The result of this community service activity is to describe the form of religious character based on CERIA digital literacy, namely children learning to give alms, shake hands, pray and recite the Koran.Keywords: Digital Literacy, Children's Islamic Stories, Religious Characters`) ABSTRAKPendampingan literasi digital CERIA (Cerita Islam Anak) pada anak dengan baik, akan menciptakan generasi yang memiliki karakter religius. Pendidikan karakter dapat dibentuk sejak dini agar dapat membentengi anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Lingkungan memiliki peran besar kedua setelah keluarga. Ketika anak keluar rumah untuk belajar di TPQ, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan adalah bersifat positif seperti mengaji, bersholawat, serta tauladan lainnya kepada anak. Dengan demikian, anak akan mendapatkan kegiatan positif disetiap unsur kehidupan sehari-harinya. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengetahui karakter religious anak pada TPQ At-Taubah melalui pembelajaran literasi digital CERIA. Pada dasarnya, pola pikir usia golden age sangat bagus untuk belajar, memahami, dan menerima setiap hal positif yang dia peroleh di dalam maupun di luar kelas. Adapun metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendeskripsikan bentuk karakter religius berdasarkan literasi digital CERIA yaitu anak belajar bersedekah, bersalaman, berdoa, dan mengaji.Kata Kunci: Literasi Digital, Cerita Islam Anak, Karakter Religius
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka