Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDI KORELASI PENGARUH MOTIVASI MENJADI GURU DAN PENCAPAIAN PRESTASI MATA KULIAH MIKRO BAGI CALON GURU DI KOTA SEMARANG Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.2.10-15

Abstract

xxxx
PERAN GURU MELALUI MAXIM OF TEACHING DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA PESERTA DIDIK Nursyita Laelatul Fitriyah; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5421

Abstract

Guru terampil memiliki kecakapan yang baik dalam mengolah pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih strategi dan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat. Tujuannya agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Dalam hal ini, salah satu konsep pendekatan pembelajaran, yakni yang dapat berpihak pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik melalui prinsip maxim of teaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh merupakan data dari berbagai literatur artikel, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik Interaktif Analysis Model, yaitu dengan mengumpulkan, mereduksi, mendisplay, dan memverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pengajar memiliki peran yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Prinisip maxim of teaching yang berisi prinsip-prinsip pedoman pengajaran dapat menjadi pedoman bagi guru agar pembelajaran lebih berpihak pada peserta didik, pembelajaran inklusif, bermakna, dan dapat menjadi wadah peserta didik untuk mengambangkan potensi, kemampuan yang dimiliki tiap peserta didik.
KRITIK SASTRA NOVEL DANCE OF THE BUTTERFLY KARYA RATU KRISTINA MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Kurniasih, Rahma Mardiana; Setiana, Leli Nisfi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.7059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan unsur-unsur struktural yang membangun novel Dance of the Butterfly karya Ratu Kristina, (2) kejiwaan para tokoh dalam novel Dance of the Butterfly karya Ratu Kristina. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif disertai penguatan analisis isi dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, unsur struktural yang membangun meliputi: tema kesetiaan dan perjuangan hidup serta psikologi, penokohan dengan tokoh utama Rambo, latar tempat berada di Jakarta dan Bandung, nilai moral dan sosial mengandung pengajaran hidup bagi pembacanya. Kedua, analisis kejiwaan tokoh utama dalam novel Dance of the Butterfly dapat dipahami melalui teori Sigmund Freud (id, ego dan superego) yang mampu dipengaruhi oleh faktor dalam maupun faktor luar.
DONGENG ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI SASTRA ANAK BAGI SISIWA TPQ AZ-ZUHRI Chamalah, Evi; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk meningkatkan budaya literasi. Meningkatkan budaya literasi tidak hanya untuk kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga untuk mendengarkan dongeng. Hal itu juga dilakukan untuk siswa TPQ Az-Zuhri yang berusia 3-6 tahun. Peningkatan budaya literasi bagi siswa TPQ Az-Zuhri dilakukan dengan menyimak dan menyajikan hasil bacaan dongeng islami. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menempuh lima tahap, mulai dari sosialisasi, koordinasi, penentuan waktu pelaksanaan, hingga pelaksanaan pengabdian yaitu mendengarkan dongeng islami dan mempresentasikan hasil observasi. Mahasiswa TPQ Az-Zuhri sangat antusias mendengarkan dongeng dan mempresentasikan hasil dari apa yang mereka dengarkan, sehingga budaya sastra dalam hal ini dongeng bisa ditingkatkan. Mendengarkan dongeng merupakan hal yang menarik dan baru bagi siswa TPQ Az-Zuhri. Kegiatan pengabdian ini baik jika ditindaklanjuti pada siswa TPQ Az-Zuhri usia 7-15 tahun yang memiliki kemampuan membaca dan menulis, sehingga budaya sastra dapat ditingkatkan kembali.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA MAHASISWA BIPA TINGKAT 1: PERSPEKTIF KOGNITIF Aulia, Ramadhani Putri; Rohmah, Naelur; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.2.75-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA tingkat 1 dari perspektif kognitif yang meliputi aspek pemahaman, ketepatan, dan kesesuaian. Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing karena menjadi landasan bagi penguasaan kemampuan berbahasa yang lebih kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes pilihan ganda yang diberikan kepada tujuh mahasiswa BIPA tingkat pemula. Tes ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami isi teks sederhana, melafalkan kata dengan benar, serta menyesuaikan makna bacaan dengan konteks kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA bervariasi, dengan sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang hingga cukup. Aspek pemahaman menjadi faktor paling dominan dalam menentukan keberhasilan membaca, ditunjukkan oleh mahasiswa yang memiliki pemahaman baik dan mampu mengenali informasi penting dalam teks. Sementara itu, aspek ketepatan memperoleh nilai relatif rendah akibat pengaruh sistem fonologi bahasa ibu yang berbeda dari bahasa Indonesia. Aspek kesesuaian juga menunjukkan variasi nilai, mencerminkan perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengaitkan makna antar kalimat. Hasil ini sejalan dengan teori kognitif yang menekankan bahwa membaca melibatkan proses mental yang kompleks, mencakup pengenalan simbol, asosiasi makna, dan penalaran kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang memperkuat kemampuan kognitif mahasiswa melalui latihan membaca yang kontekstual dan bertahap agar kemampuan membaca permulaan dapat berkembang secara optimal.