Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Knowledge Transfer Industri Kreatif Kerajinan Tangan Dari Kantong Kresek Pada Komunitas Pengusaha Tangguh & Mandiri (KOSTARI) Sari, Meci Nilam; Angraini, Nadia; Kahar, Azmen; Septrizarty, Rika; Maliha, Dabitha Wise
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.44

Abstract

Indutsri kreatif pada zaman modren revolusi 4.0 banyaknya UMKM yang produktif dalam meningkatkan usahanya, dengan adanya UMKM yang produktif ini membuat semua unsur pihak untuk saling bersaing baik dari segi produk, kualitas, dan kreatifitas dari masing-masing usaha. Salah satunya adalah KOSTARI dimana komunitas tangguh dan mandiri ini memberikan wadah untuk semua UMKM yang tergabung disana dengan melakukan pelatihan membuat tanaman hias dengan memanfaatkan limbah kantong plastik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan sosialisasi, persiapan pelatihan, edukasi indutri kreatif, serta kegiatan pelatihan yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian materi mengenai pentingnya peranan industri kreatif dalam peningkatan mutu UMKM di kota padang. Hasil dari penelitain ini adalah dimana limbah kantong platik tidak lagi menjadi barang yang terbuang tapi bisa menjadi sebuah produk yang bernilai jual tinggi dan mampu bersaing nantinya dengan industri kreatif lainnya. Saran untuk para peneliti dan KOSTARI dalam PKM selanjutnya agar dapat mengembangkan PKM ini dengan bentuk olahan limbah kresek lainnya dan pemasaran digital dengan cara beriklan melalui paltform digital lainnya.
Flood Disaster and Business Continuity of Micro, Small, and Medium Enterprises in Padang: (Finance, Operational and Marketplace Risk) Septrizarty, Rika; Farlina, Wila; Sari, Meci Nilam; Maliha, Debitha Wise
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5497

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebelumnya telah berada dalam kondisi rentan akibat melemahnya daya beli pascapandemi Covid-19. Di tengah keterbatasan penelitian yang membahas keterkaitan antara bencana alam dan ketahanan UMKM, studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir terhadap kelangsungan usaha serta strategi adaptasi yang dilakukan pelaku UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi lapangan untuk menggambarkan tingkat kerentanan, dampak operasional, serta respons UMKM terhadap gangguan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh UMKM di sekitar pusat bencana, tetapi juga oleh pelaku usaha secara luas akibat rusaknya infrastruktur publik, terputusnya akses jalan, dan terganggunya pasokan air bersih dari PDAM, yang menyebabkan terhambatnya rantai pasok dan aktivitas produksi. UMKM yang berada di lokasi terdampak langsung bahkan mengalami kerugian besar hingga penutupan permanen akibat kerusakan atau hilangnya tempat usaha. Sementara itu, UMKM di wilayah terdampak tidak langsung harus menghentikan operasional sementara hingga kondisi kembali normal. Kerentanan UMKM semakin tinggi pada usaha yang tidak memiliki dana darurat dan memiliki margin keuntungan yang kecil. Di sisi lain, pemanfaatan digital marketing dan penjualan daring terbukti membantu mempertahankan aktivitas usaha ketika toko fisik tidak dapat beroperasi. Temuan ini menegaskan pentingnya perancangan strategi mitigasi bencana yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan akademisi, khususnya melalui dukungan pembiayaan, perbaikan infrastruktur, serta penguatan manajemen risiko berbasis keberlanjutan.
Berkreasi dan Menghasilkan Uang dari Limbah : Pengolahan Limbah Kain Sari, Meci Nilam; Maliha, Debitha Wise; Septrizarty, Rika; Mulyadin, Asrul; Yuliana, Sartika; Yadewani, Dorris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.881

Abstract

Limbah kain merupakan salah satu jenis sampah tekstil yang jumlahnya terus meningkat seiring berkembangnya industri konveksi dan fashion. Jika tidak dikelola, limbah kain dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan menjadi permasalahan baru bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk berkreasi melalui pengolahan limbah kain menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan keterampilan (workshop). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendaur ulang kain perca menjadi berbagai produk seperti bros kain, tas kecil, keset, dan gantungan kunci. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi limbah tekstil, meningkatkan kreativitas, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Digital Readiness of Creative Economy Entrepreneurs Subsector Culinary in Padang City Dabitha Wise Maliha
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v4i1.1111

Abstract

The Covid-19 pandemic had an impact to culinary entrepreneurs begin to adapting digitalization. However, digitalization transformation process needed digital readiness to better prepared facing challenges in various crises. The purpose of this article is to analyze the extent of digital readiness and the use of digitalization by culinary entrepreneurs in Padang city. The analytical method used is descriptive analysis from data sources on Roadmap Creative Economy of Padang city from the 2021-2026. The results show that 51 culinary entrepreneurs are in the complement category and 50 culinary entrepreneurs are in the digital data-based company category. Culinary entrepreneurs also consider that using digital technology give benefit to reducing business costs and increasing business productivity. In addition, research and development, technology leadership and innovation are also considered important. However, the cost of using technology is not cheap and many of them do not have adequate financial resources to apply technology to business operations. They also worry that hackers can steal data. The use of digital technology provides the benefits of improving product quality (goods/services), customer service, and creating better working relationships with business partners. While the value of benefits that have not been maximized are related to competitive advantages that are not owned by competitors and reduced business costs.
The Role of Green Innovation as a Competitive Advantage in Manufacturing Companies in the Circular Economy Era Indria Guntararayana; Rika Septrizarty; Dabitha Wise Maliha; Asrul Mulyadin; Meci Nilam Sari
International Journal of Management and Business Economics Vol. 4 No. 3 (2026): June
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/ijmebe.v4i3.1553

Abstract

This study examines the role of green innovation as a source of competitive advantage for manufacturing firms operating in the context of the circular economy. Using survey data from 280 Indonesian manufacturing firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and registered with the Ministry of Industry, the analysis shows that green innovation, measured through product, process, and organizational dimensions, exerts a significant positive influence on cost leadership, differentiation, and market responsiveness. Structural equation modeling results indicate that green product innovation primarily strengthens differentiation and market responsiveness, while green process innovation has the strongest impact on cost leadership. Green organizational innovation, including environmental management systems and circular supply chain practices, amplifies the effects of product and process innovations on competitive outcomes. The findings further reveal that firm size and industry type act as important moderators, with large firms and resource‑intensive industries benefiting more strongly from green innovation. The study contributes to the resource‑based view and dynamic capabilities literature by demonstrating that green innovation, when integrated with circular economy practices, becomes a strategic resource that enhances both environmental performance and long‑term competitiveness. The results suggest that manufacturing firms in Indonesia should align their green innovation strategies with circular economy principles to achieve sustainable competitive advantage, while policymakers should design targeted incentives and capacity‑building programs to support firms, especially SMEs, in adopting green and circular practices.