Jun Firmansyah
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Arti “Sempit” pada Kata Qadar dari q.s. Al-qadar menurut Profesor m. Quraish Shihab melalui Perspektif Sains Modern Anas Kholik; Abd Muid N; Jun Firmansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait banyaknya Malaikat yang turun ke bumi pada Lailatulqadar terhadap perubahan: suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin dan intensitas matahari serta kondisi matahari terbit (sekalipun dari lokasi lain) melalui pendekatan sains modern, bukan lagi yang dirasakan anggota tubuh masing-masing orang yang mengakibatkan tingginya subjektivitas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu: data suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin dan intensitas matahari di daerah Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur) yang didapatkan dari Badan Meteorologi dan Geofisika /BMKG dan juga data dari aplikasi berbayar Accuweather Jakarta. Sampel penelitian sebanyak 5 wilayah se DKI Jakarta pada Ramadan 1443 H, yakni dari 03 April 2022 sampai 01 May 2022. Variabel: suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin dan intensitas cahaya matahari yang diuji dengan metode Mann Whitney. Analisis pengolahan dari metode Mann Whitney tersebut, yakni uji normalitas data menunjukkan tidak normal, kurang dari 0,05.
ANALISIS DOMINASI CORAK FALSAFI DALAM TAFSIR MAFÂTÎH AL-GAYB Ostrada Pahlawan; Jun Firmansyah; Aldomi Putra
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i3.1586

Abstract

Tafsir Mafâtîh al-Gayb karya Fakhruddin al-Razi diklasifikasikan Al-Dzahabi sebagai tafsîr bi al-ra`yi dengan corak filsafat. Akan tetapi, ia tidak memberikan contoh konkret dari penafsiran dalam karyanya yang menggunakan pendekatan falsafi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang penting diperhatikan agar pembaca mengetahui penafsiran mana dalam kitab Mafâtîh al-Gayb yang menggunakan pendekatan falsafi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan investigasi terhadap berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan materi lain yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya tafsir Mafâtîh al-Gayb mengadopsi pendekatan interdisipliner yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti teologi, filsafat, tasawwuf, fiqh, qiraat, bahasa, dan ilmu-ilmu lainnya. Al-Razi menerapkan beberapa pendekatan secara simultan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an. Meskipun demikian, pendekatan filsafat mendominasi pada ayat-ayat yang berkaitan dengan entitas ketuhanan, sifat-sifat Allah Swt., dan Kenabian, yang diwarnai dengan elemen-elemen teologis dalam penafsirannya. Ini mengindikasikan bahwa pendekatan filosofis tidak terlalu mendominasi dalam tafsirnya, melainkan hanya mendominasi pada pembahasan ayat-ayat tertentu. Al-Razi Menggunakan pendekatan filosofis dalam tafsir untuk mengkritik pandangan-pandangan filosof yang tidak sesuai dalam penafsiran, yang mana hal tersebut berbeda dengan ulama lain yang mencoba menyelaraskan pandangan filosofis dengan teks-teks agama.
IKLAN DALAM PERSEPSI GEN Z Nuriyati Samatan; Nurhasanah; Fauzan K; Robingah; Jun Firmansyah
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2108

Abstract

Penggunaan media sosial sebagai sarana untuk mengiklankan sebuah produk, menjadi keniscayaan, saat media konvensional seperti televisi telah banyak ditinggalkan, terutama generasi Z. Sarana untuk iklan saat ini menjadi lebih variatif: iklan luar ruang, menggunakan televisi berbayar dan juga media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Gen Z pada Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian ini menggunakan Teori Persepsi Bem. Jenis penelitian adalah kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivis, objek penelitian Gen Z di Kelurahan Ratu Jawa Depok, subjek penelitian adalah persepsi Generasi Z terhadap Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, melalui observasi, wawancara kepada 5 orang informan representatif,  dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa persepsi Gen Z terhadap iklan dipengaruhi oleh elemen visual, musik, kredibilitas duta merek, dan konten promosi. Penelitian terhadap iklan, menunjukkan kekuatan elemen visual sebagai daya tarik utama, selain musik dan kredibilitas duta merek dan konten  yang ditampilkan. Para informan menunjukkan perilaku aktif terhadap iklan, seperti membuka aplikasi Lazada setelah menonton iklan dan memperhatikan konten karena kehadiran Isyana Sarasvati. Temuan divalidasi melalui triangulasi sumber dengan seorang pakar komunikasi, yang menegaskan bahwa persepsi Gen Z dibentuk oleh paparan visual, daya tarik emosional, dan gaya naratif yang relevan dengan identitas mereka.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN INKLUSIVISME AGAMA DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF NURCHOLIS MADJID DI YAYASAN BALQIS M. Suaib Tahir; Reny Puspita Sari; Jun Firmansyah; Mulyani Mulyani; Wahid Syafrudin
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the concept of religious inclusivism in the Qur'an from the perspective of Nurcholish Madjid. Using a qualitative methodology focusing on textual analysis and interpretation, this study examines Madjid's views on how the Qur'an can be read as a text that supports religious inclusivism. The findings of this study indicate that Madjid interprets several verses of the Qur'an as the basis for religious inclusivism in Islam, emphasizing concepts such as ta'aruf (knowing each other) and ummatan wasatan (middle nation) as key principles. Madjid argues that the Qur'an not only recognizes the existence of other religions but also encourages dialogue and tolerance among followers of different faiths. This research makes a significant contribution to the understanding of religious inclusivism in Islam, especially in the diverse context of Indonesia. This research also highlights the relevance of Nurcholish Madjid's thought in bridging the gap between traditional Islamic values and the challenges of modernity, and offering an alternative perspective to exclusive interpretations of the Qur'an
PENDAMPINGAN PEMAHAMAN FENOMENA PERNIKAHAN BEDA AGAMA PADA QS. AL-MAI’DAH: 5 DI HIMPUNAN MAHASISWA YAYASAN AL-KAHFI Kholilurrohman Kholilurrohman; Lita Apinda; Nasirin Nasirin; Zakaria Husin Lubis; Jun Firmansyah; Abd. Rahim
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the phenomenon of interfaith marriage which is currently gaining popularity in Indonesia and invites pros and cons in society. In the perspective of Al-Qur'an interpretation, the author chooses to refer to two famous Indonesian commentators, namely Buya Hamka and M. Quraish Shihab. Both are figures of the modern-contemporary era in the field of interpretation, so their opinions are relevant to the current situation in Indonesia. In the interpretation of the Qur'an, the two commentators above interpret the QS. Al-Ma'idah [5]: 5 by prioritizing a spirit of tolerance and criticism of interfaith marriages. Even though there are constitutional arguments that regulate whether a marriage is valid or not based on the laws of each religious belief, facts on the ground prove that interfaith marriages still often occur in Indonesia. Thus, this research invites readers to understand more deeply the phenomenon of interfaith marriage through the lens of Al-Qur'an interpretation and Abdullah Saeed's approach. Hopefully this research will provide broader insight and understanding regarding the phenomenon of interfaith marriages in Indonesia
PEMBINAAN KONTEKSTUALISASI MEDITASI DALAM ISLAM TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSȊR IBNU KATSȊR DI HIMPUNAN MAHASISWA YAYASAN AL-KAHFI Kerwanto Kerwanto; Suhendri Suhendri; Jun Firmansyah; Nur Arfiyah Febriani; Maria Ulva
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of meditation continues to grow in the world because meditation is a solution for solving problems in the modern era to calm the mind and soul. Historically meditation originated outside Islam, but in its development it has become the property of all religions. This means that the principles of meditation are still recognized, but its implementation is in accordance with the Shari'a that has been regulated by the Qur'an and the Sunnah of the Prophet. So in Islam there is a sign of harmony between the types of meditation and the worship carried out by Muslims such as prayer, meditation, dhikr, thanksgiving and itikaf. There are findings that meditation in Islam is different from meditation from other beliefs such as Christian, Buddhist and Javanese meditation. Then integrate it with Tafsȋr Ibnu Katsȋr as a classical mufassir and Hamka who is present as a reforming mufassir who contextualizes tafakur in an Indonesian context
PELATIHAN PENINGKATAN FINANCIAL BEHAVIOR DALAM MEWUJUDKAN FINANCIAL WELL-BEING (FWB) PERSPEKTIF AL-QUR’AN DI SMP AL AZHAR SYIFA BUDI CIBINONG KABUPATEN BOGOR Ahmad Thib Raya; Ikhwan Ansori; Made Saihu; Jun Firmansyah; Fitri Mustafa; Hidayatul Azizah
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the importance of financial behavior in achieving Financial Well-Being (FWB). Researchers conclude that Financial Well-Being FWB from the perspective of the Qur’an cannot be realized without the combination, collaboration, and integration of financial behavior and faith. All instruments of financial behavior are centered around an individual's faith, which influences its channels: firstly, Financial Capacity (working); secondly, Financial literacy and Financial knowledge; thirdly, Financial management behavior; fourthly, Financial attitude; and fifthly, locus of control. Thus, financial behavior controlled by faith will ensure that both worldly needs and investments for the hereafter are well-balanced and fulfilled