Articles
Locus of Control and Job Satisfaction with Work Life Balance as Mediation
Doni Oktavian;
Fatkhurahman;
Bambang Supeno
SAINS ORGANISASI Vol. 2 No. 2 (2023): SAINS ORGANISASI
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55356/so.v2i2.52
This study aims to determine the effect of locus of control on job satisfaction mediated by work-life balance. This research is explanatory research that uses quantitative techniques to test hypotheses empirically. The population in this study were all Civil Servants (PNS) who were staff at the Riau DPRD Secretariat, totaling 188 employees. The number of samples in this study was taken using purposive sampling. So that the number of samples in this study was 188 employees. Data collection techniques using a questionnaire. The hypothesis in this study was tested using SEM-PLS analysis through the SmartPLS version 3.0 software. The results of the study show that the External Locus of Control has a positive effect on job satisfaction. Internal Locus of Control has a positive effect on job satisfaction. External Locus of Control has a positive effect on Work-Life Balance. Internal Locus of Control has a positive effect on Work-Life Balance. Work-Life Balance has a positive effect on job satisfaction. External Locus of Control has a positive effect on job satisfaction mediated by Work-Life Balance. External Locus of Control has a positive effect on job satisfaction mediated by Work-Life Balance.
Pengaruh Pengawasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat DPRD Provinsi Riau Dengan Disiplin Kerja Sebagai Intervening
Fadli Erwan;
Fatkhurahman;
Donal Devi Amdanata
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55356/jksm.v2i1.87
Penelitian ini mengkaji pengaruh pengawasan kerja terhadap kinerja pegawai di Sekretariat DPRD Provinsi Riau dengan disiplin kerja sebagai perantara. Metode kuantitatif digunakan, dengan Uji Statistik Structural Equational Modelling (SEM) PLS sebagai alat analisis verifikatif. Penelitian melibatkan 134 responden di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau. Hasil menunjukkan pengawasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara Sekretariat DPRD Provinsi Riau, dengan pengaruh sebesar 61,6%. Pengawasan kerja juga memengaruhi disiplin kerja pada Aparatur Sipil Negara, sehingga semakin tinggi tingkat pengawasan, semakin tinggi pula disiplin kerja. Pengawasan yang baik membentuk disiplin kerja yang lebih baik dalam menjalankan tugas. Disiplin kerja ASN di Sekretariat DPRD Provinsi Riau tergolong rendah, 35,70%. Sekretariat DPRD Provinsi Riau diharapkan meningkatkan tindakan tegas terhadap pegawai dengan disiplin kerja rendah melalui hukuman sesuai pelanggaran. Selain itu, memberikan umpan balik positif seperti pujian, hadiah, atau imbalan juga dapat mendorong kedisiplinan kerja
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Perilaku Proaktif Dengan Pemberdayaan Psikologis Sebagai Variabel Mediasi
Riswandi;
Fatkhurahman;
Donal Devi Amdanata
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55356/jksm.v2i2.91
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku proaktif dengan pemberdayaan psikologis sebagai variabel mediasi. Gaya kepemimpinan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku proaktif di tempat kerja. Pemberdayaan psikologis, sebagai mekanisme internal individu, dapat menjadi faktor kunci yang menghubungkan gaya kepemimpinan dengan perilaku proaktif karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui survei terhadap karyawan di berbagai sektor. Hasil analisis data menggunakan teknik regresi dan analisis mediasi menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap perilaku proaktif. Selain itu, pemberdayaan psikologis terbukti memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan dan perilaku proaktif. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan baru bagi organisasi dalam mengembangkan gaya kepemimpinan yang mendukung pemberdayaan psikologis karyawan untuk meningkatkan perilaku proaktif di tempat kerja.
Evaluasi Kinerja Penyuluh Peternakan di Kabupaten Kuantan Singingi
Debi Sartono;
Fatkhurahman;
Bambang Supeno
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55356/jksm.v2i2.95
Peningkatan produktivitas ternak sejalan dengan meningkatnya pengetahuan dan teknologi peternak yang berhubungan dengan budidaya ternak itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan adalah menngedukasi peternak melalui kegiatan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kinerja PPL Peternakan PNS di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini merupakan penelitian survei kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan purposive sampling, penyuluh peternakan yang diambil 3 orang perkecamatan sehingga total sampelnya sebanyak 45 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian. Data yang didapat dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh berumur 38-45 tahun sebanyak 25 orang, masa kerja 6-10 tahun sebanyak 24 orang, jabatan fungsional penyuluh adalah trampil sebanyak 25 orang, berpendidikan sarjana sebanyak 37 orang yang mengikuti pendidikan non-formal sebanyak 15-25 kali sebanyak 23 orang. Rata-rata penyuluh membina sebanyak 2 desa sebanyak 24 orang, kelompok binaan penyuluh sebanyak 9-16 kelompok sebanyak 27 orang yang dikunjungi secara rutin kurang dari 5 kali sebanyak 28 orang. Kinerja penyuluh rata-rata baik mulai dari persiapan sebelum menyuluh, pelaksanaan penyuluhan, dan melakukan evaluasi setelah kegiatan penyuluhan selesai. Hal ini dibuktikan oleh nilai evaluasi sekitar 72,1 sehingga nilai prestasi kerjanya rata-rata 90,1 yang dikategorikan sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan kinerjanya, penyuluh harus membuat dan menyediakan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan penyuluhan seperti yang tertuang di dalam peraturan menteri pertanian tersebut
STRATEGI MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI MAHASISWA BERWIRAUSAHA
Hadiyati, Hadiyati;
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Jurnal Ekonomi Bisnis Kompetif Vol 2 No 1 (2023): Tren dan Dinamika Bisnis: Kajian Multi-Disiplin
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/bisniskompetif.v2i1.1419
Rendahnya rasa percaya diri mahasiswa dari hasil pra survey yang dilakukan memberikan dampak pada keberhasilan prodi manajemen Unilak dalam mencapai capaian pembelajaran yakni menjadi wirausaha muda. Hal ini tentuknya perlu dilakukan identifikasi factor eksternal dan juga identifikasi factor eksternal lalu dilanjutkan dengan penyusunan formula strategi membangun rasa percaya diir mahasiswa dalam berwirausaha. Tata cara yang dipakai merupakan riset survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Informasi digabungkan dari populasi mahasiswa yang mengutip mata kuliah riset kelayakan bidang usaha genap 2022- 2023 di prodi manajemen sebesar 248 orang dengan ilustrasi didapat sebesar 73 orang dengan metode sepadan random sampling bersumber pada kategori kuliah. Pengumpulan informasi dengan memakai angket online serta metode analisa informasi dengan memakai metode analisa deskriptif kuantitatif dengan perlengkapan analisa SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi membangun rasa percaya diri mahasiswa berwirausaha yakni dengan agresif memanfaatkan kekuatan dalam diri seperti rasa optimis, berani dan mampu mendapatkan keuntungan untuk menangkap peluang luas kesempatan berwirausaha, besarnya peluang sukses dalam berwirausaha dan berubahnya cara pandang dengan berwirausaha.
KEBIJAKAN BISNIS USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DALAM MENCAPAI KINERJA UNGGUL
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Jurnal Ekonomi Bisnis Kompetif Vol 3 No 2 (2024): Bisnis Berbasis Islam: Prinsip Syariah dan Keberlanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/bisniskompetif.v3i2.1853
Business policies are guidelines or rules set by an organization to direct the operations, decision-making, and behavior of all members of the organization in achieving business goals. A good business policy is very important because it can provide structure, direction, and consistency in running a business. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) often face various issues related to business policies, which can affect the performance and sustainability of their businesses. Using descriptive research, data was collected from MSME managers and the results showed that the condition of the business policy of the small regional souvenir food industry in Riau Province was in the good enough category. This business policy variable obtained the largest dimension is hierarchical integration, while the smallest dimension is clarity of purpose. Keywords: Business Policy, MSME, Superior Performance
KEPEMIMPINAN INKLUSIF DAN PERILAKU KERJA YANG INOVATIF PADA APARATUR SIPIL NEGARA: PERAN KETERLIBATAN KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 2 (2023): Penguatan Layanan Publik dan Inovasi Masyarakat untuk Pertumbuhan Riil
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v7i2.1571
Aparatur sipil negara memiliki dampak positif yang signifikan terhadap efektivitas dan efisiensi pelayanan publik. Inovasi dalam pelayanan publik dapat membantu meningkatkan kualitas dan responsivitas layanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. ASN yang memiliki perilaku inovatif dapat menciptakan solusi baru untuk mengatasi tantangan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan efisien. Penelitian dilakukan di Sekretariat Daerah Propinsi Riau dengan menguji pengaruh kepemimpinan iklusif terhdap perilaku kerja inovatif yang dimediasi oleh keterlibatan karyawan. Sampel diambil sebanyak 200 orang dengan metode proposional random sampling dan analisa data dengan menggunakan alat analisis SEM. Hasil riset meyakinkan kalau kepemimpinan inklusif serta Keikutsertaan kegiatan mempengaruhi dengan cara langsung ataupun tidak langsung kepada sikap kegiatan inovatif. Akibat langsung elastis kepemimpinan inklusif kepada sikap kegiatan inovatif sebesar 13, 67%, sebaliknya akibat tidak langsungnya lewat Keikutsertaan kegiatan merupakan sebesar 25, 92%. Akibat langsung elastis Keikutsertaan kegiatan kepada sikap kegiatan inovatif sebesar 36%, sebaliknya akibat tidak langsungnya lewat Keikutsertaan kegiatan pimpinan merupakan sebesar 48, 25%. Perihal ini membuktikan kalau keikutsertaan pegawai berfungsi dalam meyakinkan akibat kepemimpinan iklusif kepada sikap kegiatan inovatif.
DAMPAK KEMAMPUAN MELIHAT PELUANG USAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA: PERAN LITERASI MEDIA SOSIAL
Hadiyati, Hadiyati;
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 3 (2023): Inovasi Sosial dan Penguatan Kapasitas Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v7i3.1616
Rendahnya ide kreatif yang dimiliki mahasiswa pada saat mengusulkan ide praktek kewirausahaan lanjutan, dimana 85% mahasiswa mengajukan ide dengan jenis usaha yang sudah ada, hal ini tentunya menunjukkan minat berwirausaha mahasiswa yang masih rendah. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya, dalam penelitian ini sesuai dengan dinamika perkembangan teknologi informasi, apakah melalui literasi media sosial yang dimiliki mahasiswa akan mempu meningkatkan kemampuannya melihat peluang usaha dan bagaimana dampaknya terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari populasi mahasiswa yang mengambil mata kuliah kewirausahaan lanjutan ganjil 2023-2024 di prodi manajemen sebanyak 267 orang dengan sampel diambil sebanyak 161 orang dengan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner online dan teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan alat analisis SEM menggunakan aplikasi WarpPLS. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengaruh kemampuan melihat peluang usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, begitu juga terhadap literasi media sosial. Juga terdapat pengaruh yang positif dan signifikan literasi media sosial terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Secara tidak langsung pengaruh kemampuan melihat peluang usaha terhadap minat berwirausaha melalui luterasi sosial sebagai variabel moderasi positif dan signifikan.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI STATISTIK MAHASISWA DALAM BERPIKIR KRITIS MASALAH SOSIAL
Novita, Novita;
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 3 (2023): Inovasi Sosial dan Penguatan Kapasitas Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v7i3.1626
Literasi statistik sangat penting bagi mahasiswa, terutama karena statistik merupakan salah satu alat utama untuk menganalisis data dalam berbagai disiplin ilmu. Statistik membantu mahasiswa untuk memahami dan menginterpretasi data. Dalam dunia modern yang dipenuhi dengan informasi, kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi data merupakan keahlian krusial. Literasi statistik memungkinkan mahasiswa untuk membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan analisis data yang tepat. Ini berlaku dalam berbagai konteks, baik di dunia bisnis, sains, kesehatan, atau bidang lainnya. Fenomena menunjukkan adanya permasalahan lemahnya kemampuan mahasiswa memahami statistik khususnya bidang manajemen perusahaan dalam memahami persoalan dan berpikir kritis. Tentunya terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi manajemen yang sedang mengambil mata kuliah statistik di kota Pekanbaru. Sampel diambil sebanyak 45 orang dan dikumpulkan menggunakan kuesioner online dan data dianalisis dengan alat analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diduga mempengaruhi literasi statistik terbukti hanya dua variabel yang mempengaruhi literasi kemampuan statistik mahasiswa yakni faktor minat dan faktor kemampuan berpikir kritis.
STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING IKM DI KOTA PEKANBARU
Hadiyati, Hadiyati;
Fatkhurahman, Fatkhurahman
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 8 No. 1 (2024): Kolaborasi Inovasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Menuju Penguatan Kapasitas Masyar
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v8i1.1806
The importance of MSME entrepreneurs moving up a class is a measure of their success in order to increase their contribution to the economy and welfare. However, the current phenomenon is that the competitiveness of MSMEs in moving up a class has experienced poor performance. Human resource management is the main part that needs attention, because the running of a business cannot be separated from the role of human resources, so there needs to be a strategic effort to manage human resources in an effort to increase the competitiveness of MSMEs to move up a class. The output achieved is a strategy on what can be done in managing human resources both in terms of internal and external factors that are owned in order to increase the competitiveness of MSMEs towards moving up a class. The methodology in this study uses a qualitative approach. The informants in this study were MSME business managers and also from policy makers (Pekanbaru city government) and also from academics. Data were collected using questionnaires and interviews and analyzed using SWOT analysis tools. The results of the study indicate that through the identification of internal and external factors, an aggressive strategy can be obtained in managing human resources to increase the competitiveness of MSMEs with strategic policies: 1) Leaders in managing MSME businesses by utilizing information technology; Implementing a positive work culture in facing business globalization; Implementing task specialization in responding to government support in developing human resources.