Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK DENGAN PENDEKATAN CONTINUITY OF CARE TERHADAP KESEHATAN MENTAL IBU POSTPARTUM Lustiani, Ika; Filda Fairuza; Susilawati; Siti Ummu
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.536

Abstract

Kesehatan mental ibu postpartum merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan kesehatan ibu, terutama setelah melahirkan. Masa postpartum atau masa setelah persalinan sering kali dihadapkan pada perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Namun, di banyak kasus, perhatian terhadap kesehatan mental ibu postpartum sering kali kurang mendapatkan perhatian yang memadai, Secara global, diperkirakan sekitar 13% dari ibu nifas mengalami gangguan kesehatan mental, khususnya depresi pasca persalinan (WHO, 2015). Di Indonesia, diperkirakan 26% ibu pasca melahirkan mengalami depresi (Nurbaeti et al, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Asuhan Kebidanan Holistik Dengan Pendekatan Continuity of Care Terhadap Kesehatan Mental Ibu Postpartum. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest case control design. Sampel menggunakan total sampling dengan sampel tanpa perlakuan adalah 34 ibu dan sampel perlakuan 34 ibu Uji hipotesis penelitian ini menggunakan non-parametrik Mann-Whitney test memperoleh nilai 302.500 yang dikonversikan ke nilai Z dan diperoleh -3.419 dengan hasil signifikan 0.001 (<0.005), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran kesehatan mental antara kontrol dan perlakuan. Pentingnya dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan teman-teman. Dukungan sosial yang kuat dapat membantu ibu menghadapi stres, kecemasan, atau bahkan depresi pasca-persalinan
Effectiveness of nutrition movement counseling in the first 1000 days of life on knowledge and attitude of pregnant women Rachman, Sandy Nurlaela; Alfi, Nur Mufidah; Fairuza, Filda
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2004

Abstract

Abstract: The Indonesian government implements the First 1000 Days Movement (HPK), to improve nutritional status during pregnancy and breastfeeding, aiming to support brain development and the immune system from pregnancy until a child’s first year. This study aims to determine the extent to which nutritional counseling for the First 1000 Days of Life impacts the knowledge and attitudes of pregnant women. A quasi-experimental design with pre-test and post-test groups was used, involving 60 pregnant women. Knowledge and attitudes were measured before and after counseling. Data were analyzed using the independent t-test. The results of this study indicate that the knowledge of pregnant women in the pre-test was classified as poor for 34 people (56.7%) and sufficient for 23 people (38.3%). After being given counseling, the knowledge category became good for 32 people (53.3%). In terms of attitudes, the pre-test showed the category of poor for 35 people (58.3%). After counseling, the attitudes of respondents were in the good category for 32 people (53.3%). The effectiveness of counseling nutritional education in the first 1000 days of life on knowledge (p value 0.000 < 0.05) and attitudes of pregnant women (p value 0.000 < 0.05). The conclusion of this study is that it is effective in changing the knowledge and attitudes of pregnant women, so there is a need for enhancing the capacity of health educators is essential to deliver impactful education and promote positive behavioral changes in support of the HPK Movement.
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskemas Ciomas Kabupaten Serang Tahun 2025 Fairuza, Filda; Halimatusyadiah , Leni; Marbun, Henny Theresia; Imas, Anisa Ratna Kania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2850

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan pendekatan nutrisi berbasis pangan lokal, salah satunya buah pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat. Tujuan: dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dan untuk mengetahui kadar hemolobin ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah papaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 ibu hamil trimester I sampai trimsetser III  dengan anemia ringan yang dipilih dengan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Ciomas pada tahun 2025. Intervensi berupa konsumsi buah pepaya sebelum mengkonsumsi buah pepaya ibu hamil diperiksa kadar hemoglobinya dan diberikan selama 14 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasi uji stasitik ada 25 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan rata-rata kadar haemoglobin 9,19 gr/% melalui test normalitas terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah intervensi, dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Dengan mengkonsumsi buah pepaya selama 14 hari berturut-turut banyaknya buah papaya 140 gram  perhari setelah makan  pagi, ada peningkatan kadar haemoglobin rata-rata 2,5 gr/%. Melalui Test uji Wilcoxon. Buah pepaya California mengandung vitamin C sehingga  baik untuk mengurangi anemia, maka ini layak untuk digunakan sebagai bahan penelitian, sangat berbeda jauh dengan pepaya lokal, yaitu sekitar 78 mg per 100 gram, sedangkan pepaya lokal hanya mengandung sekitar 72 mg per 100 gram.Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Pemberian buah pepaya dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nutrisi alami dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Effectiveness of Using Warm Water to Reduce Primary Dysmenorrhea Pain Intensity in Grade X Female Students Susilawati, Susilawati; Halimatusyadih, Leni; Fairuza, Filda; Janah, Euis Nida Farhatul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7278

Abstract

The maturation of sexual organs for reproduction marks the beginning of the adolescent phase, which is a crucial stage in human development. The onset of menstruation is a sign of reproductive organ maturity in female adolescents (Menarche). The purpose of this study was to determine the effectiveness of using warm water compresses on the intensity of reducing primary dysmenorrhea in grade X female students. A sample of sixty respondents was used in this quasi-experimental study, which utilized a one-group, one-test, and one-control design. The Wilcoxon test was used to conduct an analysis and observation sheets were used to collect data. The study's findings had a p-value of 0.000 < 0.05, which was significantly lower than the significant result of 5%, therefore the conclusion is that Ha is accepted, which means that there is an effectiveness of using warm water compresses on reducing pain intensity during primary dysmenorrhea in grade X female students at SMAN2 Rangkabitung in 2024. The conclusion is that the intensity of primary dysmenorrhea pain can be eliminated with warm water compresses.
The Effect of Giving Warm Ginger in Reducing Emesis Gravidarum in 1st Trimester Pregnant Women Maridanti, Lina; Anwar, Ade; Fairuza, Filda; Safitri, Resti; Rezaldi, Firman
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7317

Abstract

Due to an increase in the hormone estrogen and progesterone produced by Human Chronic Gonadotropin (HCG), which causes emesis gravidarum, during pregnancy, the mother experiences hormonal changes. This study means to decide the impact of giving warm ginger in diminishing emesis gravidarum in pregnant ladies in the principal trimester PMB Lilis Nurhasanah, S.ST., Keb., Bd. SKM 2024. This exploration utilizes a Semi Trial technique with a One Gathering Pretest Posttest plan. This study's participants were pregnant women in their first trimester who had emesis gravidarum at PMB Lilis Nurhasanah, S.ST., Keb., Bd. SKM upwards of 30 respondents. The examining strategy in this examination is Complete Testing. Shapiro-Wilk normality test analysis yielded sig data (0.05). The Wilcoxon test has a p-worth of 0.000, and that implies there is an impact of giving warm ginger in diminishing emesis gravidarum in first trimester pregnant ladies. This end shows that there is an impact of giving warm ginger in lessening emesis gravidarum in first trimester pregnant ladies at PMB Lilis Nurhasanah, S.ST., Keb., Bd. SKM 2024.
Effectiveness of Using Lemon Aromatherapy to Reduce the Frequency of Nausea and Vomiting in Pregnant Women in the First Trimester Fairuza, Filda; Nurlaela, Sandy; Parwansyah, Rosiana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7496

Abstract

Nausea and vomiting are a common symptom of early pregnancy for pregnant women. Aromatherapy may be used in the treatment to reduce this. The method for utilizing fragrant healing to decrease sickness and spewing can be by breathing in utilizing a diffuser, candles and tissue. Lemon aromatherapy is frequently used during pregnancy and childbirth and is regarded as safe. At TPMB Titin Prihartini, S.ST., Bd, Pandeglang Regency in 2024, the purpose of this study is to determine whether lemon aromatherapy reduces the frequency of nausea and vomiting in pregnant women who are in the first trimester. A one-group pre-test, one-group post-test design is used in this quasi-experimental design. Total Sampling was used for the sampling, with 30 respondents, and observation sheets were used to collect the data. According to the findings of this study, the majority of pregnant women experienced a frequency of nausea and vomiting prior to the intervention, with 27 respondents (90 percent), and after the intervention, with 26 respondents (86.7%) in the mild category. The Wilcoxon signed-rank test, which has a p-value of 0.000 (0.05), is used in statistical tests. These results demonstrate that lemon aromatherapy reduces the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in their first trimester at TPMB Titin Prihartini, S.ST., Bd in 2024. Lemon aromatherapy can help alleviate nausea and vomiting in pregnant women who are in the first trimester of their pregnancy.
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskemas Ciomas Kabupaten Serang Tahun 2025 Fairuza, Filda; Halimatusyadiah , Leni; Marbun, Henny Theresia; Imas, Anisa Ratna Kania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2850

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan pendekatan nutrisi berbasis pangan lokal, salah satunya buah pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat. Tujuan: dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dan untuk mengetahui kadar hemolobin ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah papaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 ibu hamil trimester I sampai trimsetser III  dengan anemia ringan yang dipilih dengan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Ciomas pada tahun 2025. Intervensi berupa konsumsi buah pepaya sebelum mengkonsumsi buah pepaya ibu hamil diperiksa kadar hemoglobinya dan diberikan selama 14 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasi uji stasitik ada 25 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan rata-rata kadar haemoglobin 9,19 gr/% melalui test normalitas terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah intervensi, dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Dengan mengkonsumsi buah pepaya selama 14 hari berturut-turut banyaknya buah papaya 140 gram  perhari setelah makan  pagi, ada peningkatan kadar haemoglobin rata-rata 2,5 gr/%. Melalui Test uji Wilcoxon. Buah pepaya California mengandung vitamin C sehingga  baik untuk mengurangi anemia, maka ini layak untuk digunakan sebagai bahan penelitian, sangat berbeda jauh dengan pepaya lokal, yaitu sekitar 78 mg per 100 gram, sedangkan pepaya lokal hanya mengandung sekitar 72 mg per 100 gram.Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Pemberian buah pepaya dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nutrisi alami dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
The effectiveness of crushed onion compresses in reducing baby's body temperature 1-6 months after DPT immunization Susilawati, Susilawati; Skania, Pratiwi Cahya; Fairuza, Filda; Ramdani, Tiara Putri
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1578

Abstract

Fever is a common symptom of illness in Indonesia, including in children. One effort to reduce fever with non-pharmacological therapy is compressed crushed shallots (Allium Cepa L) which contain flavonoids which have the benefit of protecting cell structure, anti-inflammatory, increasing the effectiveness of vitamin C, as a natural antibiotic. The aim of this research is to determine the effect of giving crushed red onion (Allium Cepa L) compresses on reducing baby's body temperature 1-6 months after immunization at TPMB Bd Fenty Sumara, Serang City. This research uses the quantitative Quasy Experiment method with a one group pretest – posttest design. The sampling technique for this research was total sampling of 30 respondents. The time of the research was April-May 2024. The results showed that compressing crushed onions on babies aged 1-6 months who had fever showed an average decrease of 0.65oC during 50-60 minutes of compression. The average before the compress could be seen was 38. 25oC and the average after compression is 37.60oC. Test Shapiro-Wilk statistics obtained a P value = 0.000 < 0.05. The conclusion from this research is that there is an effect of crushed red onion (Allium Cepa L) compress on reducing the baby's body temperature 1-6 months after DPT immunization.