Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Role of Traditional Home Gardens in Cultural Rituals and Heritage Preservation: An Ethnobotanical Study in Pujon Sub-district, Malang Regency, Indonesia Agustina, Tika Putri; Rukmana, Musma; Hasmiati, Hasmiati; Kawuwung, Femmy Rose
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v20i1.28628

Abstract

This study explores the critical role of home gardens in traditional rituals in Pujon District, Malang Regency. Sustained by long standing customs, home gardens are significant social, cultural, and economic importance, especially concerning local customs. The research aims to identify the plant species cultivated in these gardens, their functions in ritual ceremonies. Adopting a qualittaive researched framework this study utilized a descriptive approach involving field observations and in-depth interviews. Key informants, incorporating garden owners, customary elders, and community leaders, were purposively selected. The results show that home gardens in Pujon Sub-district function as crucial green spaces and sources of food while also serving as focal points for social and cultural activities. Plants such as banana (Musa x paradisiaca), coconut (Cocos nucifera), jasmine (Jasminum sambac), and rose (Rosa sp.) are necessary to numerous ceremonies and traditional rituals. The preservation of knowledge regarding these plants is maintained through storytelling and daily activities, highlighting their role in sustaining local culture and biodiversity. As a result, home gardens play a crucial role in encouraging cultural identity and ecological balance in the region.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Melelui Implementasi Learning by Doing Hasmiati Hasmiati; Musma Rukmana; Miftahul Jannah; Fatimah HS; Nurfaida Nurfaida
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7973

Abstract

Saat ini semua satuan pendidikan diwajibkan untuk menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka, salah satu metode yang dianggap efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran kurikulum merdeka adalah metode learning by doing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dengan implementasi learning by doing. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif di mana, dilakukan wawancara terhadap 86 peserta didik sebagai responden dan 7 pendidk sebagai responden di SMAN 11 Enrekang. Data yang diperoleh, yaitu 82% merasa metode ini efektif digunakan dan 1,2% merasa motode learning by doing kurang dan tidak efektif diterapkan dalam pembelajaran, sedangkan 85% pendidik merasa metode ini efektif dan 0% lainnya merasa bahwa metode ini kurang, cukup dan tidak efektif diterapkan dalam pembelajaran. Implementasi metode learning by doing sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar.
Analisis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran IPA di Sekolah: Persepsi dan Preferensi Siswa SMA Kurniahtunnisa, Kurniahtunnisa; Agustina, Tika Putri; Manuel, Maria Yasinta; Rukmana, Musma; Lestari, Kurnia
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 5 No. 2: Desember 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v5i2.10431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi siswa SMA terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kalangan siswa SMA RUSHD. Metode yang digunakan melibatkan survei terhadap 72 siswa, dengan fokus pada pengalaman penggunaan, preferensi, dan persepsi mereka terhadap AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,8% siswa telah menggunakan AI dalam konteks pembelajaran, dengan dominasi penggunaan Chat GPT sebagai alat utama. Sebanyak 91% siswa melaporkan menggunakan AI setidaknya sekali dalam seminggu, terutama untuk memahami konsep yang sulit dan mencari jawaban untuk soal IPA. Temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki pandangan yang positif terhadap AI, tercermin dari efektivitas penggunaan AI yang mencapai 71,1%. Dari sisi dampak, dampak penggunaan AI mencapai 80,2%, yang menunjukkan bahwa siswa merasa AI memberikan pengaruh sangat positif dalam pengalaman belajar mereka. Sebanyak 87,5% siswa setuju bahwa AI mempercepat proses belajar, dan 84,7% merasa AI memotivasi mereka untuk meningkatkan kemampuan menulis. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan pada AI yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, beberapa siswa menyadari bahwa tidak semua informasi yang ada di AI dapat diandalkan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AI memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi perlu diimbangi dengan upaya terencana untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Meskipun siswa menunjukkan penerimaan yang tinggi terhadap AI, penting bagi pendidik untuk memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaannya di kelas dan meningkatkan kualitas informasi yang disajikan oleh teknologi ini. Integrasi AI secara bijaksana dalam pendidikan dapat memperkaya pembelajaran dan mendorong siswa berpikir kritis.
Pengenalan aplikasi PhET simulation sebagai media pembelajaran kimia interaktif di SMA Negeri 3 Tondano, Sulawesi Utara Maanari, Chaleb Paul; Gugule, Sanusi; Fatimah, Feti; Utami, Aisyiah Restutiningsih Putri; Rukmana, Musma; Pratiwi, Ananta Dian; Akbar, Jakub Saddam; Rumengan, Stefan Marco; Mustapa
Jurnal Anugerah Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v7i1.6890

Abstract

Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) karena melibatkan konsep-konsep abstrak serta perhitungan yang kompleks. Metode pembelajaran konvensional, seperti metode ceramah dengan hanya menggunakan buku teks, sering kali kurang efektif dalam membantu siswa memahami materi secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih interaktif, salah satunya adalah PhET Simulations, sebuah aplikasi yang memungkinkan siswa belajar melalui simulasi visual dan interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta mengevaluasi keefektifan PhET Simulations sebagai media pembelajaran interaktif kepada siswa SMA Negeri 3 Tondano dan tingkat kepuasan mereka terhadap penggunaan dan kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 18 siswa, yang tercermin dari peningkatan nilai rata-rata post-test, yaitu dari 53,89 menjadi 78,89 setelah menggunakan PhET Simulations. Selain itu, pemanfaatan PhET Simulations sebagai media pembelajaran interaktif memperoleh respons positif, dengan tingkat keberhasilan mencapai 86,76%. Kepuasan siswa terhadap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga tergolong tinggi, dengan persentase 84,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan PhET Simulations dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia yang abstrak.
Analisis Keterampilan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Mahasiswa Pendidikan Biologi Unima sebagai Calon Guru Rukmana, Musma
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.9007

Abstract

Pengetahuan Konten Pedagogis (PK) merupakan kemampuan memadukan pengetahuan materi dengan pengetahuan pedagogis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pemahaman PK mahasiswa sebagai calon guru, dimana subjeknya adalah mahasiswa Pendidikan Biologi Unima yang memprogram mata kuliah Microteaching pada semester genap tahun 2022/2023 yang berjumlah 13 orang. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase, yang selanjutnya diinterpretasikan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kemampuan PK mahasiswa sebagai calon guru biologi berada pada kategori baik (69,46%), kemampuan CK berada pada kategori baik (74,87%), dan kemampuan PCK juga berada pada kategori baik (70,32%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru sudah siap untuk menjadi pendidik di masa mendatang, meskipun beberapa keterampilan terkait PK masih perlu ditingkatkan agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih optimal. Keywords: content knowledge, pedagogical knowledge, pedagogical content knowledge, prospective teachers
IDENTIFICATION OF PTERIDOPHYTES DIVERSITY IN THE MOUNTAINOUS AREA OF BUNTU SARONG VILLAGE, MASALLE DISTRICT, ENREKANG REGENCY Hasmiati, Hasmiati; Rukmana, Musma; Agustina, Tika Putri; Watung, Fernando Andre
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i2.1010

Abstract

Ferns (Pteridophyte) are members of the kingdom plantae that contribute to Indonesia's biodiversity, especially the diversity of flora. Ferns have an important role in maintaining the balance of the ecosystem. In addition to having ecological value in the ecosystem as a source of germplasm, ferns also have the potential to be useful to support people's lives. However, in fact ferns are still less well-known and receive less attention than other plants. This is because one of the reasons is that people are less familiar with ferns. This study aims to identify the types of ferns (Pteridophyte) in the mountainous area of ​​Buntu Sarong Village, Masalle District, Enrekang Regency. Data collection was carried out using the exploration method at certain points in the research location that were considered potential, then recording, documenting, identifying and classifying the Pterydophyta found. The research at the research location successfully identified and documented 16 species of Pteridophyte, namely Psilotum nudum, Lycopodium, Selaginella delicatula, Equisetum hyemale, Odontosoria chinensis, Gleichenia linearis, Adiantum sp., Christella parasitica, Aspelinum nidus, Cyathea cooperi, Angiopteris evecta, Deparia petersenii, Microsorum punctatum, Drynaria quercifolia, Microsorum punctatum, Microsorum scolopendria, Drymoglossum piloselloides. The identified Pteridophyte are classified into 13 families (Lycopodiaceae, Psilotaceae, Equisetaceae, Marattiaceae, Lindsaceae, Gleicheniaceae, Adiantaceae, Thelypteridaceae, Asplenidaceae, Chyatheaceae, Athyriaceae, Polypodiaceae) and 5 classes (Lycopodiopsida, Psilotopsida, Equisetopsida, Marattiopsida, Polypodiopsida).
OPTIMIZING FIXATION DURATION FOR ENHANCED CLARITY IN Pediculus humanus-capitis WHOLE MOUNT PREPARATIONS USING 10% KOH AT 70°C agustina, Tika putri; Rukmana, Musma; Hasmiati; Watung, Fernando Andre
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i1.1041

Abstract

This study evaluates the optimal fixation duration using 10% potassium hydroxide (KOH) at 70°C for whole mount preparations of Pediculus humanus capitis (head lice). Accurate head lice identification is crucial for effective public health management. Specimens were fixed for 20, 25, 30, 35, and 40 minutes at 70°C, then processed through rinsing, acetic acid treatment, dehydration, and clearing before mounting for microscopic examination. Results showed that 25 minutes of fixation provided the clearest and most detailed preparations. This duration effectively achieved tissue dehydration and clarification without significant damage. Fixation for 20 minutes was insufficient, resulting in opaque specimens due to incomplete KOH diffusion. Conversely, 40 minutes of fixation caused over-fixation, leading to tissue damage and poorer color quality. The study underscores the importance of finding the right fixation duration. While shorter times are inadequate, longer durations can degrade specimen quality. A 25-minute fixation at 70°C is optimal for balancing clarity and structural preservation, improving head lice identification. This method enhances the quality of whole mount preparations and provides practical guidance for accurate and reliable ectoparasite examination in clinical and research settings.
Analisis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran IPA di Sekolah: Persepsi dan Preferensi Siswa SMA Kurniahtunnisa, Kurniahtunnisa; Agustina, Tika Putri; Manuel, Maria Yasinta; Rukmana, Musma; Lestari, Kurnia
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 5 No. 2: Desember 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPAK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v5i2.10431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi siswa SMA terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kalangan siswa SMA RUSHD. Metode yang digunakan melibatkan survei terhadap 72 siswa, dengan fokus pada pengalaman penggunaan, preferensi, dan persepsi mereka terhadap AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,8% siswa telah menggunakan AI dalam konteks pembelajaran, dengan dominasi penggunaan Chat GPT sebagai alat utama. Sebanyak 91% siswa melaporkan menggunakan AI setidaknya sekali dalam seminggu, terutama untuk memahami konsep yang sulit dan mencari jawaban untuk soal IPA. Temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki pandangan yang positif terhadap AI, tercermin dari efektivitas penggunaan AI yang mencapai 71,1%. Dari sisi dampak, dampak penggunaan AI mencapai 80,2%, yang menunjukkan bahwa siswa merasa AI memberikan pengaruh sangat positif dalam pengalaman belajar mereka. Sebanyak 87,5% siswa setuju bahwa AI mempercepat proses belajar, dan 84,7% merasa AI memotivasi mereka untuk meningkatkan kemampuan menulis. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan pada AI yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, beberapa siswa menyadari bahwa tidak semua informasi yang ada di AI dapat diandalkan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AI memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi perlu diimbangi dengan upaya terencana untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Meskipun siswa menunjukkan penerimaan yang tinggi terhadap AI, penting bagi pendidik untuk memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaannya di kelas dan meningkatkan kualitas informasi yang disajikan oleh teknologi ini. Integrasi AI secara bijaksana dalam pendidikan dapat memperkaya pembelajaran dan mendorong siswa berpikir kritis.
IDENTIFICATION OF MACROALGAE IN THE COASTAL AREA OF BUDO TOURISM VILLAGE, WORI, NORTH MINAHASA Watung, Fernando; Supit, Annely; Setyawati, Iriani; Kamagi, Decky; Agustina, Tika Puri; Rukmana, Musma; Hasmiati, Hasmiati
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v5i3.10837

Abstract

Algae are lower plants that do not have differentiated structures such as roots, stems, and leaves; although they may appear to have differences, they are actually just thallus forms. Macroalgae have macroscopic body shape and size consisting of fronds without distinct roots, stems, and leaves. Macroalgal diversity is not only reflected in their ecological and economic significance but also in their high species richness and wide geographical distribution within aquatic ecosystems. However, research on the species diversity of macroalgae in Budo Tourism Village Beach, North Minahasa remains limited. This study aims to identify the macroalgal species in the Budo Tourism Village, Wori, North Minahasa area. The research employed the line transect and quadrat-based sampling method, which was implemented at two distinct station locations: Station I (rocky reef substrate) and Station II (sandy-muddy substrate). Macroalgae identification was facilitated by utilizing the comprehensive identification textbooks. The research reveals the presence of four macroalgal species, comprising three brown algae (Phaeophyceae), namely Padina boergesenii, Sargassum llinearifolium, Turbinaria ornata and one red algae (Rhodophyceae), Gracilaria corticata. Sargassum linearifolium, Padina boergesenii, and Gracilaria corticata was found in rocky reef substrate. Turbinaria ornate and Padina boergesenii was found in sandy-muddy substrate.
IDENTIFICATION OF MACROALGAE IN THE COASTAL AREA OF BUDO TOURISM VILLAGE, WORI, NORTH MINAHASA Watung, Fernando; Supit, Annely; Setyawati, Iriani; Kamagi, Decky; Agustina, Tika Puri; Rukmana, Musma; Hasmiati, Hasmiati
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v5i3.10837

Abstract

Algae are lower plants that do not have differentiated structures such as roots, stems, and leaves; although they may appear to have differences, they are actually just thallus forms. Macroalgae have macroscopic body shape and size consisting of fronds without distinct roots, stems, and leaves. Macroalgal diversity is not only reflected in their ecological and economic significance but also in their high species richness and wide geographical distribution within aquatic ecosystems. However, research on the species diversity of macroalgae in Budo Tourism Village Beach, North Minahasa remains limited. This study aims to identify the macroalgal species in the Budo Tourism Village, Wori, North Minahasa area. The research employed the line transect and quadrat-based sampling method, which was implemented at two distinct station locations: Station I (rocky reef substrate) and Station II (sandy-muddy substrate). Macroalgae identification was facilitated by utilizing the comprehensive identification textbooks. The research reveals the presence of four macroalgal species, comprising three brown algae (Phaeophyceae), namely Padina boergesenii, Sargassum llinearifolium, Turbinaria ornata and one red algae (Rhodophyceae), Gracilaria corticata. Sargassum linearifolium, Padina boergesenii, and Gracilaria corticata was found in rocky reef substrate. Turbinaria ornate and Padina boergesenii was found in sandy-muddy substrate.