Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Minuman Manis dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja Perempuan Christy, Arisa Angelia; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Asmadiannor, Asmadiannor; Syahlani, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3803

Abstract

Diabetes mellitus, with a global prevalence of 10.5% in 2021 and projected to reach 12.2% by 2045, particularly in middle-income countries, recorded 2,866 cases in Banjarmasin in 2023, with a significant increase among adolescents, including a 70 fold rise in cases among children since 2010. High-sugar beverage consumption, such as soda and packaged juices, elevates the risk of obesity and diabetes in adolescent girls due to hormonal factors, leading to complications like hypoglycemia, hyperglycemia, retinopathy, nephropathy, and heart disease, with observations at Puskesmas S. Parman Banjarmasin indicating daily consumption of sugary drinks linked to obesity and prediabetes symptoms. To analyze the relationship between the habit of consuming sugary drinks and the incidence of diabetes mellitus among adolescent girls in the working area of Puskesmas S. Parman, Banjarmasin. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 83 adolescents in the Puskesmas S. Parman area, Banjarmasin, selected through purposive sampling. Data were collected using the SQ-FFQ questionnaire and digital glucometer, then analyzed univariately and bivariately with chi-square tests and Odds Ratio. This study found that 42.16% of 83 respondents had a high habit of consuming sugary drinks and exhibited symptoms of elevated blood sugar levels. Statistical test results indicated a significant relationship between the habit of consuming sugary drinks and the incidence of diabetes mellitus in adolescents (p < 0.05). Frequent consumption of sugary drinks among adolescent females, is significantly correlated with a higher risk of diabetes mellitus and elevated blood sugar levels.
Hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 Hidayah, Andi Nurul; Syahlani, Ahmad; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/4x6jgw44

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus termasuk penyakit kronis dengan tanda glukosa darah meningkat. Kondisi ini terjadi akibat produksi insulin yang tidak adekuat. Stress merupakan factor pemicu hiperglikemia kronis pada diabetes. Begitu juga sebaliknya orang dengan penyakit kronis diabetes melitus dapat mengalami stress hingga mengganggu keseimbangan fisiologis dan menurunkan kualitas hidup penderita. Melihat hal tersebut maka analisa hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 menjadi tujuan dalam penelitian ini.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif desain survey analitik pendekatan cross sectional. Populasi 406 orang, kemudian sampel diambil menggunakan purposive sampling dan ditentukan ada 60 responden. Uji dianalisa menggunakan chi square.Hasil: Sebagian besar responden dalam tingkat stress ringan 41 orang (68,3%) dan hampir seluruhnya 49 orang (81,7%)  dengan kualitas hidup baik. Hasil uji analisis didapatkan p-value 0,027.Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Melihat hasil yang ada tenaga kesehatan diaharapkan meningkatkan pelayanan pendidikan kesehatan terkait pengelolaan stress kepada pasien.
Efektivitas edukasi protection, rest, ice, compression, elevation, support terhadap pengetahuan atlet lari Junianti, Nabilla; Mahmudah, Rifa’atul; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Syahlani, Ahmad
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/vz0yyf65

Abstract

Latar Belakang: Cedera olahraga merupakan masalah umum bagi seorang atlet lari. Kurangnya pengetahuan atlet di Niskala Training Club mengenai penanganan pertama dapat menghambat pemulihan dan meningkatkan risiko cedera berulang. Salah satu metode yang tepat untuk penolong pertama pada cedera yaitu metode protection, rest, ice, compression, elevation, support.Metode: Penelitian kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-test–post-test ini menggunakan 32 sampel atlet lari di Niskala Training Club. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Sebelum edukasi, 68,8% responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah edukasi 90,6% memiliki pengetahuan baik. Nilai uji statistik 0,000 membuktikan bahwa edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, dan support efektif meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.Kesimpulan: Pemberian edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, support terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.
Perbedaan pemberian kompres hangat dan dingin dalam mengurangi nyeri sendi lansia radang sendi reumatoid Muliani, Sri; Syahlani, Ahmad; Wijaksono, M. Arief; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/61cx6c13

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres air hangat dan kompres air dingin menjadi alternatif terapi.  Kompres air hangat dan dingin memiliki proses yang berbeda dalam perbaikan jaringan. Maka dalam penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan pemberian kompres air hangat dan dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia dengan radang sendi reumatoid.Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien lansia yang tinggal di Panti PPRSLU Budi Sejahtera di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis Radang sendi reumatoid sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan lembar pengkajian nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Kompres hangat dan dingin.Hasil: 58,3% responden kelompok kompres air hangat mengalami penurunan nyeri sebesar 4 poin, dan 41,7% mengalami penurunan 3 poin. 58,3% pada kelompok kompres air dingin mengalami penurunan 2 poin, sedangkan 41,7% mengalami penurunan 3 poin.Kesimpulan: Hasil menunjukkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan air dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi. Disarankan kompres hangat digunakav untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan spasme otot.
Hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi Hidayah, Laila; Tasalim, Rian; Wijaksono, Muhammad Arief; Syahlani, Ahmad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ga7vh594

Abstract

Latar Belakang: Masalah hipertensi sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup. Self efficacy dan sosial ekonomi berperan penting dalam mempengaruhi keyakinan individu untuk mengelola kondisi kesehatannya. Fenomena ini menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita hipertensi yang tercatat dan melakukan kunjungan ke fasilitas tersebut. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin sehingga diperoleh 92 responden. Instrumen penelitian meliputi General self efficacy Scale, kuesioner status sosial ekonomi, serta WHO Quality of Life–BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dan kualitas hidup pada penderita hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Selain itu, hubungan antara self efficacy dan kualitas hidup juga menunjukkan nilai p-value 0,000.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pasien diharapkan lebih menyadari kebutuhan serta mengoptimalkan pemanfaatan pelayanan Kesehatan.
Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat dan Aman dari Bencana Mohtar, M. Sobirin; Syahlani, Ahmad; Latifah; Rosalina, Nadya; Habibi, Nur Hakidah; Fitriani, Laila Kodtriah; Khotimah, Khusnul; Nataly, Onevia Berlian; Agustina, Mely; Munawarah; Agung, Ni Gusti Ayu; Cloudia, Lorenza; Almaida
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.2143

Abstract

Pendahuluan: Kampung Simpang Limau, Banjarmasin Timur, menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kebencanaan, termasuk tingginya kasus ISPA, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Lingkungan padat dan minim edukasi memperparah risiko. Seperti dinyatakan oleh BNPB (2023), “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan”. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode meliputi edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal. Inovasi yang diperkenalkan antara lain Aqua Senty (deteksi banjir), SIJAGAT (deteksi kebakaran), Resonansi Harapan (deteksi korban gempa), dan Filter Sampah Sungai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat. Pre-test masyarakat umum sebesar 47,17% meningkat menjadi 87,69% pada post-test. Ibu RT sebagai tokoh komunitas mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat sangat positif terhadap materi dan simulasi yang diberikan. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana. Pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara signifikan.
Penerapan Massage Virgin Coconut Oil sebagai Upaya Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Tirah Baring Lama di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh Widiantari, Ni Ketut; Aulia, Mita; Priadi; Rapi’I; Raihani, Siti; Syahlani, Ahmad; Rumiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.972

Abstract

Pasien tirah baring lama merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami luka tekan akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan kerusakan kulit. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan upaya pencegahan luka tekan secara mandiri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah teknik massage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga integritas kulit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pasien tirah baring lama serta keluarga dalam pencegahan luka tekan melalui penerapan massage menggunakan VCO di Ruang Alexandri Lt. III RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik massage menggunakan VCO, praktik langsung oleh keluarga pasien, serta monitoring dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, poster, dan alat bantu visual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian, faktor risiko, dan pencegahan luka tekan, serta meningkatnya keterampilan keluarga dalam mempraktikkan teknik massage menggunakan VCO secara benar dan aman. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan luka tekan pada pasien tirah baring lama melalui keterlibatan aktif keluarga sebagai pendamping perawatan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND HYPERTENSION INCIDENCE AMONG POLICE OFFICERS IN THE SAMAPTA UNIT OF KAPUAS POLICE DEPARTMENT Vianetria, Vianetria; Syahlani, Ahmad; Irawan, Angga
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22021

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent cardiovascular diseases worldwide, including in Indonesia. One of the contributing factors to hypertension is stress, especially among individuals with high work pressure, such as police officers. The Samapta Unit of Kapuas Police Department has complex and high-risk duties, which increase stress levels and may impact their overall health. This study aims to analyze the relationship between stress levels and the incidence of hypertension among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. This research employs a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consists of all officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department who met the inclusion criteria, totaling 36 respondents. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire to measure stress levels and sphygmomanometer measurements to assess blood pressure. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. The results show that 50% of respondents experienced mild stress, 47.2% had moderate stress, and 2.8% had severe stress. Additionally, 38.89% of respondents were diagnosed with hypertension. The statistical test using Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.009, indicating a significant relationship between stress levels and hypertension incidence among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. These findings confirm that stress levels are significantly associated with hypertension among police officers. Proper stress management strategies should be implemented to reduce the risk of hypertension among law enforcement personnel.