Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Pukesmas Marina Permai Kota Palangka Raya: The Correlation of Husbans’ Support With the Use of Contraseption Among Couples of Fertilizing Age in the Working Area of the Marina Permai Health Center Rahman, Rezal Fatur; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9023

Abstract

Kurangnya dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur meliputi beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan dan pengetahuan menjadi faktor penyebab rendahnya partisipasi suami dalam program KB. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur melalui kuisioner. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Analitik. Jenis metode sampling yang di gunakan yaitu Accidental sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 63 responden yaitu pasangan usia subur yang berada di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. sumber data penelitian ini menggunakan lembar kuisioner, kemudian ditabulasi data dan dianalisis menggunakan analisis uji Chi Square dibantu dengan menggunakan spss. Hasil penelitian ini menunjukkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. Dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi sangat diperlukan istri merasa tenang dan nyaman karena diberikan izin menggunakan alat kontrasepsi dengan dukungan dari suaminya, perpaduan informasi, pengetahuan dan dukungan suami akan terbukti efektif bagi kedua pasangan penggunaan alat kontrasepsi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kelengkapan Pemberian Imunisasi pada Baduta di Wilayah Kerja Pukesmas Menteng: The Correlation Between Mother’s Knowledge About Complete Basic Immunization and the Completeness of Immunization Provision Immunization in Baduta (Under-Five Years Old Children) in the Working Area of the Menteng Health Center Aprilianto, Kalsima; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9036

Abstract

Imunisasi dasar merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat, dan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity. Dari data pelayanan kesehatan Puskesmas Menteng tahun 2020 cakupan (Universal Child Imunnization) UCI sebesar 57% dan cakupan pelayanan UCI 2021 sebesar 43,6% angka ini masih dibawah target nasional yaitu 95% dan UCI Kelurahan 80%. Hal ini menunjukan cakupan pelayanan imunisasi masih belum mencapai target. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng. Metode Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 64 responden yaitu ibu yang memiliki bayi usia ≥0-24 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Menteng. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner setelah ditabulasi dan dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan chi-square dibantu dengan computer. Hasil penelitian nilai signifikan p-value = 0,005 ≤ α (0,05) disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng.Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar, maka semakin besar potensi bagi bayinya untuk menerima imunisasi dasar yang lengkap. Pengetahuan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar maka ia akan melengkapi imunisasi bayinya sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN ANGKA KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT HINDU Nihin, Nuryadi Saputra; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7473

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infection transmitted by Aedes aegypti mosquitoes and remains a major public health concern in Indonesia due to its potential to cause outbreaks and fatalities. In 2024, Bukit Hindu Public Health Center in Palangka Raya City recorded 79 DHF cases and 2 deaths, making it one of the highest among the 11 health centers in the region. This study aims to examine the correlation between the community’s knowledge level and attitudes with the incidence rate of DHF within the Bukit Hindu Health Center’s working area. The research employed a survey method using a case-control design. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 96 participants, consisting of 48 cases and 48 controls. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through the Spearman Rank correlation test. The results revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge level and DHF incidence, as well as between attitude and DHF incidence. The correlation coefficients were (r) = –0.664 for knowledge and (r) = –0.657 for attitude, suggesting a strong negative relationship — the better the knowledge and attitude toward DHF prevention, the lower the incidence rate. Therefore, enhanced and broader health promotion efforts through social media and modern electronic educational platforms are recommended to effectively reach a wider audience. ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Hingga kini, DBD masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena kerap menimbulkan kejadian luar biasa dan berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan data tahun 2024, Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya mencatat 79 kasus DBD dengan 2 kasus kematian dari total 11 puskesmas yang ada di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan angka kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan case control. Penentuan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 96 sampel, terdiri atas 48 responden kasus dan 48 responden kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur, dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan angka kejadian DBD, serta hubungan signifikan antara sikap dan angka kejadian DBD. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,664 untuk pengetahuan dan –0,657 untuk sikap menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat, artinya semakin baik pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan DBD, maka semakin rendah angka kejadiannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan yang lebih masif, terutama melalui media sosial dan platform edukasi digital, agar pesan pencegahan DBD dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN JKN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III PALANGKARAYA Yuwanawati, Puji; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7502

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program is a government initiative aimed at achieving Universal Health Coverage (UHC). One factor influencing premium payment compliance is the participants’ level of knowledge. At Bhayangkara TK III Hospital Palangka Raya, 566 self-enrolled participants were recorded to have overdue payments between January 1 and April 28, 2025. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 87 JKN participants, and 46 respondents were selected using accidental sampling. A structured questionnaire was used to collect data, which were then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test at a 0.05 significance level. Most respondents had good knowledge (80.4%), followed by moderate (17.4%) and poor (2.2%) levels. Compliance with premium payments was categorized as compliant (8.7%), moderately compliant (50.0%), and poorly compliant (41.3%). A significant relationship was found between knowledge level and compliance in paying JKN premiums (Pearson Chi-Square p < 0.004; Fisher’s Exact Test p = 0.004; Likelihood Ratio p = 0.001). However, the Linear-by-Linear Association test showed no linear correlation (p = 0.288). There is a significant but non-linear relationship between participants’ knowledge and their compliance in paying JKN premiums. It is recommended that BPJS Kesehatan (Indonesia’s National Health Insurance Agency) enhance educational and outreach efforts to improve awareness and payment behavior among self-enrolled participants, supporting the sustainability of the JKN program. ABSTRAKProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya pemerintah mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar iuran adalah tingkat pengetahuan peserta. Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya tercatat sebanyak 566 peserta mandiri menunggak iuran dari 1 Januari hingga 28 April 2025. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta JKN sebanyak 87 orang. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 46 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (80,4%), cukup (17,4%), dan kurang (2,2%). Sementara itu, tingkat kepatuhan membayar iuran JKN terdiri dari kategori patuh (8,7%), cukup patuh (50,0%), dan kurang patuh (41,3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan membayar iuran JKN dengan nilai Pearson chi-square p < 0,004, Fisher’s Exact Test p-value = 0,004. Nilai Likelihood Ratio sebesar p = 0,001. Namun, uji Linear-by-Linear Association p = 0,288 menunjukkan tidak ada hubungan linier antar variabel. Tingkat pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan membayar iuran JKN namun tidak secara linier. Disarankan agar BPJS Kesehatan meningkatkan upaya edukasi dan sosialisasi kepada peserta mandiri tentang pentingnya membayar iuran JKN tepat waktu melalui penyebaran informasi komunikatif dan mudah dipahami serta pendekatan yang bersifat persuasif dan berkelanjutan agar mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta dalam membayar iuran sehingga mendukung keberlangsungan Program JKN secara optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI DI DINAS P3AP2KB KABUPATEN KATINGAN Juniati, Raya Kristiana; Frisilia, Melisa; Prasida, Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7591

Abstract

Hypertension is classified as a high-risk non-communicable disease and is often labeled a “silent killer” due to its asymptomatic nature, which may lead to serious complications such as stroke, kidney failure, coronary heart disease, and sudden death (WHO, 2023). In Katingan Regency, hypertension ranks second among the ten most prevalent diseases, with 36,657 reported cases, accounting for 20% of the total 182,362 population in 2024. This condition highlights the community’s limited awareness regarding the importance of routine blood pressure screening. This study aimed to examine the correlation between knowledge level on early detection and the incidence of hypertension among employees at the Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning of Katingan Regency. The study applied an analytical survey with a cross-sectional design and total sampling technique involving 60 respondents. Data were obtained through a knowledge questionnaire and digital blood pressure measurements, analyzed using the Chi-Square test. Findings indicated that most respondents with good knowledge did not suffer from hypertension (82.9%), while those with poor knowledge were more likely to experience it (71.4%). The Chi-Square analysis confirmed a significant association between knowledge on early detection and hypertension incidence (p = 0.011). Therefore, increasing public understanding through health education and promoting regular blood pressure checks in workplaces are crucial preventive measures to reduce hypertension rates within the community. ABSTRAKHipertensi termasuk penyakit tidak menular yang berisiko tinggi dan sering disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya kerap tidak tampak, tetapi dapat berujung pada gangguan serius seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, bahkan kematian mendadak. Di Kabupaten Katingan, kasus hipertensi menempati urutan kedua dari sepuluh besar penyakit terbanyak. Tahun 2024 tercatat 36.657 penduduk atau sekitar 20% dari total populasi 182.362 jiwa menderita hipertensi. Data ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara tingkat pemahaman tentang deteksi dini dengan munculnya kasus hipertensi di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat digital, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami hipertensi (82,9%), sementara responden yang pengetahuannya rendah cenderung mengalami hipertensi (71,4%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan deteksi dini dengan kejadian hipertensi (p = 0,011). Dengan demikian, semakin baik tingkat pengetahuan individu mengenai pencegahan dini hipertensi, semakin rendah risiko terjadinya penyakit tersebut. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah rutin di tempat kerja sebagai langkah preventif menekan angka hipertensi di masyarakat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Menjalankan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya: Factors Affecting Dietary Adherence in Diabetics Type II Mellitus in the Working Area UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya City Clara, Selvita; Frisilia, Melisa; Handriani, Winei
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11948

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Dari data menunjukan bahwa terjadi penurunan angka penderita diabetes mellitus pada setiap tahunnya. Salah satul angkah yang dapat dilakukan untuk menghambat dan mencegah terjadinya komplikasi yaitu melalui Terapi Nutrisi Medis (TNM) dan aktivitas fisik. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan menjalankan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian korelasional dengan desain penelitian Cross Sectional. Sampel pada penelitian berjumlah 68 penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan diet diabetes mellitus tipe II adalah Pendidikan (p value=.049), dukungan keluarga (p value=.029), pengetahuan (p value=.020) dan faktor yang tidak berpangaruh adalah lama menderita (p value=.265). Faktor tersebut merupakan faktor yang dapat mempengaruhi dalam meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Adanya pengaruh pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan dalam menjalankan diet diabetes mellitus tipe II merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Diharapkan mempunyai pendidikan dan pengetahuan yang baik serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung dan memotivasi dalam menjalankan diet dapat membantu untuk mengelola kondisi kesehatan.
Analisis Faktor Lingkungan Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di UPTD Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Analysis of Home Environmental Factors with the Incidence of ISPA in Toddlers at the UPTD of the Menteng Health Center Working Area Palangka Raya City Imur, Cindy Claudia; Frisilia, Melisa; Afrina, Yana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12077

Abstract

Balita menjadi kelompok yang paling berisiko terkena infeksi ISPA karena balita menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam rumah serta daya tahan tubuh balita masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa lingkungan fisik rumah tempat keluarga berkumpul dan berlindung tidak sehat maka berisiko besar akan menimbulkan berbagai penyakit pada balita, salah satunya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 93 responden balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square yaitu didapatkan p value yaitu 0,01 atau tingkat signisikasi p<0,05, maka ha diterima sehingga ada hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ispa pada balita di Puskesmas Menteng kota Palangka Raya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menunjukan bahwa adanya hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Saran yang diberikan yaitu dapat memperkuat landasan teoritis tentang peran lingkungan rumah dalam penularan ISPA dan membuka jalan bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dalam pencegahan penyakit pernapasan pada balita.
The Correlation Between Maternal Knowledge and Stunting Prevention Behaviour on Toddlers in the Working Area of Blud UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya Elva, Alma Adystia; Frisilia, Melisa; Stefanicia, Stefanicia
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1831

Abstract

Stunting is a disorder that affects the growth and development of toddlers, characterised by the child's length or height not being commensurate with that of the same age. The existence of mothers of toddlers who do not understand how to prevent stunting, especially in terms of food processing, meeting nutritional needs, and the importance of monitoring child growth and development, will affect the incidence of stunting. Objective: This research was conducted to determine the relationship between mothers' knowledge and stunting prevention behaviours in toddlers. Method: The research method used was quantitative with a correlational study design and a cross-sectional design. The sample in this study consisted of 45 mothers of toddlers selected using purposive sampling techniques. The analysis performed was univariate and bivariate using Spearman's rank test. Result: This research showed the results of the Spearman's rank test, obtained (p = 0.003 <α = 0.05). This means there was a correlation between maternal knowledge and stunting prevention behaviour on toddlers in the BLUD UPT Puskesmas Palangka Raya working area. Conclusion: Mothers with a basic understanding of stunting tend to have implemented most stunting prevention practices, such as exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding, and growth monitoring in toddlers, although not yet optimal. Therefore, efforts to reduce the prevalence of stunting through primary prevention must be further enhanced by optimising health promotion so that mothers gain a deeper understanding and broader knowledge of stunting and implement preventive behaviour appropriately.
The Influence of Providing Health Promotion about Anemia Through Educational Video Media Towards The Improvement of Knowledge for Grade VIII Stundent at SMPN 7 Palangka Raya Savitri, Dea; Frisilia, Melisa; Stefanicia, Stefanicia
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1832

Abstract

According to data from the Central Kalimantan Provincial Health Office, in 2024, there were 463 recorded cases of anemia among adolescent girls aged 12 to 16 years. A lack of knowledge about anemia can negatively affect teenage health, such as decreased immunity, reduced physical fitness, stunted growth and development, lower motivation to learn, and academic performance. If not addressed early, anemia poses risks of complications during future pregnancy and childbirth, such as bleeding, and can contribute to increased maternal and infant mortality rates. Objective: This study aims to identify the effect of health promotion about anemia through educational video media on increasing knowledge among 8th-grade female students at SMPN 7. Method: This research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest type of research. The sample in this research amounted to 42 respondents. The sampling technique used was proportional sampling. The data analysis used the Wilcoxon test. Result: This research showed the results of the Wilcoxon test, obtained (p value = 0.000 or p <0.05). This means there was a significant influence on providing health promotion about anemia through educational video media towards improving knowledge for grade 8 students at SMPN 7 Palangka Raya. Conclusion: The health promotion using educational video media has proven to be effective in increasing understanding of adolescent girls because it could encourage adolescent girls to be more focused on receiving information, could increase learning interest, and help adolescent girls understand health material more comprehensively.
The Relationship Between Online Game Addiction And Emotional Changes In Adolescents In Class VII SMPN 7 Palangka Raya Rahmatilah, Muhammad Rolan; Frisilia, Melisa; Stefanicia, Stefanicia
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1900

Abstract

Background: Adolescent online gaming addiction has emerged as a serious concern in the field of social and psychological research. It has the potential to cause emotional changes, such as irritability, social withdrawal, or difficulty controlling emotions. With high internet access but minimal supervision, adolescents can be exposed to the negative effects of online gaming, which can also affect their academic performance and social relationships. Objective: To determine and analyze the relationship between online gaming addiction and emotional changes in seventh-grade adolescents at SMPN 7 Palangka Raya City. Methods: This study used a correlational quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 59 students was selected through a simple random sampling technique. Data collection used an online game addiction questionnaire and a Guttman scale-based emotional change questionnaire. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. Results: The results of the Spearman Rank test showed a p-value of 0.001 <α 0.05, which means that there is a significant relationship between addiction to playing online games and emotional changes in seventh-grade students of SMPN 7 Palangka Raya City. Conclusion: There is a significant relationship between addiction to playing online games and emotional changes in adolescent children. Collaborative efforts between schools, parents, and community health workers are needed to prevent the impact of online gaming addiction.