Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Pukesmas Marina Permai Kota Palangka Raya: The Correlation of Husbans’ Support With the Use of Contraseption Among Couples of Fertilizing Age in the Working Area of the Marina Permai Health Center Rahman, Rezal Fatur; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9023

Abstract

Kurangnya dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur meliputi beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan dan pengetahuan menjadi faktor penyebab rendahnya partisipasi suami dalam program KB. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur melalui kuisioner. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Analitik. Jenis metode sampling yang di gunakan yaitu Accidental sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 63 responden yaitu pasangan usia subur yang berada di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. sumber data penelitian ini menggunakan lembar kuisioner, kemudian ditabulasi data dan dianalisis menggunakan analisis uji Chi Square dibantu dengan menggunakan spss. Hasil penelitian ini menunjukkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. Dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi sangat diperlukan istri merasa tenang dan nyaman karena diberikan izin menggunakan alat kontrasepsi dengan dukungan dari suaminya, perpaduan informasi, pengetahuan dan dukungan suami akan terbukti efektif bagi kedua pasangan penggunaan alat kontrasepsi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kelengkapan Pemberian Imunisasi pada Baduta di Wilayah Kerja Pukesmas Menteng: The Correlation Between Mother’s Knowledge About Complete Basic Immunization and the Completeness of Immunization Provision Immunization in Baduta (Under-Five Years Old Children) in the Working Area of the Menteng Health Center Aprilianto, Kalsima; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9036

Abstract

Imunisasi dasar merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat, dan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity. Dari data pelayanan kesehatan Puskesmas Menteng tahun 2020 cakupan (Universal Child Imunnization) UCI sebesar 57% dan cakupan pelayanan UCI 2021 sebesar 43,6% angka ini masih dibawah target nasional yaitu 95% dan UCI Kelurahan 80%. Hal ini menunjukan cakupan pelayanan imunisasi masih belum mencapai target. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng. Metode Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 64 responden yaitu ibu yang memiliki bayi usia ≥0-24 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Menteng. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner setelah ditabulasi dan dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan chi-square dibantu dengan computer. Hasil penelitian nilai signifikan p-value = 0,005 ≤ α (0,05) disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng.Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar, maka semakin besar potensi bagi bayinya untuk menerima imunisasi dasar yang lengkap. Pengetahuan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar maka ia akan melengkapi imunisasi bayinya sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN ANGKA KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT HINDU Nihin, Nuryadi Saputra; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7473

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infection transmitted by Aedes aegypti mosquitoes and remains a major public health concern in Indonesia due to its potential to cause outbreaks and fatalities. In 2024, Bukit Hindu Public Health Center in Palangka Raya City recorded 79 DHF cases and 2 deaths, making it one of the highest among the 11 health centers in the region. This study aims to examine the correlation between the community’s knowledge level and attitudes with the incidence rate of DHF within the Bukit Hindu Health Center’s working area. The research employed a survey method using a case-control design. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 96 participants, consisting of 48 cases and 48 controls. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through the Spearman Rank correlation test. The results revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge level and DHF incidence, as well as between attitude and DHF incidence. The correlation coefficients were (r) = –0.664 for knowledge and (r) = –0.657 for attitude, suggesting a strong negative relationship — the better the knowledge and attitude toward DHF prevention, the lower the incidence rate. Therefore, enhanced and broader health promotion efforts through social media and modern electronic educational platforms are recommended to effectively reach a wider audience. ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Hingga kini, DBD masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena kerap menimbulkan kejadian luar biasa dan berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan data tahun 2024, Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya mencatat 79 kasus DBD dengan 2 kasus kematian dari total 11 puskesmas yang ada di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan angka kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan case control. Penentuan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 96 sampel, terdiri atas 48 responden kasus dan 48 responden kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur, dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan angka kejadian DBD, serta hubungan signifikan antara sikap dan angka kejadian DBD. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,664 untuk pengetahuan dan –0,657 untuk sikap menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat, artinya semakin baik pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan DBD, maka semakin rendah angka kejadiannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan yang lebih masif, terutama melalui media sosial dan platform edukasi digital, agar pesan pencegahan DBD dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN JKN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III PALANGKARAYA Yuwanawati, Puji; Frisilia, Melisa; Prasida , Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7502

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program is a government initiative aimed at achieving Universal Health Coverage (UHC). One factor influencing premium payment compliance is the participants’ level of knowledge. At Bhayangkara TK III Hospital Palangka Raya, 566 self-enrolled participants were recorded to have overdue payments between January 1 and April 28, 2025. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 87 JKN participants, and 46 respondents were selected using accidental sampling. A structured questionnaire was used to collect data, which were then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test at a 0.05 significance level. Most respondents had good knowledge (80.4%), followed by moderate (17.4%) and poor (2.2%) levels. Compliance with premium payments was categorized as compliant (8.7%), moderately compliant (50.0%), and poorly compliant (41.3%). A significant relationship was found between knowledge level and compliance in paying JKN premiums (Pearson Chi-Square p < 0.004; Fisher’s Exact Test p = 0.004; Likelihood Ratio p = 0.001). However, the Linear-by-Linear Association test showed no linear correlation (p = 0.288). There is a significant but non-linear relationship between participants’ knowledge and their compliance in paying JKN premiums. It is recommended that BPJS Kesehatan (Indonesia’s National Health Insurance Agency) enhance educational and outreach efforts to improve awareness and payment behavior among self-enrolled participants, supporting the sustainability of the JKN program. ABSTRAKProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya pemerintah mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar iuran adalah tingkat pengetahuan peserta. Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya tercatat sebanyak 566 peserta mandiri menunggak iuran dari 1 Januari hingga 28 April 2025. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta JKN sebanyak 87 orang. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 46 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (80,4%), cukup (17,4%), dan kurang (2,2%). Sementara itu, tingkat kepatuhan membayar iuran JKN terdiri dari kategori patuh (8,7%), cukup patuh (50,0%), dan kurang patuh (41,3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan membayar iuran JKN dengan nilai Pearson chi-square p < 0,004, Fisher’s Exact Test p-value = 0,004. Nilai Likelihood Ratio sebesar p = 0,001. Namun, uji Linear-by-Linear Association p = 0,288 menunjukkan tidak ada hubungan linier antar variabel. Tingkat pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan membayar iuran JKN namun tidak secara linier. Disarankan agar BPJS Kesehatan meningkatkan upaya edukasi dan sosialisasi kepada peserta mandiri tentang pentingnya membayar iuran JKN tepat waktu melalui penyebaran informasi komunikatif dan mudah dipahami serta pendekatan yang bersifat persuasif dan berkelanjutan agar mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta dalam membayar iuran sehingga mendukung keberlangsungan Program JKN secara optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI DI DINAS P3AP2KB KABUPATEN KATINGAN Juniati, Raya Kristiana; Frisilia, Melisa; Prasida, Dita Wasthu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7591

Abstract

Hypertension is classified as a high-risk non-communicable disease and is often labeled a “silent killer” due to its asymptomatic nature, which may lead to serious complications such as stroke, kidney failure, coronary heart disease, and sudden death (WHO, 2023). In Katingan Regency, hypertension ranks second among the ten most prevalent diseases, with 36,657 reported cases, accounting for 20% of the total 182,362 population in 2024. This condition highlights the community’s limited awareness regarding the importance of routine blood pressure screening. This study aimed to examine the correlation between knowledge level on early detection and the incidence of hypertension among employees at the Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning of Katingan Regency. The study applied an analytical survey with a cross-sectional design and total sampling technique involving 60 respondents. Data were obtained through a knowledge questionnaire and digital blood pressure measurements, analyzed using the Chi-Square test. Findings indicated that most respondents with good knowledge did not suffer from hypertension (82.9%), while those with poor knowledge were more likely to experience it (71.4%). The Chi-Square analysis confirmed a significant association between knowledge on early detection and hypertension incidence (p = 0.011). Therefore, increasing public understanding through health education and promoting regular blood pressure checks in workplaces are crucial preventive measures to reduce hypertension rates within the community. ABSTRAKHipertensi termasuk penyakit tidak menular yang berisiko tinggi dan sering disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya kerap tidak tampak, tetapi dapat berujung pada gangguan serius seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, bahkan kematian mendadak. Di Kabupaten Katingan, kasus hipertensi menempati urutan kedua dari sepuluh besar penyakit terbanyak. Tahun 2024 tercatat 36.657 penduduk atau sekitar 20% dari total populasi 182.362 jiwa menderita hipertensi. Data ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara tingkat pemahaman tentang deteksi dini dengan munculnya kasus hipertensi di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat digital, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami hipertensi (82,9%), sementara responden yang pengetahuannya rendah cenderung mengalami hipertensi (71,4%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan deteksi dini dengan kejadian hipertensi (p = 0,011). Dengan demikian, semakin baik tingkat pengetahuan individu mengenai pencegahan dini hipertensi, semakin rendah risiko terjadinya penyakit tersebut. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah rutin di tempat kerja sebagai langkah preventif menekan angka hipertensi di masyarakat.