Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Eksplanasi Kelas IX di SMP Dewi Rahmawati; Rustam Rustam; Lusia Oktri Wini
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.607

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Discovery Learning model in Indonesian language learning on explanatory text materials for Grade IX students at SMP Negeri 25 Jambi City. The research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. The participants consisted of one Indonesian language teacher and Grade IX students selected purposively. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Discovery Learning model was implemented according to its six stages: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization. The model successfully encouraged students to participate actively, think critically, collaborate during discussions, and better understand the structure and language features of explanatory texts. However, several challenges remained, including differences in students' learning abilities, limited instructional time, and varying levels of participation during group discussions. Overall, the implementation of the Discovery Learning model supports the objectives of the Merdeka Curriculum by promoting student-centered learning and improving the quality of Indonesian language instruction.
Pelatihan Menulis Puisi Berbasis Lesson Study bagi Guru SMP Tanjung Jabung TimurSebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Literasi Sastra Ade Bayu Saputra; Hary Soedarto Harjono; Nurfadilah Nurfadilah; Lusia Oktri Wini; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.920

Abstract

Pelatihan menulis puisi berbasis Lesson Study bagi guru SMP di Kabupaten Tanjung Jabung Timur bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menulis dan mengajarkan puisi secara kreatif serta mendorong kolaborasi reflektif antar guru. Kegiatan ini melibatkan 29 guru Bahasa Indonesia dan dilaksanakan melalui pendampingan menulis puisi, praktik langsung, evaluasi pre-test dan post-test, serta forum diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menerapkan prinsip Lesson Study. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek penilaian, dengan rata-rata skor post-test meningkat dari 59,5% menjadi 91,37%. Karya puisi peserta juga menunjukkan peningkatan kualitas dari segi orisinalitas, diksi, kesesuaian tema, dan kekuatan imajinasi serta ekspresi. Pelatihan ini membangun budaya kolaboratif di kalangan guru, mengatasi permasalahan rendahnya kompetensi menulis dan minimnya refleksi antar guru, serta memperkuat budaya literasi sastra di sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi praktik menulis puisi dan refleksi kolektif melalui Lesson Study dapat menjadi model efektif untuk pengembangan profesional guru dalam pembelajaran puisi
Pelatihan Digital Storytelling sebagai Inovasi Pedagogidalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra bagi Guru SMP Priyanto Priyanto; Lusia Oktri Wini; Yusra D; Agus Setyonegoro; Hary Soedarto Harjono; Sri Wachyunni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1023

Abstract

Pelatihan digital storytelling bagi guru menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tuntutan pembelajaran kreatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Namun, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan konten digital yang naratif, terstruktur, dan menarik bagi peserta didik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital storytelling melalui pelatihan yang mengadaptasi model delapan langkah Morra (2013). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan teknis, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keterampilan proses yang mencakup aspek ide cerita, riset, penulisan naskah, pembuatan storyboard, pemanfaatan multimedia, dan penyatuan konten. Peserta terdiri dari 29 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan persentase peserta yang mencapai kategori baik hingga sangat baik sebesar 72,4%–82,8%. Selain itu, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas membuktikan bahwa data hasil pelatihan memenuhi asumsi statistik parametrik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan digital storytelling ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan digital.
Teachers' Strategies in Implementing the Group Investigation Cooperative Model in Teaching Argumentative Text Writing at Junior High Schools Lusia Oktri Wini; Rahmawati Rahmawati; Nurfadilah Nurfadilah
Journal of Education Language and Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v4i1.189

Abstract

Low critical thinking skills and minimal active student involvement are still the main challenges in learning to write argumentative texts in secondary schools. This study aims to describe the teacher's strategy for implementing the cooperative learning type, Group Investigation (GI), in argumentative writing instruction in Grade IX of junior high school, and to identify the teacher’s perspective on its impact on student engagement and activity. This research employed a descriptive qualitative approach with semi-structured interview techniques, involving a Bahasa Indonesia teacher as the research subject. Data were analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results reveal that the teacher implemented GI through stages such as forming heterogeneous groups, assigning roles, investigating topics, conducting group discussions, presenting, and writing individual argumentative texts. The teacher acted as an active facilitator, guiding and directing students, particularly in fostering inclusive, active discussions. GI proved effective not only in improving argumentative writing skills but also in fostering collaborative attitudes, responsibility, and student confidence in expressing opinions. Moreover, GI created a participatory and enjoyable learning atmosphere, positively influencing students’ motivation and self-confidence. These findings confirm that GI is an effective and relevant teaching strategy for developing students' critical thinking and communication skills in Bahasa Indonesia instruction.
Nilai Moral dalam Cerpen Kompas Edisi November 2025 Sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa Indonesia di Fase F SMA Mahirotunnisa; Agus Setyonegoro; Rahmawati; Lusia Oktri Wini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13456

Abstract

This study aims to identify moral values ​​in short stories from the November 2025 edition of Kompas and assess their suitability as alternative Indonesian language teaching materials for Phase F of high school. This study used a descriptive qualitative approach with a documentation study as the data collection technique. The data sources were five short stories analyzed using Nurgiyantoro's theory of moral values. The results indicate that the moral values ​​identified encompass human relationships with oneself, fellow human beings, and God. Dominant values ​​include honesty, responsibility, empathy, solidarity, and spiritual awareness. Furthermore, the results also indicate that not all short stories from the November 2025 edition of Kompas are suitable as primary teaching materials. Differences in themes, language styles, and symbolism make some short stories difficult for students to understand without teacher guidance.
IMPLEMENTASI MODEL CLAIM, EVIDENCE, REASONING (CER) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI SISWA FASE D MENGGUNAKAN PENDEKATAN STEAM Darnialis; Priyanto; Lusia Oktri Wini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14914

Abstract

Abstrak This study aims to describe the implementation of the Claim, Evidence, Reasoning (CER) model in learning argumentative text writing for Phase D students using the STEAM approach at SMP Nurul Khoir Jambi. This research employed a qualitative descriptive method involving 36 students from class IX A and IX B. Data were collected through observation, interviews, and documentation in the form of students’ argumentative writing assignments. The assessment focused on five aspects, namely claim, evidence, reasoning, argumentative text structure, and language use. The results showed that the implementation of the CER model had a positive effect on students’ argumentative writing skills. A total of 14 students achieved the “very good” category, 9 students were categorized as “good,” 1 student was categorized as “fair,” and 12 students were categorized as “poor.” The average score of class IX A was 67.8, while class IX B obtained an average score of 77.6. Students in the very good category were able to develop claims, evidence, and reasoning systematically and logically. The STEAM approach helped students connect learning with real-life issues such as social media, reading habits, gadget use, and school environmental cleanliness. Therefore, the implementation of the CER model using the STEAM approach can improve students’ critical thinking and argumentative writing skills.