Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASIH TINGGINYA KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS YANG MENJALANI TERAPI DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Sarifah, Siti
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 7: Februari - Agustus 2011
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sejumlah 70 pasien DM rawat jalan di IRJ Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta masih didapatkan 60 % kadar gula darahnya masih tinggi, dimana pasien tersebut telah menjalani terapi DM diantaranya adalah : penyuluhan kesehatan, diet diabetes, latihan fisik teratur dan obat hipoglikemik. Dalam  penelitian  ini  tujuannya  adalah  untuk  mengetahui  factor-faktor  yang mempengaruhi  masih tingginya kadar gula darah pada pasien DM yang menjalani terapi DM. Rancangan penelitian ini dengan metode diskriptif non analitik, dimana peneliti hanya bersifat menggambarkan saja apa adanya melalui alat ukur kuisioner dan dengan jumlah sampel 30. Dari ketujuh faktor yang menyebabkan masih tingginya kadar gula darah yaitu pengetahuan, usia, obesitas, ketaatan diet, ketaatan latihan fisik ringan, ketaatan konsumsi obat dan stress. Hasil yang diperoleh ternyata yang menjadi fa ktor yang mempengaruhi  masih  tingginya  kadar  gula  darah  pada  pasien  DM  yang  menjalani  terapi  DM diantaranya yaitu usia dan ketaatan latihan fisik ringan. Faktor pengetahuan, obesitas, ketaatan diet, ketaatan konsumsi obat dan stress tidak mempengaruhi masih tingginya kadar gula darah pada pasien DM yang menjalani terapi DM. Kata Kunci : panatalakasanaan diabetes mellitus, kadar gula darah, factor yang mempengaruhi.
EFEKTIFITAS SENAM CEGAH PIKUN UP BRAIN’S GAME TERHADAP PENINGKATAN DAYA INGAT PADA LANSIA Siti Sarifah, Ida Untari
Prosiding Seminar Nasional Vol 1, No 1 (2014): (Bidang Sains dan Teknologi) Seminar Nasional Call For Papers UNIBA
Publisher : Prosiding Seminar Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

Salah satu indicator keberhasilan pembangunan nasioanal adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkanjumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ketahun.  Hasil prediksi menunjukkan bahwa persentase penduduk lanjut usia akan mencapai 9,77 persen dari total penduduk pada tahun2010 dan menjadi 11,34 persen pada tahun 2020. Permasalahan yang timbul pada lansia salah satunya berupa gangguan kognitif atau dementia atau pikun. Dimentia/pikun merupakan sindromklinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari.  Usaha untuk mencegah penurunan fungsi intelektualdapat dilatih dengan senam cegah pikun. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas senam cegah pikun terhadap peningkatan daya ingat lansia.  Metode penelitianberupaeksperimental dengan membandingkan kepikunan pada kelompok control dengankelompok yang diberikan latihan senam. Populasinya seluruhlansia yang berada di PantiWredha Dharma Bhakti Surakarta dengan mengambil sampel secara acak sejumlah 30 pada masing-masing kelompok. Instrumen penelitian menggunakan Short Portable Mental Status Questionaire (SPMSQ) untuk mengukur kepikunan dan media audiovisual senamUp Brain’s Game. Latihan senam dilakukan 3 kali seminggu selama satu bulan. Analisa data diuji dengan t test. Hasil penelitian ini, ada pengaruh positif latihan senam terhadap penurunan daya ingat lansia menjadi lebih baik dengan nilai p = 0,000.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH HARI KE 1 Susanti, Susi; Widyastuti, Yuli; Sarifah - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Siti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A fracture is a breakdown of bone continuity caused by external pressure that comes in greater than what can be absorbed by the bone. Treatment of fractures is surgery or without surgery, including immobilization, reduction and rehabilitation. Every surgery is always associated with an incision that caused a trauma or violence for sufferers that make various complaints, one of it is pain. The purpose of this study was to determine the influence of Murottal Al-Qur'an therapy on the reduction of postoperative pain in lower extremities day 1. The method of this research is Pre-Experiment with One Group Pretest-Postest approach with purposive sampling technique with a number of 8 respondents and instruments used  observation scale pain scale, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphones and QS Ar-Rahman that conducted at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. Test analysis using paired T-test test. Results: The results of calculations with the paired T-test statistical test analysis obtained a significant value that the probability (p) of 0,000. P value <0.05, it can be decided that the results show Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on pain reduction in postoperative patients with lower extremity fracture day 1 at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. This study can be applied to patients who experience postoperative pain.Keyword: fracture, murrotal, post operative pain Abstrak: Fraktur merupakan rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang. Penanganan terhadap fraktur ada pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi, dan rehabilitasi. Setiap pembedahan selalu berhubungan dengan insisi atau sayatan yang merupakan trauma atau kekerasan bagi penderita yang menimbulkan berbagai keluhan salah satunya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya pengaruh terapi Murottal Al-Qur?an terhadap penurunan nyeri post operasi ekstremitas bawah hari ke 1. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Postest dengan teknik sampling purposive sampling  sejumlah 8 responden dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skala nyeri, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphone dan Q.S Ar-Rahman yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Uji analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil perhitungan dengan analisis uji statistik T-test paired didapatkan nilai yang signifikan bahwa probabilitas (p) sebesar 0,000. Nilai p<0,05 maka dapat diputuskan bahwa hasil menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur?an terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah hari 1 di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi.Kata kunci : fraktur, murotal, nyeri post operasi
PEMANFAATAN TEKNIK RELAKSASI MASSASE PUNGGUNG DALAM PENURUNAN NYERI PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HIPERTENSI Sumadi, Amelia Rifki; Sarifah, Siti; Widyastuti - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Yuli
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Pain is a condition of unpleasant feelings that are very subjective. Back massase technique is one of the non-pharmacological pain management methods that nurses can provide to patients with nursing diagnoses of acute pain. The purpose of the case study is to compose a resume of nursing care with hypertensive patients and identify the benefits of back massase to reduce headache in hypertensive patients. The method used is descriptive research method with case study design through the nursing assessment process, determining nursing diagnoses, planning, implementing and evaluating nursing. Researchers collected client data using interview, measurement, and documentation methods. This case study instrument uses the format of nursing assessment, nursing kit, baby oil, NRS pain scale, SOP massase. The results of the non-pharmacological nursing technique of back massase given to the three patients were carried out 2 times a day for 3 days, it was found that the results of headache in patients with hypertension can be reduced from a scale of 4-6 to 1-2. The conclusion is the back massase relaxation technique beneficial for reducing headaches in hypertensive patients.Key word : Hypertension, Pain, Back Massase Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Nyeri adalah kondisi perasaan yang tidak menyenangkan yang sifatnya sangat subjektif. Teknik massase punggung merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang dapat perawat berikan terhadap pasien dengan diagnosa keperawatan nyeri akut. Tujuan studi kasus menyusun resume asuhan keperawatan dengan pasien hipertensi dan mengidentifikasi manfaat  massase punggung untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian diskriptif dengan  desain studi kasus melalui proses keperawatan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Peneliti mengumpulkan data-data klien menggunakan metode wawancara, pengukuran, dokumentasi. Instrument studi kasus ini dengan menggunakan  format pengkajian keperawatan, nursing kit, baby oil, skala nyeri NRS, SOP massase. Hasil dari tindakan keperawatan teknik non-farmakologi massase punggung yang diberikan kepada ketiga pasien dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari selama 3 hari, didapatkan hasil nyeri kepala pada pasien dengan hipertensi dapat berkurang dari skala 4 ? 6 menjadi 1 ? 2. Kesimpulannya teknik relaksasi massase punggung bermanfaat untuk  mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi.Kata kunci: hipertensi, nyeri, massase punggung
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU Sarifah, Siti; Andriyani, Norma
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis    paru merupakan penyakit menular yang belum berhasil diberantas dan telah menginfeksi  sepertiga penduduk dunia. Angka pengidap penyakit tuberkulosis paru di kota surakarta terhitung masih tinggi, pada akhir tahun 2013 Dinas Kesehatan Kota Surakarta mencatat ada 615 warga yang mengidap penyakit menular tersebut, dan sekitar 30 % diantaranya merupakan temuan baru. Data dari studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Banyuanyar didapatkan penemuan penderita pada bulan Oktober 2013 di wilayah Sumber sebanyak 10 kasus.  Tujuan :untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis paru di wilayah Sumber RT 02 RW XIV Banjarsari Surakarta. Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, dan jumlah yang digunakan sebanyak 82 responden. Instrumen penelitian dengan kuisioner, data yang telah diperoleh diolah menggunakan SPSS 16, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.. Hasil  :Tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah Sumber RT 02 /RW XIV Banjarsari Surakarta dalam kategori baik dengan prosentase 45,1. Kesimpulan : tingkat pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis dalam kategori baik. Kata kunci :tingkat pengetahuan, masyarakat, tuberkulosis
EFFECTIVENESS EXERCISE ON THE RANGE OF MOTION OF UPPER EXTREMITY JOINTS MOVEMENT ON PATIENTS POST OPERATIVE HUMERUS FRACTURE Anggita Kesuma Putri; Siti Sarifah
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.02, Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i02.175

Abstract

ABSTRAK LatarBelakang: Fraktur adalah kondisi diskontinuitas susunan tulang trauma langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan benturan langsung jika mengenai tulang juga dapat diakibatkan oleh adanya kompresi berulang dan fraktur. Problematik yang muncul pada post operasi fraktur ditunjukan dengan adanya nyeri diam, nyeri gerak dan nyeri tekan, timbulnya odema (pembengkakan), keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), serta deformitas adalah dugaan adanya fraktur setelah timbul. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan ROM terhadap gerak sendi ekstremitas atas pada pasien post operasi fraktur humerus. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental, dengan pendekatan One Group Pretest Postest, menggunakan teknik accidental sampling. Hasil uji prasyarat berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Perhitungan uji Wilcoxon menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan  yang bermakna derajat gerak sendi sebelum dan sesudah latihan ROM dengan   ρ value = 0,026 (< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara derajat gerak sendi sebelum dan sesudah dilakukan latihan ROM. Kata Kunci :Range of Motion, Gerak Sendi, Fraktur PENGARUH LATIHAN ROM TERHADAP GERAK SENDI EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR HUMERUS ABSTRACT Background: Fracture are bone structure discontinuity condition direct or indirect trauma caused direct collision if the bone can also repeated compression and fracture. The problematic appear on the post operative fracture shown with the silent pain, pain, and tenderness motion pain, swelling arise limitation of range of motion and deformity is the alleged presence of a fracture after arise. Objective: Knowing the influence of exercise on the range of motion of upper extremity joints movement on patients post operative humerus fracture. Methods: Using research methods quasi-eksperimental, used accidental sampling technique, approaches using one group pretest posttest design, caused the test results are not normal distribution so analyse use Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Wilcoxon test calculations, shows that there were significant differences degrees of motion before and after exercise ROM with ρ value = 0,026 (< 0,05). Conclusion: There is a significant relationship between the degree of motion before and after range of motion exercise. Keyword : Range of Motion, Joint Movement, Fracture
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Untuk Menurunkan Nyeri Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Hari Ke 1 Susi Susanti; Yuli Widyastuti; Siti Sarifah - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.478 KB)

Abstract

Abstract: A fracture is a breakdown of bone continuity caused by external pressure that comes in greater than what can be absorbed by the bone. Treatment of fractures is surgery or without surgery, including immobilization, reduction and rehabilitation. Every surgery is always associated with an incision that caused a trauma or violence for sufferers that make various complaints, one of it is pain. The purpose of this study was to determine the influence of Murottal Al-Qur'an therapy on the reduction of postoperative pain in lower extremities day 1. The method of this research is Pre-Experiment with One Group Pretest-Postest approach with purposive sampling technique with a number of 8 respondents and instruments used  observation scale pain scale, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphones and QS Ar-Rahman that conducted at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. Test analysis using paired T-test test. Results: The results of calculations with the paired T-test statistical test analysis obtained a significant value that the probability (p) of 0,000. P value <0.05, it can be decided that the results show Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on pain reduction in postoperative patients with lower extremity fracture day 1 at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. This study can be applied to patients who experience postoperative pain.Keyword: fracture, murrotal, post operative pain Abstrak: Fraktur merupakan rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang. Penanganan terhadap fraktur ada pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi, dan rehabilitasi. Setiap pembedahan selalu berhubungan dengan insisi atau sayatan yang merupakan trauma atau kekerasan bagi penderita yang menimbulkan berbagai keluhan salah satunya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya pengaruh terapi Murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri post operasi ekstremitas bawah hari ke 1. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Postest dengan teknik sampling purposive sampling  sejumlah 8 responden dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skala nyeri, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphone dan Q.S Ar-Rahman yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Uji analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil perhitungan dengan analisis uji statistik T-test paired didapatkan nilai yang signifikan bahwa probabilitas (p) sebesar 0,000. Nilai p<0,05 maka dapat diputuskan bahwa hasil menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah hari 1 di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi.Kata kunci : fraktur, murotal, nyeri post operasi
Pemanfaatan Teknik Relaksasi Massase Punggung Dalam Penurunan Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Amelia Rifki Sumadi; Siti Sarifah; Yuli Widyastuti - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.898 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Pain is a condition of unpleasant feelings that are very subjective. Back massase technique is one of the non-pharmacological pain management methods that nurses can provide to patients with nursing diagnoses of acute pain. The purpose of the case study is to compose a resume of nursing care with hypertensive patients and identify the benefits of back massase to reduce headache in hypertensive patients. The method used is descriptive research method with case study design through the nursing assessment process, determining nursing diagnoses, planning, implementing and evaluating nursing. Researchers collected client data using interview, measurement, and documentation methods. This case study instrument uses the format of nursing assessment, nursing kit, baby oil, NRS pain scale, SOP massase. The results of the non-pharmacological nursing technique of back massase given to the three patients were carried out 2 times a day for 3 days, it was found that the results of headache in patients with hypertension can be reduced from a scale of 4-6 to 1-2. The conclusion is the back massase relaxation technique beneficial for reducing headaches in hypertensive patients.Key word : Hypertension, Pain, Back Massase Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Nyeri adalah kondisi perasaan yang tidak menyenangkan yang sifatnya sangat subjektif. Teknik massase punggung merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang dapat perawat berikan terhadap pasien dengan diagnosa keperawatan nyeri akut. Tujuan studi kasus menyusun resume asuhan keperawatan dengan pasien hipertensi dan mengidentifikasi manfaat  massase punggung untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian diskriptif dengan  desain studi kasus melalui proses keperawatan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Peneliti mengumpulkan data-data klien menggunakan metode wawancara, pengukuran, dokumentasi. Instrument studi kasus ini dengan menggunakan  format pengkajian keperawatan, nursing kit, baby oil, skala nyeri NRS, SOP massase. Hasil dari tindakan keperawatan teknik non-farmakologi massase punggung yang diberikan kepada ketiga pasien dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari selama 3 hari, didapatkan hasil nyeri kepala pada pasien dengan hipertensi dapat berkurang dari skala 4 – 6 menjadi 1 – 2. Kesimpulannya teknik relaksasi massase punggung bermanfaat untuk  mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi.Kata kunci: hipertensi, nyeri, massase punggung
Upaya Menurunkan Tingkat Kecemasan Melalui Aromaterapi Orange Pada Asuhan Keperawatan Pre Operasi Apendiktomi Vera Lusyana; Siti Sarifah; Ika Kusuma Wardani - Prodi DIII Keperawatan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.091 KB)

Abstract

Abstract: In 2013 the number of people with appendicitis in Indonesia reached 591.819 people and increased in 2014 by 596.132 people. Management of appendicitis is an appendectomy (surgical therapy).  Anxiety in patients must be overcome because it can cause physiological changes that will hinder the handling of surgery. One of the best anxiety can be reduced by aromatherapy orange relaxation techniques. Objective : Identify the benefits of orange aromatherapy in reducing anxiety in patients pre appendectomy. The paper uses case study design. Located in RSUD Pandan Arang Boyolali, from January 20 to February 29, 2019. Methods of data collection using the method of observation, measurement, and documentation methods. Case study instrument uses format of medical surgical nursing care, nursing kit, Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SARS), orange aromatherapy relaxation technique SOP. Obtained a decrease in the scale of anxiety after being given orange aromatherapy. The first patient’s scale of anxiety from 51 to 42, experienced a 9 point decrease. The second patient’s scale of anxiety from 48 to 43, experienced a 5 digit decline. Patients from the three anxiety scale from 45 to 41, experienced a decrease in 4 numbers. From the research conducted, the results of aromatherapy orange relaxation techniques can reduce the level of anxiety in patients pre appendectomy. Orange aromatherapy can be used as an alternative in reducing the anxiety level of patients in preoperative appendectomy.Key words : Appendectomy, Anxiety, Orange Aromatherapy Abstrak: Tahun 2013 jumlah penderita apendisitis di Indonesia mencapai 591.819 orang dan meningkat pada tahun 2014 sebesar 596.132 orang. Penatalaksanaan dari apendisitis adalah apendiktomi (terapi bedah). Pasien yang akan mengalami pembedahan umumnya disertai ansietas. Kecemasan pada pasien harus diatasi karena dapat menimbulkan perubahan-perubahan fisiologis yang akan menghambat dilakukannya tindakan operasi. Kecemasan dapat berkurang salah satunya dengan teknik relaksasi aromaterapi orange. Tujuan : Mengidentifikasi manfaat aromaterapi orange dalam menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Penelitian diskriptif ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Tempat studi kasus di RSUD Pandan Arang Boyolali, pada 20 Januari sampai dengan 29 Februari 2019. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Instrumen studi kasus ini menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah, nursing kit, lembar pengukuran Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SARS), SOP teknik relaksasi aromaterapi orange. Hasil : Didapatkan hasil adanya penurunan skala kecemasan setelah diberikan aromaterapi orange. Pasien pertama skala kecemasan dari 51 menjadi 42, mengalami penurunan 9 angka. Pasien kedua skala kecemasan dari 48 menjadi 43, mengalami penurunan 5 angka. Pasien ketiga skala kecemasan dari 45 menjadi 41, mengalami penurunan 4 angka Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil teknik relaksasi aromaterapi orange dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Aromaterapi orange bermanfaat dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Kata kunci: appendiktomi, aromaterapi orange, kecemasan
Sinar Infra Merah dengan Otomatis Kontrol Suhu (SIMOKS) untuk Meningkatkan Kenyamanan Terapi pada Lansia Ida Untari; Ipin Prasojo; Siti Sarifah; Eko Nugroho
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 1 Maret 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.109 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v7i1.15443

Abstract

Terapi infra merah merupakan salah satu terapi panas yang dapat digunakan oleh lansia. Manfaat terapi infra merah bagi lansia, salah satunya untuk menurunkan rasa nyeri akibat peradangan pada sistem muskuloskeletal. Efek yang masih sering ditemukan adalah terbakar ringan pada kulit. Tujuan dari penelitian untuk memberikan keamanan terapi pada lansia yang mengalami penurunan fungsi sensitivitas kulit dengan menambahkan sistem otomatis kontrol suhu dengan dikenalkan nama SIMOKS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan menghasilkan alat terapi infra merah baru dengan menambahkan sensor panas dan sensor jarak. Sensor panas sebagai pengendali panas maksimum yang aman bagi lansia antara suhu 39,50 - 410 C. Sensor jarak sebagai pengaman terapi panas ke kulit. Hasil pengembangan alat terapi sinar infra merah dengan otomatis kontrol suhu (SIMOKS)  ini aman bagi lansia.