Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STRATEGI KOPING MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEBOSANAN DISTANCE LEARNING SAAT PANDEMI COVID-19 Siti Sarifah; Septi Aprilia; Anik Enikmawati
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 11 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the COVID-19 pandemic, Teaching and Learning Activities (KBM) used an online system. The implementation of learning with the online system creates various obstacles for students. One of the obstacles faced by students is the problem of boredom and even prolonged stress if it is not balanced by proper management of coping strategies while experiencing boredom. This study aims to determine the coping strategies used by students to face boredom during distance learning. The research design in this study uses a qualitative approach. The subjects of this study were students of the Faculty of Health Sciences ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. The sample taken by random sampling technique is 100 students. The results of this study indicate that most of the coping strategies used by students are Emotional Focused Coping (EFC), which is 73%. Pada saat terjadi pandemic covid 19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Pemberlakuan pembelajaran dengan sistem daring tersebut menimbulkan berbagai kendala bagi mahasiswa. Salah satu kendala yang dihadapi mahasiswa yaitu masalah kebosanan bahkan stres yang berkepanjangan apabila tidak diimbangi manajemen strategi koping yang tepat selama mengalami kebosanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi koping yang digunakan mahasiswa menghadapi kebosanan selama distance learning. Rancangan penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, yang diambil dengan teknik random sampling sebanyak 100 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar strategi koping yang digunakan mahasiswa adalah Emotional Focused Coping (EFC) yaitu sebesar 73 %.
PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Dwi Yuningshih; Sri Enawati; Andriani Puji Astuti; Muhammad Hafiddudin; Siti Sarifah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i2.927

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Penatalaksanaan non – farmakologi yang dapat digunakan untuk mengobati hipertensi salah satunya yaitu wortel. Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Ngrampal didapatkan angka kejadian hipertensi pada bulan September – November 2021 sebanyak 196 orang. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian: Quasi experiment design dengan one group pretest – posttest, dengan teknik pengambilan data sampel yaitu teknik purposive sampling. Uji normalitas dengan shapiro-wilk test dan teknik analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Berdasarkan uji wilcoxon pada tekanan darah sistole dan didapatkan nilai p sebesar 0,002 dan tekanan darah diastole didapatkan nilai p sebesar 0,001, karena nilai p<0,05 maka ada pengaruh perubahan tekanan darah sesudah diberikan jus wortel. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENERAPAN MUSIC MOVEMENT THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN AKTIVITAS HARIAN PADA PASIEN STROKE Agus Hidayat; Anisa Fajar; Sri Enawati; Siti Sarifah; Yuli Widyastuti
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i2.928

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah kondisi gangguan peredaran darah yang mengakibatkan perubahan fungsi otak. Stroke mengakibatkan penurunan kemampuan aktivitas harian yang berdampak pada kualitas hidup penderita stroke. Penanganan yang baik dapat mencegah komplikasi, dan meningkatkan kemampuan aktivitas harian pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh music movement therapy (MMT) terhadap kemampuan aktivitas harian pasien stroke di RSUD Kab. Karanganyar. Metode penelitian: Quasi experiment one group pretest and posttest dengan teknik pengambilan sampel ialah accidental sampling. Uji normalitas dengan shapiro- wilk test dan teknik analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kemampuan aktivitas harian sebelum dan sesudah diberikan music movement therapy (nilai p 0,000 < 0,05) Kesimpulan: Pemberian music movement therapy efektif dalam peningkatan kemampuan aktivitas harian pada pasien stroke
Perbedaan Fungsi Kognitif Lansia Di Tinjau Dari Tempat Tinggal untung, ida untari; Untari, Dita Tri Susilowati; Untari, Siti Sarifah
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 18 No. 1 (2020): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v18i1.49

Abstract

Sindrom geriatrie urutan nomor 2 adalah penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif diperlukan lansia dalam kemampuannya dalam beraktivitas sehari-hari. Penurunan fungsi kognitif, jika dibiarkan tanpa perawatan akan menurunkan kuliatas hidup lansia. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada lansia adalah perubahan fisik, kesehatan umum, tingkat pendidikan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan fungsi kognitif lansia di tinjau dari tempat tinggal. Metode penelitian yang digunakan berupa analitik komparatif, dengan mengambil populasi lansia di desa Komplang RW 26 Kadipiro Surakarta dan Panti Jompo Aisyiyah Surakarta pada bulan Januari 2018 - Februari 2018. Menggunakan teknik purposive sampling mendapatkan 46 responden. Instrumen pengukuran fungsi kognitif menggunakan MMSE dengan analisis menggunakan uji Mann-Whitney pada signifikan 5%. Ada perbedaan fungsi kognitif lansia ditinjau dari tempat tinggal dengan nilai p= 0.000 dimana lansia yang bersama keluarga mempunyai fungsi kognitif lebih baik daripada lansia yang berada di Panti Jompo.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Youshyda Novia Maharani; Untari, Ida; Sarifah, Siti
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 22 No. 1 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v22i1.299

Abstract

Lansia merupakan keadaan yang ditandai dengan perubahan, diantaranya perubahan fungsi kognitif. Terlihat pada lansia yang mengalami gangguan orientasi, perhatian, konsentrasi, berpikir, mengingat, dan bahasa. Aktivitas fisik pemicu terjadinya penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif terjadi ketika aktivitas fisik menurun, otak tidak terstimulasi dengan baik dan protein di otak menurun yang mengakibatkan kepikunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Metodologi Penelitian: Desain penelitian menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi lansia di Posyandu Lansia Budi Sehat dengan teknik purposive sampling sejumlah 36 lansia. Data diperoleh menggunakan kuesioner PASE untuk mengukur aktivitas fisik dan MMSE untuk mengukur fungsi kognitif. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan analisa data korelasi Spearman Rank. Hasil: Didapati lansia dengan aktivitas kurang (19,4%) sebanyak 7 responden, aktivitas sedang (36,1%) sebanyak 13 responden, aktivitas baik (44,4%) sebanyak 16 responden. Lansia dengan gangguan fungsi kognitif berat (13,9%), gangguan fungsi kognitif ringan (30,6%) sebanyak 11 responden dan tidak ada gangguan kognitif (55,6%) sebanyak 20 responden. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia dengan nilai p-value 0,009<0,05, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,427 berada pada kategori hubungan cukup. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia.
Edukasi dan Penerapan Bromage Score dalam Penilaian Mobilitas Pasien Pasca Spinal Anestesi di Rumah Sakit Dwi Handoyo; Siti Sarifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.755

Abstract

Spinal anesthesia is a widely used anesthetic technique, particularly in surgeries involving the lower body, due to its effectiveness and safety profile. A critical component of post-spinal anesthesia recovery is the assessment of patient mobility, which can be quantitatively measured using the Bromage Score. The Bromage Score evaluates the degree of motor block, which is essential for determining when a patient can safely begin mobilizing after anesthesia. The education and implementation of the Bromage Score in hospitals are designed to enhance healthcare professionals' understanding of its significance, ensuring a more objective and systematic approach to patient recovery monitoring. This educational program involves a structured training session for healthcare workers, distribution of educational materials such as brochures and manuals, and evaluations both before and after the intervention to assess changes in knowledge and application. The results of the program indicate a significant increase in healthcare professionals’ understanding of how to apply the Bromage Score and improved quality in the monitoring of patient mobility after spinal anesthesia. The consistent and accurate implementation of the Bromage Score is crucial as it helps medical personnel determine an appropriate and safe time for patient mobilization, thus reducing the risk of complications such as falls, orthostatic hypotension, or delayed recovery. As a result, the program is recommended as a standard practice in healthcare settings to improve post-spinal anesthesia recovery outcomes and patient safety.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Masa Pandemi Covid-19 di Posyandu Ngudi Waras Semanggi RW XII Surakarta Siti Sarifah; Yuli Widyastuti
Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karya.v1i2.1269

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted elderly health, requiring regular medical check-ups to monitor their condition. This study examines the health examinations of the elderly at Posyandu Ngudi Waras, Semanggi RW XII, Surakarta, during the pandemic. The research aims to assess the frequency of health check-ups, key health indicators such as blood pressure, oxygen saturation, blood sugar levels, and body mass index, as well as the challenges faced in providing healthcare services for the elderly. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through medical records and interviews with healthcare providers and elderly participants. The results indicate that despite pandemic-related restrictions, routine health monitoring continued with adjustments to health protocols. The findings highlight the importance of community-based health services in ensuring the well-being of the elderly, particularly during health crises. Strengthening health programs for the elderly, enhancing accessibility, and improving awareness of preventive healthcare are essential for maintaining their quality of life.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Posyandu Mawar Pajang Surakarta Siti Sarifah; Anggi Luckita Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v2i4.499

Abstract

Elderly health checks are an important part of efforts to maintain quality of life and prevent degenerative diseases that often occur in old age. This program is implemented at Posyandu Mawar, Pajang, Surakarta, with the aim of detecting early health conditions of the elderly and providing education related to healthy lifestyles. The activities include checking blood pressure, blood sugar, body mass index (BMI), and health consultations aimed at maintaining the overall physical condition of the elderly. The results of the examination showed that most of the elderly who participated in this program experienced mild to moderate hypertension and increased blood sugar levels. This program also succeeded in increasing elderly awareness of the importance of routine health checks and healthy lifestyle changes, including more regular diet and physical activity. As a preventive measure, periodic health checks at Posyandu are expected to reduce the risk of degenerative diseases and improve the overall quality of life of the elderly. Therefore, this health check program needs to be continuously supported and implemented sustainably
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA Sifak Syahdani, Muhammad; Kusuma Wardani, Ika; Yuliastuti, Estin; Sarifah, Siti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i2.147

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia di atas 60 tahun yang sedang mengalami proses penuaa, sehingga akan mengalami perubahan fungsi tubuh termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menurunkan kekuatan otot. Latihan keseimbangan ditujukan untuk memperkuat otot tungkai bawah sekaligus meningkatkan kemmapuan sistem vestibular dalam menjaga stabilitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendeatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 16 lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi keseimbangan, kekuatan otot, data demografi dan SOP balance exercise. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Mayoritas responden berusia 61-76 tahun (37,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (62,5%). Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan kesimbangan, dimana kategori normal naik dari 56,3% menjadi 81,3% setelah intervensi. Pada kekuatan otot, kondisi awal seluruh responden berada kategori sedang (100%), kemudian meningkat menjadi 25% normal dan 75,0% sedang. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p kesimbangan =0,02 dan nilai p kekuatan otot p=0,05 Kesimpulan: Latihan keseimbangan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. ABSTRACT Background: Aging in individuals over 60 years is accompanied by physiological changes, particularly in the musculoskeletal system, which may lead to decreased muscle strength. Balance exercise is a simple intervention aimed at strengthening the lower limbs and enhancing vestibular function to maintain postural stability. Objective: This study aimed to determine the effect of balance exercise on postural balance and lower extremity muscle strength in older adults. Methods: A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted on 16 elderly participants who met the inclusion criteria. Data collection tools included balance observation sheets, muscle strength assessments, demographic data, and a standardized balance exercise protocol. The Wilcoxon signed-rank test was applied for statistical analysis, with significance set at p < 0.05. Results: Most respondents were 61–76 years old (37.5%) and male (62.5%). After the intervention, the proportion of participants with normal postural balance increased from 56.3% to 81.3%. Regarding muscle strength, all participants were initially in the moderate category (100%), but post-intervention 25% improved to normal and 75% remained moderate. The Wilcoxon test showed significant improvements in both postural balance (p = 0.02) and muscle strength (p = 0.05). Conclusion: Balance exercise significantly improves postural balance and muscle strength in the elderly. This intervention can be recommended as a practical strategy to reduce the risk of falls and maintain functional independence among older adults.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KECEMASAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Cahyani, Amaliah; Sarifah, Siti; Yuliastuti, Estin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49308

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk kecemasan. Salah satu bentuk penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi kecemasan adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tersebut terhadap tekanan darah dan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Plupuh II pada 28 Februari–8 Maret 2024 dengan populasi seluruh lansia yang menderita hipertensi. Sampel berjumlah 27 orang diperoleh melalui teknik total sampling. Variabel yang diukur meliputi tekanan darah dan tingkat kecemasan. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter manual dan stetoskop, sedangkan tingkat kecemasan dinilai menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS). Kelompok eksperimen menerima intervensi terapi relaksasi otot progresif selama tujuh hari, dua kali sehari, masing-masing selama 30 menit. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil Uji statistik menunjukkan nilai p tekanan darah sebesar 0,196 (pretest) dan 0,001 (posttest), serta nilai p tingkat kecemasan sebesar 0,012 (pretest) dan 0,001 (posttest). Perbedaan signifikan (p<0,05) ditemukan pada nilai posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan nonfarmakologis di fasilitas pelayanan kesehatan.