Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN FUN GAMES TERHADAP FUNGSI KOGNITIF DAN KEMATANGAN EMOSIONAL PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 18 SURABAYA Gina Noor Djalilah; Yelvi Levani; Laily Irfana; Nurma Yuliyanasari; Nenny Triastuti
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9920

Abstract

Perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan berbagai aspek psikologis, terutama fungsi kognitif dan kematangan emosional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi pengaruh fun games terhadap fungsi kognitif dan kematangan emosional siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 18. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Penyuluhan kesehatan untuk orang tua siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya dan kegiatan fun games untuk siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Kegiatan fun games yang diadakan untuk siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya diantaranya adalah: Permainan Puzzle, Permainan Ular Naga, Permainan Match Matching, Permainan Picture Memory, Permainan Lambang Bilangan dan Permainan Clap Boom Snatch. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini ditemukan skor fungsi kognitif yang secara keseluruhan baik. Melalui kegiatan abdimas ini, diharapkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir dan kecerdasan emosional siswa SD Muhammadiyah 18 secara simultan.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN OBESITAS DENGAN KOMPLIKASI ULKUS DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PETROKIMIA GRESIK DRIYOREJO Irawati , Detti Nur; Yuliyanasari, Nurma; Sari , Dyah Maya
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v1i01.21575

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Hiperglikemia yang terjadi dalam kurun waktu lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh khususnya sistem saraf dan pembuluh darah. Hal inilah yang dapat memicu terjadinya ulkus diabetik. Komplikasi ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2 dapat terjadi karena adanya neuropati, iskemik, dan kemudian adanya infeksi. Terdapat beberapa faktor yang dapat dimodifikasi diantaranya adalah aktivitas fisik dan obesitas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan obesitas dengan komplikasi ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo. Metode : Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian observasional analitik dengan dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih dengan teknik Non Probability Sampling dengan tipe Purposive Sampling. Dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan kuisoner dan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan pada pasien diabetes mellitus yang di rawat jalan dan inap di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo periode September-November 2022. Data dianalisis menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil : Hasil uji korelasi koefisien kontingensi aktivitas fisik dan obesitas dengan komplikasi ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo diperoleh p value < 0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan obesitas dengan komplikasi ulkus diabetik pada diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya Nugraha, Adi Satria; Djalilah, Gina Noor; Yuliyanasari, Nurma; Rezkitha, Yudith
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i02.23043

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan makronutrien pada anak Indonesia masih kurang (<20% AKG Harian) pada asupan energi, karbohidrat, dan lemak. Sarapan yang berkualitas dengan kandungan gizi yang seimbang dan memenuhi 20-35% dari kebutuhan energi total yang dikonsumsi pada pagi hari merupakan hal yang penting bagi anak untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah. Sarapan memiliki hubungan yang signifikan terhadap proses kecepatan berpikir dan ketelitian. Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar anak sekolah dasar muhammadiyah 6 gadung surabaya. Metode: Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability dengan jenis sampling yaitu consecutive. Penelitian ini menggunakan kuesioner online dalam bentuk Google Form untuk mengumpulkan data dan analisis data yang digunakan adalah uji eta. Hasil: Hasil uji eta hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar didapatkan nilai Fhitung < Ftabel. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar
The elevation of osteoblast activity in rat bone marrow mesenchymal stem cells in osteogenic medium exposed with melatonin in physiological doses Yuliyanasari, Nurma; Mastutik, Gondo; Putra, Suhartono Taat
Folia Medica Indonesiana Vol. 53, No. 1
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to analyze the elevation of osteoblast activity in bone marrow mesenchymal stem cells (BM-MSCs) in osteogenic medium by physiological doses of melatonin administration by measuring alkaline phosphatase (ALP) and osteocalcin level.This studyused BM-MSCs from Rattusnorvegiccus femur bone. Rat BM-MSCs were cultured in a-Mem medium, differentiated in osteogenic medium, and administrated melatonin up to 21 days. This study was divided into 4 groups, K0 (control group), K1 (administrated of 25 nM melatonin), K2 (administrated of 50 nM melatonin), and K3 (administrated of 100 nM melatonin). Rat BM-MSCs were characterized CD 45- and CD 105+ marker using imunocytochemistry analysis and stained with Alizarin red after 15 days treatment. ALP and osteocalcin level were measured using ELISA Kit in days 21st.There weren't differences ofALP level beetwen groups and there are differences ofosteocalcin level between control groups (K0) withK1, K2, dan K3, and beetwen K1 and K2. The conclusion of this study was that there were an elevation of osteoblast activity in rat BM-MSCs in osteogenic medium by physiological doses of melatonin administration characterized by the elevation of osteocalcin level.
WHEN MOTIVATION DOESN’T PREDICT ACADEMIC PERFORMANCE: A CROSS-SECTIONAL STUDY AMONG MEDICAL STUDENTS Madani, Muhammad Tazkia; Akil, Syafarinah Nur Hidayah; Yuliyanasari, Nurma; Utama, Reza
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 14, No 4 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.106516

Abstract

Background: Learning motivation is one of the internal psychological factors that influence student academic achievement. The strength and consistency of this relationship remain under debate. However, it encourages the importance of research to determine the role of motivation in academic achievement.Aims: This study aims to determine the relationship between learning motivation and MCQ block exam results in undergraduate medical students.Methods: This research is an observational analytic quantitative study with a cross sectional approach. The study population was second to fourth year preclinical students. Sampling with proportionate stratified random sampling obtained 196 students. Learning motivation was assessed using a validated instrument, the MSLQ, and academic performance was measured by the students’ latest block MCQ examination score. Spearman correlation tests were performed on the relationship. Results: The highest average learning motivation is found in the extrinsic dimension (94.9%), followed by the dimensions of task values and learning of belief (94.4%), intrinsic dimensions (84.7%), and self-efficacy (84.2%). Highly motivated students scored lower (66.9%) than moderately motivated students who scored lower (76.2%). However, the analytic revealed no statistically significant correlation between learning motivation and academic performance (p>0,05). Conclusion: Even though there were high importance of motivation in learning, this study found no significant correlation between learning motivation and academic performance.
The Significant Relationship between Duration and Fasting Blood Glucose Level to Diabetic Neuropathy in Type-2 Diabetes Mellitus Patients Kamila Aisyah; Nurma Yuliyanasari; Laily Irfana; Detti Nur Irawati
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 10 No 01 (2026): Qanun Medika Vol 10 No 01 January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v10i01.25319

Abstract

Patients with diabetes may develop diabetic neuropathy, which damages peripheral nerves and impairs distal sensation. This study's aim was to determine the relationship between duration and fasting blood glucose with diabetic neuropathy. Patients with diabetes mellitus at Siti Khodijah Hospital in Sidoarjo, East Java, participated in this cross-sectional study. Fifty-one individuals were gathered using purposive sampling. The tools utilized were the Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) and a clinical chemistry laboratory examination—logistic regression for multivariate analysis and the contingency coefficient test for bivariate data analysis. Most type-2 DM patients who experienced diabetic neuropathy had a duration of DM >5 years (35.3%) and had fasting blood sugar levels ≥126 mg/dl (41.2%). Bivariate analysis of duration obtained a value (p = 0.003), and fasting blood sugar levels obtained a value (p = 0.000). Multivariate data analysis using logistic regression duration obtained value (Exp (B) = 22.386), and fasting blood sugar levels obtained value (Exp (B) = 35.305). There was a significant relationship between duration and fasting blood glucose levels on the incidence of diabetic neuropathy. The factor that had a higher risk of diabetic neuropathy was fasting blood sugar levels than the duration of DM.
Efektivitas Biaya Sacubitril / Valsartan dalam Mengurangi Rehospitaliasasi pada Pengobatan Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Berkurang Dibandingkan dengan Penggunaan Obat Golongan Ace Inhibitor Kharisma Sukma Nanda; Muhammad Perdana Airlangga; Nurma Yuliyanasari; Yudith Annisa Ayu Rezkitha
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i1.6950

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup besar, serta risiko kematian yang tinggi pada negara maju maupun negara berkembang, sehingga membutuhkan manajemen terapi yang tepat untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. ACEI / ARB adalah standar perawatan yang biasa digunakan selama ini, namun sacubitril / valsartan banyak dibicarakan dan memberikan resiko kematian yang lebih rendah serta mengurangi rehospitalisasi pada pasien gagal jantung dibandingkan dengan penggunaan ACEI. Oleh karena itu, sacubitril / valsartan cenderung lebih hemat biaya dibandingkan dengan ACEI (standar perawatan saat ini). Tujuan penulisan ini untuk mengetahui efektivitas biaya sacubitril / valsartan dibandingkan dengan enalapril (ACEI) dalam pengobatan gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang.
Pengaruh Siklus Kemoterapi terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Menggunakan Eortc Qlq-C30 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Alshafiera Azayyana Mawadhani Sukma; Nurma Yuliyanasari; Tjatur Prijambodo; Nova Primadina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i2.4900

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Pasien kanker payudara sering mengalami gangguan kualitas hidup. Kemoterapi adalah salah satu pilihan terapi yang memiliki banyak efek samping terhdap kualitas hidup pasien. Tujuan: Menjelaskan pengaruh kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara yang diukur menggunakan EORTC QLQ-C30. Metode: Observasional analitik dengan desain cross sectional di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Subjek penelitian ini adalah pasien yang sedang menjalani kemoterapi pada siklus ke-3 sampai ke-6 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel adalah 67 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuisioner EORTC QLQ-C30 serta data rekam medis. Uji statistik menggunakan uji alternatif Kruskal-Wallis. Hasil : Tidak terdapat pengaruh siklus kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara pada domain fungsi, gejala, dan kesehatan umum (p0.005). Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh siklus kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara pada domain fungsi, gejala, dan kesehatan umum payudara di RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang diukur menggunakan kuisioner EORTC QLQ-C30.