Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh kombinasi limbah ampas Kelapa, Nanas, dan Pepaya terhadap konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan pertumbuhan maggot Hermetia illucens L. Syafrina Lamin; Erwin Nofyan; Astrid Mayasari
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.363

Abstract

Salah satu jenis sampah yang ada ditimbun di TPA adalah sampah organik. Sampah organik ini dapat dikurangi dengan cara pengomposan. Namun proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 3-4 bulan hingga sampah benarbenar terurai. Sampah organik yang tidak dengan cepat diolah akan menimbulkan bau yang menyengat atau bau tidak sedap. Maggot dari lalat Hermetia illucens dapat dijadikan sebagai pengurai sampah organik menjadi partikel yang lebih kecil, selain itu juga maggot dapat dibiakkan dan dijadikan pakan unggas/ikan. Untuk mengetahui keefektifan hidup maggot H. illucens, perlu dilakukan pengujian dalam aspek biologi seperti, konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan laju pertumbuhan maggot. Tujuannya untuk menentukan konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan laju pertumbuhan maggot H. illucens pada masing-masing variasi komposisi sampah buah dan dedak padi. Rancangan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masingmasing perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk konsumsi pakan maggot H. illucens, yaitu pada komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata konsumsi pakan 77,80%. Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk efisiensi konversi maggot H. illucens, yaitu komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata efisiensi konversi 0,31%. Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk pertumbuhan maggot H. illucens, yaitu komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata bobot 0,26 g dan rata-rata panjang maggot 1,88 cm. Kesimpulannya dari penelitian ini yaitu pertumbuhan maggot H. illucens yang paling tinggi dengan menggunakan komposisi media pepaya 50% dan dedak fermentasi 50% dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan maggot H. illucens adalah kuantitas dan kualitas media pakan.
Toksisitas insektisida organofosfat terhadap mortalitas Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Nesa Seftiani; Agus Purwoko; Endri Junaidi; Arwinsyah Arwinsyah; Zazili Hanfiah; Syafrina Lamin
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.364

Abstract

Organofosfat merupakan zat kimia sintetis yang terkandung dalam pestisida untuk membasmi hama. Organofosfat terdiri dari ester asam fosfat atau tiofosfat yang toksik secara akut terhadap hewan bertulang belakang seperti ikan, burung, cicak, dan mamalia. Salah satu contoh insektisida organofosfat dengan merek dagang yaitu Dursban 200EC dengan bahan aktif berupa klorpirifos. Ikan mas (Cyprino carpio L.) merupakan salah satu jenis organisme yang hidup di air tawar. Ikan mas memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dan rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga adanya pencemaran dari limbah insektisida berpotensi membunuh ikan mas tersebut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan januari 2021 sampai dengan februari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok dan diberi perlakuan menggunakan uji statik (non renewal). Kelompok eksperimen diberi beberapa perlakuan dalam jangka waktu tertentu, setelah itu dilakukan pengamatan dan analisis variabel terikat terhadap variabel bebas dan kontrol. Penelitian menggunakan insektisida organofosfat dengan masing-masing konsentrasi 0 ml/L (kontrol) ; 0,25 ml/L ; 0,75 ml/L ; 1,25 ml/L dan 1,75 ml/L dan diamati setiap 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis varian dan uji lanjut Post Hoc Test (LSD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada waktu paparan 24 jam didapatkan nilai LC50 sebesar 0944 ml/L, nilai LC50 48 jam sebesar 0,681 ml/L, nilai LC50 72 jam  sebesar 0,095 ml/L,  dan  LC50 96 jam sebesar 1,529 ml/L. Nilai TUa yang didapat dari  pemaparan selama 24, 48, 72 dan 96 jam berturut-turut yaitu sebesar 1,059 ; 1,468 ; 10,52 ; 0,654. Hasil analisis statistik dengan ANOVA diketahui bahwa konsentrasi 0,25 ml/L, 0,75 ml/L, 1,25 ml/L, 1,75 ml/L menyebabkan kematian ikan mas secara signifikan. Kesimpulan penelitian adalah ikan mengalami stres dan kehilangan keseimbangan, gerakan melemah, sisik berlendir, operculum terbuka, insang menjadi pucat sehingga ikan kekurangan oksigen, hingga mengalami kematian. Lethal Consentration (LC50) dari insektisida organofosfat selama 24 jam  sebesar   0,944 ml/L, 48 jam sebesar 0,681 ml/L, 72 jam sebesar 0,095 ml/L, dan 96 jam sebesar 1,529 ml/L. Konsentrasi pertama yang memiliki dampak nyata terhadap ikan mas (Cyprinus carpio L.) yaitu 0,25 ml/L. Konsentrasi yang mulai berpengaruh terhadap mortalitas ikan mas (Cyprinus carpio L.) yaitu 0, 25 ml/L, Semakin tinggi konsentrasi yang   diberikan maka semakin tinggi mortalitas ikan mas. Artinya penggunaan insektisida organofosfat dengan konsentrasi 2 ml/L bersifat sangat toksik terhadap hewan non target.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuataan Pakan Ikan Berbasis Tepung Maggot BSF Hermentia illucens L (Diptera: Stratiomyidae) Syafrina Lamin; Juswardi Juswardi; Nina Tanzerina; Agus Purwoko; Muharni Muharni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.358

Abstract

Pakan ikan berbasis tepung maggot merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga pakan ikan komersial. Kegiataan pengabdian ini bertujuan untuk  melakukan pelatihan, pendampingan dan mmelatih ketrampilan khalayak sasaran  dalam membuat pakan ikan berbasis tepung maggot BSF Hermentia illucens.  Kegiataan ini  diikuti oleh 27 ibu-ibu kelompok PKK. Kegiataan ini menggunakan metode penyuluhan, pembimbingan dan demontrasi dan pelatihan seperti teknik pemeliharaan, pembuatan media tumbuh maggot, teknik pemanenan dan teknik pembuatan tepung BSF serta pembuataan pakan ikan. Kegiataan ini memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari semangat dan antusias peserta dalam bertanya dan dari hasil quisioner yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang tidak tahu menjadi mengerti dari 60-100 %. Peserta dapat melakukan teknik pemeliharaan maggot, pembuataan tepung dan percetakkan pakan sebanyak 60 sampai 100 %, Tingkat kepuasaan akan produk meliputi kurang suka, suka dan sangat suka terhadap  bentuk, bau dan manfaatnya berkisar antara 20-90%. Kegiataan ini ternyata telah  memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pemahaman serta membuat khalayak sasaran trampil dalam membuat pakan ikan berbasis tepung  maggot BSF, ada keinginan kuat dari peserta untuk membuat pakan ikan berbasis tepung maggot secara mandiri.
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Lambung Menggunakan Metode Certainty Factor Dwi Ranti; Anita Desiani; Sugandi Yahdin; Syafrina Lamin
Jurnal Teknologi Vol 23, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v23i2.3887

Abstract

The digestive system is very important for humans, there are several digestive systems, one of which is the stomach. The main function of the stomach in the digestive system is to store and digest food before it is absorbed by the body's cells as a source of energy. A healthy lifestyle in life is very important, including maintaining a diet, not eating carelessly, and getting enough rest. An unhealthy life will also trigger various diseases, one of which is gastric disease. Early and accurate diagnosis of kidney disease can aid in timely and effective management of the condition. an expert system for diagnosing gastric disease with the CF (Certainty Factor) method to assist people in diagnosing gastric disease along with advice based on perceived treatment symptoms. This study aims to develop an expert system for diagnosing kidney disease using the CF method. The developed system consists of components of data collection, data storage, and data processing, with the CF method used to calculate the diagnosis level of confidence and make decisions based on predetermined rules. The CF (Certainty Factor) method shows a measure of certainty about a fact, it is known that user 1, user 3, user 4, and user 5 have the highest proportion of gerd disease, namely 36.7%, 38.8%, 48.9%, 47.6%. While user 2 has the highest proportion of stomach cancer with 24.8%. So this study only has an accuracy rate of 80%. Diagnosis can be an alternative to early detection of several types of gastric disease.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuataan Pakan Ikan Berbasis Tepung Maggot BSF Hermentia illucens L (Diptera: Stratiomyidae) Lamin, Syafrina; Juswardi, Juswardi; Tanzerina, Nina; Purwoko, Agus; Muharni, Muharni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.358

Abstract

Pakan ikan berbasis tepung maggot merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga pakan ikan komersial. Kegiataan pengabdian ini bertujuan untuk  melakukan pelatihan, pendampingan dan mmelatih ketrampilan khalayak sasaran  dalam membuat pakan ikan berbasis tepung maggot BSF Hermentia illucens.  Kegiataan ini  diikuti oleh 27 ibu-ibu kelompok PKK. Kegiataan ini menggunakan metode penyuluhan, pembimbingan dan demontrasi dan pelatihan seperti teknik pemeliharaan, pembuatan media tumbuh maggot, teknik pemanenan dan teknik pembuatan tepung BSF serta pembuataan pakan ikan. Kegiataan ini memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari semangat dan antusias peserta dalam bertanya dan dari hasil quisioner yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang tidak tahu menjadi mengerti dari 60-100 %. Peserta dapat melakukan teknik pemeliharaan maggot, pembuataan tepung dan percetakkan pakan sebanyak 60 sampai 100 %, Tingkat kepuasaan akan produk meliputi kurang suka, suka dan sangat suka terhadap  bentuk, bau dan manfaatnya berkisar antara 20-90%. Kegiataan ini ternyata telah  memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pemahaman serta membuat khalayak sasaran trampil dalam membuat pakan ikan berbasis tepung  maggot BSF, ada keinginan kuat dari peserta untuk membuat pakan ikan berbasis tepung maggot secara mandiri.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga Dengan Memanfaatkan Lalat Tentara Hitam Hermentia Illucens (Diptera: Stratiomyidae) Lamin, Syafrina; Juswardi, Juswardi; Tanzerina, Nina; Hanum, Laila; Muharni, Muharni; Rosmania, Rosmania
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i1.525

Abstract

Pelatihan pembuataan pupuk organik dari sampah rumah tangga dengan memanfaatkan maggot lalat tentara hitam Hermentia illucens,merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga pupuk komersial. Kegiataan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pelatihan, pendampingan dan melatih ketrampilan khalayak sasaran dalam membuat pupuk organik dengan bantuan maggot BSF Hermentia illucens. Kegiataan ini diikuti oleh 30 ibu-ibu kelompok PKK. Kegiataan ini menggunakan metode penyuluhan, pembimbingan dan demontrasi dan pelatihan seperti teknik pemeliharaan, pembuatan media tumbuh maggot, teknik pemanenan dan teknik pembuatan pupuk organik BSF. Kegiataan ini memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari semangat dan antusias peserta dalam bertanya dan dari hasil quisioner yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang tidak tahu menjadi mengerti dari 60-100 %. Peserta dapat melakukan teknik pemeliharaan maggot. Pemanfaatan sampah rumah tangga untuk dibuat pupuk organik sebanyak 60 sampai 100 %, Tingkat kepuasaan akan produk meliputi kurang suka, suka dan sangat suka terhadap bentuk, bau dan manfaatnya berkisar antara 20-90%. Kegiataan ini ternyata telah memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pemahaman serta membuat khalayak sasaran trampil dalam membuat pakan ikan berbasis tepung maggot BSF, ada keinginan kuat dari peserta untuk membuat pupuk organik secara mandiri.
Pembuatan Formulasi Pakan Ikan dengan Penambahan Tepung Maggot BSF (Hermentia Illucens L) dan Ekstrak Daun Apu-Apu (Pistia Stratiotes L) Syafrina Lamin; Juswardi Juswardi; Muharni Muharni; Nita Aminasih; Miksusanti Miksusanti
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v4i1.2879

Abstract

Efforts to increase fish farming productivity, motivating farmers to enhance the fish farming population in Pulau Semambu Village. Inderalaya Utara Village, Ogan Ilir, can be implemented through village lecture provision, training, and demonstration of artificial feed production based on maggots with the addition of water spinach leaf extract. The objective of this activity is to enhance the growth and immune system of fish livestock.Based on that reasoning, the framework of thought that will be pursued through the model approach (1) The approach is carried out through direct observation of the community while simultaneously mapping the latest fish farms in Pulau Semambu Village, Inderalaya Utara, Ogan Ilir.(2) Assistance, this activity is carried out through village lectures that can be realized in the form of outreach to fish farmers about improving fish farming management and providing support in motivating fish farmers to start implementing the concept of an intensive maintenance system in fish farming in maintenance ponds that meet health standards. (3) Direct demonstration (practice) of making artificial feed based on BSF maggots, which includes how to make water spinach leaf extract, how to maintain maggots, and how to make flour and pellets for artificial feed. The village lecture activity was attended by 40 women in the fish farming group in Pulau Semambu Village and students taking the Entomology and Entrepreneurship courses.The result of the activity is to increase the productivity and population of fish livestock in Pulau Semambu. The provision of fish feed based on a mixture of maggot flour and water spinach extract can enhance the growth and immune system of fish livestock, resulting in heavier fish that are less prone to disease. Increasing the production and population of fish livestock will result in higher incomes for the fish farmers in Pulau Semambu village, Inderalaya Utara, Ogan Ilir.
Pembelajaran Modifikasi Nutrasetikal Temu Mangga Menjadi Produk “Temapro” untuk Kesehatan Masyarakat Miksusanti Miksusanti; Risfidian Mohadi; Aldes Lesbani; Nirwan Syarif; Neza Rahayu Palapa; Azhar Kholiq; Syafrina Lamin
Bumi : Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bumi : Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v3i2.760

Abstract

This community service program aims to develop nutraceutical-based health products from temu mangga (Curcuma mangga Val.van Zip) and probiotics, called "TEMAPRO". Research and socialization were conducted in Pulau Semambu Village, South Sumatra, targeting village mothers who have limited knowledge about the benefits of herbs and probiotics. Temu mangga, which is traditionally consumed as a salad and herbal medicine, contains various active compounds that have the potential as antioxidants and anti-cancer. Combined with the probiotic Lactobacillus rhamnosus, this product is expected to support digestive health and increase body immunity. Implementation methods include education, training in making temu mangga extract, mixing with probiotics, and product packaging techniques. The results of the activities showed an increase in community understanding and skills in processing local materials into health products with economic value. It is hoped that "TEMAPRO" will not only improve the quality of public health, but also open up business opportunities in the village through local nutraceutical products.
Evaluasi bungkil inti sawit dan kulit nenas sebagai media tumbuh dan berkembang maggot Hermentia Illuciens l. Lamin, Syafrina; Nofyan, Erwin; Kirin A, Rania; Juswardi, Juswardi
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.1086

Abstract

Evaluasi bungkil inti sawit dan ampas nenaa sebagai media tumbuh dan berkembang perlu dilakukan untuk mendapatkan strategi produksi maggot yang baik dan pemanfaatan bungkil inti sawit dan limbah nenas sebagai media pemeliharaan yang baik Hermentia illucens untuk masa depan. Tujuam penelitian ini adalah menentukan komposisi bungkil inti sawit dengan ampas nenas terfermetasi yang terbaik dalam meningkatkan laju konsumsi, efisiensi konversi dan pertumbuhan maggot bsf H. illucens. Penelitian ini berupa eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan (komposisi bungkil inti sawit dan limbah nenas terfermentasi dengan EM4 yang berbeda) masing-masing perlakuaan dilakukan ulangan sebanyak 5 kali ulangan.Variabel independen yang dipakai dalam penelitian ini adalah variasi pada pakan maggot. Variabel dependen yang dipakai dalam penelitian ini adalah laju konsumsi, efisiensi konversi dan laju pertumbuhan. Data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik, kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS versi 26.00 dengan analisis ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji lanjut duncan. Kesimpulan penelitian ini yaitu besarnya nilai laju konsumsi tidak mempengaruhi nilai efiiensi konversi tetapi nilai efisiensi konversi sangat berkaitan dengan nilai laju pertumbuhan pada maggot H. illucens. Media tumbuh yang paling baik adalah media tumbuh yang terdiri dari 100% dedak terfermentasi.Kata kunci: EM 4, Limbah BIS Fermentasi, Limbah Nanas Fermentasi, maggot, Hermentia illuciens
Aktivitas larvasida fraksi aktif daun bakau hitam Rhizophora mucronata Lamk. terhadap larva Nyamuk Aedes aegypti Linn Lamin, Syafrina; Aminasih, Nita; Pasya, Azira Nadia; Nofyan, Erwin; Purwoko, Agus
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i1.782

Abstract

Rhizophora mucronata merupakan tumbuhan mangrove yang banyak tersebar dipinggir pantai. R. mucronata memiliki metabolit sekunder yang dapat dijadikan sebagai bahan pestisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi dari daun R. mucronata yang bersifat larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti, mengetahui LC50 dari fraksi aktif daun R. mucronata, mengetahui perbandingan aktivitas fraksi aktif daun R. mucronata dengan abate, dan mengetahui senyawa aktif dari daun R. mucronata yang diamati secara kualitatif terdapat pada fraksi aktif. Metode ekstraksi dengan metode maserasi dan fraksinasi dengan fraksinasi cair-cair, uji aktivitas fraksi dan uji aktivitas larvasida dengan metode eksperimental laboratorium, penentuan golongan senyawa aktif dengan metode kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian diperoleh, diketahui bahwa fraksi metanol air dari daun R. mucronata memiliki aktivitas larvasida yang lebih tinggi daripada fraksi n-heksan dan etil asetat. LC50 fraksi metanol air dari daun R. mucronata yang mampu membunuh 50% dari total larva uji yaitu 1621,297 ppm. Fraksi metanol air membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk membunuh larva uji dibandingkan dengan bubuk abate. Fraksi metanol air dari daun R. mucronata mengandung senyawa tanin dan fenol. Kesimpulannya fraksi metanol air dari daun R. mucronata memiliki aktivitas larvasida yang lebih tinggi daripada fraksi n-heksan dan etil asetat, LC50 fraksi metanol air dari daun R. mucronata yang mampu membunuh 50% dari total larva uji yaitu 1621,297 ppm, fraksi metanol air dari daun R. mucronata memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kematian larva A. aegypti karena pada konsentrasi 3000 ppm membunuh 21 larva uji sedangkan abate memiliki pengaruh yang lebih besar karena pada konsentrasi 1000 ppm dapat membunuh 30 larva uji, dan fraksi metanol air dari daun R. mucronata mengandung senyawa tanin dan fenol.