Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMPN SE KECAMATAN JAPARA Supriatna, Yayat; Tanjung, Syawal; Patimah, Siti; Hidayah, Nur; Wazin, Wazin
Cakrawala Pedagogik Vol 9 No 1 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i1.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dan menguji dampak dari pengajaran etika dalam lingkungan keluarga dan interaksi dengan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah menengah pertama di seluruh Distrik Japara. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah kuantitatif, yang melibatkan survei untuk mengevaluasi dugaan yang telah dirumuskan. Partisipan penelitian meliputi siswa yang terdaftar di sekolah menengah pertama di seluruh Distrik Japara, yang berjumlah total 91 orang. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan survei kepada responden. Alat ukur yang digunakan awalnya telah divalidasi melalui metode Product Moment dan reliabilitasnya dinilai menggunakan koefisien Alpha Cronbach. Validasi hipotesis melibatkan pemanfaatan analisis regresi. Temuan menunjukkan bahwa: (1) pendidikan moral dalam konteks keluarga memberikan pengaruh yang baik pada kecerdasan emosional siswa, (2) interaksi dengan teman sebaya memengaruhi kecerdasan emosional siswa secara positif, (3) penggabungan pendidikan moral dalam lingkungan keluarga dan interaksi dengan teman sebaya menunjukkan dampak yang konstruktif pada kecerdasan emosional siswa.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING DECISIONS TO PURCHASE HALAL LABELED FACIAL FOAM FOR MEN PRODUCTS (STUDY IN SERANG CITY COMMUNITIES) Haryati, Sri; Wazin, Wazin; Peristiwo, Hadi
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/ijma.202332.83

Abstract

The Indonesian cosmetics industry is currently experiencing very rapid development so that this situation has given rise to competitive and tight business competition. Even though the majority of the cosmetics industry targets women as its main consumer target, it has recently begun to innovate with products for men. Currently, the halal trend is receiving special attention in society, including cosmetics in the form of facial foam products for men which are labeled halal. There are several factors that influence consumer purchasing decisions in purchasing halal products, including halal labeling, brand image, product quality and also product price. The method used in this research is quantitative research with a descriptive approach because the data used is in the form of numbers which are then processed using statistical methods. Based on research results It was concluded that halal labeling, product quality, product price and brand image simultaneously influence purchasing decisions. This is proven by the calculated F test results of 1 9.388 with an F significance of 0.000, so it can be concluded that the four independent variables simultaneously have an influence significant to the dependent variable. However, halal labeling and product price partially influence it, but product quality and brand image do not partially influence the decision to purchase facial foam products for men labeled halal in Serang City.  
Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Inflasi terhadap Ketimpangan Perekonomian di Provinsi Banten Periode Tahun 2014 – 2024 (Perspektif Distribusi Kekayaan dalam Ekonomi Syariah) Rosandy, Adrian Bayu; Wazin Baihaqi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1516

Abstract

Distribusi kekayaan dalam ekonomi syariah bukan hanya sebagai ibadah saja tapi untuk menjadi instrumen perekonomian. Ketika distribusi kekayaan dijalakan dengan baik maka akan mneurunkan tingkan ketimpangan perekonomian. Setiap orang menginginkan kehidupan yang layak untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan memenuhi kebutuhan finansial mereka untuk sandang, makanan, dan papan.  Masyarakat akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan.  Salah satu fenomena ekonomi yang memengaruhi banyak sektor di negara maju maupun negara berkembang adalah inflasi.  Salah satu tandanya adalah kenaikan harga barang dan jasa selama periode pembangunan ekonomi tertentu, yang ditunjukkan oleh pergerakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di suatu wilayah. PDRB adalah nilai tambah keseluruhan yang dapat dicapai oleh semua divisi bisnis di suatu wilayah.  Berbagai faktor memengaruhi ketimpangan ekonomi, yang membuatnya menjadi masalah yang kompleks.  Faktor-faktor yang menyebabkan ketimpangan tidak hanya berasal dari faktor manusia, tetapi juga dari faktor alam, seperti kondisi geografis dan potensi sumber daya alam.  Di Indonesia, ketimpangan ekonomi terjadi karena pembangunan daerah tidak merata. Tujuan dari penelitian inia dalah untuk mengetahui pengaruh PDRB dan Inflasi terhadap Ketimpangan Perekonomian secara Parsial dan Simultan. Dengan menggunakan teori kaynesian dan teori Pembangunan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan analisisis regeresi berganda metode uji  dengan Uji Asumsis klasik, Uji Regresi Berganda dan uji Hipotesis. Data yang diperoleh dengan data skunder dari website Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah menggunakan SPSS 26. Hasil penelitain Produk Domestik regional Beruto (PDRB) dan Inflasi Berpengaruh terhadap ketimpangan Perekonoman yaitu F hitung adalah 11,271 dan nilai signya adalah 0,005. Data F table untuk n = 11 dan 2 variabel adalah 4,96 sehingga 11,271 > 4,96.
Pengaruh Non-Performing Financing, Financing To Deposit Ratio, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio terhadap Return On Equity Pada PT Bank Panin Dubai Syariah Tahun 2014-2024 Sheva Devany, Nabila; Sulaeman Jajuli; Wazin Baihaqi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1671

Abstract

Return on Equity (ROE) merupakan indikator utama kinerja keuangan yang mencerminkan kemampuan bank syariah menghasilkan laba. Fluktuasi ROE pada PT Bank Panin Dubai Syariah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan risiko kredit, likuiditas, efisiensi operasional, dan kecukupan modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non-Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio terhadap ROE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berupa data triwulan yang dipublikasikan oleh PT Bank Panin Dubai Syariah tahun 2014-2024, dengan teknik analisis data adalah Error Correction Model dengan tingkat signifikansi 5%, melalui lima tahap pengujian: Uji Stasioneritas Data, Uji Kointegrasi, Model Jangka Pendek, Uji Asumsi Klasik, dan Model Jangka Panjang, dengan bantuan software Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, BOPO dan NPF memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Equity, dengan nilai probabilitas masing-masing 0.0000 dan 0,0263 (< 0.05). Hal ini disebabkan karena peningkatan NPF mencerminkan tingginya pembiayaan bermasalah yang secara langsung menurunkan pendapatan bank dan menekan profitabilitas, sedangkan tingginya BOPO menunjukkan kurangnya efisiensi operasional yang menyebabkan beban biaya lebih besar daripada pendapatan, sehingga menurunkan ROE. Sedangkan FDR dan CAR tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, dengan nilai probabilitas masing-masing 0,9471, dan 0,3585 (> 0.05). Ketidaksignifikanan FDR menunjukkan bahwa meskipun likuiditas bank terjaga, penyaluran dana ke pembiayaan belum mampu meningkatkan laba secara langsung. Capital Adequacy Ratio yang tinggi lebih berfungsi sebagai penyangga risiko jangka panjang dan tidak serta-merta berdampak terhadap perolehan laba dalam jangka pendek. Namun, secara simultan, variabel Non-Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio, secara signifikan mempengaruhi Return on Equity, dibuktikan dengan nilai probabilitas F-Statistic 0.00000 (< 0.05). Pada model jangka pendek dan jangka panjang, hubungan signifikan antar variabel ditunjukkan dengan nilai probabilitas EC 0.0000 (< 0.05).
Constitutional Framework for Mining Regulation: Regional Autonomy and State Authority Sumirat, Iin Ratna; Rahman, Arif; Tabrozi, Dhika; Wazin, Wazin
Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Vol. 8 Issue 2 (2025) Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/volksgeist.v8i2.12616

Abstract

The licensing of minerals and coal in Indonesia faces significant challenges, particularly concerning legal certainty and fair intergovernmental relationships. This research delves into the legal uncertainties emerging from the central-regional framework defined by Article 18 of the 1945 Constitution and Law No. 23/2014 on Regional Government. It also examines sectoral regulations as laid out in Law No. 4/2009, amended by Law No. 3/2020 and Law No. 2/2025, and Government Regulation No. 25/2024. Through a normative legal methodology that includes legislative, conceptual, and comparative analyses, the study highlights issues such as: overlapping mandates between laws, unclear operational boundaries between Law No. 23/2014 and post-2020 mining regulations, and inconsistencies in enforcement practices. A significant conclusion of the research emphasizes the constitutional authority given to Regional Governments to regulate and oversee mining operations within their areas. However, the implementation Law No. 2 may unintentionally undermine regional autonomy and modify the crucial role of Regional Governments as primary regulators in the mining sector. Additionally, the assignment of authority to mass organizations and universities in mining management in mining raises serious questions regarding legal hierarchy and compliance with constitutional mandates, potentially conflicting with their official roles and purposes.
The traditional economic systems based on local wisdom of indigenous communities in Indonesia Wazin, Wazin; Mahfud, Mahfud
International Journal of Nusantara Islam Vol 13 No 2 (2025): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v13i2.46640

Abstract

This study aims to explore the traditional economic systems of indigenous communities in Indonesia, focusing on the roles of local wisdom and cultural practices in sustaining livelihoods. The research examines Banten, West Java, Central Java, and Bali indigenous communities to understand how their economic systems integrate sustainability and cultural preservation. The study employs a qualitative ethnographic research design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation within the respective communities. Fieldwork focused on agricultural practices, economic distribution patterns, and the integration of cultural norms in economic activities. The findings reveal that the Kasepuhan communities in Banten and West Java practice sustainable rice farming under the guidance of traditional leaders, adhering to once-a-year planting to maintain soil fertility. In Bali, the Tri Hita Karana philosophy underpins the Subak irrigation system, ensuring harmony between agriculture, nature, and spirituality. The Samin community in Central Java demonstrates resilience through crop diversity and equitable resource distribution, prioritizing communal welfare and ecological balance. This study contributes original insights into the intersection of traditional knowledge and economic sustainability, addressing gaps in previous research that have often overlooked economic practices. It highlights Indigenous economic systems' adaptability and potential to inform sustainable development strategies.
The traditional economic systems based on local wisdom of indigenous communities in Indonesia Wazin, Wazin; Mahfud, Mahfud
International Journal of Nusantara Islam Vol 13 No 2 (2025): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v13i2.46640

Abstract

This study aims to explore the traditional economic systems of indigenous communities in Indonesia, focusing on the roles of local wisdom and cultural practices in sustaining livelihoods. The research examines Banten, West Java, Central Java, and Bali indigenous communities to understand how their economic systems integrate sustainability and cultural preservation. The study employs a qualitative ethnographic research design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation within the respective communities. Fieldwork focused on agricultural practices, economic distribution patterns, and the integration of cultural norms in economic activities. The findings reveal that the Kasepuhan communities in Banten and West Java practice sustainable rice farming under the guidance of traditional leaders, adhering to once-a-year planting to maintain soil fertility. In Bali, the Tri Hita Karana philosophy underpins the Subak irrigation system, ensuring harmony between agriculture, nature, and spirituality. The Samin community in Central Java demonstrates resilience through crop diversity and equitable resource distribution, prioritizing communal welfare and ecological balance. This study contributes original insights into the intersection of traditional knowledge and economic sustainability, addressing gaps in previous research that have often overlooked economic practices. It highlights Indigenous economic systems' adaptability and potential to inform sustainable development strategies.
Analisis Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada Madrasah Fauziah, Neneng; Wazin, Wazin; Wasehudin, Wasehudin; Uyun, Yuyun Rohmatul; Muin, Abdul
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 12 No. 2 (2025): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v12i2.819

Abstract

This study aims to analyze the readiness of PAI teachers in implementing the Independent Curriculum, supporting and inhibiting factors, and efforts made to improve its implementation. The study used a case study method with a qualitative approach at MTs Negeri 2 Tangerang and MTs Yabika Jambe, Tangerang Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving four PAI teachers as the main subjects, as well as the head of the madrasah, deputy head of curriculum, and head of the foundation as key informants. The results of the study showed that at MTs Negeri 2 Tangerang, PAI teachers were cognitively, psychologically, and financially ready, supported by the DIPA budget, ASN/PPPK status, and government policies. The main obstacles included teacher workload, time constraints, and inadequate IT facilities. Meanwhile, at MTs Yabika Jambe, teachers' cognitive and financial readiness were considered sufficient, while psychological readiness was considered ready, supported by the foundation's commitment, internet access, and community support. Inhibiting factors include limited learning time, financial constraints, and suboptimal understanding of the Merdeka Curriculum concept. Efforts made by both madrasas include Merdeka Curriculum training, development of differentiated RPP and P5RA, collaboration with madrasah principals and other teachers, utilization of digital technology, and involvement of parents and the community.