Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMBUATAN DAN UJI PADA PAPAN PARTIKEL BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN KOMPOSISI BAHAN YANG BERBEDA Sitorus, Tiurma Rotua; Sakiah, Sakiah; Sutanto, Arief Setiawan
Jurnal Agro Fabrica Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v5i1.165

Abstract

This research was conducted to determine the quality of particle board using the raw material of empty palm oil bunches with different compositions. Oil palm is a plantation crop that has an important role in Indonesia today. This plant is a plant that produces vegetable oil and its derivative products. The processing of Empty Palm Oil Bunches (EFB) into particle board as a strategy for utilizing solid waste from palm oil processing was carried out in March - June 2020. Quality tests were carried out to determine the water content, bulk density, and composition ratio of the best OPEFB-polyurethane resin for producing high-quality particle boards. The moisture content of the OPEFB fiber was obtained at 43.34%, while the maximum density and hardness of the Hardness Rockwell Scale B (HRB) can be obtained with a ratio of OPEFB fiber to resin (50: 50) 50% OPEFB and 50% resin with a bulk density of 186.70 gr/cm3 and hardness of 60 HRB. The water content affects the resistance and weight of the contents so it needs to be dried. While the high bulk density affects the particle density thereby increasing the hardness of the material. This research was conducted at the STIPAP Medan Soil and Fertilizer Laboratory and the Medan Industrial Chemical Technology Polytechnic Lab. This research was conducted in March - June 2020. This research was a descriptive study. The parameters observed were moisture content, hardness, and bulk density. The data obtained were analyzed descriptively. Based on research conducted, the greater the mass of the board, the higher the weight of the particle board. Meanwhile, the hardness of particle board is influenced by bulk density and moisture content of particle board.
BANK PUPUK ORGANIK: PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK, DAPUR, DAN PERTANIAN SEBAGAI IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR DI DESA KANDANGAN Sakiah, Sakiah; Tuty Ningsih; Bayu Pratomo
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i1.36438

Abstract

Limbah organik yang berasal dari ternak, dapur dan pertanian masih memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Disatu sisi, limbah organik menjadi pemicu meningkatnya emisi gas rumah kaca di atmosfir, disisi lain, limbah organik merupakan “emas” bagi dunia pertanian apabila dikelola secara tepat. Desa Kandangan memiliki potensi besar dalam hal bahan baku pupuk organik yang bersumber dari ternak lembu maupun kambing, limbah dapur dan pertanian. Namun, masyarakat Desa Kandangan belum mengelolanya karena keterbatasan iptek. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat Desa Kandangan dalam pengelolaan limbah ternak, dapur dan pertanian secara terpadu dan terpusat yang dinamakan Bank Pupuk Organik. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan PkM telah dilaksanakan bertahap, berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap konsep pupuk organik yaitu 90%, pengolahan limbah dan dampak terhadap lingkungan mencapai 73% serta kebermanfaatan program PkM yang dirasakan mitra yaitu 83%. Adapun produk yang dihasilkan dari program PkM ini yaitu eco enzyme, pupuk organik cair (POC) dari urin lembu, pupuk organik padat (POP) dari campuran feses lembu, limbah dapur dan pertanian serta logo dan label kemasan pupuk organik. Produk yang dihasilkan dari Bank Pupuk Organik dapat dimanfaatkan mitra, khususnya bagi petani yang merupakan masyarakat Desa Kandangan. Diperlukan pendampingan yang berkelanjutan agar pembuatan pupuk organik berjalan secara konsisten dan pupuk organik yang dihasilkan memenuhi standar SNI. ABSTRACT Organic waste from livestock, kitchens and agriculture still requires attention from various parties. On the one hand, organic waste is a trigger for increased greenhouse gas emissions in the atmosphere, on the other hand, organic waste is "gold" for the world of agriculture if managed properly. Kandangan Village has great potential in terms of organic fertilizer raw materials sourced from cattle, kitchen and agricultural waste. However, the people of Kandangan Village have not managed it due to limited science and technology. This community service aims to educate and assist the people of Kandangan Village in managing livestock, kitchen and agricultural waste in an integrated and centralized manner called the Organic Fertilizer Bank. The methods used are counseling, training, mentoring and demo plots. Community service activities have been carried out in stages, based on pre-test and post-test evaluations, it shows an increase in partners' understanding of the concept of organic fertilizer, which is 90%, knowledge of waste management and its impact on the environment reaches 83% and the usefulness of the program is 93%. The products produced from this program are eco enzyme, ox urine liquid organic fertilizer, solid organic fertilizer mixed with ox feces, kitchen and agricultural waste. The products produced from the Organic Fertilizer Bank are used as fertilizer for farmers who are the people of Kandangan Village. Keywords: Sustainable, economy, green, organic, fertilizer.
PEMBUATAN DAN UJI PADA PAPAN PARTIKEL BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN KOMPOSISI BAHAN YANG BERBEDA Sitorus, Tiurma Rotua; Sakiah, Sakiah; Sutanto, Arief Setiawan
Jurnal Agro Fabrica Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v5i1.165

Abstract

This research was conducted to determine the quality of particle board using the raw material of empty palm oil bunches with different compositions. Oil palm is a plantation crop that has an important role in Indonesia today. This plant is a plant that produces vegetable oil and its derivative products. The processing of Empty Palm Oil Bunches (EFB) into particle board as a strategy for utilizing solid waste from palm oil processing was carried out in March - June 2020. Quality tests were carried out to determine the water content, bulk density, and composition ratio of the best OPEFB-polyurethane resin for producing high-quality particle boards. The moisture content of the OPEFB fiber was obtained at 43.34%, while the maximum density and hardness of the Hardness Rockwell Scale B (HRB) can be obtained with a ratio of OPEFB fiber to resin (50: 50) 50% OPEFB and 50% resin with a bulk density of 186.70 gr/cm3 and hardness of 60 HRB. The water content affects the resistance and weight of the contents so it needs to be dried. While the high bulk density affects the particle density thereby increasing the hardness of the material. This research was conducted at the STIPAP Medan Soil and Fertilizer Laboratory and the Medan Industrial Chemical Technology Polytechnic Lab. This research was conducted in March - June 2020. This research was a descriptive study. The parameters observed were moisture content, hardness, and bulk density. The data obtained were analyzed descriptively. Based on research conducted, the greater the mass of the board, the higher the weight of the particle board. Meanwhile, the hardness of particle board is influenced by bulk density and moisture content of particle board.
Variasi Dosis Pupuk Bioneensis pada Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) yang Ditanam Secara Tumpang Sari di Areal Tanaman Karet Hanafi, Muhammad; Sukariawan, Aries; Rahutomo, Suroso; Sakiah, Sakiah
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i1.758

Abstract

Memanfaatkan areal di gawangan karet dapat menambah penghasilan pada satuan luas areal tanah sebelum tanaman karet menghasilkan, yaitu dengan tumpang sari tanaman kedelai edamame. Bioneensis salah satu pupuk hayati yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, didalamnya mengandung lebih dari 108 bakteri penambat N, pelarut P, dan penghasil IAA yang berfungsi sebagai plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bioneensis yang optimal untuk pertumbuhan kedelai edamame yang ditanam secara tumpang sari pada areal tanaman karet. Penelitian dilaksanakan di kebun praktek komoditas karet, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) pada bulan April hingga Agustus 2022. Penelitian disusun secara acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri atas empat taraf dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun majemuk dan indeks luas daun yang diamati pada minggu ke 4, 6 dan 8 setelah tanam. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada α 5%, bila F hitung > F tabel, maka dilanjutkan dengan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan variasi dosis bioneensis berpengaruh nyata terhadap diamater batang pada 6 dan 8 minggu setelah tanam serta indeks luas daun yang diukur pada masa panen. Pemberian bioneensis dosis 2,5 Kg/m2, 5 Kg/m2 dan 10 Kg/m2 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada semua parameter, dengan demikian dianjurkan menggunakan dosis bioneensis 2,5 Kg/m2 guna meningkatkan pertumbuhan edamame yang ditanam pada sela tanaman karet.
EFEKTIVITAS TANAMAN LAMTORO VARIETAS TAHAN KUTU (Leucaena diversifolia) DAN VARIETAS GONG (Leucaena leucocephala ) TERHADAP TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK PADA BUAH KOPI ARABIKA VARIETAS RASUNA Tambunan, Aulimizan Alfikri; Manullang, Windy; Sakiah
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.218

Abstract

Pengkajian ini dilakukan di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara pada bulan September 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan tanaman penaung tetap berjenis Lamtoro Varietas Tahan Kutu terhadap tingkat serangan hama PBKo dibandingkan jenis Varietas Gong. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Uji Sampel Independen t-test (Uji T) untuk melihat perbedaan antara rata-rata dua kelompok sampel yang independen. Adapun data yang diambil dan diuji yaitu jumlah buah terserang hama PBKo dengan kriteria bagian tengah yang berlubang hingga menembus biji bagian dalam dan jumlah pokok tanaman kopi yang terserang hama PBKo. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lamtoro Varietas Tahan Kutu lebih efektif digunakan untuk mencegah buah terserang hama PBKo dan jumlah pokok terserang. Lamtoro Varietas Tahan Kutu mampu menekan jumlah hama PBKo pada tanaman kopi 4,49 kali lebih tinggi dibandingkan Lamtoro Varietas Gong.
EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH DI DESA BARU KECAMATAN BATANG KUIS Arfansyah, Didik; Manurung, Hariani; Mubarak, Raihan Zaki; Baniray, Azra Al; Sakiah, Sakiah
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 2 (2025): Juni: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i2.6297

Abstract

Soil fertility is the ability of soil to support plants and provide nutrients for plants in a state of availability,enough, and balanced. Soil fertility is inseparable from the physical and chemical properties of soil.physical and chemical properties of the soil, both of which are interrelated with each other. This research aims to determine some of the physical and chemical properties of soil from Desa Baru, Batang Kuis Subdistrict.Kuis. Soil samples were taken compositely from two different depths depths, namely 0-20 cm and 20-40 cm. soil samples were tested in the laboratory of the Indonesian Institute of Palm Technology. Parameters testing parameters are soil texture, total pore space, bulk density, particle density, soil moisture content, soil pH, and C-Organic. soil moisture content, soil pH, and C-Organic. The results showed that the soil texture The soil texture is clay, pore space is 53.19% and 50%, bulk density is 1.13 gr/ml and 1.12 gr/ml, particle density is 2.418 gr/ml and 2.252 gr/ml. Moisture content in dry conditions were 8.96% and 7.525%, while at field capacity reached 33.33% and 35.13%. Soil pH was measured using the following methods comparison of soil and water, as well as soil and KCl. The results showed soil pH 5.3 and 5.3 in the ratio of 1:2.5 H2O, soil pH 3.9 and 3.8 in the ratio of soil and KCl 1:2.5 H2O. soil and KCl ratio of 1:2.5. The content of C-Organic value is 1.32% and 1.24%, soil organic matter is 2.28% and 2.15%. Based on the results of the study, soil fertility is low but still favorable for plant growth.favorable for plant growth.
Pemetaan dan Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan untuk Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Sakiah, Sakiah; Febrianto, Eka Bobby; Sudrajat, Ayi; Siregar, Albert Kristian
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v9i1.1706

Abstract

Climate is one of the factors that influence the growth, and production of palm oil, one of the most important climate elements is rain. Rain is the main source of water in meeting the needs of palm oil trees. This research aimed to map the climate type of Bintang Bayu region and to determine the trend of rainfall in 10 years (2010-2019) in Bintang Bayu Sub-district, Serdang Bedagai District, Sumatera Utara Province. This research used Geographical Information Systems (GIS) and descriptive-analytical methods. Rainfall data derived from satellite imagery (Data Chips-2.0, UCSB) obtained from the Meteorology and Geophysics Agency (BMKG) Stasiun Klimatologi region of Deli Serdang which was used as the basis for determining dry and wet months based on Schmidt-Ferguson. Evaluation of rainfall suitability was carried out by comparing the annual rainfall observation data with the Palm Oil Land Suitability Criteria based on the Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development. The results showed that Bintang Bayu Sub-district had climate type A (tropical rain forest), in which, in the area with climate type A was suitable for palm oil plants. Based on the distribution of annual rainfall, there were two distributions of rain, that were 2,500-3,000 mm.year-1 and 3,000-3,500 mm.year-1, there were no areas with an annual rain distribution of 2,000-2,500 mm.year-1, thus the Bintang Bayu region is included in the S2 class. In ten years, there was an increase in rainfall in January, May, July, and October while in other months there was a decrease in rainfall.
Tren Iklim dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan di Wilayah Asahan dan Karo, Sumatera Utara Clario, Steven Rizki; Anggraeni, Trisna; Putri, Tiara Cahya; sakiah, Sakiah; Ariantono, Joko Yulianto
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i2.1112

Abstract

Perubahan iklim global membawa dampak signifikan terhadap sistem pertanian, terutama pada wilayah yang mengandalkan pertanian lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suhu udara dan evaporasi terhadap curah hujan yang merupakan unsur iklim sebagai salah satu faktor produksi penunjang ketahanan pangan di Kabupaten Asahan dan Karo, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif melalui regresi linier berganda, korelasi Pearson, dan uji beda Mann-Whitney U berdasarkan data klimatologi dari BMKG. Hasil menunjukkan bahwa evaporasi berpengaruh signifikan negatif terhadap curah hujan, baik di Asahan (R = 0,882; R² = 77,7%) maupun di Karo (R = 0,700; R² = 49%). Sementara itu, suhu udara tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap curah hujan di kedua wilayah. Hasil uji korelasi dan uji beda memperkuat penelitian bahwa evaporasi merupakan indikator utama yang menentukan fluktuasi curah hujan regional, sedangkan suhu udara lebih berperan tidak langsung. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan evaporasi melalui konservasi air dan vegetasi untuk menjaga stabilitas curah hujan dan memperkuat ketahanan pangan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan adaptasi iklim berbasis data di sektor pertanian.
Pemanfaatan Bokashi dan NPK Phonska dalam Budidaya Jagung Manis Secara Tumpang Sari pada Lahan Kelapa Sawit TBM 2 Tuzzahra, Yustika Raudya; Sakiah, Sakiah; Batubara, Siti Fatimah; Anggraini, Mutia Dwi
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i2.1132

Abstract

  Tumpang sari merupakan salah satu teknik budidaya tanaman yang dilakukan dengan cara menanam dan membudidayakan dua atau lebih tanaman yang berbeda jenis dalam waktu yang bersamaan pada satu areal lahan yang sama. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hara jagung manis pada fase vegetative dapat dilakukan dengan pemberian bokashi dan NPK Phonska. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perkembangan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung manis yang dipupuk dengan bokashi dan NPK Phonska dosis bervariasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yaitu P0 (tanpa pemupukan), P1 (100% NPK Phonska), P2 (75% NPK Phonska + 25% bokashi), P3 (50% NPK Phonska + 50% bokashi), P4 (25% NPK Phonska + 75% bokashi), P5 (100% bokashi) dan tiap perlakuan terdapat 4 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika berpengaruh nyata kemudian diuji lanjut menggunakan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol berbeda nyata dengan P1, P2, P3, P4 dan P5 pada tiap pengamatan. Pemanfaatan 25% NPK phonska + 75% bokashi (P4) merupakan perlakuan terbaik dalam mendukung pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang jagung manis pada tiap interval pengamatan.
Pemanfaatan Limbah Cair PKS sebagai Pupuk Organik Cair: Tinjauan terhadap Pengolahan, Standar Baku Mutu, dan Efektivitasnya dalam Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan Clario, Steven Rizki; Sakiah, Sakiah
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i2.1136

Abstract

Salah satu sektor unggulan dalam mendukung perekonomian Indonesia ialah melalui budidaya kelapa sawit. Budidaya tersebut dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap aspek keberlanjutan dalam industri kelapa sawit semakin meningkat. Melalui hal tersebut dikarenakan oleh beberapa isu degradasi lahan ataupun lingkungan yang memiliki keterkaitan dengan pertanian intensif yang menggunakan pupuk kimia yang cukup banyak. Tujuan dari penulisan naskah ini ialah memberikan hasil analisis pemanfaatan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sebagai pupuk organik cair yang ditinjau terhadap pengolahan, standar baku mutu, serta efektivitasnya dalam budidaya sawit berkelanjutan. Pada penulisan yang dilakukan merujuk pada penelitian kualitatif. Hasil temuan penelitian dalam proses pengolaahan limah cair pabrik kelapa sawit sebagai pupuk organik cair mencakup pra pemrosesan melalui pendinginan limbah cair serta dilakukan penyaringan awal. Selanjutnya juga perlu diperhatikan metode fermentasi anaerob dan fermentasi aerob. Setelah itu dilakukan penyaringan dan pengemasan. Selanjutnya landasan hukum dan standar baku mutu sebagai acuan penting di Indonesia yaitu SNI 6729:2016 dan Peraturan Menteri Pertanian RI No. 261/Kpts/SR.310/M/4/2019. Selanjutnya dalam mendukung efektivitasnya dalam budidaya sawit berkelanjutan yang dapat ditinjau dari beberapa aspek diantaranya mencakup dampak lingkungan, siklus hara tertutup, efisiensi biaya, retensi air dan struktur tanah, serta pertumbuhan tanaman.