Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Strategi Adaptif Indonesia dalam Merespon Tekanan Internal dan Eksternal Terkait Gerakan Kemerdekaan Papua Chotimah, Hidayat Chusnul; Maulana , Muhammad Rizki; Hidayat Chusnul Chotimah
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 08 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i08.2572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Indonesia dalam merespon tekanan internal dan eksternal terkait gerakan pro-kemerdekaan di Papua. Gerakan kemerdekaan Papua telah lama diluncurkan oleh berbagai kelompok separatis yang tidak menerima hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1959. Gerakan separatisme ini terus bermunculan dengan berfokus pada perjuangan di lingkup lokal, nasional maupun internasional sehingga menghasilkan gerakan-gerakan pro-kemerdekaan yang mengancam stabilitas nasional negara Indonesia. Bahkan komunitas internasional banyak yang memberikan kritikan atas tindakan Pemerintah Indonesia dalam menangani masalah gerakan pro-kemerdekaan Papua yang dianggap melanggar hak asasi manusia. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia menerapkan strategi adaptation preservative untuk merespon tuntutan perubahan yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal melalui teori kebijakan luar negeri dan konsep adaptive behavior. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, peneliti melakukan pengumpulan data yang sesuai dengan objek penelitian yang diangkat dari data-data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia untuk merespon tuntutan eksternal yaitu dengan memberikan bantuan internasional melalui Indonesian AID ke negara-negara yang melakukan kritikan terhadap isu pelanggaran HAM di Papua maupun dengan mempererat kerjasama internasional melalui keterlibatan aktif Indonesia dalam Melanesian Spearhead Group (MSG). sedangkan strategi adaptif yang ditunjukkan untuk merespon tuntutan internal dilakukan dengan memberikan label terhadap Operasi Papua Merdeka (OPM) sebagai gerakan teroris dan melakukan pemekaran wilayah di Papua dengan melakukan revisi terhadap Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.
Implementasi Strategi Adaptif Indonesia dalam Merespon Tekanan Internal dan Eksternal Terkait Gerakan Kemerdekaan Papua Chotimah, Hidayat Chusnul; Maulana , Muhammad Rizki; Hidayat Chusnul Chotimah
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 08 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i08.2572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Indonesia dalam merespon tekanan internal dan eksternal terkait gerakan pro-kemerdekaan di Papua. Gerakan kemerdekaan Papua telah lama diluncurkan oleh berbagai kelompok separatis yang tidak menerima hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1959. Gerakan separatisme ini terus bermunculan dengan berfokus pada perjuangan di lingkup lokal, nasional maupun internasional sehingga menghasilkan gerakan-gerakan pro-kemerdekaan yang mengancam stabilitas nasional negara Indonesia. Bahkan komunitas internasional banyak yang memberikan kritikan atas tindakan Pemerintah Indonesia dalam menangani masalah gerakan pro-kemerdekaan Papua yang dianggap melanggar hak asasi manusia. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia menerapkan strategi adaptation preservative untuk merespon tuntutan perubahan yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal melalui teori kebijakan luar negeri dan konsep adaptive behavior. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, peneliti melakukan pengumpulan data yang sesuai dengan objek penelitian yang diangkat dari data-data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia untuk merespon tuntutan eksternal yaitu dengan memberikan bantuan internasional melalui Indonesian AID ke negara-negara yang melakukan kritikan terhadap isu pelanggaran HAM di Papua maupun dengan mempererat kerjasama internasional melalui keterlibatan aktif Indonesia dalam Melanesian Spearhead Group (MSG). sedangkan strategi adaptif yang ditunjukkan untuk merespon tuntutan internal dilakukan dengan memberikan label terhadap Operasi Papua Merdeka (OPM) sebagai gerakan teroris dan melakukan pemekaran wilayah di Papua dengan melakukan revisi terhadap Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.
Intergovermental Cooperation Initiative on Sustainable Transportation Management in Jabodetabek Chotimah, Hidayat Chusnul
Jurnal Bina Praja Vol 8 No 1 (2016)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.08.2016.121-133

Abstract

The main issues in Jabodetabek concerning the management of transportation are related to the increased use of private vehicles and the decreased use of public transportation, overcrowding daily traffic in Jabodetabek, the high congestion followed by insecurity in traffic, environmental pollution, uncontrolled growth of and underdeveloped infrastructure, and irregularities in land use. To overcome these problems, sustainable transportation management becomes very important in which the government should be able to cope with environmental, economic and social factors under the decision making related to transportation in Jabodetabek. Therefore, through interactive planning, this study will examine intergovernmental cooperation initiatives on sustainable transportation management in Jabodetabek. This study uses qualitative and descriptive method through literature study and existing statistics as the resources to apply the interactive planning approach. The result shows that there are found a number of problems and gaps in the management of transportation in Jabodetabek that needs to be reduced because it has the same scope of other gaps. From these problems can be made further action programs and policies in accordance with the resources owned, and then, the design of implementation made and controlled whether in accordance with the purpose or not. Thus, sustainable transportation management in the Jabodetabek needs to be done jointly in an institutional or policyframework involving governments Jabodetabekpunjur, BKSP Jabodetabekpunjur, and the private sector.
PEMULIHAN PASCA BENCANA ERUPSI DI KAWASAN WISATA MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DITINJAU DARI MODEL PENTA HELIX Pratiwi, Tiffany Setyo; Chotimah, Hidayat Chusnul
Jurnal Konstituen Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v4i1.2435

Abstract

Letusan Gunung Merapi di tahun 2010 telah menewaskan ratusan jiwa. Bencana tersebut telah memberikan dampak buruk terhadap berbagai aspek, termasuk kawasan wisata Merapi. Padahal wisata Merapi adalah sumber penghasilan warga sekitar. Upaya pemulihan dilakukan oleh berbagai pihak dari pemerintah dan sektor swasta dengan revitalisasi langsung melalui berbagai program. Penelitian ini akan memfokuskan seperti apa peran Penta Helix dalam pemulihan pasca bencana erupsi di kawasan wisata Merapi tahun 2010 hingga 2014. Penta Helix terbagi atas lima aktor: pemerintah, pihak swasta, akademisi, komunitas, dan media. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan pemerintah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan komunitas organisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di DIY dan salah satu korban erupsi. Penelitian ini juga di dukung dengan data-data sekunder seperti website pemerintah, berita di internet, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari model Penta Helix dilakukan melalui beragam festival, donasi, dan promosi yang melibatkan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah di DIY dan Sleman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY and Sleman (pemerintah), Tim Reaksi Cepat dan Merapi Rescue Community (komunitas), Universitas Gadjah Mada (akademis), Kedaulatan Rakyat (media massa), juga Metro TV dan TV One (sektor privat) dan beberapa aktor lainnya. Sehingga upaya-upaya tersebut berkontribusi dalam peningkatan jumlah wisatawan yang membantu percepatan pemulihan wisata Merapi. Kata kunci: Penta Helix, Pasca Bencana, dan Wisata Merapi
Mengukur Pencapaian Sustainable Development Goals 2030 Melalui Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport Rohmatika, Fiya Ainur; Hidayat Chusnul Chotimah; Erti Kusuma Siahaan; Yenis Contesa
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 2 No. 2 (2022): Article Research Volume 2 Issue 2, Juli 2022
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v2i2.1835

Abstract

The YIA airport was built as part of a national master plan to open up economic channels, including export and import, and internationalise the Yogyakarta region. The building of this airport generates an anomaly that is in conflict with the state of the community and the affected environment surrounding the airport, particularly in terms of meeting the SDGs by 2030. Researchers believe that the spectacular infrastructure's state in achieving economic growth is insufficient since the community's environmental and social characteristics also affect the success of the SDG's in regional development, including the development of the airport industry. This study employs qualitative research methodologies to describe the answers to the formulation of the problems investigated through online and offline interviews with the DIY PUP-ESDM Office, Bappeda Kulon Progo, and the people of Palihan Village, Temon District. The findings indicate that efforts to accomplish sustainable development goals from the economic, social, and environmental pillars can be directly tied to the construction of YIA airport. In this regard, synergy and effective communication between the government, those responsible for implementing airport operations, and the local population in Kulon Progo are crucial.
Peningkatan Minat Literasi Siswa/i Desa Limbungan dalam Menciptakan Keamanan Pendidikan Muh. Ade Safri Salampessy; Hidayat Chusnul Chotimah
Jurnal ABDI RAKYAT Vol. 1 No. 1 (2024): JURNAL ABDI RAKYAT
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/jar.v1i1.301

Abstract

One of the regions of Indonesia that has issues with educational fairness is the eastern region, particularly with the distribution of educators like teachers or tutors. The East Lombok Region's Limbungan Village is one of the places where this issue is present. So, Universitas Teknologi Yogyakarta’s Community Service Team chose it’s location as the focus of community service efforts to combat that problems. In this instance, the Community Service Team and Indonesia in Village worked together to carry out community service by focusing on educational issues through the "Suar Desa Adat Limbungan" program with the theme "Increasing Literacy Interest in Students of Limbungan Village in Creating Educational Security through the Concept of Human Security." This service activity comprises of five basic activities: Atraksi, Atraktif, Aksi, Selam, and Book Donation. It is believed that Limbungan Village would be able to address structural issues and other issues faced by local inhabitants as a consequence of community service activities.
Analisis Kepentingan Nasional Indonesia Dan Inggris Dalam Kerja Sama Transisi Energi: Studi Kasus Program Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI) Maruti, Ayu; Chotimah, Hidayat Chusnul; Arisanto, Puguh Toko
Frequency of International Relations (FETRIAN) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Andalas Institute of International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/fetrian.7.2.105-137.2025

Abstract

This study aims to examine the national interests of the United Kingdom and Indonesia within the MENTARI program, utilizing Axelrod and Keohane's "Shadow of the Future" dimension as an analytical framework. Authors employ qualitative methods, including interviews and document analysis, The findings indicate a shared recognition by both nations that the global energy landscape will be predominantly shaped by renewable sources. Therefore, both countries established a partnership to speed up the energy transition and reduce their dependence on environmentally harmful fossil fuels, a major driver of climate change. The analysis reveals that the UK's interests align with its obligation as a developed country under the Paris Agreement to provide climate finance, coupled with its strategic ambition to secure a market share in Indonesia's renewable energy sector to bolster its position as a global leader in the field. Conversely, Indonesia's primary interest lies in attracting foreign investment to catalyse its domestic renewable energy development and accelerate its national energy transition process.
Sosialisasi Peran Pendidikan Lingkungan Dalam Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Siswa/Siswi Sejak Usia Dini Zahra Zamaya; Raisyah S.M. Rimosan; Siti Damayanti; Marsye M.L. Runtuwene; Alda Aghata Iza Zafira; Rietma Danti Ayuningtyas; Hidayat Chusnul Chotimah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 : Agustus (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Environmental education is one of the efforts aimed at preserving the surrounding environment so as not to harm humans and other living things. Efforts to preserve the environment need to be carried out early on so that awareness and habits of the importance of nature for humans can be instilled and threats to human security can be reduced, which include seven aspects, namely economic, food, health, environmental, personal, community, and political security. To realize this, the Yogyakarta Technology University community service team is trying to conduct socialization with kindergarten students to help them realize one aspect of human security, especially environmental security. This activity has encouraged the enthusiasm of students at the kindergarten level to learn outside the classroom while preserving the surrounding environment.